Apr 032018
 

KRI Kelabang-826 (TNI AL)

Padang – KRI Kelabang (KLB)-826 jenis kondor, tiba pada Senin 2 April 2018 di Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat, disambut oleh Tim Merplug Lantamal II. KRI Kelabang usai perjalanan dari Bengkulu sekaligus melaksanakan kegiatan Operasi Laut Wilayah Sumatera Barat, dan tiba pada pukul 08.30 Wib di Padang, dirilis situs TNI AL.

KRI Kelabang-826 merupakan satu dari empat KRI yang merupakan unsur kekuatan yang dimiliki oleh Satuan Kapal Patroli (Satrol) Lantamal II untuk mendukung kegiatan operasi di wilayah kerja Lantamal II dari Laut Sibolga hingga Bengkulu.

Kapal perang ini dibuat tahun 1971 dan masuk di TNI AL pada tahun 1995. KRI Kelabang memiliki panjang 56,79 M dan lebar 7.73 M dengan tinggi 16,75 M. Persenjataan yang dimiliki kapal ini antara lain meriam 25 MM di lambung kanan dan kiri, dan metraliur 12,7MM. KRI ini memiliki 35 personel pengawak yang handal dan di komandani oleh Mayor Laut (P) Aris Pratikto yang lahir di Bantul Yogyakarta tahun 1983.

dok. KRI Kelabang 826. (photo: SATROL KOARMABAR)

Pada saat kunjungannya di KRI Kelabang, Komandan Satuan Kapal Patroli (Dansatrol) Lantamal II Kolonel Laut (P) Joko Triwanto mengatakan, dengan datangnya Unsur KRI di padang ini maka akan lebih efektif dan efisian untuk melaksanakan giat operasi di wilayah kerja Lantamal II yang sangat luas untuk meminimalisir segala kemungkinan pelanggaran yang terjadi di perairan Sumatera Barat.

Menurut Joko Triwanto juga menjelaskan bahwa saat ini KRI Kelabang masih berstatus Operasi Nusantara 1A BKO di bawah Badan keamanan Laut (Bakamla) RI. Sambil menunggu pembangunan Dermaga Untuk Satrol Lantamal II di Bungus Teluk Kabung, untuk sementara Unsur-unsur KRI yang dimiliki Satrol Lantamal II disandarkan di Dermaga Batubara Teluk Bayur” tambahnya.

Bagikan :

  4 Responses to “Operasi Laut KRI Kelabang-826”

  1.  

    Sudah harus diganti.

  2.  

    ganti apa

  3.  

    indonesia harus ubah strategi perang laut nya,jangan mengandalkan permukaan dan bawah laut aja,,serang permukaan harus berkolaborasi sama penerbal,dan bawah lautnya saya rasa harus ada pesawat sekelas posseidon agar dapat lbih efektif mencegah serangan lawan

 Leave a Reply