Sep 012019
 

Drone Okhotnik Rusia. (@ Russian MoD)

Moskow , Jakartagreater.com – Pengiriman serial Drone serangan berat Okhotnik (Hunter) kepada pasukan Rusia akan dimulai pada 2025, ujar kantor Wakil Perdana Menteri Rusia Yuri Borisov kepada TASS di acara kedirgantaraan internasional MAKS-2019, dirilis TASS, 28-08-2019

“Pada 3 Agustus 2019, sebuah prototipe Drone pengintai dan serangan berat Okhotnik melakukan penerbangan debutnya. Sejumlah besar uji coba diperlukan untuk membawa Drone ke tingkat model seri produksi. Serial pengiriman ke unit dari Angkatan Aerospace (direncanakan) dimulai dari 2025, “kata kantor wakil perdana menteri.

“Volume dasar tes penerbangan (Drone Okhotnik) direncanakan akan dilakukan pada 2023-2024, termasuk modifikasi serangan dengan berbagai senjata yang diluncurkan dari udara,” kantor mencatat.

Okhotnik akan berfungsi sebagai “platform dasar universal untuk membawa senjata canggih yang diluncurkan dari udara, sistem pengintaian di atas kapal, dan peralatan lainnya, yang akan memungkinkan terus-menerus memperluas kemampuan fungsional Drone selama serial produksi,” katanya.

Okhotnik drone serangan berat

Penerbangan debut oleh Drone serangan berat Okhotnik Rusia yang dikembangkan oleh Biro Desain Sukhoi berlangsung selama 20 menit. Seperti yang ditentukan oleh Kementerian Pertahanan, pesawat itu “melakukan beberapa flyover di sekitar bandar udara pada ketinggian sekitar 600m di bawah kendali operator dan mendarat.”

Penerbangan berlangsung di salah satu aerodrom pengujian Kementerian Pertahanan. Okhotnik memiliki fitur teknologi siluman dan desain sayap terbang (tidak memiliki ekor) dan memiliki berat lepas landas 20 ton. Drone memiliki mesin Jet dan mampu mengembangkan kecepatan sekitar 1.000 km / jam.

Menurut data Kementerian Pertahanan Rusia, Drone memiliki lapisan anti-radar dan dilengkapi dengan peralatan untuk elektro-optik, radar dan jenis pengintaian lainnya. Model Okhotnik yang dikendalikan dari jarak jauh diluncurkan di pameran pertahanan internasional Angkatan Darat-2019 di luar Moskow pada akhir Juni 2019.

Sebuah sumber di industri pertahanan dalam negeri sebelumnya mengatakan kepada TASS bahwa serangan pesawat siluman berat Okhotnik akan melakukan beberapa uji terbang lagi tahun ini. “Program uji penerbangan Okhotnik menetapkan beberapa penerbangan lagi dengan komplikasi penugasan berurutan,” kata sumber itu.

Drone akan melakukan salah satu penerbangannya dalam mode sebagian otonom : operator di darat hanya akan memberikan beberapa perintah, sumber tersebut menyatakan. “Sebuah kemungkinan juga dipertimbangkan untuk penerbangan Drone yang sepenuhnya otonom tanpa partisipasi operator ketika lepas landas, menjalankan programnya dan mendarat hanya di bawah kendali sistem panduannya sendiri.”

Seperti sumber lain di industri pertahanan mengatakan kepada TASS, sebelum itu Drone sudah melakukan beberapa take-off, melompat beberapa meter di atas landasan pacu dan mendarat segera setelah itu. Drone melakukan serangkaian tes seperti itu tetapi mereka tidak dipandang sebagai penerbangan penuh, kata sumber itu.

Acara kedirgantaraan internasional MAKS-2019 berlangsung di kota Zhukovsky di luar Moskow pada 27 Agustus-1 September 2019. Penyelenggara acara adalah Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia dan perusahaan teknologi tinggi Rostec. Sebanyak 827 perusahaan dari 33 negara mengambil bagian dalam pertunjukan dirgantara, termasuk 184 perusahaan asing.

  One Response to “Okhotnik, Platform Dasar Universal Pembawa Senjata Canggih”

  1.  

    Ini drone tercanggih saat ini. Jika sdh selesai uji, akan bertandem dng SU-57. Sebelumnya telah dicoba duet dng SU-30 SM3 dan berjalan lancar.
    Drone akan diproduksi masal, akan dijadikan loyal wingman bagi SU-57 dalam menghadapi palagan modern. Duet yg tangguh dan sengada lawan di dunia….xicixicixicixi