Jun 202017
 

Jet tempur generasi kelima, F-35 Lightning II. © skeeze via pixabay.com CC0

Di tengah seruan Presiden AS Donald Trump, yang terus-menerus mendesak negara-negara anggota Uni Eropa dan NATO untuk meningkatkan pengeluaran pertahanannya, pemerintah Norwegia mempertimbangkan dengan serius untuk bergabung dengan Dana Pertahanan Uni Eropa atau EU Defense Fund untuk pengembangan dan pengadaan senjata bersama, seperti dilansir dari laman media Norwegia, Aftenposten.

Menteri Pertahanan Norwegia Ine Eriksen Soreide secara serius mempertimbangkan apakah Oslo harus bergabung dengan Dana Pertahanan Uni Eropa yang dimulai tahun 2021-2027 di perkirakan menghabiskan lebih dari US $ 500 juta per tahun untuk penelitian dan lebih dari US $ 1 miliar untuk pembelian bahan-bahan pertahanan, Saat ini, ada cukup indikasi bahwa Norwegia kemungkinan akan bergabung.

“Pemerintah Norwegia akan melanjutkan kerjasama dengan Uni Eropa dalam pengembangan senjata bersama, ini akan memperkuat Eropa sebagai pemain yang relevan dan strategis, termasuk kerjasama NATO. Kami juga ingin terus berpartisipasi dalam Program Penelitian dan Pengembangan Pertahanan Uni Eropa”, menurut Ine Eriksen Soreide.

Sementara itu Svein Roald Hansen, anggota komite luar negeri partai buruh menyebutkan, mereka belum membahas hal tersebut di antara sesama anggota partai, tapi menurutnya itu akan menguntungkan bagi Norwegia untuk berpartisipasi didalamnya.

Namun ada pula sejumlah kekhawatiran, bahwa bentuk kolaborasi semacam itu hanya akan menguntungkan para pelaku utama Uni Eropa dan Denmark memilih keluar dari kerjasama pertahanan Uni Eropa tersebut. Sedangkan Norwegia muncul sebagai satu-satunya negara yang bukan anggota Uni Eropa yang mungkin akan terlibat.

Sistem pertahanan udara NASAMS II berbasis truk 8×8 Sisu E13TP Angkatan Bersenjata Finlandia. © MKFI via Wikimedia Commons

Saat ini, Norwegia telah ikut berpartisipasi dalam proyek percontohan, yang berakhir pada tahun 2020. Selanjutnya, ada konsensus yang luas di Norwegia mengenai kerjasama dengan NATO sebagai pilar keamanan negara tersebut. Secara keseluruhan, terdapat 19 negara Uni Eropa (dari 28 negara) telah memberi sinyal ketertarikan mereka terhadap proyek tersebut.

Tujuan dari proyek Dana Pertahanan bersama adalah untuk mengurangi biaya pertahanan yang tidak perlu karena fragmentasi peralatan militer Uni Eropa. Saat ini anggota Uni Eropa memiliki 17 jenis tank berbeda dalam layanan, sementara AS hanya memilik satu saja.

Perbandingan yang sama juga terjadi pada sistem persenjataan, Uni Eropa mengoperasikan 130 jenis senjata sementara AS hanya 30 jenis.  Oleh karena itu,  harapannya adalah bahwa pembangunan dan pengadaan bersama akan membuat UE lebih efektif dalam pengeluaran.

Menteri Luar Negeri Norwegia Borge Brende mengindikasikan bahwa Norwegia paling dekat dengan AS dalam hal pengeluaran pertahanan terkait dengan populasinya.

“Kami memiliki industri pertahanan besar di Norwegia, yang kemungkinan besar akan banyak belajar dari kerjasama Uni Eropa di sektor ini”, kata Frank Bakke-Jensen pada bulan Mei lalu.

Kongsberg Group adalah perusahaan pertahanan terbesar di Norwegia dengan lebih 7.000 karyawan di 25 negara. Kepala layanan pers Kongsberg, Johannes Namstad Dobson, berkata bahwa perusahaannya memiliki kepentingan umum dalam kolaborasi penelitian tersebut.

Pada tahun 2016 lalu, ekspor senjata Norwegia turun 20 persen menjadi NOK 1,9 miliar atau setara dengan US $ 223 juta.

Bagikan:

  2 Responses to “Norwegia Pertimbangkan Gabung Dana Pertahanan Uni Eropa”

  1.  

    Nah lho, anggota2 nato pada ada duit ga! Klo ga hengkang dr grup nato…begitulah kira2 kata trump..xixixi

 Leave a Reply