Des 172018
 

Dari hasil pemeriksaan diketahui nama Kapal SPOB Patra Zalva II, Kebangsaan Indonesia, Nakhoda Indra, Jumlah ABK 8 orang, Rute Pelayaran dari Tanjung Uban tujuan Selat Panjang, Muatan Bio Solar 592 KL milik PLN Selat Panjang.

Pulau Rangsang, Jakartagreater.com – Keberadaan Unsur KRI Jajaran Koarmada I dalam memberantas kegiatan ilegal dan menegakkan hukum di laut terus membuahkan hasil. Kali ini KRI Sigalu-857 berhasil menangkap Kapal SPOB yang tidak dilengkapi Surat Izin Bongkar Muat Barang Berbahaya dan beberapa dokumen pelayaran tidak lengkap sehingga diduga melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2018 tentang Pelayaran di Perairan Pulau Rangsang, Riau.

Penangkapan berawal saat KRI Sigalu-857 melaksanakan patroli sektor di daerah Perairan Pulau Rangsang mendapatkan kontak kapal pada posisi 01° 08’ 000” U – 102° 38’ 000” T tepatnya di Perairan Barat Pulau Rangsang. Menindaklanjuti hal tersebut, KRI Sigalu-857 melaksanakan Pengejaran, Penangkapan, dan Penyelidikan (Jarkaplid) dilanjutkan dengan Peran Pemeriksaan dan Penggeledahan terhadap muatan, personel dan dokumen Kapal SPOB tersebut.

Dari hasil pemeriksaan diketahui nama Kapal SPOB Patra Zalva II, Kebangsaan Indonesia, Nakhoda Indra, Jumlah ABK 8 orang, Rute Pelayaran dari Tanjung Uban tujuan Selat Panjang, Muatan Bio Solar 592 KL milik PLN Selat Panjang.

Dugaan awal Kapal SPOB Patra Zalva II melakukan pelanggaran dan kesalahan karena selama beroperasi kapal tidak dilengkapi dengan Surat Izin Bongkar Muat Barang Berbahaya, Sertifikat Manajemen Keselamatan Kapal, serta Surat Izin Usaha Pengangkutan dari Menteri ESDM, yang mana hal tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2018 tentang Pelayaran.

Berdasarkan dugaan kesalahan tersebut, Komandan KRI Sigalu-857 Mayor Laut (P) Rifqi Muarief memerintahkan agar SPOB Patra Zalva II di Adhoc menuju Lanal Dumai untuk diperiksa lebih lanjut. (Dispen Koarmada I).