Mar 222019
 

Sistem penentu posisi global (GPS) mobile © Jason Blackeye via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Dugaan gangguan sinyal atau jamming GPS hanya sebuah langkah dalam serangkaian serangan verbal dari Norwegia terhadap Rusia. Sebelumnya Norwegia menuduh Rusia telah mensimulasikan sebuah serangan terhadap radar yang didukung AS di Laut Barents, seperti dilansir dari laman Reuters pada hari Senin.

Menteri Pertahanan Norwegia Frank Bakke-Jensen telah menegaskan kembali klaimnya bahwa Rusia mengganggu sinyal sistem penentuan posisi global (GPS) di latihan NATO baru-baru ini di negaranya. Menurut Bakke-Jensen, Norwegia memiliki “bukti elektronik” dari jamming Rusia tersebut.

Setelah latihan Trident Juncture yang besar-besaran oleh NATO November lalu, Finlandia dan Norwegia mengklaim bahwa Moskow mungkin secara sengaja mengacaukan sinyal GPS. Menurut klaim itu, Rusia mungkin telah mempengaruhi navigasi lalu lintas udara di wilayah Kutub Utara.

“Rusia meminta kami untuk memberikan bukti. Jadi kami memberi ke mereka bukti-buktinya”, kata Frank Bakke-Jensen. Menurut pengakuannya sendiri, “bukti” terdiri dari pengukuran yang menunjukkan bahwa sinyal telah kacau.

Ketika ditanya apakah Rusia mampu untuk menargetkan Norwegia dengan sengaja, maka menteri mengatakan bahwa “Mereka melaksanakan latihan perang sangat dekat dengan perbatasan Rusia dan mereka tahu pangacakan akan mempengaruhi daerah di sisi lain”.

Tentara Belgia turut serta dalam latihan NATO, Trident Juncture 18 © Kopral Kepala Sedeyn Ritchie

“Rusia mengatakan ‘terima kasih atas informasinya, kami akan kembali ketika para pakar militer kami meninjau itu. Untuk mendapatkan jawaban seperti itu dari Rusia adalah hal yang positif”, kata Bakke-Jensen memberanikan diri. Dan menambahkan bahwa untuk menjadi tetangga Rusia, kami harus bersabar.

Yang menjadi aneh adalah ketika berita tentang Norwegia diduga memiliki bukti campur tangan Rusia dalam mengacaukan sinyal GPS tidak mendapatkan liputan dari media arus utama Norwegia, yang sering kali dengan senang hati menyalahkan Rusia.

Sebelumnya, baik Norwegia maupun Finlandia memprotes Rusia atas tuduhan mengacau sinyal GPS. Namun, protes itu dibantah oleh Moskow. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyangkal bahwa semua itu hanyalah “fantasi” mereka, sedangkan juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov menekankan bahwa kecenderungan menuduh Rusia melakukan jammming GPS adalah sebagai dosa mematikan.

Sementara itu, ini bukanlah pertama kalinya bagi Norwegia melontarkan tuduhan serius terhadap Rusia. Serangkaian laporan keamanan telah mengidentifikasi bila Rusia sebagai ancaman tunggal terbesar bagi Norwegia, bersama dengan China.

Pesawat pengintai taktis Sukhoi Su-24MR Rusia. © Alex Beltyukov (CC BY-SA 3.0) via Wikimedia Commons

Pada bulan Februari 2019, Letnan Jenderal Morten Haga Lunde, direktur Badan Intelijen Norwegia, mengklaim jet tempur Su-24 Rusia telah melakukan serangan tiruan terhadap radar Norwegia. Uang menurutnya, pasukan Rusia kembali tak lama sebelum memasuki wilayah udara Norwegia.

Desa nelayan Norwegia, Vardo, sejak tahun 1998 memiliki instalasi radar yang di dukung AS bernama Globus II. Meskipun secara resmi radar ditugaskan untuk melacak sampah antariksa, peran lainnya diduga dalam sistem anti-rudal AS dan kemampuan membangun basis data tanda tangan rudal Rusia telah menjadikannya duri dalam hubungan Norwegia dengan Rusia.