New Delhi Lanjutkan Pengembangan Jet Siluman AMCA

India masih terus melangkah pada program pengembangan jet tempur paling menantang, jet tempur medium generasi kelima, Advanced Medium Combat Aircraft (AMCA).

Jet tempur generasi kelima AMCA (Advanced Medium Combat Aircraft), India

Direktur Badan Pengembangan Aeronautika India, C.D. Balaji mengatakan bahwa sebagian besar pekerjaan pada bentuk AMCA telah selesai. Tantangan terbesar adalah melibatkan pengembangan material penyerap radar (RAM – radar absorbent material).

Dia menyinggung tantangan India di wilayah pengurangan radar cross section (RCS), mengkomentari tentang gagalnya kesepakatan tahun 2012 untuk membeli 126 unit pesawat tempur Dassault Rafale.

Ada beberapa masalah yang menyebabkan kesepakatan dengan Rafale runtuh, katanya, tapi dia secara khusus menunjuk bahwa keengganan Perancis untuk menggunakan material penyerap radar (RAM) yang berhubungan dengan hak paten pada kanopi Rafale ini.

Kesepakatan akhirnya tercapai, Rafales yang akan dikirimkan ke India oleh Prancis untuk menerima lapisan tersebut.

Fitur pengamatan rendah lainnya pada AMCA diantaranya adalah saluran intake mesin yang berbentuk huruf S, yang membantu menyembunyikan mesin dari radar musuh, serta ekor kembar dalam posisi miring.

Yang disebut ADA sebagai “stealth mode”, AMCA akan membawa kombinasi 4 amunisi, berupa bom atau rudal, di dalam bay internal. Untuk modus “non siluman” pesawat jet akan memiliki titik keras (cantelan), 3 cantelan tambahan pada setiap sayap. Dua cantelan akan dapat digunakan untuk membawa tangki bahan bakar eksternal.

Untuk mesin masih belum ditentukan, tetapi kemungkinan akan menggunakan mesin GE-F414 buatan General Electric, seperti yang digunakan pada Boeing F/A-18E/F Super Hornet, atau mungkin mesin EJ200 buatan Eurojet, yang dipakai oleh Eurofighter Typhoon.

Pada iterasi dari Aero India 2015, seorang pejabat ADA mengatakan kepada Flight Global bahwa versi lanjutan dari mesin lokal, Gas Turbine Kaveri, akhirnya dipilih sebagai penggerak AMCA.

AMCA, seperti yang direncanakan, akan mampu mencapai kecepatan jelajah 1 mach tanpa menggunakan afterburner dan dilengkapi radar AESA. Menurut Balaji, setelah mesin ditentukan, itu akan membutuhkan waktu sekitar 3-4 tahun lagi untuk mengembangkan pesawat.

Sebelum pameran, Balaji mengatakan kepada Flight Global bahwa penerbangan perdana untuk AMCA direncanakan akan berlangsung pada tahun 2025. Ini menunjukkan terjadinya kemunduran dari rencana awal ADA pada tahun 2013, ketika itu disebutkan bahwa penerbangan perdana diharapkan akan dilaksanakan pada akhir 2020.

Flight Global

Tinggalkan komentar