Nigeria-RI, Bahas Pengadaan Kapal Perang PT PAL

46
Kapal perang Filipina BRP Davao del Sur, buatan PT PAL Indonesia (Chiara Zambrano @chiarazambrano)

Jakarta – Nigeria sedang menjajaki pengadaan kapal perang buatan PT PAL Indonesia.

“Nigeria tertarik mendatangkan kapal perang buatan PAL Indonesia. Kedua pihak telah melakukan pembicaraan untuk pengadaannya,” ujar Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media, Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 4/7/2017.

Jenis kapal perang yang akan dibangun PT PAL Indonesia untuk Nigeria masih belum ditentukan, apakah Perusak Kapal Rudal (PKR) atau Strategic Sealift Vessel (SSV).

“Realisasi pengadaan kapal perang ini akan disesuaikan dengan kebutuhan serta anggaran dari Nigeria. Jika tahun 2017 terjadi kesepakatan, maka kemungkinan kapal pesanan Nigeria diperkirakan bisa diselesaikan dan diserahkan tahun 2019,” ujar Harry.

Harry menambahkan, sejumlah negara di Afrika juga tertarik mendatangkan kapal perang buatan PAL Indonesia.

“Meskipun di Afrika Selatan ada perusahaan pembuat kapal, namun sejumlah negara di kawasan itu lebih tertarik kapal perang PAL,” lanjut Harry.

PT PAL Indonesia memang telah membuktikan kemampuannya dalam membuat kapal perang. Pada September 2016,PT PAL Indonesia yang berlokasi di Surabaya telah mengekspor kapal perang pesanan Filipina jenis Strategic Sealift Vessel (SSV).

Kapal perang itu diberi nama BRP Davao Del Sur oleh Angkatan Laut Filipina.

Spesifikasi umum kapal SSV memiliki panjang 123,0 meter, lebar 21,8 meter, serat air 5 meter, bobot 7.200 ton, dan daya angkut 621 orang. Kapal melaju dengan kecepatan maksimal 16 knot.

Suksesnya ekspor kapal perang ke Filipina itu, mengundang investasi berupa pesanan kapal perang serupa dari negara lain.

Peresmian KRI RE Martadinata-331 oleh Menhan RI Ryamizard Ryacudu di Jakarta, (7/4/2017)

Selain membangun SSV, PT PAL bekerjasama dengan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) Belanda, membangun dua kapal perang modern light frigate (PKR), untuk TNI AL.

PKR Pertama, KRI Raden Eddy (RE) Martadinata-331 diresmikan oleh Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu di Jakarta, 7/4/2017, sedangkan PKR ke-2, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, akan diserahkan PT PAL pada bulan Oktober 2017.

Kapal PKR merupakan kapal perang canggih yang memiliki panjang 105,11 meter, lebar 14,2 meter, kecepatan 28 knot, dan dapat berlayar sampai 5.000 nm dengan ketahanan berlayar 20 hari.

Pembangunan PKR menggunakan pendekatan modular yang terdiri dari enam modul dibangun di galangan PT PAL Indonesia dan dua modul dibangun di galangan DSNS Belanda. Semua modul kemudian dintegrasikan di PT PAL Indonesia. Dengan pendekatan modular memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar dan memungkinkan untuk dibangun di berbagai lokasi di seluruh dunia.

22 KOMENTAR

  1. Berikan yang terbaik untuk konsumen!!!

    PT. PAL wajib mengembangkan pembuatan kapal induk/carrier vessel sendiri :sungkem :2thumbup

    PT. DI juga wajib mengembangkan pesawat amphibi dan pesawat angkut berat sendiri :cool :cool :cool :cool :cool