Operasi Berlanjut, Kapal Perang TNI AL Tangkap 2 Kapal Ikan Filipina di Tahuna

104

 

Jakarta – KRI Yos Sudarso-353 menangkap dua kapal ikan dengan ABK warga negara Filipina di Perairan Tahuna, Sulawesi Utara, Jumat (5/11/2014). Kedua kapal yang diamankan kapal perang jajaran Satuan Kapal Eskorta Koarmatim yakni KIA/KM Gherry dan KII/KM Princes Joy 02.

Saat diperiksa, KIA/KM Gherry diawaki oleh 12 orang ABK. 9 Orang di antaranya warga negara Filipina dan tidak bisa menunjukan satu pun dokumen kapal maupun dokumen ABK alias kapal tersebut bodong.

Sedangkan KII/KM Joy 02 diawaki oleh 10 orang ABK termasuk 4 orang ABK warga negara Filipina. Saat diperiksa, dokumen kapal tersebut tidak sesuai ketentuan, di antaranya jumlah ABK tidak sesuai dengan Crew List, demikian juga dengan surat keterangan tenaga kerja asing yang ditunjukan, masa berlakunya sudah kedaluarsa.

Dari rilis yang diterima detikcom, kedua kapal tersebut oleh KRI Yos Sudarso yang dikomandani oleh Kolonel Laut (P) Sigit Santoso diserahkan ke Lanal Tahuna untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Sementara itu, beberapa hari yang lalu, KRI Sorong-911 yang berada di jajaran Satuan Kapal Bantu Koarmatim menangkap kapal ikan berbendera Indonesia KM Aroma Uli-09, di sekitar Laut Aru, Selasa (2/12).

Pada saat itu KRI Sorong yang sedang melaksanakan tugas Operasi Keamanan Laut di Bawah Kendali Operasi Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmatim, memergoki KM Aroma Uli-09 tengah mengangkut 50 ton ikan campuran.

KM Aroma Uli adalah jenis kapal penangkap ikan milik PT Kristalin Dwilestari, dengan tanda selar GT.231 No.905/MMA dengan bobot 231 GT. Kapal ikan tersebut dinahkodai Chilffandry W. Layan, serta diawaki 27 Anak Buah Kapal Warga Negara Indonesia dan tiga ABK Warga Negara Asing berkewarganegaraan Korea.

Dari hasil pemeriksaan awal diduga melakukan beberapa pelanggaran antara lain alat tangkap ikan yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertera dalam SIPI (panjang total pukat ikan 37 meter riil 40,25 meter, panjang bagian kantong 8.50 meter riil 18 meter).

Pelanggaran lainnya yaitu masa berlaku Buku Pelaut untuk tiga orang WNI telah kedaluarsa dan kapal tidak dilengkapi dengan peralatan meteorologi. Selanjutnya KRI Sorong membawa KM Aroma Uli-09, nahkoda dan ABK dikawal menuju Lanal Tual, Maluku Tenggara guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Sebelumnya, dua hari yang lalu, Rabu (3/12) jajaran Kapal Koarmatim juga berhasil menangkap 9 kapal ikan yang melakukan tindak pelanggaran pidana di Laut Aru, Arafuru dan Laut Sulawesi,” jelas Kadispenarmatim Letkol Laut (KH) Abdul Kadir. (detiknews)

109 KOMENTAR

  1. Mbah sudah mengamati beberapa pemberitaan hari ini, belum ada kapal nelayan china yang ditangkap.

    Mbah ingin kapal nelayan china ditangkap dan di bakar kapalnya.
    Mbah ingin seluruh kapal nelayan china di tangkap dan di bakar.
    Mbah sangat sangat ingin.

    Mohon jangan hanya nelayan filiphina dan vietnam saja.

    MBAH INGIN NELAYAN CHINA

  2. Berani meneggelamkan kapal china, berarti menabuh genderang perang, Masih ingat kan adek adek semua kejadian patroli keamanan laut kita diancam ditenggelamkan PLAN ?

    Menengelamkan kapal nelayan china, berarti undangan PLAN untuk datang ke Natuna, karena Natuna adalah teritori mereka, versi mereka.
    Jangan mengundang pasukan serigala Biru untuk datang ke natuna.

  3. SERU….. SERU……. SERU !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Nah ini masuk ke fase pemanasan Gelanggang Laut china selatan. Berarti kita yang mengundang pasukan abadi itu kesini.
    Berarti ada alasan PLAN mendaratkan armada mereka ke Natuna, untuk melindungi Nelayan mereka.

    Vietnam, malaysia, filiphina tidak berani dan mana berani menangkap nelayan china yang mencuri ikan di laut mereka.

    Kita Mau uji nyali ya ???

    Mbah dukung 100 %

    BAKAR SELURUH KAPAL PENCURI IKAN
    KHUSUSNYA NELAYAN CHINA

    mbah ingin tau reaksi PLAN saat nelayannya kapalnya di Bakar.

    Mbah pesen satu hal, jeburin sekalian nelayannya ke laut biar PLAN langsung naek darah.

      • mau tau kenapa mbah : selama ini selisih BBM yg besar antara dalam negri dan international menimbulkan mafia migas yg luar biasa, kapal2 niaga baik asing maupun dalam negri yg berstatus international banyak membeli bbm selundupan dengan harga dalam negri dan ini terjadi di semua pelabuhan indonesia dan juga dijual sampe keluar negri terutama singapur, mafia migas ini sulit di brantas karena pelakunya dari masyarakat sampe pejabat. dan ketika selisih bbm dalam dan luar negri semakin sempit maka mafia migas dengan sendirinya berkurang krn tdk nutup hrgnya dengan operasional penyelundupan. termasuk skrg singapur kelabakan krn tidak menerima bbm selundupan dari indonesia. saya 11 thn di tanjung perak mbah , jadi tahu mafia migas di kapal2.

      • mbah bowo… coba mbah liat apbn kita.. tiap tahun pasti ada ngutangnya untuk nambal kekurangan anggaran belanja. lha wong utang yg dulu aja belum lunas ko malah mo ngutang lagi. arahan pemerintah kan jelas. buat pembangunan. dan lagian tujuan dinaikan sekarang agar inflasi tdk tinggi.
        sy masih ingat jaman sby naikin dr bbm dr 2400 jd 4500. itu dampaknya gedhe mbah.. yg kerja di pabrik bnyk yg diberhentikan. makan aja susah mbah.. jaman itu mbah demo ga?

  4. Pantes nelayan kita miskin puluhan tahun karena semua ikan besar sampe kecil dikeruk, bio laut rusak, karang hancur dan kerugian ekonomi ribuan trilyun setiap tahun oleh Kapal Ikan illegal asing termasuk Kapal Ikan Cina, Mbah dukung Kapal tersebut dibakar seperti Nelayan Kita yg dibakar oleh Australia dan PNG. Sejak Zaman Majapahit, Leluhur Mbah yaitu Raden Wijaya sudah berperang dengan Tentara Cina di Jawa dan menang. Sekarang mari kita sama-sama saksikan TNI AL membakar/ membom kapal ikan illegal asing tersebut demi penegakkan hukum dan kedaulatan NKRI. Jales Veva Jaya Mahe.

  5. Kisah Gesekan Di Laut Natuna
    Selasa, 26 Maret 2013 : Jam 05.18 WIB
    Pada posisi 04o 48,78’ N / 110o 18,70’ E , Kapal
    Pengawas Hiu Macan 001 mendeteksi adanya kapal-kapal
    asing yang sedang beroperasi di Laut China Selatan ZEE
    Indonesia.
    Jam 05.40 WIB
    Pada posisi 04o 52,49’ N / 110o 18,08’ E , Kapal
    Pengawas Hiu Macan 001 melakukan pengejaran terhadap
    kapal asing yang sedang melakukan penangkapan ikan
    untuk melaksanakan proses HENRIKHAN.
    Jam 06.00 WIB
    Pada posisi 04o 59,52’ N / 109o 57,22’ E , Kapal
    Pengawas Hiu Macan 001 berhasil memberhentikan Kapal
    Ikan China 58081 GT.150 jumlah awak kapal 9 (Sembilan)
    orang dengan alat tangkap TRAWL. Kapal tersebut
    tertangkap tangan sedang melakukan penangkapan ikan
    dengan menggunakan alat tangkap TRAWL di Laut Cina
    Selatan ZEE Indonesia. Setelah dilakukan pemeriksaan
    kapal tersebut tidak memiliki dokumen yang sah. Para
    awak kapal dipindahkan ke Kapal Pengawas Hiu Macan
    001. Selanjutnya saya (Nakhoda) Kapal Pengawas Hiu
    Macan 001 menurunkan 4 (empat) personil untuk
    mengamankan dan membawa kapal tersebut.
    Jam 07.30 WIB
    Saya (Nakhoda) telpon Bapak Direktur Kapal Pengawas
    dan beliau memerintahkan Kapal Pengawas Hiu Macan
    001 untuk membawa 1 (satu) Kapal Tangkapan China
    58081 bergerak menuju Satker PSDKP Natuna untuk
    proses hukum lebih lanjut.
    Jam 06.00 WIB
    Pada posisi 04o 47,39’ N / 109 o 57,80’ E , saya telpon
    kembali Bapak Direktur Kapal Pengawas untuk
    melaporkan kehadiran 1 (satu) Kapal Tangkapan China
    NANFENG datang mengejar iringan Kapal Pengawas Hiu
    Macan 001 dan Kapal Tangkapan China terus mengikuti
    Kapal Pengawas Hiu Macan 001 dan 1 (satu) tangkapan
    kapal Cina 58081. Kapal Pengawas Hiu Macan 001
    berusaha untuk menghubungi kapal patroli Cina dengan
    menggunakan radio VHF terus menerus tapi tidak ada
    jawaban. Kapal Pengawas Hiu Macan 001 dan 1 (satu)
    Kapal Tangkapan Cina 58081 tetap terus melanjutkan
    perjalanan.
    Jam 10.25 WIB
    Terlihat ada kapal dengan kecepatan tinggi dari arah timur
    laut mengejar iringan Kapal Pengawas Hiu Macan 001 dan
    1 (satu) Kapal Tangkapan China, ternyata Kapal Patroli
    Cina 310 dengan bobot lebih besar dari Kapal Patroli Cina
    NANFENG yang sebelumnya.
    Jam 10.40 WIB
    Kapal Patroli China 310 menghubungi Kapal Pengawas
    Hiu Macan 001 menggunakan radio VHF di channel 16
    berbahasa Inggris untuk bernegoisasi meminta kapal ikan
    China tersebut untuk dilepaskan dengan memberikan
    WARNING ke Kapal Pengawas Hiu Macan 001 dengan
    cara :
    1 (satu) Kapal Patroli China NANFENG
    menghambat lajunya perjalanan Kapal Pengawas
    Hiu Macan 001 dan 1 (satu) Kapal Tangkapan
    China.
    1 (satu) Kapal Patroli China 310 dengan
    persenjataan yang lengkap membunyikan sirine 2
    (dua) kali agar Kapal Pengawas Hiu Macan 001
    dan Kapal Ikan China 58081 berhenti dan terus
    menghubungi Kapal Pengawas Hiu Macan 001
    meminta agar Kapal Ikan China dilepaskan
    dengan memberikan waktu 30 menit, jika
    permintaan mereka tidak dipenuhi maka mereka
    akan tetap mengancam.
    Jam 11.35 WIB
    Saya (Nakhoda) menelpon Bapak Direktur Kapal
    Pengawas untuk berkoordinasi dan melaporkan kejadian,
    tetapi teplon satelit yang ada di Kapal Pengawas Hiu
    Macan 001 mendapat gangguan oleh Kapal Patroli China
    sehingga tidak berfungsi. Dengan pertimbangan demi
    keselamatan awak Kapal Pengawas Hiu Macan 001, Kapal
    Ikan China tersebut kami lepaskan pada posisi 04 o 37,43’
    N / 109o 46,30’ E.
    Jam 12.10 WIB
    Kapal Pengawas Hiu Macan 001 melanjutkan perjalanan
    untuk melakukan Patroli Pengawas Kembali.
    Jam 12.30 WIB
    Sudah menjauh dari sekitar 10 mil dari Kapal Patroli China
    301 dan NANFENG, telpon satelit berfungsi kembali. Saya
    (Nakhoda) menelpon kembali Bapak Direktur Kapal
    Pengawas dan melaporkan bahwa Kapal Tangkapan China
    58081 sudah lepas.
    Sedanau, 27 Maret 2013
    NAKHODA KAPAL PATROLI HIU MACAN 001

    kira2 berani nga tni dengan nelayan china mungkin ini yg di maksud pesan MBAH BOWO .artikel yg komplit ada di jkartagreater juga…

  6. Eeh mbah bowo saya kira embah sudah di esekusi hehehe,, liat hal nya nanti mbaah tngl 14 giliran
    kapal thailan yg akan di esekusi ,, waktu selanjut
    nya adlh kapal kapal malingsia yg akan di
    esekusi ,, dn selanjut kapal kapal China mbah danselanjut nya lg kapal kapal besar yg
    akan di tenglamkan ,, akan segera hadir di saat
    pemimpin pemimpin dunia tercengang akan
    ketegasan pemimpin Indonesia ,,
    Adakala nya Negri ini di pimpin orang2 lembek,
    keras , tegas dn lugas … INDONESIA takn pernah gentar oleh siapapun, !
    “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu
    dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan
    bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia
    dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno)
    Salam NKRI …

  7. Bener dek mbah setuju setuju saja, tapi ya mohon di pikirken bagaimana balasannya setelah itu, PLAN tidak akan maen maen akan hal ini, ingat dek pedang mereka setajam pedang kita juga, kita berani tapi mereka juga punya keberanian yang sama.

  8. Kok sepertinya ingin menebar permusuhan dan kebencian dengan negeri negeri tetangga, Bisa ngak ya pemerintah lebih santun, misalnya ya dek, nenggeleminnya diam diam dan minta maaf dulu, atau kapalnya saja disita, lagian kasian juga dek, itu nelayan nelayan kecil.

  9. JANGAN RAGUKAN KEWIBAWAAN MBAH BOWO(kata kata yg paling kusukai dari mbah bowo)ha,,,ha,,,,klo udah mbaca tulisan ini pasti aku nyekikik sendiri bacanya,,,ha.,ha,,,,moga sehat mbah ya,,,biar bisa nglihat perang cina,,,bentar lagi kok,,,he,,,he

      • Bikin malu sj punya pembibim pengecut,, mending tdr ajah mba…. Dr pd yg di bimbim jg ikut jd pengecut, pahlawan kita itu berani 2 mbah masa cucunya d bibimbing sm pengecut, indonesia punya sejarah besar makanya hrs tau sejarah biar pangeran diponegoro ikut tersenyum melihat cucunya menjd pemberani,, mengenal jokowi sukarno tersenyum.. Mengenal mbah bobo ibu pertiwi tertidur… TELUK MANDAR BAMBU RUNCING..

  10. Mbah buatkan puisi untuk Nelayan China yang akan di bakar kapalnya

    Nelayan Nelayan dari Utara
    Oleh : Bowo Kusumo

    Wahai engkau nelayan nelayan dari utara
    Mengapa engkau jauh jauh ke kesini
    Bukankah di negerimu disana banyak ikannya
    Tapi engkau menebar jaring di negeri kami

    Wahai Nelayan dari utara
    Mengapa engkau begitu pongah
    Tidak takut engkau dengan senjata kami
    Ataukah niatmu berkonfrontasi dengan kami

    Wahai nelayan dari Utara
    Sikapmu sangatlah tidak bersahabat
    Engkau menangkap ikan kami dengan jaring laba laba
    sedangkan nelayan kami menangkap ikan dengan jaring sederhana

    Pergilah kau secepatnya dari Natuna
    Atau meriam kami akan berbicara
    Kami akan keras padamu wahai nelayan Utara
    Karena engkau tidak bisa di beri pengertian dengan kata-kata

  11. Gk heran, berita itu b enar. memang proses penenggelaman kapal udah dari dulu. Jaman mentri kelautan freddi numberi 2004 – 2009 100 lebih kapal nelayan asin g dibakar ( tak satupun kapal cina) , cuma gk pernah diliput media, malah national geographic yg buat dokumentasi