Jan 102019
 

Sepasang jet tempur F-35A Australia mendarat di Pangkalan Udara Williamtown Β© Kemhan Australia via Twitter

JakartaGreater.com – “Program jet siluman F-35 senilai $ 1,5 triliun bermasalah dan belum siap untuk memulai tahapan pengujian tempur kritis, terang direktur pengujian Pentagon dalam memo bulan Agustus yang sebelumnya tak diungkapkan, yang diperoleh oleh Pusat Informasi Pertahanan di Project On Government Oversight (POGO). Keputusan tersebut menandai kemunduran lain dalam pengembangan program akuisisi terbesar dan termahal Pentagon, seperti dilansir dari laman National Interest pada hari Senin.

Memo tersebut dikeluarkan tanggal 24 Agustus 2018, mengatakan program tersebut belum memenuhi kriteria yang diperlukan untuk memulai tahapan pengujian tempur yang penting yang disebut sebagai Uji dan Evaluasi Operasional Awal (IOT & E).

POGO melaporkan bahwa para pejabat program telah berusaha untuk membuatnya tampak seolah-olah program telah menyelesaikan fase pengembangan, dengan mengubah dokumen untuk mengklasifikasi ulang kekurangan desain yang berpotensi mengancam nyawa untuk memberikan kesan tampilan kemajuan daripada benar-benar telah memperbaikinya.

“Menguji pesawat dengan perangkat lunak dan sistem yang tidak akan ada di pesawat ketika dikirimkan ke layanan akan sia-sia, dan memberikan sistem yang belum teruji tempur akan membahayakan nyawa pilot”, demikian kutipan memo tersebut.

IOT & E adalah rintangan hukum terakhir yang harus diatasi oleh program akuisisi sebelum dapat memasuki produksi penuh. Menurut undang-undang federal, proses itu tidak dapat dimulai sampai Direktur Pengujian dan Evaluasi Operasional “menyetujui” secara tertulis bahwa program telah memenuhi semua kriteria yang diperlukan untuk bisa melaksanakan program pengujian yang disepakati.

Jet tempur F-35B mendarat di geladak kapal induk

Robert Behler, Direktur Pengujian dan Evaluasi Operasional, telah menunda IOT & E hingga program tersebut mengatasi beberapa masalah pada perangkat lunak. Behler menulis bahwa pengujian operasional tak bisa dimulai sampai program memperbarui versi perangkat lunak operasi F-35, file data misi, Sistem Informasi Logistik Otonom (ALIS) dan perangkat lunak infrastruktur jangkauan pengujian.

Meskipun tidak dijelaskan dari memo tersebut soal masalah khusus apa yang masih harus diselesaikan, laporan pengujian sebelumnya menemukan kekurangan teknis utama dalam kemampuan F-35 untuk menggunakan rudal udara-ke-udara utama AIM-120 dan bias yang tak seperti biasanya terhadap jarak dan sasaran yang sebenarnya ketika pilot menembakkan kanon, mengakibatkan mereka secara konsisten kehilangan target darat selama pengujian.

Versi berikutnya dari perangkat lunak F-35, Behler menulis, harus menambah kemampuan pesawat untuk memastikan dapat melakukan beberapa misi pertempuran utama, termasuk serangan strategis, larangan udara, serangan udara ofensif dan serangan elektronika.

Mission Data Loads (MDL) pesawat adalah file besar berukuran petabyte, sinyal elektronik ancaman, data tentang senjata musuh potensial, serta sistem ramah untuk memungkinkan sensor F-35 untuk menyortir teman dari musuh. ALIS adalah jaringan pemeliharaan serta logistik yang sangat bermasalah yang mana ini menggabungkan fungsi diagnostik tertanam, manajemen rantai pasokan dan panduan pemeliharaan. Pengujian sebelumnya menemukan bahwa sebagian besar fungsi ALIS hanya bekerja dengan upaya manual tingkat tinggi oleh administrator dan personel pemeliharaan ALIS.

Pilot mendapat pengarahan di kokpit jet tempur F-35C Β© US. Navy via Wikimedia Commons

Para pejabat layanan dan program sebelumnya telah menetapkan pada 15 September 2018, sebagai tenggat waktu untuk memulai IOT & E. Behler menghadapi “tekanan” yang sangat besar untuk tetap sesuai jadwal itu, telah menunda tanggal mulai sekitar dua bulan, ketika versi perangkat lunak yang diperbarui diharapkan baru dapat dikirimkan.

Ini adalah contoh dari kantor pengawas pemerintah penting yang bekerja tepat seperti yang dimaksudkan. Kongres AS menciptakan Kantor Uji Operasional Pentagon pada tahun 1983 untuk memastikan anggota parlemen bisa menerima informasi yang akurat tentang kinerja sistem senjata baru.

Sebelum kantor dibentuk, setiap data pengujian yang diterima oleh anggota Kongres telah disaring lewat jalur birokrasi yang memiliki kepentingan dalam memastikan tak ada yang menghalangi sistem senjata untuk mencapai produksi penuhnya.

Keputusan tentang produksi tingkat penuh dan pengujian tempur harus didasarkan kepada kinerja, bukan hanya berdasarkan jadwal yang telah ditentukan. Menguji pesawat ini dengan perangkat lunak dan sistem yang tidak akan ada di pesawat ketika dikirim ke layanan akan sia-sia, dan memberikan sistem yang belum diuji tempur akan membahayakan nyawa pilot. Kami senang melihat Direktur Uji Operasional dan Evaluasi menempatkan anggota layanan di atas kepentingan kontraktor.

jakartagreater.com

  9 Responses to “Oops, Jet Siluman F-35 Tak Siap Tempur?”

  1.  

    Program Joint Strike Fighter dibuat untuk menggantikan pesawat tempur lama, dengan biaya pengembangan, produksi, dan operasi yang relatif kecil. Ini dicapai dengan membuat pesawat tempur dengan tiga varian, yang masing-masing memiliki kesamaan 80%.
    Ketiga varian tersebut adalah:
    – F-35A, Pesawat lepas landas dan mendarat konvensional (conventional takeoff and landing, CTOL) yang rencananya akan menggantikan F-16 Fighting Falcon Angkatan Udara Amerika Serikat mulai tahun 2011.
    – F-35B, Pesawat lepas landas pendek dan mendarat vertikal (short-takeoff and vertical-landing, STOVL) yang menurut rencana akan menggantikan AV-8 Harrier II dan F/A-18 Hornet Korps Marinir Amerika Serikat serta Angkatan Laut Italia, dan Harrier GR7/GR9 Britania Raya mulai tahun 2012.
    – F-35C, Pesawat kapal induk yang direncanakan akan menggantikan F/A-18 Hornet (varian A/B/C/D saja) Angkatan Laut Amerika Serikat mulai tahun 2012….https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/09/f-35-lightning-ii-joint-strike-fighter.html

    Sumber: https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/09/f-35-lightning-ii-joint-strike-fighter.html
    Konten adalah milik dan hak cipta militerhebatdunia.blogspot.co.id

    •  

      Wah, bukannya sebagian data itu diperoleh dari berbagai sumber termasuk Wikipedia ya? πŸ˜€ hhihihiihih jangan seperti tetangga sebelah yang suka mengakui milik orang sebagai milik sendiri πŸ˜›

  2.  

    MANTAP BELUM SIAP TEMPUR GAN.

  3.  

    tuh kan mengakui,selama ini ya memang demikian, seperti film”missionimpossible”s lalu dibantah.

  4.  

    Burung hantu

  5.  

    Saya sarankan jangan dipakai utk bertempur, kasihan kalau jatuh sendiri, nanti bisa bikin malu

  6.  

    Produk gagal