Oct 212017
 

Desain Pesawat Tempur KFX (photo : IHS Markit/Gareth Jennings / Janes.com)

Jakartagreater.com. Cobham Antenna Systems telah mendapatkan kontrak dari Korean Aerospace Industries Ltd (KAI) untuk merancang dan memasok, perangkat antena conformal untuk pesawat tempur masa depan, KF-X, pesawat multi peran dan pesawat tempur generasi terbaru buatan dalam negeri, ujar Perusahaan Cobham, 17/10/2017.

Cobham Antenna Systems telah menjadi pemimpin dalam teknologi antena conformal sejak perusahaan berdiri lebih dari 50 tahun yang lalu. Kekayaan pengalaman ini telah memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan rangkaian lengkap antena konformal untuk platform KF-X.

Tidak seperti antena tradisional yang dipasang di lapisan kulit, antena konformal dibangun di dalam kulit dan memungkinkan pengurangan drag, aerodinamis yang lebih baik, dan biaya perbaikan siklus hidup yang berkurang.

Conformal Antenna disiapkan Cobham untuk pesawat KF-X (Cobham).

Suite antena conformal KF-X akan menawarkan berbagai fungsi Komunikasi, Navigasi dan Identifikasi (CNI).

“Cobham adalah pemimpin pasar yang mapan dalam teknologi antena conformal dan menyediakan platform dengan antena Komunikasi, antena Navigasi dan Identifikasi yang memberikan kinerja dan keandalan yang tinggi.” David Bulley, Vice President, General Manager Cobham Antenna Systems mengatakan, “Program KFX sangat penting dan penghargaan ini memungkinkan Cobham Antenna Systems untuk terus memimpin pasar dalam perancangan dan penyediaan antena dan sistem penerbangan untuk platform tempur generasi mendatang.”

Rudal Launcher

Sebelumnya, Cobham Mission Systems yang berbasis di Wimborne, Inggris, tanggal 22/8/2017 mendapatkan kontrak senilai £ 7 juta dari Korean Aerospace Industries Ltd (KAI) untuk menyediakan peralatan pengangkut senjata dan pelepasannya untuk pesawat tempur multi fungsi generasi masa depan KF-X.

Cobham akan mengirimkan sejumlah unit Peluncur Rudal / Missile Eject Launcher (MEL) ke KAI pada tahun 2020 untuk pesawat tempur KF-X, yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2025. Alat ini aadalah long stroke ejection system yang sangat kuat yang memungkinkan pengangkutan dan pelepasan rudal udara-ke-udara jenis Meteor atau AMRAAM tanpa perubahan peran”, ujar Vice President, GM dari Cobham Mission Systems Wimborne, Ken Kota.

Missile Eject Launcher untuk KFX (Cobham.com)

Bersamaan dengan itu Korea Selatan menargetkan dapat menyelesaikan rancangan jet tempur canggih ini pada paruh pertama tahun 2018, dengan tugas utama lainnya yang sedang berjalan dengan baik, yakni pengembangan sistem radar AESA di proyek KF-X, ujar wakil DAPA, Korea Selatan beberapa waktu lalu.

“Kami menempatkan sentuhan akhir pada konfigurasi tersebut, dan berencana untuk melakukan PDR pada bulan Juni 2018,” pejabat yang meminta namanya tidak disebutkan kepada Janes.com yang menambahkan bahwa PDR ini akan diikuti oleh tinjauan desain kritis (critical design review / CDR) pada bulan September 2019 ; peluncuran prototipe pertama di tahun 2022; dan masuk ke layanan pada tahun 2026.

  26 Responses to “Onderdil Jet Tempur KFX/IFX Terus Dilengkapi”

  1. siang

  2. Kok korea mulu yg kerja bikin ini itu, kontrak ini itu, Indonesia masa nonton doang? Hiks sedih…

  3. Kok korea mulu yg kerja bikin ini itu, kontrak ini itu, Indonesia masa nonton doang? Kontribusinya Indonesia selain sharing 20% itu apa dong? Hiks sedih…

  4. iya kan…boeing mau upgrade f/a 18 dengan fitur stealth. benar benar menjadi pesaing utama kfx/ifx…mesin sama lagi. tetapi memang kemampuan mesin ge 414 luar biasa. sebuah pesawat berbasis kapal induk mampu menggotong hingga 8 ton beban. setara dengan su 27 (bukan su 33)

  5. sy rasa Prototype IFX tdk ada Rudal Launcher atau Missile Eject Launcher, jd dg kata lain IFX setara dg SU-35, sdngkan KFX setara dg F-15 SE

  6. bung @Iryandi Pulungan karena sesuai perjanjian indonesia dg korea dpt prototype block I yg tdk ada IWB di perut ifx, anggaran cuma 20%, masalah geopolitik keamanan dr pihak washington & pentagon, dn terakhir pangsa pasar hrs di dominasi pihak LM

  7. Kfx sedang mengambangkan peluncur rudal dan radar AESA..

 Leave a Reply