NORINCO Tingkatkan Sistem Roket Artileri SR5 Dengan Amunisi Presisi

North Industries Corporation (NORINCO) China telah mengembangkan roket dipandu untuk digunakan pada sistem Peluncur Roket Artilery Uniersal SR5 (UARL).

Berdasarkan chassis truk 6×6 lintas-negara, SR5 UARL sebelumnya hanya berbekal roket permukaan-ke-permukaan tak dipandu 122 mm atau 220 mm, yang memiliki jangkauan maksimum masing-masing 50 km dan 70 km.

Perusahaan telah memperbarui peluncuran dengan kemampuan untuk menggunakan roket dipandu Fire Dragon 40 (BRE7) 122 mm dan terminal roket dipandu laser King Dragon 60 (GR1) 220 mm, yang memungkinkan untuk mengenai sasaran dengan lebih presisi.

Roket dipandu Fire Dragon 40 122 mm memungkinkan SR5 URL untuk mengenai sasaran dengan jangkauan maksimum 40 km dengan efek presisi. (NORINCO)

Roket dipandu Fire Dragon 40 122 mm dilengkapi dengan sistem navigasi inersia (INS) dan sistem GPS diklaim memberikan radius kesalahan (CEP) sekitar 25 m, dengan jangkauan minimum 20 km dan jangkauan maksimum 40 km.

Roket dipandu – yang memiliki panjang keseluruhan 3.040 mm dan berat 74 kg – membawa 18 kg hulu ledak bola baja ledakan tinggi (HE) dilengkapi dengan radio proximity, yang memiliki efek mematikan dalam radius 60 m.

SR5 URL dengan terminal roket dipandu laser King Dragon 60 220 mm, yang memiliki jangkauan maksimum 70 km. (NORINCO)

Roket dipandu laser King Dragon 60 220 mm dilengkapi dengan sistem INS dan bimbingan GPS diklaim memberikan CEP sekitar 25 m. Ketika digunakan dalam bimbingan laser yang akurat dengan tingkat CEP mencapai radius 3 m.

Roket seberat 300 kg, dengan panjang 4.400 mm, memiliki jangkauan minimal 25 km dan jangkauan maksimum 70 km, dan dapat dilengkapi dengan berbagai jenis hulu ledak termasuk daya ledak tinggi dan penetrasi.

Sistem peluncur roket UARL SR5 dapat membawa dua pod roket 122 mm atau roket 220 mm ataupun kombinasinya. Yang dilengkapi dengan sistem loading yang memungkinkan dua buah roket diganti dalam waktu lima menit. Gambar ini menunjukkan pod baru roket 20×122 mm yang dimuat dengan pod 6×220 mm sudah dalam posisi. (NORINCO)

Untuk menembakkan roket dipandu ini sistem pengendalian tembakan terkomputerisasi (FCS) dari SR5 UARL harus dimodifikasi. Sistem ini didasarkan pada chassis truk 6×6 yang memiliki tingkat mobilitas tinggi dan strategis.

Sumber: IHS Janes

Tinggalkan komentar