Nigeria Terima 6 Helikopter Mi-35M dan Incar Alutsista Lainnya

File:Mi-35 From Wikimedia Commons, the free media repository.

Moskow, Jakartagreater.com   –   Rusia telah mengirim 6 Helikopter serang Mi-35M ke Nigeria, dan Abuja berharap mendapatkan 6 Helikopter tersisa di bawah kontrak, kata Duta Besar Nigeria untuk Rusia Steve Davies Ugbah dalam sebuah wawancara, dirilis Sputniknews.com 11-10-2019.

“Kami memiliki perjanjian untuk memasok 12 Helikopter Mi-35, enam di antaranya telah dikirim. Menteri pertahanan kami akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk menjawab kapan tepatnya sisanya akan dikirimkan. Untuk saat ini kami sedang mendiskusikan modalitas mengamankan pengiriman, “kata Ugbah.

Kerja sama pertahanan Rusia-Nigeria itu rumit karena sanksi menargetkan Rusia, ujar Dubes.

“Sanksi terhadap Rusia tidak membantu penyebab ini, seperti yang Anda bayangkan. Rusia adalah mitra terpercaya yang selalu memenuhi kewajibannya. Kami pasti akan menyetujui pasokan Helikopter Mi-35 yang tersisa, dan kemudian kami akan melihat apa yang dapat kami lakukan sebagai bagian dari hukum, “Ugbah menambahkan.

Nigeria berusaha memastikan kerja sama pertahanan yang saling menguntungkan, pejabat itu menekankan.

“Kami mencoba untuk bekerja dalam kerangka sistem, sehingga Rusia tidak kehilangan apa pun, tetapi agar Nigeria juga tidak kalah. Jadwal pengiriman akan dibahas. Daftar keinginan kami cukup panjang. Kami terus membahas masalah ini dengan Rusia Tetapi saya ingin menekankan bahwa tanpa bantuan Rusia, tanpa teknologi Rusia, perang melawan teroris di negara saya akan menghadapi tantangan yang sangat besar. Kami tertarik pada kenyataan bahwa peralatan ini dibeli dan dikirimkan tepat waktu, “jelas Ugbah.

Nigeria membahas dengan Rusia kemungkinan untuk membeli pesawat tempur Su-57 dan juga tertarik dengan helikopter, tank, dan peralatan intelijen Rusia, kata Steve Davies Ugbah.

“Anda juga menyebut jet tempur Su-57, negosiasi juga sedang berlangsung pada mereka. Tetapi sanksi terhadap Rusia tidak membantu penyebab ini, seperti yang Anda bayangkan. Rusia adalah mitra andal yang selalu memenuhi kewajibannya,” kata Ugbah.

Nigeria tertarik pada “sejumlah” teknologi Rusia dan peralatan militer, tambah duta besar itu.

“Kami tertarik membeli pesawat terbang, Helikopter, Tank, peralatan Angkatan Laut, peralatan intelijen untuk memerangi terorisme di wilayah kami. Kami yakin bahwa dengan bantuan Rusia, kami akan dapat mengalahkan kelompok teroris Boko Haram. Nigeria dapat memperoleh manfaat dari Pengalaman Rusia dengan sekutu lain dalam mengalahkan ISIS (kelompok teroris yang dilarang di Rusia) di Suriah. Kami mengharapkan tingkat kerja sama teknis-militer yang sama dengan Rusia, “Ugbah menjelaskan, ketika ditanya, peralatan pertahanan yang persisnya diminati Nigeria.

Nigeria dan Rusia berencana menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan pada KTT Rusia-Afrika pada Oktober 2019 mendatang, kata Duta Besar Nigeria untuk Rusia Steve Davies Ugbah.

Ugbah mengharapkan Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitranya dari Nigeria, Muhammadu Buhari, yang akan memimpin delegasi negaranya, untuk mengadakan pertemuan di sela-sela acara tersebut, yang mana kota wisata Sochi di Rusia akan menjadi tuan rumah mulai 23-24 Oktober.

“Kami berharap Presiden Buhari akan dapat mengakhiri negosiasi dengan logis dan menandatangani perjanjian kerjasama militer-teknis di Sochi. Kesepakatan itu siap, ketika presiden tiba di Sochi, kedua belah pihak akan menandatanganinya,” kata Ughab.

Duta Besar menyuarakan keyakinan bahwa kesepakatan itu akan “membuka peluang baru di bidang-bidang seperti pasokan produk militer dan pelatihan spesialis.” “Nigeria sangat berkomitmen untuk memerangi terorisme. Dan kami mengandalkan bantuan Rusia,” Ugbah menekankan.

Tinggalkan komentar