Nov 162017
 

Rudal AIM-120 C-7 (Senior Airman Mark Hoyt, U.S. Air Force)

Washington. Jakartagreater.com, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah membuat sebuah keputusan untuk menyetujui kemungkinan Penjualan Militer Asing ke Norwegia untuk rudal udara-ke-udara AIM-120 C-7 Advanced Medium Range (AMRAAM) dengan perkiraan biaya sebesar $ 170 juta. Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan menyampaikan sertifikasi yang diperlukan kepada Kongres tentang kemungkinan penjualan ini pada 14 November 2017, dirilis dsca.mil.

Pemerintah Norwegia meminta pembelian enam puluh (60) AIM-120 C-7 Advanced Medium Range Air-to-Air Missiles (AMRAAM) dan empat (4) suku cadang panduan AMRAAM. Juga termasuk kontainer rudal, dukungan sistem senjata, peralatan pendukung, suku cadang dan perbaikan, publikasi dan dokumentasi teknis, pelatihan personil, peralatan pelatihan, teknik dan logistik, teknis dan dukungan dari Pemerintah AS, dan elemen logistik dan program terkait lainnya. Perkiraan nilai total kasus adalah $ 170 juta.

Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung kebijakan luar negeri AS dan tujuan keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan keamanan sekutu NATO yang terus menjadi kekuatan penting bagi stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di Eropa.

Penjualan yang diusulkan tersebut akan memperbaiki kemampuan Norwegia untuk mutual defense, regional security, keamanan regional, modernisasi kekuatan, dan interoperabilitas A.S. dan NATO. Penjualan ini akan meningkatkan kemampuan Angkatan Udara Norwegia untuk mempertahankan Norwegia melawan ancaman masa depan dan berkontribusi pada operasi NATO saat ini dan masa depan. Ini adalah tindak lanjut pembelian rudal AIM-120 C-7 tambahan. Norwegia akan mampu menyerap misil dan dukungan tambahan ini ke dalam angkatan bersenjata.

Penjualan peralatan dan dukungan yang diusulkan ini tidak akan mengubah keseimbangan dasar militer di wilayah ini.

Kontraktor utama adalah Raytheon Missile Systems, Tucson, AZ. Tidak ada kesepakatan offset yang diketahui yang diusulkan sehubungan dengan potensi penjualan ini.

Pelaksanaan penjualan yang diusulkan ini tidak memerlukan penugasan perwakilan personil atau kontraktor Pemerintah A.S. ke Norwegia.

Tidak akan ada dampak buruk pada kesiapan pertahanan A.S. sebagai hasil dari penjualan yang diajukan ini.

Bagikan :

  23 Responses to “Norwegia Beli 60 Rudal AIM-120 C-7”

  1.  

    salam embekkkk

  2.  

    Orang mau jualan kog pakai persetujuan konggres dulu…..Lucunya negara yang satu ini.

    so pasti petinggi kita juga sdh paham betul dengan yg beginian.

    kalau yg beli anggota NATO so pasti lngsung di kasih yg kualitas ok.

    giliran kita yg beli so pasti di kasih kualitas nomor 2 atau 3.

    Beda jauh dengan RUSIA OKE. Ibarat elu mau beli apa gue ada semua.

    LUCU……!!!!

  3.  

    Indonesia Darurat 65% T.o.T Kandungan Lokal Nasam dg Rudal AIM-120 C-7 & IRIS-T

  4.  

    Trus aku harus komen apa?

  5.  

    Paten jg AS memaksa negara anggota NATO menaikkan aggaran militer dan secara tdk lgsg harus membeli dagangannya! NATO dipanas2i dgn alasan ancaman dr Rusia sehingga perbatasannya diperkuat dgn militer besar2an dgn alutsista beli dr AS, ujung2nya agar dagangannya diborong negara2 anggota NATO!he3

    •  

      Kalo soal paksa-memaksa dan tipu-menipu, emang Russia kalah jago dari AS bung xixixi

      •  

        Iya… saya bingung dengan anggota NATO, terutama yang di kawasan eropa timur, mereka dibuat demikian takut dengan agresi Russia… padahal semenjak jatunya USSR, Russia justru lebih sering kehilangan wilayah daripada melakukan agresi… kejadian di Ukraina dengan Crimea adalah cerita lain… tetapi secara bodoh tidak akan pernah Russia bisa melakukan agresi ke negara lain di era seperti sekarang…
        Termasuk di semenanjung Korea, sepertinya USA ingin menekan Korea selatan dan Jepang supaya belanja militer gila2an, terbukti belanja militer Jepang lumayan menggila akir2 ini… mungkin untuk mencegah supaya project seperti KFX/IFX dan F3 terhambat…

  6.  

    Yang konyol ya ini… membuat sistem pertahanan tetapi bahkan pembuatnyapun memerlukan rudal dari negara lain… jika di embargo sistem pertahanan itu langsung nganggur dan bisa berkarat

 Leave a Reply