Mar 312015
 

Sebuah fenomena yang unik, entah karena nelayan Indonesia tidak memiliki daya tahan fisik untuk melaut ke ZEE, atau karena mereka tidak punya kapal cukup besar. Ayo Bu Susi, garuk terus nelayan asing ilegal dan kroninya -red

image

Tual – Permasalahan Anak Buah Kapal (ABK) jadi perhatian utama tim Satgas Illegal Unreported and Unregulated Fishing saat melakukan analisis evaluasi (anev) di Tual, Maluku. Dari 9 kapal yang diperiksa, hampir semuanya didominasi oleh ABK asing, bukan Indonesia.

Kapal-kapal yang diperiksa adalah kapal milik PT Binar Surya Buana dengan nama Binar 95, Binar 96, Binar 99, Binar 100, Binar 101, Binar 102, Binar 113, Binar 115, dan Fu Yuan Yu 77 (kapal sewa untuk pengangkut). Pemeriksaan berlangsung selama hampir lima jam.

Tim Satgas yang dikoordinatori oleh Ida Kusuma Wardaningsih mendapat dokumen daftar kru dari pihak perusahaan. Dari daftar itu terlihat jelas, awak kapal dari negara tetangga masih dominan.

“Dari crew list, mayoritas ABK asing, Indonesia-nya sedikit,” kata Ida di sela-sela anev di dermaga PT MTJ, Tual, Maluku, Selasa (31/3/2015).

Ida menunjukkan daftar kru di kapal Binar 105. Di situ, tertulis hanya nakhoda dan kepala kamar mesin yang berkewarganegaraan Indonesia yakni Ali Mahmudi dan Kumolo Setiadji. Sisanya, mualim (Tiongkok), fishing master (Tiongkok), masinis I dan II (Tiongkok) dan 9 ABK berasal dari Myanmar.

image

Di Kapal Binar 95, tertulis juga nakhodanya asal Indonesia, sementara fishing master berasal dari Tiongkok. Namun setelah dikroscek, pria asal Tiongkok itu mengaku sebagai nakhoda.

Saat berdialog dengan Ida, perwakilan perusahaan menyebut, para ABK asing itu memang diperbantukan di kapal. Pihak perusahaan sudah berusaha mencari ABK Indonesia, namun mereka mengklaim belum ada yang memenuhi kualifikasi.

Kini, setelah adanya kebijakan moratorium yang ditetapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, para ABK asing, termasuk dari Indonesia, sebagian dipulangkan ke daerah. Sisanya, masih ada puluhan ABK asing yang bertugas untuk menjaga dan merawat kapal.

Dari hasil wawancara tim Satgas, para ABK asing itu memiliki dokumen kerja yang lengkap. Tak hanya itu, mereka juga diperlakukan dengan baik, diberikan akses untuk olahraga, hingga gaji bulanan.

Kewajiban memperkerjakan ABK asal Indonesia tercantum dalam Pasal 35A UU Perikanan Nomor 45 tahun 2009. Berikut isinya:

(1) Kapal perikanan berbendera Indonesia yang melakukan penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia wajib menggunakan nakhoda dan anak buah kapal berkewarganegaraan Indonesia.

(2) Kapal perikanan berbendera asing yang melakukan penangkapan ikan di ZEEI wajib menggunakan anak buah kapal berkewarganegaraan Indonesia paling sedikit 70% (tujuh puluh persen) dari jumlah anak buah kapal. (Detik.com).

https://web.facebook.com/JakartaGreater

  31 Responses to “Nusantara, Tidak Pernah Ingkar untuk Nelayan Asing”

  1. sepi

    • harusnya mentri Susi tidak hanya bisa menenggelamkan nelayan asing .. harusnya yang lebih penting itu memikirkan bagaimana caranya supaya nelayan itu sejahtera .. misalnya di fasilitasi untuk mendapatkan kapal yang besar untuk melaut ditengah laut yang gelombangnya besar .. di fasilitasi bagaimana menjualkan hasil tangkapan ikan … dan masih banyak lagi kebutuhan nelayan seperti subsidi BBM dll.

      • Satu” bos,langkah bu susi sdh tepat..
        Pembrantasan dan pembersihan maling/perampok ikan asing,kemudian pemberdayaan nelayan lokal dg penangkapan ikan secara ramah lingkungan untuk kelestarian biota laut demi anak cucu kita….lanjut ibu susi.

  2. Setelah tak ada lagi kapal nelayan asing ,trus langkah berikutnya apa ?

    • jual ikan dalam negeri ke luar karena sekarang mereka kekurangan pasokan ikan. soalnya biasanya nyolong.

      • Next step nya yang penting.Gimana caranya nelayan lokal bisa menggantikan kapal nelayan asing. Fasilitasi mereka dapat kredit murah ,seperti dalam satu koperasi.Hingga bisa beli kapal yang dilengkapi cool storage,agar hasilnya jadi layak export. Bisa beroperasi ke zona ekonomi eklusif . Tempat pelelangan yang layak juga punya cool storage yang memadai.Dirikan perusahaan pengalengan ikan yang banyak dan besar agar seluruh hasil tangkapan bisa di tampung.Harus ada kapal besar di laut yang bisa langsung beli sama nelayan lokal dengan harga normal ,lebih efisien dari pada masing masing nelayan bawa pulang hasil tangkapan kemudian baru di bawa ketempat pelelangan ikan.akibatnya hasil tangkapan sudah tidak segar. Masih banyak pr buat mentri Susi.

  3. Rudal aja pakek brahmos šŸ˜†

  4. NO 4 yesss

  5. Pungutin tuh semua nelayan tradisional kita.kasih pelatihan.naikan mereka ke kapal besar yg beroprasi di Indonesia

  6. SR.

  7. Semoga kedepan ada pendidikannya.seperti sekolah gitu…biar ada keterampilannya…sesuai standart…

    Atw nelayan kita…suka yg tradisional…mungkin.hhe…n bekrja sendiri…bkn utk perusahaan.

  8. pada gengsi kali kalo jadi ABK kapal, padahal banyak pengangguran yg lebih milih jadi TKI ilegal karena kerjanya diluar negeri padahal cuman jadi pembantu.

    hasil alam kita masih banyak yg bisa dimanfaatin kalo untuk sekedar hidup sehari2 daripada harus ngepel lantai majikan di negeri milo

    • Kalau kita cermati lowongan TKI yang dipublikasi PJKTI, ada beberapa yang menawarkan sebagai ABK di kapal perikanan, bukan kapal pesiar lho. Kebetulan saya pernah duduk sebelahan dengan golongan TKI seperti ini di perjalanan pulang mudik beliau ke kampung halamannya di Indonesia.
      Beliau bekerjan di sebuah usaha penangkapan ikan milik perorangan di Vigo, Spanyol. Job desk ABK-nya sebagai teknisi mesin/masinis. Saya tanya kenapa pilih di LN daripada di Indonesia. Jawabnya adalah skema penghasilan yang lebih menguntungkan jika ikut perusahaan perikanan asing. Saya kurang paham skema penghasilan di perusahaan perikanan dalam negeri.
      Jadi, IMHO kualifikasi ABK dalam negeri pastilah gak jelek-jelek amir… Yang bagus udah kebeli ma PJTKI buat perusahaan luar negeri…
      Mohon pencerahan dari warjager yang paham dunia maritim NKRI.
      Just sharing, bung!
      CMIIW

      • ya alasan nelayan kita nggak memenuhi kualifikasi itu hanya dibuat buat. Jadi kenapa kapal bendera Indonesia pake tenaga nelayan asing, itu karena sebenarnya perusahaan penangkapan itu punya asing. Sama seperti tenaga kerja kita di dalam negeri cuma dibayar UMK alasannya malas/kurang produktif. eh nyatanya di luar sono TKI dibayar lebih baik daripada di negeri di sini. Memang dasarnya Bos pelaku ekonomi di Indonesia termasuk aparat pemerintah yang mengurusi tenaga kerja itu brengsek. Kebanyakan mereka pembohong, mau untung sangat gede, tapi ogah memanusiakan tenaga kerja Indonesia. Negara dimana selama ini ya.

      • Sepertinya tenaga kerja asal Tiongkok itu mau dibayar lebih murah.

        Saya dengar cerita, bukan cuma di laut, tetapi di pekerjaan darat, seperti pembangunan infrastruktur, pekerja Tiongkok itu disinyalir mau bekerja keras dan mau dibayar murah.

  9. 70 thn rakyat indonesia di jauhkan dr lautan luas.

  10. Coba tengok diluar negeri, para TKI_TKI kita banyak yg bekerja di kapal nelayan.
    IRONI Di NEGERI SENDIRI

    • mungkin yg mreka gunakan hrus standart lulusan pelaut x,, bkan asal nelayan yg asal bsa renang doang.

      • Kalo lulusan pelaut, itu untuk pengawakan kapalnya om..tetapi untuk ahli tentang perikanannya..adalagi yg khusus, seperti dari akademi perikanan…tetapi kenayataan nya yang dari akademi perikanan malah jadi ABK dikapal kapal tanker,container dsb.Itupun yg dipelajari di perikanan kebanyakan cara penangkapan dan teknis teknis lainnya..sedangkan dari luar..mereka punya specialisasi sendiri mengenai tangkapannya,terutama ikan ikan jenis tuna,,karena beda jenis tuna diarea tropik dan jenis diperairan dingin, dimana Tuna perairan dingin lebih mahal harganya (CMIIW)..

  11. Lulusan pelayaran sedikit walau ada mana mau jd ABK

  12. Test

  13. Kadang WNI yg ada di kapal itu di skenariokan sebagai master atau chief engineer dalan Crew List awak kapal.. Dalam praktek kesehariannya mereka cuma awak kapal biasa… Kenapa tidak banyak awak kapal indonesia…?? Saya kira bukan karena tidak berkopetensinya pelaut indonesia.. Pelaut indonesia sudah mengibarkan nama indonesia walau media kurang tertarik meng ekspos nya… Masalah sesungguhnya adalah kemauan pemilik kapal,regulasi dan sertifikasi kompetensi untuk pelaut2 kita yg kadang mengganjal di lapangan…

  14. pelaut kita di hormati diluar, khususnya untuk kapal niaga. tetapi ini berbeda dengan kapal penangkap ikan. menangkap ikan itu ibarat pertaruhan. kadang dapat, kadang juga tidak. nelayan thailand sama china itu bondo nekat semua. terus terang saja nelayan kita kalah nekat. yang kedua adalah pemerintah kita yang kurang nekat mendukung nelayan indonesia. kalau dibandingkan dengan vietnam dan thailand, pemerintah mereka akan tutup mata atau malah mendukung sekalipun nelayan mereka melakukan illegal fishing di negara orang. karena ini adalah sumber devisa. beda dengan di pemerintahan kita yang tidak segan2 memberi peringatan kalau nelayan lokal melanggar jalur penangkapan keluar wilayah RI. padahal tidak ada kerugian negara disini. juga tekanan dari organisasi2 penangkapan dunia. bahkan nelayan indonesia yang melakukan penangkapan di sekitar ZEE ataupun samudra hindia harus ijin ke mereka, tapi jika ada yg melanggar ketentuan organisasi ini, yang mengawasi adalah pemerintah. heran saya..

  15. Mngkn dgn sedikitnya pabrik pengolahan ikan/hasil lautnya, jadinya nelayan kita kagak niat nyari ikannya..

  16. kerja berat di bayar murah ya nga mau.diluar negeri di bayar mahal kerja berat sebanding.nga heran abk dari luar negeri banyak bekerja di indonesia karena bayaran murah seperti dari vietnam,myanmar,taiwan dll.contoh saja abk kita yang belum di temukan di laut pasifik tau sendiri laut pasifik itu kayak apa…..klo di bilang nga da nyali ya gak mungkin lah kesana.

  17. saya tidak bilang gak ada nyali, tapi masalah berani bertaruh nya itu. cari ikan sistemnya seperti berburu. ABK thailand itu sama nahkodanya diperlakukan seperti budak. mereka seperti orang2 yang terbuang di darat. bahkan ketika anjingnya nahkoda kecebur di laut, abk nya yang suruh nyebur selamatin anjing nahkoda. makanya mereka nekat2.

  18. kenapa banyak abk asing? ini ceritanya panjang. dulu ada kebijakan boleh masuknya kapal ex asing dengan syarat ada sertifikat penghapusan kapal dari negara asal dan penggunaaan nahkoda indonesia. akhirnya dibikin akal2an sertifikat penghapusan. inilah hebatnya mereka, institusi mereka dengan sigap mengakomodir syarat inni, meskipun pemiliknya sebenarnya ya ga berubah. mereka mau memakai nahkoda lokal, tapi ini cuma di atas kertas saja, sejatinya ada “the real master” yang berprofesi jadi abk. dan juga jika ada sangsi hukum, hanya bisa dikenakan kepada nahkoda dan kkm saja yang notabene orang lokal.

  19. kita perlu belajar kepada institusi mereka, kalau itu menguntungkan buat negara, melanggar hukum di negara orangpun juga akan di dukung sepenuhnya.. kita belum bisa seperti itu

  20. dunia pelayaran niaga dengan perikanan jauh berbeda terutama beban kerja dan ISPS code, infrastuktur perikanan di Indonesia perlu dibenahi supaya untuk ekspor kualitasnya tetap terjaga

  21. Aslamalikum warahmatullahi wabarakatu

    ini kisah nyata saya . . . .

    perkenalkan nama saya ibu anisa saya berasal dari kota yogyakarta saya bekerja sebagai seorang karyawan di salah satu perusaan Yogyakarta.dimana saya sudah hamper kurang lebih tiga tahun lamanya saya bekerja di perusaan itu.

    Keinginan saya dan impian saya yang paling tinggi adalah ingin mempunyai sebuah kendaraan roda empat atau sebuah mobil pribadi sendiri,namun jika hanya mengandalkan gaji yah mungkin butuh waktu yang sangat lama dimana belum biaya kontrakan dan utan yang menumpuk justru akan semakin sulit dan semakin lama impian itu tidak akan terwujud

    saya coba” buka internet dan saya lihat postingan orang yg sukses di bantu oleh seorang aki dari sana saya coba menghubungi aki awalnya saya sms terus saya di suruh telpon balik disitulah awal kesuksesan saya.jika anda ingin mendapat jalan yang mudah untuk membayar hutang lewat sebuah jalan pesugihan putih lewat bantuan seseorang dari gunung kidul dan akhirnya saya pun mencoba menghubungi beliyau dengan maksut yang sama untuk impian saya dan membayar hutang hutang saya.puji syukur kepada tuhan yang maha esa melalui bantuan aki romo dukun super natural dari gunung kidul membantu saya lewat dana gaib langsung masuk rekening saya 1 milyar

    Saya mau mengucapkan banyak terimah kasih kepada ki romo atas bantuannya untuk mencapai impian saya sekarang ini dan sya sudah punya kendaraan beroda 4 yaitu hrv

    Dan jika anda ingin bantuan seorang dukun super natural untuk mendapatkan dana gaib yang di jamin sukses silahkan anda hubungi ki romo di nomor telepon 085-218-653-567 terimah kasih atas bantuannya

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)