Nov 262016
 

Pesawat tempur yang digunakan selama Operasi Ambalat.

Pesawat tempur yang digunakan selama Operasi Ambalat.


Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Tarakan, Kolonel Pnb Umar Fahturohman, mengatakan bahwa Operasi Ambalat yang dilaksanakan TNI Angkatan Udara selama beberapa hari di Kaltara cukup berhasil.

Kolonel Pnb Umar menjelaskan bahwa sebelum dilakukan patroli, helikopter tentara Malaysia sering melakukan pengintaian di kawasan Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan. “Saya barusan dapat informasi tidak ada lagi helikopter tentara Malaysia yang melakukan pengintaian di sana,” ujarnya, seperti dilansir Prokal pada Sabtu (26/11).

Danlanud Tarakan juga menjelaskan bahwa perlu ada pesawat tempur yang disiapkan di Tarakan sehingga sewaktu-waktu dapat melakukan patroli di kawasan perbatasan. Menurutnya, pesawat tempur yang cocok untuk kawasan Kaltara yang cukup luas adalah pesawat dengan kapasitas bahan bakar lebih banyak seperti Sukhoi, F-16 dan T-50.

Sumber: prokal.co

Bagikan:

  20 Responses to “Operasi Ambalat Tegakkan Kedaulatan NKRI di Perbatasan”

  1.  

    Klu ada yg jaga BUDM ya ngumpet di dahan lah…kwaaak…kwaaak…kwaaak..

  2.  

    tes

  3.  

    Fa 50 juga oke tuh, 36 pesawat seprtinya cukup, 12 di tarakan, 12 di biak dan 12 di el tari kupang cukuplah untuk patroli tinggal up grade radar nya ajah klw bisa aesa dan kemampuan BVR air to air missile nya yang ok. Keluarga flanker duduk manis di makasar saja bisa turun tangan kalau keadaan mendesak klw sekadar patroli sih second layer juga cukup tdk perlu heavy fighter

  4.  

    bawa rudal sekalian pak, klu ngenyel hapus dr radar tu pesawat yg bandel..

  5.  

    Kalau bisa dibuat pangkalan militer yang lengkap fasilitas nya ….
    Bagi semua Angkatan di TNI …
    Tidak akan Ada Musuh berani masuk Ke perbatasan NKRI ..

  6.  

    tembak aja pantat beruk yg usil suka ngintip pisang dikebun bung colibri pak!!

  7.  

    malon ini mmg negara licik indonesia hrs waspada,,,untk myanmar tolong hentikan kekerasan kpd muslim rohingya biksu dan tentara myanmar tdk beradab…myanmar mncoba mengundang malapetaka jk tdk dhentikan umat muslim 1,7 mlyr lbh siap mmbntu sesama muslim

  8.  

    “beruk” jadi jadian kali bung…

    xixixi….

  9.  

    Jangan keliru…
    Si beruk sebelah tuh masih menunggu momen Embargo asu dkk terhadap NKRI,mengingat alutsista buatan barat masih berlangsung dg RI dan masih dominan menguasai ketimbang buatan lain. Saat ada celah itu,maka si beruk pasti menikam lagi dari belakang.
    Embargo masa lalu RI yg membuat kita kehilangan sipadan ligitan,embargo masa lalu kita juga kehilangan timor timur. Biarpun kita memiliki ahli diplomasi yg hebat sekalipun tanpa didukung kekuatan militer yg kuat ya tak berarti apa2. Dominasi alutsista buatan asu dkk berikut teknologi yg dipakai dg persentase lebih besar biarpun didukung inhan dalam negeri yg masih merangkak serta persentase yt kecil dari produk negara lain bisa jadi membahayakan kedaulatan nkri saat ada celah utk mengembargo lagi RI. Waspada ajalah…
    Kalo wacana embargo thd RI berulang lagi,sdg alutsista buatan negara lain yg bersebrangan dg nato serta dukungan inhan dalam negeri yg memadai spt china,iran,india,dll. Maka embargo tak akan melumpuhkan kekuatan tni secara penuh dan bisa membuat dukungan diplomasi RI akan berjalan dg rasa penuh percaya diri. Alutsista buatan barat yg dibeli berikut tot yg diberikan pastinya tdk 100% diberikan kecuali komponen2 yg tak diberikan tuh bisa dibuat sendiri di dalam negeri syukur2 bisa dicangkok dari negeri lain. Dalam arti kata misal: pesawat f16,t50,hawk diembargo berikut sistem persenjataannya,maka masih ada sukhoi berikut sistem persenjataannya yg tetap terbang. Kasel u boat,changbogo,sigma,bung tomo class dll diembargo part sistem2nya yg gak di tot kan ke RI,maka masih ada kilo berikut kapal perang yg tersisa buatan dalam negeri yg bisa patroli berikut kalo mau beli macam buyan m,gorskhov,type 052,type054,dll berikut persenjataanya. Leopard,apache,astros diembargo masih ada bmp3f,rm 70,mil,anoa,komodo,dll yg masih tetap jalan menjaga kedaulatan negara.

  10.  

    Peswat ini aslinya pesawat latih lanjut kode T = Training, Asli T50, milik indonesia kode TA 50(Training advanced) hanya utk latih + tempur ringan, sayang nya awal kedatangannya tanpa dilengkapi Radar,,komuniasi hanya via Radio,,kalu pesanan Pihilipina kode FA= Fighter Attack , FA 50 (meski pesawat kecil), jelas isinya lbh lengkap drpd punya RI…FA 50 merupakam Improved dari T50 menjadi penempur sejati (kelas ringan) Asli T 50 Golden Eagle,puna RI: TA 50 Golden Eagle, punya Pinoy: FA 50 Golden Eagle. Jadi RI masih punya PR utk melengkapi agar sama dg punya Pinoy

  11.  

    T50 nya blm ada radarnya tuh. Jaman skrng jet tempur ngga pake radar jd kayak P 50 mustang ngga pake meriam. Bisanya terbang doang. Tolong pemerintah lbh care masalah yg begini. Nt lg patroli..tau-tau musuh udh nempel di ekor.

  12.  

    kalo alutsista kosongan gini
    ada yg lg nyengir th d pojokan
    gak berani komen
    wkwkwkk

 Leave a Reply