Nov 012014
 
Langkah Pencegahan: Seorang petugas medis memakai baju steril sebelum memeriksa korban Ebola di Dallas, Texas. (Jim Young/Reuters)

Langkah Pencegahan: Seorang petugas medis memakai baju steril sebelum memeriksa korban Ebola di Dallas, Texas. (Jim Young/Reuters)

Madiun – Seorang warga Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur dicurigai (suspect) terjangkit virus ebola. Muk, 29, yang pernah menjadi tenaga kerja (TKI) di Liberia kini dirawat intensif di ruang isolasi WK B RSUD dr Soedono.

“Saat ini statusnya masih suspect ebola, tapi positif malaria,” ungkap dr Sjaiful Anwar SpJP, Kabid Pelayanan Medik RSUD dr Soedono, Kamis (31/10).

Sjaiful menyatakan, pasien tersebut awalnya mengalami demam tinggi. Suhunya mencapai lebih dari 38 derajat Celsius. Setelah diperiksa di puskemas, dini hari kemarin Muk dirujuk ke RSUD dr Soedono, Madiun. “Karena suspect, kami menerapkan SOP (standard operating procedure, Red) perawatan ebola,” ujarnya.

SOP yang mengacu standar WHO itu, antara lain, perawat wajib mengenakan penutup kepala, kacamata pelindung, masker jenis N95, serta baju rangkap tiga (linen, gaun pelindung, dan gaun pelindung plastik sekali pakai). Selain itu, mereka harus memakai sarung tangan dan sepatu bot. “Pakaian terluar itu semua sekali pakai. Jadi, setelah dipakai, langsung buang,” imbuhnya.

Syaiful menuturkan, SOP tersebut diterapkan agar pasien tidak menularkan virus ke orang lain, terutama tenaga medis yang menanganinya. “Yang perlu diwaspadai juga, pasien mengaku sudah melakukan hubungan badan dengan pasangannya,” ungkap Syaiful sembari menyebut ebola bisa menular melalui cairan tubuh seperti air ludah, keringat, dan sperma.

Dia menjelaskan, pasien tersebut hanya mengalami demam tinggi, tidak mengalami sakit penyerta lazimnya penderita ebola seperti mual, muntah, pusing, diare, serta penurunan fungsi ginjal dan liver. Termasuk perdarahan organ dalam (internal bleeding). “Dicurigai ebola karena (Muk) bekerja di Afrika,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Syaiful menambahkan, Muk bekerja di Liberia, sebuah negara di pesisir barat Afrika, sejak delapan bulan lalu. Sebelum dipulangkan ke tanah air, pasien tersebut mengalami demam dan sempat dikarantina selama sepekan. “Yang bersangkutan bekerja di kawasan hutan,” ujarnya.

Sepulang ke Indonesia, lanjut dia, Muk juga sempat dikarantina di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, namun hanya sehari. Informasinya, pria itu pulang bersama 31 TKI lainnya dari berbagai daerah di Indonesia. Delapan di antaranya berasal dari Kecamatan Pilangkenceng, Mejayan, dan Saradan, Kabupaten Madiun. “Tapi, yang mengalami demam tinggi hanya pasien (Muk, Red),” ujarnya.

Sjaiful menyatakan, setidaknya pasien akan dirawat hingga dua minggu ke depan. Itu mengacu masa inkubasi virus yang mencapai 21 hari. Di sisi lain, dia menyayangkan pihak medis Bandara Soekarno-Hatta yang hanya mengarantina Muk selama sehari. “Minimal pasien harus dikarantina tiga minggu,” tuturnya.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan RSUD dr Soetomo, Surabaya, untuk melakukan tindak lanjut pemantauan kondisi pasien. Bukan tidak mungkin, pasien akan dirujuk ke rumah sakit tipe A tersebut jika tidak kunjung membaik. “Tapi, tadi (kemarin, Red) kondisi pasien cenderung membaik. Demam yang sebelumnya mencapai 38 derajat turun menjadi 36,” ungkapnya. (JPNN).

  14 Responses to “NewsBreak: Suspect Ebola Indonesia”

  1. premium

  2. Virus Ebola belum ada obatnya. Virus akan menghantam organ-organ penting korban dalam waktu cepat. Saat ini vaksinnya masih diuji coba ke hewan.

    • Bahaya Dong KaLau begitu bung , kok bisa terjangkit yah warga negara kita , virus ini menyebar Lewat apa ya , bisa hancur dari daLam negara kita ini ??? 🙁

      • virus ebola tidak ditularkan melalui udara, tapi dengan kontak langsung kulit (dan kebetulan ada lecet), melalui keringat, ludah, darah dan cairan tubuh lain.

        yang sangat ceroboh bandara soekarno hatta, udah tahu orang baru datang dari liberia dan demam, dikarantina hanya sehari.

        bahaya jika seorang telah melewati masa inkubasi penyakit (rata2 8-10 hari) dan berada di tempat umum, bersin dan setitik air liur mendarat di bibir seorang bocah, viruspun pindah.
        atau berkeringat dan tangannya bersentuhan dengan orang di sebelah…

    • tambahan, karena ga ada obatnya, pasien yang sakit ebola dengan perawatan intensif, apabila mampu bertahan dalam 2 minggu pertama, diperkiraan akan mengalami kesembuhan secara perlahan hingga survive. Namun kebanyakan pasien tidak berhasil melewati 1 minggu pertama masa sakit. apalagi jika pasien menderita virus ebola asal zaire, 86% pasien akan mati. ini yang paling ganas.

      Sedangkan virus HIV-AIDS, 100% meninggal, tapi nunggu 10 tahun lagi.

  3. wajib waspada..

  4. mudah2an Bukan ebola ngeri

  5. Terima kasih Bung Diego artikel ya semoga kita hrs waspada atas msk ya ebola ke indonesia

  6. semoga indonesia bisa membuat vaksinnya..

  7. Ehmm.ehm..serius ah..ehm..ehmm..

    Untuk menangkal ebola hrs dimulai dr tempat2 keluar masuk org asing.
    Pelabuhan, airport dsb hrs segera ditingkatkan kewaspadaan mjd Siaga.

    Ini virus emang bahaya. Di afrika saja org yg terinfeksi langsung dibuang dijalanan sampai ada yg mati tp tdk ada yg berani menyentuh.

    Belum ada obat untuk menyembuhkan. Tp hrs sedini mungkin mencegahnya.

    Mari kita selamatkan diri kita, keluarga kita, lingkungan masyarakat kita dr virus ebola.

    Waspada,
    krn virus ebola lebih ganas dr virus slank..

  8. Virus kelaparan juga blm ada obatnya dan jauh lebih berbahaya daripada ebola… Anekdotnya selama org” kaya ga pd mati karena kelaparan maka “virus” kelaparan di dunia di anggap berbahaya di banding ebola.. Another kind perspective on humanity..

 Leave a Reply