Dec 102015
 

Graphic1.jpg2

Batalyon Infantri 406/CK melaksanakan tugas Pengamanan perbatasan RI-PNG di sektor utara wilayah Distrik Senggi Provinsi Papua. Satgas Yonif 406/CK memiliki tanggung jawab memasang patok batas RI-PNG sejumlah 13 patok mulai dari MM 4.3 s.d 7.2. Diantara ketiga belas patok tersebut baru terpatroli 4 patok oleh Satgas yang lama yaitu Patok MM 4.3, Patok MM 4.4, Patok MM 4.5 dan Patok MM 6.1A., demikian disampaikan Dansatgas Yonif 406/CK Letkol Inf Aswin Kartawijaya pada saat pelaksanaan patok perbatasan beberapa waktu yang lalu.

Dansatgas Yonif 496/CK mengatakan baru melakukan patroli di empat patok disebabkan jauhnya jarak yang harus ditempuh dan medan yang sulit. Namun ini tidak akan menjadi kendala bagi Satgas Yonif 406/CK yang baru saja melaksanakan tugas, salah satunya adalah mencegah bergesernya patok perbatasan RI dengan negara tetangga, termasuk perbatasan RI-PNG di wilayah Papua.

Graphic1

“Indonesia berbatasan darat dengan 10 negara tetangga, dimana dinegara-negara berkembang tapal batas sering menjadi permasalahan yang dapat memicu ketegangan kedua belah pihak. Sesuai dengan undang-undang no 34 tahun 2004 TNI memiliki tugas pokok dimana salah satunya adalah menjaga kedaulatan wilayah NKRI. Oleh karena itu, TNI sepanjang waktu selalu menggelar operasi pengamanan perbatasan baik di wilayah darat, laut maupun udara Indonesia”, ujar Letkol Inf Aswin kartawijaya.

Dansatgas Letkol Inf Aswin menyatakan Satgas Yonif ini mulai melaksanakan patroli untuk menemukan patok yang menjadi tanggungjawabnya, terutama patok-patok yang belum terpatroli oleh satgas sebelumnya. Salah satunya yaitu Pos Batom yang telah melaksanakan patroli patok MM 6.B dan 6.2 berjarak sekitar 35 km dari pos. Untuk mencapai patok tersebut, Pos Batom harus menempuh perjalanan dalam waktu dua hari satu malam dengan berjalan kaki dan menyusuri sungai dengan menggunakan long boat.

Graphic1.jpg3

Dalam patrolinya, anggota Satgas berangkat pada pukul 05.30 WIT kemudian berjalan kaki dari Pos Batom menuju Kampung Muara Co. 0492340 9511860, dilanjutkan bergerak menuju patok MM 6.2 menggunakan Long Boat. Pada Pukul 12.00 WIT Tim patroli sampai di patok MM 6.2 Co 0500179 9495321 (S 04°33’57.2’’ E 141°0’5.84’’), akan tetapi patok MM 6.2 sudah tidak ada lagi/hilang. Titik Koordinat patok MM 6.2 berada di tengah sungai (kemungkinan terkena Abrasi). Kemudian Tim Patroli menancapkan bendera merah putih di Co 0499986 9495957 (S 04°33’36.5’’ E 140°59’59.5’’) sebagai tanda di pinggir sungai dekat dengan koordinat patok MM 6.2. Pada pukul 13.00 WIT Tim Patroli berangkat menuju Kampung Abu Keerom Co. 0495300 9516670 menyusuri sungai dengan menggunakan Long Boat dan bermalam di kampung tersebut untuk kemudian pada paginya dilanjutkan patroli ke patok berikutnya.

Dansatgas Yonif 406/CK Letkol Inf Aswin kartawijaya berharap ditindaklanjutinya oleh pihak yang bertugas dan bertanggungjawab untuk membangun kembali patok MM 6.2 yang hilang terkena abrasi sungai. Patok-patok batas tersebut merupakan titik tanda batas negara dan merupakan kedaulatan negara yang harus dijaga.

Puspen TNI

Bagikan Artikel:

  11 Responses to “Operasi Batalyon Infantri 406/CK di Perbatasan RI-PNG”

  1. kok praunyaa kayuu yaahh…

  2. prahu kayuuu..

  3. Gak bisa apa pemerintah dan kemenhan memberi transportasi yg bagus buat pasukan2 penjaga perbatasan….kesannya terlihat masih di biarkan seadanya…miris…

  4. Yonif 406/CK, Markasnya di kota saya tuh..

  5. Keliatannya udah disiplin sekarang, pake rompi anti peluru Dan helm

    • ya kadang2 rompi malas di gunakan berat sih, kasus papua mayor yg ditembak karena merasa sudah kenal sama warga trus sedikit aman akhirnya tingkat waspada berkurang…….ya namanya melawan gerilya seperti itu..

  6. Long boat itu artinya perahu kayu toh……

  7. Long boat itu artinya perahu kayu toh…..

  8. kok pakai sampan?????? apa indonesia kaga kebeli speedboat ya???kan “KATANYA kaya wkwkwk….
    kasian juga dg bapak yg punya sampan kalau ada yg klaim ITU PUNYA KITA YG DITITIPIN AMA TUH BAPAK WKWKWKWK…

  9. Indonesia berbatasan darat dengan 10 negara?

 Leave a Reply