Mei 242015
 
Presiden Barack Obama (Reuters)

Presiden Barack Obama (Reuters)

Washington — Presiden AS Barack Obama menggambarkan kejatuhan Ramadi, ibu kota Propinsi Anbar di Irak, sebagai kekalahan taktis. Namun AS belum kalah.

“Saya tidak berpikir kita kalah,” ujar Obama dalam wawancara dengan malajah The Atlantic yang dipublikasikan, Kamis (21/5), tidak lama setelah Ramadi jatuh.

“Tidak diragukan lagi ada kemunduran taktis, kendati Ramadi rentan untuk waktu sangat lama,” lanjutnya.

Sejak Agustus 2014, atas perintah Obama, koalisi pimpinan AS melancarkan pemboman ke sekujur wilayah yang dikuasi ISIS. Sampai hari ini, AS diperkirakan telah membom 6.000 sasaran di Irak dan Suriah, dengan target melemahkan ISIS.

Semula, banyak petinggi militer AS yakin ISIS melemah, yang memungkinkan Irak dan milisi Muslim Sunni melakukan perlawanan darat. Yang terjadi justru sebaliknya.

AS dan sejumlah negara Eropa telah mengirim pasukan untuk melatin tentara Irak. Di Anbar, provinsi yang kini sepenuhnya jatuh ke tangan Irak, pasukan yang dilatih AS gagal total.

Meski demikian Obama tetap menolak gagasan mengirim pasukan tempur AS ke Irak. Ia tidak ingin AS terlibat lagi dalam perang brutal seperti saat menggulingkan Saddam Hussein.

Menjawab pertanyaan siapa yang harus dipersalahkan atas kejatuhan Ramadi, Obama mengatakan; “Kurangnya pelatihan dan penguatan pasukan Irak.”

“Pasukan Irak telah ditempa dsar kemiliteran yang cukup,” lanjutnya. “Namun ada indikasi sistem perintah dan kontrol tidak berjalan. Pelatihan yang diberikan juga tidak tepat, terutama untuk pasukan di wilayah Muslim Sunni.”

Ramadi adalah jatung Muslim Sunni, dan sangat dekat dengan Baghhdad — ibu kota Irak. Pengamat militer yakin sebanyak apa pun pemboman ke Ramadi dan jalur menuju Baghdad, tidak akan menghentikan ISIS menuju ibu kota Irak dan merebutnya.

Di sisi lain, Washington dan Baghdad sepakat tidak menggunakan Milisi Shiah untuk melawan ISIS, karena hanya akan memicu konflik sektarian di sekujur Irak.

Persoalan menjadi rumit ketika Washington dan Baghdad juga menolak memberi senjata kepada milisi suku-suku Muslim Sunni. Kejatuhan Ramadi dan Anbar lebih disebabkan oleh yang terakhir ini.

Ada alasan lain yang mendasari keputusan Baghdad tidak menyalurkan senjata kepada Muslim Sunni, yaitu dominasi Shiah di pemerintahan dan militer.

Inilah.com

jakartagreater.com

  26 Responses to “Obama: Jatuhnya Kota Ramadi Bukan Kekalahan AS”

  1.  

    Pertama

  2.  

    yah jd dah

  3.  

    Assalamu alaikum,
    Sutradara ngomentarin filmnya

  4.  

    Asu ga kan pernah mau mengakui kekalahanya

  5.  

    Adu DOMBA..adu DOMBA..domba diadu..@lyric lagu H. Roma Irama..Minyak diKERUK ASU..Senjata diJUAL ASU ke TimTeng..makanya AsTeng terkait LCS kata Bang Napi..WASPADALAH..

  6.  

    Hehehe .. hanya bisa ketawa geli. Ini dagelan (becandaan) yang paling menggelikan. Sudahlah indonesia jangan terlibat sedikitpun meski pemerintah irak meminta bantuan, buang2 waktu.

  7.  

    ya sudahlah, semua itu mungkin. mungkin kali ini kau kalah lagi. akui saja, apa sulitnya itu. sulitnya mungkin ketika kepntinganmu terbongkar, dalihnya melatih tetapi melanggengkan niat mu.

  8.  

    Klo dalam 1 negara aja ga kompak n menganak emaskan yg 1 dan menganaktirikan ya laen.. Dan tmbul perpecahan.. Gw jamin ni negara Tinggal menghitung jari aja kejatuhannya, smoga ini jdi pelajaran untk kita semua.. Bahwa persatuan n kesatuan adalah yg nmr 1 demi keutuhan NKRI tercinta..

  9.  

    Ini mah akal akalan amrik ajah biar konflik tetap berlanjut,klo memang mo hancurkan ISIS itu mah gampang karena levelnya lbh rendah dari negara. ngalahin irak dan afganistan aja bisa cepet,ngalahin ISIS kok lambat banget kaya keong 😀

  10.  

    Mamariki bohong!! Paman sam main dua kaki koq di iraq, wong isis ciptaannya…tentara iraq tau itu, makanya buat apa lawan isis mending lari….tentara iraq mundur itu sudah betul…hehe..apa sih kurangnya teknologi dajjal mamariki…masa hancurin isis aja susah…bohong..bohong..bohong 10000x

  11.  

    Tantangan sekarang adalah bagaimana caranya membuat proxy war antar negara bagian di ASU, biar ngelu ndase de’we….

  12.  

    asu mank suka jualan dari jamannya perang dunia. jadi semakin banyak perang semakin banyak jualan senjatanya. asu makin kaya. belum lagi dengan sda yg bakal d sedot jika bisa buat rezim boneka..

  13.  

    Penuh dengan konspirasi busuk.
    NKRI jgn sampai terseret.

  14.  

    Seperti suku Indian yang digambarkan kejam dan suka mengambil kulit kepala dan bar-bar, negara berpenduduk muslim sedang mendapat “proyek” penggambaran serupa lewat oknum2 khawarij, sebelum akhirnya bisa menguasai tanah mereka dengan dalih “membuat peradaban”… heh, padahal mereka kriminal sebenarnya, isis tak mungkin menyimpan rekening bank di Irak & suriah, pasti ada negara proxy, dan itu mereka pura2 tidak tahu, negara peradaban tinggi yang “PPATK”-nya kalah oleh Indonesia… bahhh… andai TNI tidak kuat, Indonesia adalah sasaran yang lebig menggiurkan,,, next papua after timor leste, waspadalah…. wkk

  15.  

    ya jelas gak mau bantu lg karena anggaran pertahanan uda berkurang, pasti akuntanya lg berhitung untung ruginya dan akibatnya bantu irak.

  16.  

    Amerika tgl duduk di bangku empuk…ngeliatin timteng ancur…pinter banget!! Moga2 negara2 timteng pd sadar…

  17.  

    yg di khawatirkan,US bidikannya beralih ke negara penduduk muslim terbesar dunia,Bukan hanya motif SDA saja,tapi juga dari hasrat kepuasan utk menguasai dunia beserta isinya,dari konflik antar suku,antar agama,antara pemerintah dgn Rakyat,antara Tentara dgn rakyat,antar islam dgn islam yg beda pemahaman,antar kaya dgn miskin,antar nasionalis dgn agamawan,antar abangan dgn religius,strategi pecah belah ASU.Indonesia wapadalah..Gelorakan Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila di bumi Indonesia.

  18.  

    America memang sudah di takdirkan di bumi ini, dan untuk memimpin bumi ini.

  19.  

    Yuk..kita hajar Om oh mama ini yg arogan dan licik ini.