Jul 162017
 

Kapal Orca 4 KKP (Ditjen PSDKP-KKP RI)

Kupang – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia segera menyiagakan Kapal Pengawas Perikanan KM Orca 04 untuk mengawasi wilayah perairan perbatasan antar Negara di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Dalam 1 atau 2 pekan ke depan ini kapal pengawas KM Orca akan datang ke NTT,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), NTT, Ganef Wurgiyanto, pada Minggu 16 Juli 2017 di Kupang.

Ganef Wurgiyanto mengatakan hal itu sehubungan hasil rapat koordinasi pengawasan perikanan DKP Provinsi, bersama sejumlah unsur pengawas perikanan di antaranya Satgas 115 dari KKP, TNI-AL, Badan Keamanan Laut (Bakamla), Polisi Perairan, dan Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), beberapa waktu lalu di Jakarta.

Mantan Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP NTT itu menngatakan, terdapat isu yang menjadi fokus pembahasan terkait pengawasan perikanan di Provinsi dengan luas wilayah laut mencapai 200.000 km persegi itu, yakni masalah “destructivefishing” seperti pemboman dan peracunan ikan serta pengawasan wilayah perairan di perbatasan antar Negara.

Untuk pengawasan perairan perbatasan antar Negara itulah, KKP menyiagakan kapal pengawas KM Orca 04 yang memiliki ukuran panjang 60 Meter, dengan kecepatan 25 knot, serta dapat beroperasi secara terus menerus sampai 14 hari.

Sementara untuk pengawasan masalah “destructive fishing” dioptimalkan dengan kapal pengawas yang disiagakan pusat melalui Stasiun PSDKP Kupang, serta didukung dengan kapal pengawas milik DKP provinsi maupun TNI-AL dan Polisi Perairan.

Ganef Wurgiyanto mengaku belum mengetahui untuk berapa lama Kapal Orca disiagakan di daerah itu, namun penyiagaan itu dalam rangka peningkatan pengawasan di wilayah perbatasan antar Negara.

“Saya belum tahu berapa lama disiagakan di sini, namun perairan kita memang menjadi bagian fokus pengawasan karena berbatasan langsung dengan Australia dan Timor Leste,” ujar Ganef Wurgiyanto.

Kepala Stasiun PSDKP Kupang, Mubarak, menjelaskan pihaknya berupaya meningkatkan pengawasan wilayah perbatasan antar Negara terutama Negara tetangga Timor Leste di bagian utara Pulau Timor.

“Peningkatan pengawasan itu menyusul adanya penandatanganan (agreement) antara negara Timor Leste dan China beberapa waktu lalu, yang pada intinya memperbolehkan China menangkap ikan di wilayah perairan Timor Leste,” kata Kepala Stasiun PSDKP Kupang, Mubarak, sewaktu  dihubungi Antara secara terpisah di Kupang.

Menurut Mubarak, Negara Timor Leste memiliki luas wilayah laut yang sangat kecil dibandingkan dengan NTT, sementara Armada Kapal penangkapan ikan yang dimiliki China umumnya berukuran besar.

Untuk itu, usaha peningkatan pengawasan penting dilakukan untuk memastikan agar Armada kapal kedua negara tidak melakukan penangkapan ikan di wilayah Pengelolaan Perikanan RI (WPP-RI).

Keerja pengawasan dilakukan dengan dukungan kapal KM Hiu Macan 003 yang telah disiagakan PSDKP Pusat di Kupang untuk mengawasi wilayah laut 0-12 Mil maupun di atas 12 Mil  sampai wilayah perairan perbatasan negara dengan Australia dan Timor Leste.

“Untuk pengawasan hingga wilayah perbatasan negara ini ada juga bantuan kendali operasi (BKO) dari Pusat kapal pengawas yang lebih besar KM Orca, yang dapat dikerahkan sewaktu-waktu tergantung kondisi di perbatasan Negara,” ujar Kepala Stasiun PSDKP Kupang, Mubarak, dilansir ANTARA, 16/7/2017.

  8 Responses to “Operasi Kapal ORCA 04 KKP di NTT”

  1. “Penandatanganan (agreement) antara negara Timor Leste dan China memperbolehkan China menangkap ikan di wilayah perairan Timor Leste”

    Sama halnya dgn Djibouti (Afrika) pangkalan militer China yg baru aja dibuat,
    China boleh/bisa aja menggunakan alasan melindungi kepentingan Jalur Perdagangan di Timor Leste nantinya jika diizinkan Otoritas TIMTIM..
    Demam anti-australia sdg marak di Timtim (Efek persoalan pengeboran Minyak), so kemungkinan kuat ini ancaman jika tak diawasi.

    Imho

    • Kasihan negara kecil kismin jadi ajang pelampiasan kerakusan negara besar kaya.
      Kalo udah nyadar nanti giliran dilanda “demam anti-Cina”.
      Kalo kena demam terus kapan mau kerja membangun negaranya…

      • Itulah pentingnya aparatur negara punya prinsip pemikiran Rasional.
        Tentu sulit, setidaknya mayoritas aparatur negara dgn pemikiran Rasional saja sdh ckp karna gk ada yg namanya negara sempurna.

        Termasuk pucuk pimpinan sekalipun harus melewati prosedure agar dikemudian hari tak menjadi kontroversi seperti ini..

        Ngmg2 ini Timtim saja sudah salah langkah memberikan izin penangkapan ikan secara Legal, tp jika saja ada pembangunan pangkalan oleh China di Timtim ya itu Rasional menurut saya (Jika saya Warga Negara Timtim).

        Yg tdk rasional hanya isi Mou tsb seperti membuka keran untuk China disegala lini.
        Imho

    • kalo hal ini, kayanya dibanding indonesia, australia yang akan menjadi lebih parno deh. hahahha

    • Jng2 nanti mereka pun buka base militer di timtim yah seperti di afrika baru2 ini…

  2. China bernafsu menggeser pengaruh AS atas dunia! Komen yg td nyasar kmn ya?

  3. taruh KRI yang ada senjata nya
    jangan cm kapal patroli masih berani nyenggol
    ..

 Leave a Reply