Mei 012019
 

Pesawat Su-30 TNI AU (photo: TNI AU)

Jakartagreater.com – Ekspor pertahanan Rusia ke Republik Indonesia mencapai lebih dari USD2,5 miliar sejak akhir 1992, ujar pengekspor senjata Rusia Rosoboronexport (anak perusahaan dari perusahaan negara Rostec) dalam sebuah pernyataan, dikutip Armyrecognition.com, 28-4-2019.

“Moskow telah bekerja sama dengan Jakarta dalam bidang militer-teknis sejak tahun 1958, dan intensifikasi hubungan ini dimulai pada akhir tahun 1990-an – awal 2000-an. Sejak November 1992, pengiriman senjata ke Indonesia telah melampaui USD2,5 miliar,” kata juru bicara Rosoboronexport.

Dalam beberapa tahun terakhir, Jakarta telah menerima pengangkut personel lapis baja (APC) BTR-80A, kendaraan tempur infanteri (IFVs) marinisasi BMP-3F, senapan serbu keluarga Kalashnikov AK-100, pesawat tempur Sukhoi, pesawat tempur Mil, Rotorcraft, dan barang-barang perangkat keras militer lainnya .

Menurut laporan analitik Neraca Militer 2018 yang dirilis oleh Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS) yang berbasis di London, militer Indonesia telah mengoperasikan :

  1. 15 Tank Amfibi ringan PT-76.
  2. 34 BTR-50PK dan 100 BTR-50P APC Amfibi (tracked).
  3. 3 BREM -2 armored engineering vehicles.
  4. 6 Mil Mi-35P (nama NATO: Hind-D).
  5. 17 mil Mi-17V-5 (Hip-H) Utility Rotorcraft.
  6. 22 BMP-2 dan 54 BMP-3F IFVs.
  7. 12 BTR -80A APC.
  8. 2 Sukhoi Su-27SK (Flanker).
  9. 3 Su-27MKM (Flanker).
  10. 2 Su-30MK (Flanker).
  11. 9 pesawat tempur multirole Su-30MK2 (Flanker).

Pada bulan April 2019, JSC Rosoboronexport (bagian dari Perusahaan Negara Rostec) dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia telah menandatangani kontrak untuk penyediaan batch baru kendaraan tempur infanteri BMP-3F dan pengangkut personel lapis baja Amfibi (APC) BT-3F yang dikembangkan dan diproduksi oleh JSC Kurganmashzavod untuk kepentingan Korps Marinir negara itu.