Nigeria Ingin Beli Pesawat PT DI dan Lokomotif PT INKA

CN-235-220M buatan PT DI yang digunakan Korea Coast Guard (Hyeonwoo Noh / commons.wikipedia.org)

Jakarta – Indonesia berkomitmen memperluas dan memperkuat kerja sama bilateral dengan Nigeria, ujar Duta Besar RI untuk Nigeria Harry Purwanto.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Minggu malam, 24/9/2017, Harry Purwanto mengemukakan bahwa Nigeria dan Indonesia memiliki banyak kesamaan.

Pihaknya berkomitmen untuk memperluas, memperdalam, dan memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Nigeria dengan fokus pada manfaat yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat kedua negara.

Indonesia telah menjalin berbagai kontrak kerja sama ekonomi perdagangan dengan Nigeria bernilai lebih dari 25 juta dolar Amerika Serikat sampai dengan September 2017.

Nigeria juga telah menyampaikan keinginan untuk membeli beberapa produk strategis dari Indonesia, seperti pesawat CN 235 dari PT DI dan lokomotif dari PT INKA.

Resepsi diplomatik KBRI di Abuja, Nigeria, 22/9/2017. (KBRI Abuja)

Pada tanggal 22 September 2017, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abuja telah menyelenggarakan acara resepsi diplomatik dalam rangka merayakan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-72 Republik Indonesia.

Dalam acara itu, Harry menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Nigeria yang telah menyampaikan dukungannya bagi pencalonan Indonesia untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) periode 2019 sampai 2020.

“Indonesia akan terus menjalankan peran dan tanggung jawab sebagai ‘true partner for peace’ dalam Dewan Keamanan PBB,” ujarnya.

Resepsi diplomatik ini dihadiri oleh sekitar 300 orang dari kalangan pejabat tinggi pemerintah Nigeria, pers diplomatik di Nigeria, para pelaku bisnis dan pimpinan perusahaan Nigeria, sejumlah pimpinan perusahaan Indonesia di Nigeria, kalangan pers, dan warga negara Indonesia dari beberapa kota besar di Nigeria.

Dalam sambutan pada resepsi tersebut, Harry juga menyampaikan harapannya mengenai kemajuan bangsa Indonesia.

“72 Tahun merupakan usia yang cukup muda untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang damai, adil, dan sejahtera. Untuk itu, selain melakukan hak dan kewajiban kita untuk terus memajukan cita-cita tanah air, Indonesia juga senantiasa meningkatkan kemitraan dengan berbagai negara sahabat di dunia,” katanya

Acara resepsi diplomatik KBRI Abuja dimeriahkan oleh berbagai promosi budaya Indonesia, termasuk pertunjukan Tari Panyembrama dari Bali dan pemotongan nasi tumpeng. (Antara).

Tinggalkan komentar