Netanyahu: Tidak Ada Tempat Bagi Militer Iran di Suriah

6
0
F-35 Israel. (U.S. Embassy Tel Aviv via commons.wikimedia.org)

Jakartagreater.com – Israel telah menyerukan agar Iran menarik pasukan militernya dari Suriah dan Teheran bersikeras bahwa pihaknya hanya memiliki penasihat militer di negara itu meskipun banyak klaim Tel Aviv mengenai hal sebaliknya.

Israel telah meminta Iran untuk meniadakan kehadiran militer di Suriah setelah Rusia mengatakan pasukan Damaskus sendiri yang harus mengontrol wilayah Suriah di dekat perbatasan Israel dan Yordania, dirilis Sputniknews.com, 28-5-2018.

“Posisi kami di Suriah sudah jelas. Kami percaya bahwa tidak ada tempat bagi kehadiran militer Iran, di mana pun di Suriah,” kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kepada fraksi parlementernya dalam pernyataan yang disiarkan. Benjamin Netanyahu telah berulang kali menuduh Iran mendestabilisasi situasi di Timur Tengah.

Sikap yang sama telah disuarakan oleh pejabat Israel yang menyatakan bahwa Tel Aviv tidak akan mengizinkan Iran untuk mengubah Suriah, yang telah dilanda perang saudara sejak 2011, ke pijakan militernya.

Pejabat tinggi keamanan Iran telah menanggapi bahwa kehadiran negara di Suriah terbatas pada peran penasehat, dan ditujukan untuk melawan terorisme atas permintaan pemerintah Suriah yang sah.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Shamkhani mengatakan bahwa selama ancaman terorisme ada di Suriah dan pemerintah negara yang sah tetap ada di hadapan penasehat Iran, dan Iran akan tinggal di Suriah.

Bagikan:

6 COMMENTS

LEAVE A REPLY