Des 242014
 

Lucu juga pemerintah kita ini, karena menolak pembangunan PLTN. Energi adalah modal dasar dari pembangunan. Ada energi yang murah, tapi anda mencari langkah yang rumit. Kalau lah penduduk Indonesia, kisaran 25 sampai 50 juta, bolehlah menampik opsi PLTN. Namun dengan jumlah penduduk 250 juta, How Come ….?

Ilusrasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. (Foto: batan.go.id)


 Jakarta – Pemerintah menolak penawaran Rusia untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penolakan ini dilakukan karena pemerintah menanggap Indonesia belum memerlukan tenaga nuklir sebagai alternatif energi listrik.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil setelah menerima kunjungan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikael Yurievich Galuzin di kantornya, Senin (22/12) pagi.

“Mereka mengatakan punya kemampuan teknologi yang bagus dalam bidang PLTN. Tapi, saya katakan bahwa rencana membangun PLTN  Indonesia masih jauh. Pemerintah belum pikirkan itu,” kata Sofyan kepada wartawan seusai pertemuan.

Inti nuklir di dalam kolam reaktor riset nuklir di reaktor serba guna G.A. Siwabessy milik Badan Tenaga Atom (BATAN), Puspiptek, Tangerang Selatan, Banten

Mantan Menteri BUMN tersebut mengungkapkan pemerintah memang memiliki proyek besar untuk membangun pembangkit listrik sebesar 35 ribu megawatt dalam lima tahun kedepan. Namun, pemerintah akan lebih mengoptimalkan sumber energi seperti batu bara dan gas.

“Untuk target 35 ribu MW, itu yang paling tepat dan tidak kontroversial. Pembangunan PLTN perlu melakukan studi lebih lanjut,” ujarnya. (Republika.co.id).

  298 Responses to “Nggak Jadi Punya PLTN. How Come ?”

  1.  

    mungkin ada yang takut kita punya nuklir !

    •  

      Aduh apa juga yg jadi pertimbangan pemerintah sampe menolak ilmu dan proyek nuklir di negeri ini. Pdhl Rusia sangat baik memberi ilmu yg sangat berharga pada Indonesia. Aplg dari segi pemanfaatan tenaga nuklir sangat baik utk kdepannya bangsa. Aneh juga ini pemerintah……………….

    •  

      bagaimana klo dananya sayang klo dibuat pltn….karena anggaran pembelian batubara dan solar untuk pembangkit listrik di daerah sangattt beuuusarr…..trus pelaksananya yaa saudara2nya…enak toh…abis pemilu kemarin dah abis sebagian besar tabungannya…..

      •  

        PLT batu bara dan fosil di indonesia udah jadi berita ngak sedap soal pencemaran udara dan iklim di mata international – coba googling aja

      •  

        Entah kebetulan atau tidak mudah – mudahan tidak ada sangkut pautnya, awal november kemarin koq ya ada MOU antara PLN, KAI dan CIF yang disaksikan menteri BUMN sangat rahasia dan misterius karena tidak bersedia diungkap ke publik apa yang telah disepakati.

    •  

      Klw tak lihat intinya itu ke uang rupiah… Hehe. Listrik yg dihasilkan dari PLTN bisa dikalkulasi harga bisa constan.. Dan pelonjakanya ngak terlalu banyak (terpengaruh harga), memang awalnya yg butuh dana yg cukup besar untuk ngebangunya.. Tapi khan ada joint development.. Why not?? :D. Trus kita lihat ke pembangkit dari gas dan batu bara.. Harganya fluctuatif.. Mengikuti pasar. Jadi pasti larinya ke Rupiah ( mksudnya game subsidinya dimainin).. Whatever lah..:D

      •  

        Emang bisa jadi yg tdk setuju sama nuklir bukan rakyat biasa tapi para mafia pemasok BBM, batubara dll ke pembangkit listrik konvensional milik pemerintah. rasionalnya bila ada pltn maka pembangkit konvensional akan menjadi tdk efisien dan lama-lama bisa ditutup, nah mereka tentu akan bangkrut. Logika ini sama dg penelitian bahan bakar pakai air yg tdk akan pernah dibiarkan berhasil, karena akan membuat biaya investasi ekplorasi sumber minyak bumi milyaran dolar yg telah dikeluarkan menjadi sia-sia dan membuat bangkrut perusahaan besar minyak dunia. Bisa jadi kalau ada demo rakyat itu hanya rekayasa.

    •  

      mungkin pemerintah kita takut sama asu karena kalau kita mau kerjasama dengan.

    •  

      Ya karena para pemimpin kita pemikirannya tidak jauh kedepan, tidak sampai 100 atau 1000 thn yang akan datang. Padahal 70 thn yg lalu amerika sudah menjadikan nuklir sebagai bom. Dan dijatuhkan di Jepang.

      Kok sekarang Indonesia buat energi nuklir aja belom kepikir. Makanya ketinggalan melulu sama negara lain. Hanya jadi pelengkap penderita.

      Padahal Allah SWT menciptakan Matahari, bintang melintang dan alam semesta dengan energi fusi nuklir.

      Hari gini kok takut sama energi nuklir. Orang lain bisa kenapa kita tidak bisa. Orang lain berani kenapa kita harus takut…

      Capek deh….

    •  

      kemungkinan yang kuatir kita punya PLTN :

      1. swasta lokal :
      a. Pemasok batubara
      b. Swasta PLTU
      c. Supplier sparepart

      2. Asing:
      a. S*ell …yang sudah inves energi GEOTHERMAL di jabar
      b. Importir multi komoditas….karena jika ada PLTN, listrik tarif jauh lebih murah…daya saing produk lokal meningkat

      3. Pemerintah itu sendiri…yang sudah ada deal2 politik perundang2an yang menguntungkan asing dan swasta lokal dimana pemerintah ada dibawah tekanan.

      •  

        yang jelas, tadi ane beli vocher PLN 50 rebu isinya cuman 33 rebuu…*amprettttt!!!! ….taun depan beli 50 rebu isinya NOLLL!!

      •  

        Pinter..! Salam hangat,

      •  

        terlalu tendensius bung,

        1. b. Swasta PLTU

        PLTU PLN lebih banyak; untuk mempercepat ketersediaan listrik PLN membuat program untuk membuat 35 PLTU dengan total tenaga 10.000 MW. Ketiga puluh lima PLTU tersebut tersebar di jawa dan luar jawa. Untuk Jawa dibangun 10 buah PLTU,

        > artinya pemerintah sedang melindungi dirinya sendiri dong ?

        2. Asing:
        a. S*ell …yang sudah inves energi GEOTHERMAL

        ada perusahaan namanya pertamina geothermal enegy
        http://pge.pertamina.com/

        > artinya pemerintah sedang melindungi dirinya sendiri dong ?

        berarti pemerintah udah on the right track, ngapain juga repot2 mikirin orang lain ?

        •  

          Jokowi Lovers…..selalu dilindungi…apapun bentuk kritik dari bung2 yang lain….

          •  

            klo diskusi ya diskusi aja terus hingga salah satu terdesak karena kehabisan argumentasi, jangan turun ke level cemen dengan menuding orang lain / name calling.

            super norak…

          •  

            so what gitu loh ?

            udah tahu soal independent power producer macam paiton, gak usah didetailkan.

            pointnya, jika ingin bikin lis pihak2 yang kuatir dengan keberadaan PLTN, taruh PLN / negara sebagai pemilik 35 PLTU di nomor 1, jangan justru dihilangkan…

          •  

            catatan :
            kuatir itu klo harga per kwh listrik PLTN lebih rendah dari PLTU, lha klo 2x lebih tinggi yang dikuatirkan itu apa?

          •  

            apa yg sampeyan kuatirkan saya paham, tp itukan sekedar prasangka.

        •  

          1. oooo….baru tahu kalau PAITON punya PLN…koq PLN beli listrik dari PAITON YA? berarti PLN beli listrik2nya sendiri. Kalau gitu vocer 50 rebu isi listrik 33 rebu itu khayalan saya..?

          2. Pertamina bikin plant energi geothermal? duit dari mana? jualan oli aja kaga gableg.

          ….maklumsaya orang gunung. ga paham informasi, internet juga baru belajar sebulan lalu. Salam.

          •  

            emang harus PLTU yah? sumber PLN kan ga cuma uap? ente mau bahas DEFINISI PLTU/D/A/N atau high operation cost sih?

            Gak tau mendasar? yg ane bahas adalah issue 20 tahun terakhir..dan ga berhenti2 kami suarakan. Coba aja teliti, itu geothermal teknologi siapa?

            Hal ini jua sudah lama di teriakan kwik k gie, faisal basri, dll…jaman rambut mereka belum pd beruban.

            236 T anda hakul yakin buat geothermal? ane sih gak yakin. Semoga sampeyan juga tahu jumlah utang pertamina.

          •  

            > emang harus PLTU yah?
            > sumber PLN kan ga cuma uap?
            > ente mau bahas DEFINISI PLTU/D/A/N atau high operation cost sih?

            maksud loh ? ?

            ente yang bikin lis kok malah balik nanya?

            kemungkinan yang kuatir kita punya PLTN :
            1. swasta lokal :
            a. Pemasok batubara
            b. Swasta PLTU

          •  

            > Coba aja teliti, itu geothermal teknologi siapa?

            hehe, emang klo PLTN teknologi RI ?

            > 236 T anda hakul yakin buat geothermal?

            hehe, yang bilang semua buat geothermal siapa?
            itu kan sekedar jelasin ke ente yang tahunya “pertamina jualan oli aja kaga gableg” bahwa capex mereka 236 T…

          •  

            monggo di akses….penilaian ane berdasarkan ini, tapi kl yg aktual..2014? ane rasa ga beda jauh.

      •  

        jack pot !

      •  

        History[edit]
        The first proposal on energy from volcanoes came in 1918 during the Dutch colonial era. In 1926, five test borings were drilled in Java’s Kawah Kamojang field, the third being the first that was successful.[4] In the early 1980s, it was still discharging superheated steam from a depth of 66 metres at a temperature of 140°C and a pressure of 3.5 to 4 bars. A prefeasibility study for electricity generation was initiated in 1972 by Geothermal Energy New Zealand.[5] The first generator was inaugurated in 1983 by President Suharto and subsequently expanded in 1987. Current capacity is 140 MW.[6]

        Since the mid-1980s, Chevron, the world’s largest geothermal power producer, has operated two geothermal fields in West Java at Salak and Darajat[2] with a combined capacity of around 365 MW.[7] Between 1989 and 1997 explorations were conducted at the Sibayak geothermal field in northern Sumatra,[8] and subsequently a 12 MW plant has been placed in operation.[9]

        In 1991, the Indonesia Geothermal Association (Asosiasi Panasbumi Indonesia – API), a non-governmental organisation, was established to promote geothermal energy. It has approximately 500 members including geothermal experts, companies, and stakeholders.[3] The Wayang Windu Geothermal Power Station in West Java, owned by British Star Energy, has been in operation since 2000. It currently comprises two units with a total capacity of 227 MW. There are plans for a third unit of 127 MW which is expected to be on-stream by mid-2013.[10] http://en.wikipedia.org/wiki/Geothermal_power_in_Indonesia

        •  

          In late 2013, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) — a geothermal business branch of state oil and gas company PT Pertamina — said that it planned to develop eight new geothermal plants with a total capacity of 655 MW (expected to require $2.0 bn of new investments). These included:

          110 MW at Ulubelu in Lampung Province
          110 MW at Lumut Balai in South Sumatra
          40 MW at Lahendong
          30 MW at Karaha
          35 MW at Kamojang
          110 MW at Hululais
          110 MW at Sungai Penuh
          Of these, several were to be financed with loans from World Bank and Japan International Cooperation Agency.[16]

          •  

            hehe, ngerti kan arti kata ‘several’ ?
            di lis ada 7 PLTP, several berarti sebagian kecil / kurang dari 1/2 dibangun dengan loan, sisanya duit sendiri (klo lebih dari setengah kata yang digunakan ‘most’…)

            btw, apa yang salah dengan ‘loan’ ?
            semua pengusaha cerdas memanfaatkan loan
            😀

  2.  

    Mungkin lebih aman.

  3.  

    It doesn’t make sense.

    •  

      Salah satu kebijaksanaan yang membuat Indonesia susah maju. Seluruh dunia tahu bahwa listrik akan jauh lebih murah jika menggunakan PLTN, industri akan lebih booming kalau listrik murah. Kekurangan daya bisa mudah diatasi dengan PLTN,,, tau ah gelap…

      •  

        Ntar ngak bisa mainin gas dan batu bara dung.. Para pucuk pimpinan dan ouwnernya…:D

      •  

        Hanyalah mitos utk mengatakan PLTN lebih murah dr energi lainnya. Bung Wong Tani punya pembuktiannya?

        •  

          kamu duli babarin apa buktinya pmbangkit listrik minyak, batu bara, or gas lbih murah dari PLTN dihitung dari pembangunan, maintenance, bahan bakar 30th, dll
          monggo

          ntar ane sanggah semua

          •  

            bung Love, pembuktian harusnya dari bung Wong Tani dulu dong, kan beliau yang bilang pertama kali PLTN itu murah dibanding yang lain? Bung Love ada ngga buktinya kalau mendukung bung Wong Tani?

          •  

            bung Love INA,

            saya kutipkan dari CLIMATE CHANGE AND NUCLEAR POWER 2014, International Atomic Energy Agency:

            For new construction, however, the economic competitiveness of nuclear power depends on several factors. First, it depends on the alternatives available. Some countries are rich in alternative energy resources (contoh RI), others less so. Second, it depends on the overall electricity demand in the country in question and how fast it is growing. Third, it depends on the market structure and investment environment.

            A balanced view requires countries embarking on new nuclear power programmes to objectively gauge the related economic risks and challenges.
            Nuclear power requires a large upfront investment. The estimated overnight capital cost of a 1 GW(e) NPP is approximately $2–6 billion, a large amount of money compared to the GDP of most developing countries. A country’s GDP should ideally be large enough to allow sufficient savings to cover the investment and the costs associated with establishing and maintaining the necessary physical and institutional infrastructure, and to cover the liability for potential environmental and health damage in case of an accident.

            Moreover, the economy of a country building a nuclear plant should ideally be strong enough to overcome an unexpected increase in investment costs. A country’s reserves of foreign currency must also be sufficiently large to cover the imports necessary for building a new NPP.
            (cadangan devisa kita untuk menjaga nilai tukar rp aja udah senin kemis)

          •  

            note

            NPP : nuclear power plant

    •  

      Mafia migas bisa kurang jatah kalo PLTN d buat hehehe….

      •  

        bos petral dah sowan ke pemimpin tertinggi di negri – ngeri (marjinal) ini….so pissss..apalagi salah seorang pengamat ekonomi yg sering koar2 paling rill eks anggota partai….dah deal sama petral di sebuah rumah makan private dikawasan senayan…..so….premium tidak dijual lagi….semua melalui petral, akibat blusukan kebablasan petral gak disentuh….termasuk tangguh .etc…satu pintu

    •  

      nggak visioner…!!! PLTN itu bangunnya aja 7-10 tahun.. Jadi bisa dirasakan manfaatnya setelah itu. Boleh saja bikin yg 35 ribu MW tanpa nuklir tapi PLTN-nya ya harusnya jalan terus dong..

    •  

      Tanda tanda Proxywar menerjang sektor Energi Indonesia, yang tak inggin indonesia menjadi negara yang besar.
      Jelas ini ada yang membiaya’i pak mentri esdm nih untuk tidak mengambil kebijakan pembangunan PLTN.

  4.  

    Panas bumi, gas, dan potensi dari laut angin dan airnya bisa dikembangkan sebagai sumber pembangkit listrik.

    Salam NKRI

  5.  

    mesakke bangsaku

  6.  

    Pemimpin model begini mah ke laut aja..

    •  

      Setuju dgn saudara bung… Kita Hanya bisa mengelus dada…

    •  

      Setuju, pikiranya cman 5 tahun kedepan. Ntti klo mw pemilu 2019 tebar janji manis lagi.

    •  

      Mendewa2kan Nuklir sedangkan potensi listrik dari air belum diperas habis…panas bumi belum diperas habis..gas masih bejibun…membangun PLTN apalagi dari Rusia ..rentan tindakan ‘penggangguan’ dari negara lain..sedangkan kebutuhan listrik sedang emergency dan tak bisa menunggu…berlari dgn cepat…selain itupun kita harus bisa menjelaskan kenapa kita harus bangun PLTN padahal pasokan energi lain yg kita miliki masih banyak…he7x…bro/sis.. g semudah itu..apalagi Indonesia bukan negara aliansi……kalo bisa trial dulu PLTN dgn reaktor 500 MW…belajar pelan2 naik klas…itupun kalo ada dana lebih..

      •  

        negara kita harus menjalankan ekonomi dgn Investasi,,,salah satu investasi itu PLTA, PLTG.relatif cepat dan telah kita kuasai dan dapat dibangun bertahap secara kapasitas dan dibanyak tempat.utk menggerakkan ekonomi lokal selain itu kebutuhan kita itu juga sebenarnya tdk merata ditiap2 wilayah..contoh kasus PLTA Poso itu sangat berkelimpahan listrik(konsumsi Poso sgt rendah) tapi harus ditarik kabel STT ke Kota Palu..Makassar dan Kendari..kalo rencana bangun PLTN pertama belum demo masyarakat..belum lokasi harus dicari didaerah aman gempa..listrik harus ditarik ke daerah konsumsi..biayanya juga g sedikit..belum teknologinya belum kepegang benar..ini hanya masalah prioritas percepatan..PLTN itu sgt mudah dipolitisir oleh oknum2 LSM..anda bisa tangani ini dgn mudah ….belum jg kesiapan pasokan uraniumnya berarti kita tergantung dgn Rusia..(ini semua perlu difikirkan)..Kita terkadang sbg pengamat terlalu pintar (tapi khas orang Indonesia pengamat bolanya jago2 banget tapi prestasi bolanya melempem)…banyak faktor yg bisa saya utarakan tapi bisa jadi artikel nanti…he7x..intinya menurut saya ini hanya masalah prioritas….krn secara teknologi kita sdh terlatih..makanya aku bilang tadi peras habis PLTA, peras habis batubara..peras habis gas(Natuna aja belum diolah)……peras habis panas bumi…kalo sdh habis semua kita tinggal bilang PLTN alternatif terakhir…kecuali kita berniat membuat senjata nuklir itu persoalan lain…

      •  

        energi fosil ntu sifat nya sementara ga bisa diperbaharui,klo dikuras ampe abis anak cucu sampean mau dikasih apa?
        cadangan gas kita berapa?
        cadangan batubara berapa?
        minyak apa lagi!!!!
        kita tu harus ya mempunyai pandangan kedepan cari alternatif energi yg lain yg ga nguras energi fosil………………..

  7.  

    1 langkah yg mundur, malaysia sdh merencanakan pltn. nggak tau lah dgn pemimpin bangsa ini, pantas saja negri ini selalu tertinggal bahkan sdh tertinggal dari vietnam

  8.  

    Pemerintah belum pikirkan itu,” kata Sofyan
    pemerintah akan lebih mengoptimalkan sumber energi seperti batu bara dan gas

    batu bara??? mau diratain tuh kalimantan buat diambil batu bara nya?

    •  

      pemerintah sekarang kurang liat hal yg realistis bung,selalu liat kebelakang gimana mau maju……………………………………………………………………………………………………………..

      ah!sudahlah!!!!
      #ngelus dada

  9.  

    Yah namanya negri kaya raya. Klo gas sama batu baranya belum bener2 hbs, gk bakal mw mikirin pakek energi alternative lainya.
    Nanti klo bener2 habis isi perut bumi indonesia.
    Baru mikir cari utangan duit sana sini buat bangun pltn.

  10.  

    Karena otaknya koplak sama dengan pimpoinannnya gak bisa mikir ygv strategis…

    •  

      Kalo gagal paling lempar sana lempar sini dan hasilnya indonesia hancur

      Oh y a pikkada srentak kalau ada konflik memang tni siap? Nanti kalau gagal yang disalahkan ya tni

      Biasa presiden tukang ngeles anak buahnyapun berusaha melemparkan tanggung kawab karena pimpinannya tidak memiliki kapasitas yang memadai… kalau di tempat kerja ada seorang pimpinan yang gagal pasti resiko Persh berantakan selalu menghantui dan harus segera dipecat

    •  

      Pemimpin ERROR yg diberi legitimasi ..jauh lebih berbahaya dibanding 1000 kriminal jalanan.
      akan seperti apa NKRI dlm 5 thn kedepan..?

      teori “Indonesia akan hancur jika presidennya … ”
      mulai memiliki indikasi ke arah itu.

  11.  

    Yah kalo gak mau ya udah. Cari alternatif lain aja….

  12.  

    sudah benarkah kita memilih pemimpin..?

  13.  

    masalahnya uranium kita masih impor.memang diberita seolah2 kita punya banyak tapi itu uranium mentah jadi kita harus beli kalau mau bangun pltn mungkin kita bisa beli dari rusia tapi maha.kita riset masih lama jadi bangun pltn ya masih lama.

    •  

      Tinggal dimatengin aja Gan….. Uranium ug bisa dipake untuk PLTN adalah U-235. Yg di alam (U-238) memang gak bisa langsung dipake tapi berita baiknya untuk PLTN pengayaan U-235 hanya perlu sampai 4-5% saja. Beda dg senjata nuklir yang pengayaannya harus di atas 90%. Kalo ada niat pasti bisa. Dg Rusia itu mestinya bisa ToT. Kurang apa jagonya SDM kita? Apa kurangnya SDA kita? Emang sih…yg kurang cuman satu…..niat baik para pemimpin kita….

      •  

        untuk kemandirian energi ini (rekayasa nuklir), selain memiliki aspek ketahanan ekonomi juga aspek pertahanan.

        bidang energi kedepannya sangat potensial dijadikan perang asimetris.
        skrg pun kita dipaksa mengikuti fluktuatif BBM dan TDL yg tinggi.
        rekayasa nuklir ini dharapkan tidak sebatas pada PLTN dan bidang kesehatan saja, juga termasuk untuk mendukung TOL LAUT itu sendiri.
        armada kapal logistik jumbo akan effective dgn menggunakan nuklir sebagai sumber energi nya.

        betul itu… hanya orientasi pengambil keputusan yg jadi masalah.

    •  

      Terus kapan kita mau maju ???

  14.  

    klo masih bisa pakai bbm atau batu bara kenapa harus pakai nuklir?pembangkit listrik tenaga nuklir ini akan bikin susah para memasok BBM dan batu bara (jadi kaga ada obyekan lagi ) KLO YANG MAHAL ITU MASIH DITERIMA OLEH MASYARAKAT KENAPA HARUS SUSUAH2 DI BIKIN MURAH….salut kepada pemerintahan sekarang..(hebat) SAYA PERCAYA REZIM SEKARANG AKAN SUSAH BILA MELIHAT RAKYAT SENANG DAN AKAN SENANG BILA MELIHAT RAKYAT SUSAH…..

  15.  

    Menterinya yg remek…….. waduh…… hanya beberapa yg memang profesional

  16.  

    Awam ah,poek

  17.  

    alangkah tidak enaknya tunduk dibawah tekanan kekuatan negara asing……………. hiks

  18.  

    kalimat KONTROVERSIAL yg di katakan oleh menteri silahkan rekan2 di sini terjemahkan sendiri
    dari sisi securitynya, what’s happen ??

  19.  

    Saya ngeliat ada 1 permasalahan dengan PLTN: Lokasi dan persebaran penduduk. Mayoritas penduduk kita kan di jawa, jadi otomatis konsumsi listrik terbesar juga di Jawa. Lha padahal pulau Jawa itu udah super padat. Kalo mau bikin PLTN, di Jawa mau ditaro di mana? Bisa saja misal kita bikin PLTN-nya di Kalimantan atau Papua, lha tapi produksinya mesti berlebih. Lantas gimana kelebihannya? Mau dialirkan ke Jawa juga ngga bisa karena belom ada kabel listrik bawah laut antara Jawa – Kalimantan dan Jawa – Papua. Mau dibikin juga biayanya pasti super mahal.

    •  

      Jawa rentan gempa bumi bung Bluesky, ngga cocok bangun PLTN.

      •  

        Nah itulah bung b4ikinkun. Jawa dengan segala permasalahannya tapi di satu sisi juga membutuhkan pasokan listrik terbesar. Untuk bikin PLTN di Jawa juga udah ga mungkin. Kalo kita bikin di pulau2 lain, gimana ngalirin ke Jawa?

          •  

            Biayanya? Hehehe… jangan lupa kalo Helsinski – Talinn di atas jaraknya cuma 50 km, dan itu melewati teluk yang airnya relatif tenang. Sebagai perbandfingan, cable listrik terpanjang di dunia adalah yg menghubungkan antara Belanda – Norwegia. Panjangnya 580 km. Pada tahun 2006, saat dibangun, biayanya saja sudah menelan sekitar 600 juta Euro. Itu biaya kira2 hampir sepuluh tahun yg lalu. Lha bayangkan kalo sekarang.

            Saya nanya caranya itu lebih kepada persoalan biaya, bukan teknologinya 🙂 Saya setuju dengan konsep PLTN, bahkan dari dulu saya udah sering teriak2 soal ini setiap ada diskusi. Saya juga ngerti gimana cukong2 pedagang power plant dan orang dalam PLN kongkalingkong, dan secara ngga langsung ikut terlibat dalam kampanye anti PLTN.

            Tapi sekali lagi, secara objektif juga kita harus lihat segala permasalahan di lapangan yg ada (menyangkut penduduk, lahan yg ada, biaya, dan juga teknologi). Kalau sekedar bikin PLTN-nya aja sih ngga masalah. Tapi yg harus dipersiapkan dari jauh jauh hari adalah kesiapan infrastrukturnya. Jangan sampe PLTN itu cuma jadi sekedar proyek mercusuar yang mubazir.

          •  

            pilihan kata anda gak tepat, ‘gimana ngalirin ke Jawa ?’

            pertanyaan ‘gimana’ itu jawabannya adalah ‘cara / teknologi’, bukan ‘biaya’…

            dan jika dibangun di bangka seperti direncanakan, mengalirkannya ke sumatera, jawa bahkan bali cukup murah, cukup menyeberangi selat bangka yang lebarnya kurang dari 30 km lalu disambungkan dengan jaringan interkoneksi sumatera – jawa – bali,

            http://www.pln.co.id/lampung/?p=623

    •  

      Power Plant-nya kan bisa dibangung di Belitung (rasanya masyarakat di sana sudah siap….pernah ada beritanya…) yg jarang banget ada gempanya. Listrik bisa dialirkan via kabel bawah laut. Sebagian listrik di Bali kan disuplai dari Jawa via kabel bawah laut.

    •  

      Sebanyak ini pulau anda masih tanya mau di bangun dimana..
      Papua wajar dibikin nanti bisa di ekspor ke papua nugini
      Kalimantan bisa ke malaysia dan brunai..
      kalo vietnam dan malaysia buat baru kita pada heboh..dan kepengen bikin.
      tolong jangan jadi bangsa pengekor jadilah bangsa pelopor………

      •  

        Kita ga butuh buat export Bung… Jawa aja masih kekurangan listrik mau export segala ke Papua Nugini, Malaysia, dll. Malaysia ga kekurangan listrik, yg kekurangan itu Jawa. Kebutuhan domestik dulu dipenuhi kalo ngga bisa blackout. Masalahnya bukan gimana bikin PLTN-nya, tapi gimana ngalirin listrik. Emang bikin kabel bawah laut gampang? Kita mau bikin Jawa – Sumatra aja butuh utangan Jepang karena biayanya mahal. Apalagi Jawa ke Papua.

    •  

      plan di batam bung dan gorontalo

  20.  

    Memang aneh pemimpin bangsa kita ini engga senang kalau bangsanya maju .kalau belum menjabat bicaranya kaya orang paling benar aja dan paling tau tetapi kalu udah menjabat diam seribu hasah .kalau sudah tertinggal dari bangsa lain baru deh nyalahin orang.wahai pejabat inilah kesempatan kalian untuk berbuat sesuatu untuk negri ini .kapan lagi kalau engga sekarang selagi kalian mempunyai kekuatan

  21.  

    untuk kali ini saya kurang setuju dengan kebijakan bpk jokowi. sayang banget di tolak pemerintah,pedahal PLN lgi mengalami defisit energi apalagi ditambah beban dengan kenaikan harga bbm.di daerah asal saya kabupaten pesisir barat,lampung sudah 2 tahun belakangan ini mengalami yg namanya krisis listrik. lampu sering padam walaupun hidup untuk menyalakan pesawat televisi pun gk kuat apalagi ditambah kulkas dll.hingga membuat aktivitas warga terhambat.mohon dikaji lagi lah buat jokowi.PLN di daerah kami itu banyak utang buat beli solar sehingga kekurangan energi listrik.bagaimana mau ada listrik mesin nya aja gk ada bbm nya persis kayak kapal perang tni al. jangan sampai kita terlambat menyadari betapa penting nya energi nuklir bagi negara ini.selain untuk menanggulangi krisis listrik yg semakin parah juga bisa menghemat keuangan negara yang di keluarkan buat subsidi bbm dan listrik sehingga tidak membebani apbn.dan dampaknya pemerintah tak perlu lagi memikirkan subsidi subsidi itu tapi dapat di digunakan untuk pembangunan negara tercinta ini.bila negara kita kuat dan makmur maka negara kita akan dihormati dan disegani dunia…

    SALAM NKRI..

  22.  

    Plan Plin Plun marai males baca beritane ! *sigh

  23.  

    Mungkin kita belum siap dari sisi safety , jgn prasangka bruk sama pak joko. Sy yakin beliau sudah m.empertimbangkan dgn matang, termasuk kita kerja sama militer dgn usa itu adalah strategi melawan cina

    •  

      Coba kita bandingan grade safety PLTN yg buat riset sekarang.. Nomer berapa dibanding punya negara maju jepang..:D

      •  

        Ketika kita membangun pembangkit bertenaga nuklir itu tidak bisa serta merta kita ingin lalu kita bangun. Harus ijin dulu (istilahnya konsultasi) dan akan ada pengawasan ketat dari IAEA, kalau tidak mau kasusnya akan seperti Iran.
        Dengan reaktor yang ada seperti sekarang ini, setiap tahun selalu ada orang IAEA yang datang untuk mengecek tingkat keamanan dan keselamatan reaktor.

    •  

      saya gk sependapat bung.sejarah dah mencatet lebih bandel mana china atau as.saya gk benci as.tapi sejarah juga gk akan saya lupakan

  24.  

    Mengenai energy memang masalah kompleks, tidak sesimpel yang terlihat dipermukaan. Banyak conflict of interest. Untuk berpikir negatifnya dengan adanya PLTN berapa banyak pengusaha batu bara yang merugi? Mungkin hal itu merupakan salah satu conflict yg terjadi. Dan pemberitaan cenderung terkesan banyak kerugiannya dengan menggunakan PLTN, padahal menggunakan bahan bakar fosil juga banya kerugiannya. Pemberitaan yang ada justru malah membuat rakyat semakin bingung. Sebaiknya keputusan pemerintah telah dikaji sebaik2nya. Karena telah banyak masyarakat indonesia yang pandai dan kritis.

  25.  

    Sepertinya ada upaya dari negara luar dengan kedekatan Indonesia dengan Rusia. Agen-agen rahasia sudah berkeliaran diIndonesia

  26.  

    saya rasa para ilmuwan kita yg tergabung di BATAN udah mampu untuk membuat dan mengelola PLTN sendiri. tinggal ada atau enggak niat pemerintah untuk mencari energi alternatif lain selain fosil.tentunya bukan untuk membuat senjata nuklir karena menyangkut senjata nuklir ini saya kurang setuju.

  27.  

    Tanya jawab saja, seandainya nanti dibangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia, bagaimana cara membuang limbah nuklir yang kaya akan radio aktif itu, ada yang tau ? ..

  28.  

    Selamat ya…….. and nikmati aja……., sudah memilih pemimpin yang gak berfikir jauh kedepan……, welcome to the reality….

  29.  

    Heran semua Program yang direncanakan pendahulunya hampir semua dibatalkan, ada apa gerangan…???

  30.  

    Kaboooor ada mak lampir hee hee hee

  31.  

    Pemerintah tidak smart, pantes negri ini tidak maju2 rawan intervensi asu .pemerintahan titipan asu. Salah pilih pemimpin

  32.  

    alasan politik ini…seperti dulu menolak tawaran KS dari rusia eh..tetapi dibeli diem diem…nah yang ini juga mnolak tawaran rusia eh diem diem dibuat PLTNnya….

  33.  

    kalo gk salah batan sudah tender pmbangunan 2 pltn
    Tp saran saya jika mau mndirikan PLTN prcayakan ahli dari jepang,,yg sudah teruji,pengalaman bgaimana menghadapi gempa, krn jepang-indo berada d cincin api,sama2 rawan gempa.

  34.  

    Batan sudah menganalisa dengan pembuktian reaktor mini di serpong dan bandung, dan bukan hal yang sulit bagi Indonesia dalam pengembangan energi alternatif seperti nuklir. Dan sangat dipastikan investasi memang murah diawal tetapi masa manfaat bisa 40 tahun kedepan. Sebaiknya pemerintah berfikir ulang untuk energi ini. Kalau dirasa rusia sedang dalam sorotan negara nato, cepat cari pengganti supaya listrik kita tidak tergantung oleh energi migas semata. Wujud dari menteri ESDM dan pendidikan yang harus memberikan pengetahuan tentang apa itu energi nuklir. Selamat bekerja bapak-bapak menteri

  35.  

    rata2 komen negatif adalah asbun, gak punya wawasan / data samasekali,

    coba simak dan pelajari dulu data/tabel dari bung Jalo, komen no 16 bagian akhir,

    http://jakartagreater.com/sejarah-pltn-pertama-indonesia-akan-tertulis/

    + komen saya di bawahnya,

    terlihat harga dasar ($/kW) PLTN = 2x PLTU, artinya pelanggan PLN harus bayar harga lebih tinggi untuk listrik yang berasal dari PLTN…

    •  

      bung danu…
      mungkin ini salah satu modal us sehingga brani (dugaan) menurunkan harga minyak dunia tuk menekan rusia. selain sebagai penghasil minyak & yg empu’a $, negeri ini jg memiliki banyak pltn tuk pemenuhan kebutuhan energi’a sendiri. kesian saudi… & maaf klo salah.

    •  

      Kalau mengkaitkan dengan siapa presiden nya, memang ngawur seh.

      Tetapi kalau mau jujur, menolak membangung PLTN hanya karena belum butuh menandakan masih belum forward thinking. Diversifikasi energi yang paling efisien, jika kita melihat levelized cost nya, tentu PLTN pilihan yang bijak.
      Sumber: http://instituteforenergyresearch.org/analysis/electric-generating-costs-a-primer/

      Mau di bandingkan dengan PLTU baik pembakaran gas, coal, oil, or mix, tentu investasi awal nya lebih murah PLTU. Namun angka akan berubah jika di lihat 40-50 tahun ke depan dimana PLTU membutuhkan bahan bakar yang besar. Teknologi PLTU dari dulu sampai sekarang ya segitu segitu aja, sementara teknologi PLTN masih berkembang dengan reaktor Gen IV yg sebentar lg akan diaplikasikan. Malaysia sudah mulai lho, kita tunggu kabar realisasi nya kapan.

      Kalau dibandingkan dengan PLTP (geothermal), masalah nya potensi sumber panas bumi berada di pegunungan dengan kawasan konservasi hutan lindung di sekitar nya. Selain itu energi yg di hasilkan oleh PLTP tidak bisa di simpan, dan harus digunakan atau disalurkan ke konsumen. Bagus jika PLTP di pulau jawa karena energy demand nya tinggi, tetapi kalau di luar jawa, demand energy yg rendah menyebabkan feasibilitasnya jauh berkurang.

      Sangat di sayangkan sebenarnya menolak untuk membangun PLTN sekarang-sekarang ini. Coba liat Turkey dan India, tanggal 1 Desember Putin membatalkan proyek Southstream gas menuju Bulgaria lewat laut hitam, dan mengalihkan proyek nya ke Turkey, plus kerjasama pembangunan PLTN disana. Begitu pula India. Sekarang Russia datang ke Indonesia menawarkan investasi energi eh di tolak. Duh ! Kalau melihat geo politik dunia sebenarnya Russia+China sedang berusaha mengalihkan bisnis nya ke Asia. Ini peluang bagus, negara eropa selatan yg awal nya menolak project southstream karena tekanan Brusel dan Washington, sekarang menyesal banget.

      Pada prinsipnya negara jangan berbisnis energi dengan rakyat nya sendiri. Sampai kapan pun subsidi energi itu mutlak. (bedakan dengan subsidi bbm kendaraan ya). Karena implikasi energi itu kan ke produktivitas kerja, bisnis, dan akkhir nya kesejahteraan rakyat. Kalau di lihat IDR/kwh, sampai kapan pun akan tetap memilih PLTA (Air) atau PLTU dari batubara yg murah. Boro-boro mau ngomongin PLTS, PLTB (Bayu, atau Angin) yang lebih mahal IDR/kwh, dan sifat nya intermittent pula, kalau sama PLTN aja masih ragu-ragu.

      Jangan sampai Indonesia ketinggalan kereta, masih merasa nyaman dengan teknologi masa lalu PLTU dan PLTA. Bukan masalah resource yg berkurang yang menyebabkan kita beralih dari PLTU dan PLTA, tetapi teknologi lah yang membuat kita memiliki lebih banyak pilihan. Jaman batu berakhir dan berganti menjadi jaman perunggu dan besi, bukan karena batu nya habis. Tetapi manusia sudah menemukan teknologi untuk membuat perunggu dan besi yang memudahkan hidup mereka saat itu.

      •  

        bung phoenix15,

        sepakat, “Jangan sampai Indonesia ketinggalan kereta, masih merasa nyaman dengan teknologi masa lalu PLTU dan PLTA”.

        kita perlu memiliki sejumlah personil yang menguasai teknologi + ‘culture/attitude’ serta mampu bahkan trampil ‘mengawaki’ sebuah PLTN, mulai dari pucuk pimpinan/direktur hingga teknisi level terendah…

        [ danu says:
        December 24, 2014 at 10:35 am
        tabel 5 dari bung Jalo ini barang langka, saya gak berhasil temukan dengan browsing.

        PLTU batubara (3x600MW) dan PLTN (2x900MW) dapat dibandingkan apple to apple karena daya yang dibangkitkan sama, lifetime juga sama (25 th).

        terlihat harga dasar ($/kW) PLTN = 2x PLTU, artinya pelanggan PLN harus bayar harga lebih tinggi untuk listrik yang berasal dari PLTN.

        untuk RI yang punya banyak batubara, PLTN jelas belum waktunya untuk diberi prioritas, tapi untuk penguasaan teknologi, PLTN mini masih ok…

        http://jakartagreater.com/sejarah-pltn-pertama-indonesia-akan-tertulis/ ]

        syukur2 ‘semua indah pada waktunya’, kita eksploitasi batubara dalam jangka waktu seoptimal mungkin dan ketika cadangan batubara menipis, teknologi reaktor fusi sudah mencapai tahap
        komersialisasi 😀

    •  

      bung danu ini hebat…kmrn jadi ahli hukum, sekarang ahli energi, kemarennya lagi ahli militer…gak tau besok ahli apalagi… cermati lagi data bung jalo (tabel 6)… 1 USD senilai berapa IDR?!! kapan nlai tukar senilai segitu?! monggo di googling lagi dari 1 USD senilai itu sampai hari ini generasi teras reaktor udah berubah berapa kali?! kalo anda mmg ngerti, jawab pertanyaan saya, kalo pln bangun PLTN KIRA-KIRA teras reaktor model/tipe apa yg digunakan dan apa ALASANNYA?! dugaan saya anda tidak tau apa2 energi apalagi ttg teras reaktor, cuma pintar googling… buktikan kalo saya salah…

  36.  

    huish jgn pakaila nuklear ni sumber kuasa yg sangat tidak stabil lg kekurangan pakar nak harapkan rusia lg lah x boleh harap jepun yg punya berdisplin teknologi maju pun payah nak control ni kan asia tenggara

  37.  

    ruwet daahhhhhhh

  38.  

    sungguh sangat disayangkan sekali…….padahal rumor yg beredar bahwa jatim saat ini mengalami krisis listrik…….

  39.  

    pltn ogah dibuat, tapi listrik mati terus, sumatera selatan ini lumbung energi, tapi tiap hari listrik mati, mati, matiiiiiiiiii terus, kesaaall tauuuu…. kita ini udah merdeka belum?

  40.  

    Bung danu, kalau komentar anda seperti itu diskusi jadi tidak sehat. Idealnya kita harus lepas ketergantungan dengan migas. Karena produksi migas kita sudah tidak mencukupi dengan kebutuhan domestik. Kebutuhan energi nuklir sangat mendesak, mengingat saudara-saudara kita diluar pulau jawa sangat membutuhkan, bagaimana ekonomi industri bergerak sementara listrik saja belum masuk. Kalau dijakarta enak, karena beli bbm ga perlu antri panjang sampai berminggu-minggu sementara kalau dipulau seperti nias listriknya setiap jam 4 sore selalu mati sampai keesokan harinya.

    •  

      betul PLTU = batu bara , lambat laun kalimantan tenggelam, nanti suku dayak pindah ke jawa. hehehe

      •  

        Bung Manut, PLTU itu juga ada efeknya lho…memang pelan-pelan tidak seperti PLTN yang langsung bikin heboh.
        Salah satunya perubahan iklim setempat, lahan pertanian sekitar pembangkit setelah beroperasi di atas 15 tahun biasanya berubah. Ada efek hujan asam juga. Nelayan yang berada di sekitar lokasi juga menderita karena rusaknya lingkungan sekitar berakibat kurangnya hasil tangkapan

      •  

        Polutan konvensional dari hasil pembakaran batubara yang selama ini diketahui oleh masyarakat adalah gas-gas berupa CO (karbon monoksida), NOx (oksida-oksida nitrogen), SOx (oksida-oksida belerang) dan juga partikel-partikel yang terhambur ke udara sebagai bahan pencemar udara. Partikel-partikel tersebut antara lain adalah:
        1. a. Karbon dalam bentuk abu atau fly ash (C)
        2. b. Debu-debu silika (SiO2)
        3. c. Debu-debu alumia (Al2O3)
        4. d. Oksida-oksida besi (Fe2O3 atau Fe3O4)
        Partikel-partikel tersebut dapat menimbulkan dampak pencemaran lingkungan, selain timbulnya hujan asam maupun efek rumah kaca yang disebabkan oleh gas-gas hasil pembakaran batubara seperti tersebut di atas.

        •  

          semua hasil sisa dari proses pembakaran dengan bahan bakar dari fosil itu seperti anda yang sebutkan,bung. termasuk dari motor dan mobil anda. jadi sebaiiknya kalau tidak terpaksa alangkah lebih baik kita menggunakan moda transportasi.
          bila listrik kan masih ada banyak sumber lain seperti sinar matahari, angin, air, omabk, atau menggunakan hidrogen air sebagai bahan bakar 100% sisa hasil pembakaran aman. untuk PLTN memang sisa hasil dari proses akan di simpan tapi saya juga tidak tau apa itu bisa aman lagi.
          jadi tinggal pilih lebih baiknya yang mana dengan kerugian sekecil2nya kalau bisan tapa memberikan dampak negatif.

    •  

      bung Ditimur Matahari,

      yang gak sehat itu adalah komen2 tong kosong yang hanya sarat dimuati syahwat politik…

      topik ini bisa menarik jika diskusinya fokus pada opsi2 teknologi dan perbandingan biaya masing2 opsi, tanpa tuding menuding yang tampaknya sudah jadi trademark kelompok pecundang (pilpres)….

  41.  

    karena ada mafia di coal, oil and gas, mas…intinya itu saja.
    kalo pake PLTN tentu dagangan mereka egk laku.

  42.  

    Aneh dan sangat aneh…….
    sampai kapan cadangan batubara habis?
    PLTN Kita sangat butuh.
    taruh di perbatasan singoporno n malingsya n aussie . Kalo mereka reseh tinggal buang aja limbah nuklir kesono.
    PLTN lbh byk positifnya drpada negatifnya

  43.  

    ha ha ha lucu, kalau masalah beban bayar listrik jadi lebih mahal dan memberatkan masyarakat dijadikan alasan, trus apa bedanya dengan dinaikan BBM, listrik, PAM, tetek bengek dll. mungkin nanti ya tunggu populasi meningkat jadi 500 juta penduduk baru mikir kearah PLTN.

  44.  

    Sebenarnya kalau sampai saat ini kita belum bisa membangun PLTN itu bukan karena tidak mampu (dana, SDM) namun lebih disebabkan pemerintah tidak punya tenaga-tenaga PR (Humas) yang handal yang mampu mengedukasi sebagian besar masyarakat dengan bahasa yang mudah dimengerti tentang keunggulan-keunggulan PLTN.

    Masyarakat kita lebih banyak dicekoki informasi-informasi tentang bahaya kebocoran PLTN (meskipun persentasenya kecil), bahayanya radiasi dll

    Dengan keadaan masyarakat seperti sekarang ini, nanti kalau PLTN yang dibangun Vietnam dan Malaysia (disini banyak ahli-ahli Indonesia didalamnya) sudah beroperasi 20 tahun lamanya barulah masyarakat kita bilang “wow…ternyata PLTN itu aman dan layak dibangun”
    Tepat pada waktu itu pembangkit tenaga fosil sudah ngos-ngosan mencari bahan bakar.

  45.  

    dalam hal PLTN sy pribadi nerpendapat tdk ada salahnya indonesia mulai membangun energi nuklir, sy pribadi akan sangat mendukung kalau pemerintah bsngun PLTN tp klo pemerintah skrng gak mw bngun PLTN untuk kepentingan jangka panjang tolong jelaskan kpd rakyat apa alasanya agar tdk jd polemik.