Norwegia Waspadai Pergerakan Destroyer Severomorsk Rusia

11
72
Kapal Perusak anti kapal selam Severomorsk (foto: Common Wikipedia)

Sekelompok kapal perang Armada Utara yang dipimpin oleh kapal perusak rudal Severomorsk memasuki Laut Norwegia dalam perjalanan kembali ke pangkalan, rilis siaran pers Armada Utara Rusia.

“Kapal perusak anti kapal selam besar Severomorsk dan kapal tanker menengah Vyazma memasuki bagian selatan Laut Norwegia. Kelompok ini menuju ke Severomorsk, pangkalan utama Armada Utara. Diharapkan tiba pada akhir minggu, “kata pernyataan itu.

Namun yang menjadi perhatian besar dari Norwegia adalah, rombongan kapal perang Rusia tersebut melakukan latihan penembakan dengan meriam dan roket saat melewati Laut Norwegia. Selain menembakkan artileri, kapal perang Rusia juga menembakan rudal anti-pesawat dan roket anti kapal selam.

Severomorsk menembak dengan meriam AK-100 (kaliber 100 mm), AK-630 dan rudal anti-pesawat 9K35 “Kinzal” dari sistem peluncuran vertikal.

Menurut Norwegia, Rusia semakin sering berlatih lebih jauh, ke perairan batas antara Laut Utara dan Laut Barents. Bahkan, kapal perang Rusia beroperasi lebih ke barat dan selatan – yang secara provokatif mendekati pantai Norwegia.

Meski masih dalam koridor hukum maritim, karena kapal-kapal Rusia beroperasi di perairan internasional. Namun, bagi militer Norwegia dan NATO, ini adalah sinyal yang jelas bahwa Rusia mulai memperluas batas operasi di luar wilayah latihan yang biasanya dilakukan, yang kemungkinan menguji sistem Rusia di perairan potensi konflik di masa depan.

Lewatnya armada Rusia tersebut memaksa Angkatan Laut Norwegia untuk terus memonitor pergerakan armada Rusia di wilayah itu.

Tass/defence24

11 KOMENTAR

      • Walopun menang soal kecepatan. Kalo gampang di jamming ya sama juga bohong tuh Rudal Rusia. Emangnya rudal Rusia kebal jamming apa?? Bisa bisa overshoot kayak Yakhont yg dibeli Indonesia dulu. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

          • Kenyataan:
            1. Memang meleset dan TNI ga tertarik utk membeli kembali. Rudal Yakhont, tdk seperti yg di gembar-gemborkan russian fans boy.

            2. Di AU mungkin Russia dapat bersaing. Di AL??? mimpi… kapal tuak, bapuk, mau rudal jelajah sangar sekalipun jika kapalnya sdh dapat terdeteksi karena asap hitam pekatnya mau apa???

            3. Jangan ambigu, yg di takuti adalah rudal nuklirnya bukan kapalnya

        • Lhoo..kan rudal rusia sdh anti jaming boss.
          Paling tidak jika dibandingkan si Tomahawk, Rudal Kalibr kualitasnya jauh diatas si Toma. Kalibr diluncurkan dr ujung dunia anatah berantah, bisa tepat mengenai sasaran yg ditargetkan dng akurasi tinggi. Sehingga tidak membutuhkan banyak rudal.
          Bandingkan dng si Toma yg perlu ratusan rudal utk menghajar sasaran yg tidak begitu luas.namun hasilnya hanya 30% yg mengenai sasaran sementara sisanya yg 70% lari kerumah janda tetangga…..xicixicixicixi

          Dulu ada warjag disini yg bilang siToma generasi baru ini sangat canggih bahkan bisa masuk lewat jendela belakang yg dibuka. Sekarang makhluknya gak 0ernah nongol lg…..xicixicixici
          Kenyataannya hasil di Suriah sangat mengecewakan.
          Makanya dng hasil gemilang di Suriah, pamor kalibr naik dan sangat populer serta diminati.

          • Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh, lucu juga nih anak.

            Ya iyalah tuh Kalibr bisa sukses soalnya yg jadi sasaran cuman teroris bawa manpads. Tomahawk menembus pertahanan yg diperkuat dan penuh dengan jamming. Itu aja yg diincar cuman landasan ama hanggar pesawat. Serangan itu punya 2 kesuksesan. Apa itu?

            1.) Melumpuhkan angkatan udara Suriah dan terbukti sekarang gak ada berita lagi serangan udara pasukan Suriah ke pemberontak.
            2.) berhasil menembus pertahanan udara yg diperkuat dan ada handicap Rusia dikasih tau dulu. Walopun yg lolos hanya 30% kalo itu diisi hulu ledak nuklir Ente bakal paham apa yg terjadi bukan??

            Beruntung USA punya pengalaman ngadepin sistem hanud berlapis ala Rusia yg udah diperkuat. Sedangkan Rusia?? Coba nembak akurasi dulu ama Pemberontak deh. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

          • Setelah AS menembakkan 59 rudal jelajah Tomahawk, Rusia langsung merespons mengerahkan kapal fregat Laksamana Grigorovich RFS-494 + rudal jelajah Kalibr.

            Namun, ada alasan yg terbatas utk membandingkan dua rudal jelajah ini, khususnya durasi penggunaan senjata. Tomahawk telah digunakan dlm operasi tempur sejak 1983 dan telah mengalami empat modernisasi. Tidak seperti Tomahawk, Kalibr justru baru ‘turun lapangan’ dlm pertempuran sebenarnya di Suriah. Saat mengamankan Suriah, Kalibr diluncurkan dari kapal perang dan kapal selam. Kalibr memiliki jarak tembak hingga 1.500 kilometer.

            Ancaman teroris di Suriah belum juga hilang. Rusia harus menembakkan 26 rudal pada 11 target di 3 kota besar yg dikuasai teroris ISIS, yakni Raqqa, Idlib dan Aleppo. Target termasuk pabrik-pabrik senjata, pusat komando, gudang amunisi, dan kamp-kamp pelatihan teroris. Sesudah menumpas ISIS, Agato lah yg akan jadi target rudal Kalibr selanjutnya. Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhhhhhh 😆 😆 😆