JakartaGreater.com - Forum Militer
Jun 182014
 
Perompak Somalia yang membajak Kapal Sinar Kudus Indonesia

Perompak Somalia yang membajak Kapal Sinar Kudus Indonesia

Aneka komentar dan kontroversi tentang penyanderaan Kapal Sinar Kudus dengan 20 orang ABK dan Kapten Kapalnya di media massa tidak sempat diikuti oleh Laksamana Pertama A.Taufiqurrahman yang akrab disapa Laksma Taufiq, lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1985.

“Dalam dua belas jam setelah pengangangkatannya di pagi hari sebagai Komandan Gugus Tempur Laut Armada Barat (Guspurlabar), saya sudah harus berangkat tugas,” kenangnya. Semula Laksma Taufiq adalah Komandan Komando Latihan (Kolat) Armada Timur. Ia mengaku belum sempat memasuki ruangan kantor barunya, karena keburu berangkat tugas berlayar.

Laksma TNI Taufiq Dan Guspurlabar

Laksma TNI Taufiq Dan Guspurlabar

Taufiq bertugas memimpin pasukan pertama yang dikirim ke Somalia. Pasukan ini diangkut oleh dua kapal perang jenis fregat yaitu KRI Yos Sudarso dan KRI Abdul Halim Perdanakusumah. Kedua KRI juga dilengkapi dengan 1 helikopter dan boat Sea-Rider. Pasukan itu menjadi bagian dari Satgas Merah Putih yang terdiri dari 480 personel. Pasukan ini terdiri dari anak buah kapal, personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) Angkatan Laut, Detasemen Jala Mangkara, Sat 81/Kopassus, dan Unit Intai Amfibi Marinir.

Pasukan kedua adalah satgas pasukan kekuatan pendukung yang dipimpin oleh Mayor Jenderal (Marinir) Alfan Baharudin. Pasukan ini menyusul dengan kapal jenis LPD, KRI Banjarmasin. Kapal diawaki oleh 488 personel terdiri dari Kopaska Angkatan Laut, Pasukan Intai Amphibi Marinir, Kopassus Angkatan darat, pasukan Ray Hoowitzer, Kopassus dan Unit Ton Tai Pur Kostrad. KRI Banjarmasin juga dipersenjatai dengan 1 heli NP412, 7 boat Sea-Rider, 5 tank BMP3F, 4 unit Howitzer dan 18 perahu karet.

Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin Komandan Satgas Merah Putih

Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin
Komandan Satgas Merah Putih

Pasukan pendukung terakhir adalah satgas intel gabungan yang terdiri dari 15 personel intelijen TNI dan personel Badan Intelijen Negara (BIN). Total pasukan 999 personel. Panglima mengatakan operasi ini direncanakan dalam waktu yang sangat singkat dengan beberapa kendala, seperti tujuan operasi yang jauh dan posisi pangkalan terdekat berada di negara lain.

Sinar Kudus Korban Pembajakan
Mungkin orang tidak banyak tahu, Kapal Sinar Kudus bermuatan biji nikel seharusnya sudah sampai di Rotterdam 34 hari setelah keberangkatan. Kapal Sinar Kudus berangkat dari Pomalaa, Sulawesi Selatan menuju Rotterdam, Belanda pada tanggal 16 Maret 2011. Kapal itu diawaki oleh 20 orang di antaranya WNI dengan Kapten Kapal Slamet Jauhari.

Malang bagi kapal itu di Teluk Aden di wilayah perairan Somalia terdapat 28 kapal yang disandera dengan 600 orang sandera di dalamnya. Mereka sudah berbulan-bulan tersandera menunggu pembebasan. Somalia telah kehilangan pemerintah yang stabil dan dicabik oleh perang saudara sejak tergulingnya Presiden Mohamed Said Barre pada 1991. Di sebuah negara yang kekurangan sekali kesempatan kerja, perompakan dapat menciptakan “lapangan pekerjaan” dengan gaji bulanan yang besar.

Tidak mengherankan bila masalah pembebasan sandera bukan masalah sederhana. Operasi penyelamatan yang dilakukan harus tetap mengindahkan keadaulatan negara Somalia. Pembebasan sandera selalu menghindari collateral damage yaitu jatuhnya korban yang tidak dikehendaki atau akibat-akibat besar yang tidak diharapkan.

Sebagai prajurit TNI AL, Taufiq kemudian menyusun Rencana operasi untuk melaksanakan tugas memimpin pasukan pertama dengan sukses. Sebagai pribadi, ia harus menjamin bahwa keselamatan sandera tetap menjadi prioritas utama dan perintah tugas kepada prajurit di bawahnya merupakan perintah maut, karena dekat sekali dengan ancaman kematian sehingga penugasan ini bagaimana pun sempat memerlukan pertimbangan yang cermat dan cerdas. Tetapi, bagi Taufiq operasi seperti ini bukan yang pertama. Meskipun dalam skala yang lebih kecil, operasi pembebasan pernah dilakukannya.

Pengalaman Taufiq pada tahun 2004 memberi keyakinan itu. Ketika itu kapal tanker Indonesia dibajak oleh salah satu kekuatan separatis Indonesia di Selat Malaka. Bukan kebetulan, sebelumnya Taufiq menempa anak buahnya untuk berlatih menghadapi ancaman intensitas rendah yang harus dihadapi dengan kemampuan perseorangan. Tentu saja banyak komentar dari rekan-rekannya, bahwa ia mengada-ada, karena membuat latihan-latihan itu.

Tetapi, kenyataan di lapangan tugas memang berbeda. Ancaman itu datang. Ketika bantuan yang ia minta, tidak kunjung datang, maka pembebasan harus dilakukannya bersama anak buahnya. Pembebasan kapal tanker itu mampu dilaksanakan bersama anak buahnya. Konflik fisik dengan para penyandera dalam jarak dekat pun terjadi dengan sengit. Semua perompak tewas dan beberapa di antaranya tertembak hanya pada jarak 1,5 meter.

Operasi Pembebasan
Bagi pemerintah Indonesia dan TNI, operasi pembebasan di laut ini merupakan operasi jarak jauh pertama yang dilakukan. Komando penuh di tangan Presiden, Komando Operasi di tangan Panglima TNI dan Komando Taktis di tangan Danguspurlabar.

Di Somalia sudah ada kesatuan-kesatuan keamanan lain yang sudah beroperasi, seperti European Naval Forces dari Uni Eropa, dari PBB, dari NATO dengan Maritime Group 2 yang dikepalai oleh seorang Laksamana dari Belanda; Sementara itu, Amerika Serikat sudah menggelar tiga Task Force, satu untuk menjaga dan menjamin keamanan wilayah perairan setempat, antiperompakan, dan satu lagi Task Force yang khusus untuk keamanan di Teluk Persia.

Operasi penyelamatan yang dilakukan Indonesia mau tak mau harus berkoordinasi dengan kesatuan-kesatuan itu agar tidak timbul konflik yang tidak diinginkan. Kekuatan yang sudah tergelar mempunyai unique challenge, diantaranya operasi-operasi di pantai yang menjadi basis perompakan tidak dapat dilakukan, karena menghindari dikorbankannya dua jenis nyawa manusia, yaitu nyawa korban dan penduduk sipil. Taufiq pertama-tama membuat kalkulasi bagaimana karakter orang-orang Somalia itu?

Imbangan daya tempur seperti apa yang harus dibangun? “Orang Somalia memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, sehingga bila rasa nasionalisme mereka tersinggung, bagi mereka tidak ada rasa takut sedikit pun untuk melakukan apa saja, termasuk bertempur mati-matian,” tegas Taufiq. Para perompak itu diperkirakan didukung oleh 70 persen penduduk pantai sehingga menyulitkan operasi pembebasan. Sandera selalu dijadikan perisai hidup.

Pernah terjadi, kata Taufiq, kapal India yang mendekat untuk membebaskan sandera. Buru-buru nakhoda kapal mendapat todongan senjata sehingga lewat pengeras suara nahkoda kapal dipaksa meminta tentara yang mau menyelamatkan itu untuk menjauh. Tentu saja, tentara yang mau membebaskan itu kemudian mengurungkan niatnya agar sandera tidak menjadi korban.

Kapal Sinar Kudus

Kapal Sinar Kudus

Drama Pembebasan
Kapal Sinar Kudus berangkat pada tanggal 23 Maret 2011 dan diperkirakan tanggal 10 April bahan bakar di kapal akan habis. Oleh karena itu, KRI Yos Sudarso dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma direncanakan tanggal 2 April berada di Laut Arab. Ketika tanggal 29 Maret Kapal sampai di Colombo, ternyata Sinar Kudus sudah lego jangkar 3 mil dari Pantai Somalia sejak tanggal 25 Maret.

Taufiq merasa percaya diri, karena operasi ini didukung oleh pasukan elit TNI, seperti dari Den Jaka, Sat-81/Gultor, Batalyon Inti Amphibi, Kopaska, 4 Sea Riders, dan Frigate. Pada saat mendekat ke Perairan Somalia dilaksanakan pengamatan permukaan dan udara yang dimulai dengan jarak 400 mil, hingga jarak 20 mil dengan terus mengikuti perkembangan komunikasi radio dengan satuan- satuan lain dari mancanegara yang beroperasi di perairan itu disertai sejumlah pengintaian ke kapal. Karena, kapal yang disandera oleh pembajak jumlahnya banyak, maka tidak mudah menemukan Sinar Kudus.

Pengintaian dan pengamatan dilakukan dengan cermat dan terus menerus. Sesuai dengan arahan arahan Presiden, operasi penyelamatan baru bisa dilaksanakan bila tingkat keberhasilan dapat dicapai minimal 70 persen. “Padahal menurut saya baru 50 -50 persen”, kenang Taufiq. Sebabnya, meskipun kapal Sinar Kudus sudah ditemukan, tetapi pasukan penyelamat belum tahu dimana sandera berada? Kapal masih merapat di garis pantai sehingga bila operasi dijalan akan menimbulkan masalah hukum tersendiri.

Pengintaian oleh Sea Rider

Pengintaian oleh Sea Rider

Sambil menunggu moment yang “opportuned” maka kapal bertolak ke Oman untuk membangun Staging Base, baik untuk logistik maupun bahan bakar yang dapat dianggap sebagai Pangkalan Aju. Atase Pertahanan di kota Riyad – kebetulan namanya Ahmad Riyad bertugas untuk mengatur segala kelengkapan pangkalan itu, seperti logistik maupun penyediaan tenaga medis. Baru dua hari di kota itu, ada perintah dari Mabes TNI untuk “membebaskan sandera sekarang!”

Dalam operasi militer tugas prajurit adalah membebaskan sandera jadi tidak tunduk pada tuntutan perompak untuk membayar uang tebusan. Tetapi Sinar Kudus adalah kapal niaga. Rupanya PT Samudera Indonesia, melakukan negosiasi untuk pembebasan sandera. Salah satu anggota pembajak pernah menyatakan kepada Reuters mereka telah membebaskan Sinar Kudus setelah menerima pembayaran uang tebusan US$ 3 juta. Menurut pembajak, seperti dikutip kantor berita itu, mereka sedang meninggalkan kapal dan sedang mempersiapkan pelayaran lain. Ketika berita pembebasan itu dikonfirmasi ternyata masih ada para perompak di atas kapal, sehingga ABK belum bisa dikatakan bebas. Di samping itu, tidak ada jaminan bahwa setelah dibebaskan, kapal tidak disandera lagi oleh kelompok perompak yang lain.

Ditunda
Perintah pembebasan itu harus ditunda, karena rupanya ada proses negoisasi lain oleh pemilik kapal. Taufiq diperintahkan untuk mengawal KM Labobar yang mengangkut TKI ke Jeddah. Setelah tugas itu selesai kembali ada perintah “Laksanakan pembebasan, penyelamataan crew, pengawalan ke tempat yang aman, dan melaksanakan penindakan sesuai pertimbangan taktis”. Operasi yang dipimpin Taufiq dapat disebut sebagai “Temporary Independent Deployment” sehingga ia harus berkoordinasi dengan European Naval Forces yang kapal-kapalnya hadir di perairan itu. Ada kekhawatiran saat kapal sudah dibebaskan akan dibajak lagi.

image

“Perlu diketahui paling tidak ada 4 kelompok perompak di Somalia. Tiga kelompok setuju pembebasan, dan satu kelompok menolak,”kenang Taufiq. Oleh karena itu, seiring dengan usaha lain yang dilakukan oleh pemilik Sinar Kudus, sudah saatnya operasi dijalankan.

Rencananya kapal akan dibebaskan jam 14.00. KRI Yos dan KRI AHP siap memantau perkembangan. Saat itu di samping kapal-kapal Indonesia ada kapal Amerika USS Brain Birds dan satu Frigate dari Italia. Ketika helikopter pengintai diterbangkan mendekati pembajak, dapat diketahui bahwa di antara pembajak di dalam kapal belum ada kesepakatan.

Setelah ditunggu-tunggu pembebasan tidak terjadi dari jam 15.00 waktu setempat sampai jam 17.00, sampai jam 20.00. Taufiq makin yakin bahwa pembebasan harus dijalankan antara pukul 1 sampai 2 dini hari. Ternyata kapal melakukan lego jangkar untuk mendekati pantai Somalia dalam jarak 3 mil dari pantai. “Dari para pembajak itu rupanya ada orang angkatan lautnya sehingga tahu hukum internasional untuk meredam upaya pembebasan”, kenang Taufiq. Oleh karena itu, Taufiq memutuskan untuk mencegat kapal itu di kota Eyl yang berjarak 10 mil arah Utara perairan Somalia. Dari jarak 3 mil Helikopter disiapkan dengan dilengkapi General Purpose Machine Gun (GPNG) di sebelah kanan dan di sebalah kiri disiapkan para sniper (penembak jitu) menuju ke Sinar Kudus.

Pada jarak aman pasukan turun dan 3 perompak tertembak yang salah satunya memakai kaos milik Mualim Kapal Sinar Kudus. Dua di antaranya bernama Farah dan Abdulkadir yang dikenal paling galak. Semula perompak itu akan ditangkap, tetapi ternyata mereka melawan dengan menembaki heli. “Mereka menembak Komandan!” lapor anggota pasukan. Taufiq pun memerintah, “Sapu!”. Semua perompak dapat ditewaskan. Kapal Sinar Kudus dapat diselamatkan.

Di salah satu media ditulis, kesakisan salah satu satu ABK Sinar Kudus, “Saya tugasnya di kamar mesin, jadi tidak tahu pasti. Tapi sempat melihat tiga perompak yang sebelumnya menembak helikopter TNI AL, ditembak mati.” “Terima kasih. Kalau Bapak tidak sabar kami mati semua!” tagas para ABK. Sinar Kudus melaju ke wilayah aman. Drama penyanderaan Sinar Kudus selama 61 hari berakhir.

Frigate  Yos dan Halim kawal MV SInar Kudus

Frigate Yos dan Halim kawal MV SInar Kudus

Mogok
Keesokan harinya kapal Sinar Kudus mogok, karena mesin pendingin tidak berjalan akibat kehabisan air. Taufiq memerintah KRI Yos Sudarso untuk memberikan 20 ton air agar pendingin dapat berjalan kembali. Tanggal 4 Mei sampai di Pelabuhan Salalah, Oman untuk mengganti semua ABK yang bertugas. Para ABK yang telah dibebaskan dari penyanderaan akan diangkut pulang ke tanah air dengan pesawat. Untuk menjaga keamanan di kapal ditempatkan 7 orang pasukan.

Ketika kapal berada 100 mil dari Oman ada teriakan tanda bahaya dari kapal Uni Emirat Arab yang disergap kapal-kapal pembajak. Oleh karena itu, KRI Yos Sudarso berputar arah untuk menghalau para perompak itu. Tembak- menembak terjadi di kegelapan lautan. Tidak bisa dikonfirmasi berapa pembajak yang tewas sebelum mereka melarikan diri. Bagi para pembajak, mati dan hidup rupanya “tidak menjadi masalah serius”. Taufiq menyaksikan, perompak yang tewas langsung dibuang ke laut oleh teman-temannya. “Nyawa orang kok dianggap enteng saja,” tegas Taufiq yang mengaku melakukan sholat untuk para perompak yang tewas. Setelah kapal itu aman, barulah KRI Yos kembali mengawal Sinar Kudus. Komandan pasukan NATO di wilayah itu menyatakan pujian kepada Taufiq, “You do make different!”.

Karunia
Bagi Taufiq, semua pengalaman itu adalah karunia Allah SWT. “Tidak ada hal yang kebetulan dalam hidup ini”, katanya merendah. Manusia ibaratnya hanyalah syariat yang dipenuhi ma’rifat dari Allah. Keberhasilan pembebasan sandera dari pembajak Somalia adalah pembebasan dramatik yang boleh jadi akan menjadi model dan modus operandi bagi pembebasan sandera-sandera lain dari para perompak Somalia yang telah menjadi momok pelayaran dagang internasional selama beberapa dasawarsa. Kecermatan yang dilakukan oleh pasukan TNI di bawah komando Dan Guspurlabar mungkin diteladani pasukan-pasukan penyelamat internasional.

Kuncinya, menurut Laksma Taufik adalah menemukan momentum yang tepat, “Kalau terlalu cepat membahayakan pasukan, kalau terlalu lambat membahayakan para sandera.”

Selama ini pembebasan sandera berhenti di tingkat perundingan dan memenuhi tuntutan pembajak. Sesuatu yang tidak memuaskan di kalangan prajurit manapun di dunia, karena mereka yakin bahwa cara militer akan bisa mengatasi persoalan perampok Somalia. Karena bagi prajurit seperti dikatakan Laksma Taufik, “Tugas tentara adalah perang dan menang.” Dan pembebasan para sandera dari perompak Somalia yang dilakukan pasukan TNI tanpa satu nyawa pun yang menjadi korban di pihak TNI maupun sandera. Bravo Laksma Taufik. Jalesveva Jayamahe. (Redaksi Jalasena).

Jalasena, Edisi 02 Juni 2011

Bagikan:

  136 Responses to “Historia: Operasi Pembebasan Sandera Somalia”

  1.  

    saaattuuuu……….

    •  

      nebeng…

    •  

      harus’y sya koment dulu baru baca ya. hehehe….. selamat dech buat anda.

    •  

      Terungkap: USA Gemeter Gempur NKRI
      This entry was posted by tic lastiko on February 15, 2014 at 12:45 pm

      Pukul 04.00 WIB atau jam 05.00 waktu TEXAS USA , ada suatu yg istimewa dalam acara TALK SHOW di TV ABC 13 TEXAS. Acara tsb bekerjasama dgn Universitas Dallas TEXAS.

      Krn dlm wawancara tsb dihadirkan narasumber yg cukup kompeten. Tp yg menarik acara tsb justru menyangkut militer Indonesia.
      TALK SHOW di TV ABC 13 TEXAS menghadirkan para jenderal purnawirawan USA n BRITISH…tp ada seorang mahasiswa Universitas Dallas bertanya ttg penempatan MARINIR USA di AUSTRALIA.

      Maka jwbn dri Jenderal tsb cukup mencengangkan buat pemirsa semua… TALK SHOW di TV ABC 13 TEXAS dihadiri Jenderal (purn) Mike Jackson (pemimpin pasukan Inggris saat menyerbu Irak) Jenderal (purn) Tommy Franks (pemimpin DELTA FORCES saat OPERASI BADAI GURUN) Jenderal (purn) Peter Pace (mantan JENDERAL US MARINE dan KEPALA STAF GABUNGAN US) Mahasiswa dari Univ Dallas
      bertanya : apa penempatan US MARINE berindikasi akan serangan USA ke Indonesia suatu saat nanti? Jend. Peter Pace : ” saat ini ada 3 besar ekuatan MARINIR dunia n Indonesia berada pada posisi ke 3.

      Penempatan US MARINE hny utk STABILITAS kawasan di ASIA TENGGARA”Jgn bermimpi USA berencana menyerang Indonesia meski USA
      pimpinan NATO. Tdk pernah terpikir oleh pemimpin USA utk menyerang Indonesia. Presenter TV ABC 13 TEXAS, HANNAH menambahkan pertanyaan USA pernah terlibat konflik di kawasan ASIA TIMUR JAUH…knp Indonesia begitu diperhitungkan? Jend.Tommy Franks ” Kita pernah punya pengalaman pahit di VIETNAM dan KOREA, dan semua pemimpin USA sadar siapa dibalik ke 2 negara ASIA yg pernah terlibat konflik dgn kita.

      Indonesia adalah guru bg VIETNAM dan KOREA UTARA saat berperang melawan USA.” Jend. Peter Pace ” kita sering berlatih dgn Indonesia…kita sadar bgm kemampuan pasukuan khusus Indonesia, pasukan kita sering kewalahan dlm setiap latihan perang dgn Indonesia” Jend. Tommy Franks ” saat operasi pembebasan sandera di pesawat yg dibajak di Bangkok Thailand, DELTA FORCE memantau operasi tsb, tp yg tdk dimiliki oleh pasukan negara lain dlm pendidikan pasukan KHUSUS adalah , Anda akan terkejut bila mendapati satu mata pelajaran yang takkan didapat di pendidikan elite militer manapun, yakni pendidikan menaklukkan makhluk halus.

      Jend.Mike Jackson ” DOKTRIN militer Indonesia sdh dipakai di bebrapa negara ASIA bahkan AFRIKA krn Indonesia memang
      diminta melatih bbrp negara ASIA dn AFRIKA. Meski Indonesia kekurangan senjata tdk mungkin mudah menaklukkan Indonesia krn jk
      perang terjadi bkn hny militernya yg maju perang tp rakyatnya jg pasti turut membantu utk menghabisi lawan.

      SAS sdh pernah merasakan saat berhadapan dgn aliansi tentara Indonesia dan rakyat indonesia. Jd jgn pernah anggap ringan dgn Indonesia ungkap Jenderal Mike Jackson Seorang mahasiswi jg bertanya ttg kekuatan ASIA dimata MILITER INTERNASIONAL…apa jwb mrk? Lg2 Indonesia jd sorotan.

      Jend. Mike Jackson ” Indonesia dlm waktu dekat akan jd sebuah negara yg militernya sgt besar dan sulit tertandingi”Jend. Peter Pace ” Indonesia
      memiliki semuanya n kalo itu diopersionalkan mk Indonesia akan melampaui India dan Cina dlm perkembangan militer” Jend. Tommy Franks ” sebagai org yg pernah memimpin pasukan khusus , saya tau byk rahasia tekhnik militer yg tdk ditunjukkan dlm latihan perang
      bersma.

      Kalo saat ini byk negara terutama yg tergabung dlm NATO mengadakan hub dagang militer dgn Indonesia , itu sebuah kebijakan yg tepat, krn kalo tdk
      akan sgt membahayakan posisi NATO di ASIA, krn Indonesia memiliki konsep NON BLOK. Kedepan saya harapkan tdk ada sansi atau embargo yg dijatuhkan kpd Indonesia, krn itu dpt menimbulkan kerawanan dikawasan ASIA terutama LAUT CINA SELATAN Utk urusan LCS, Indonesia adalah
      kunci kita. Kalo USA tdk berhati hati memgang kunci tsb mk dampak besar akan dirasakan oleh sekutu kita dikawasn itu” Dlm akhir acara end.

      Tommy Franks mengungkapkan ” ada 1 pasukan khusus Indonesia yg jarang mengadakan latihan bersama yaitu AU. Pasukan khusus AU Indonesia adalah satu satunya pasukan dengan kualifikasi Korps Pasukan Khas TNI-AU di Asia dan terlengkap di dunia.”
      Meski USA juga memiliki pasukan serupa dalam beberapa satuan tp kelengkapannya tdk mamapu mengalahkan pasukan khusus AU
      Indonesia” ujar Jend.Tommy Franks

      •  

        Hadeh nongol lagi ni cerita hoax … udah ada yg konfirm itu berita hoax..udah lama itu

        •  

          Kalo dg sosok jendral2 nya USA nya sih ane kagak peduli tapi isi komen nya sih 99% beneran tuh …

        •  

          Bukan hoax bung. Itu pertama ada di warung bung vanz yang ada satrio suroboyonya silahkan cari.

          •  

            “pendidikan menaklukkan makhluk halus…” LOL
            instrukturnya UGB 😀

          •  

            Yang saya tau olah kebatinan dan tenaga dalam. Mungkin ini yang mereka maksud. Klo yang tidak resmi sih pasti banyak baik itu dalam bentuk jimat, amalan, dll. Tapi klo yang resmi yang saya tau Merpati Putih untuk tenaga Dalam. Biasanya seni beladiri dari timur yang banyak menggunakan tenaga dalam (olah pernafasan). Dan biasanya TNI juga memiliki kekhasan seni beladiri atau tenaga dalam dimana satuan itu berasal. Klo yang dari Banten seperti menguasai Debus…ini kombinasi kebatinan dan tenaga dalam yang saya tau. Atau yang dimaksud menaklukan mahluk halus seperti membuat orang kesurupan dan menyadarkannya. Bisa sebagai media komunikasi dengan mahluk halus atau memang untuk mengobati yang diganggu mahluk halus.

  2.  

    Sambil ngopi makin mantap baca diwarjak

  3.  

    Duuaaaaaxxx

  4.  

    mantab…

  5.  

    pertamax…….

  6.  

    melorot dah,..

  7.  

    Pertamaxx kahh

  8.  

    10 besar

  9.  

    horreyyyyy emppaaattttt

  10.  

    yes

  11.  

    Banyak bgt yg koment sblm baca…hehehe..untung sy udh baca di link yg d berikan bung@Sangkelat di artikel Kopaska Highlight…

  12.  

    Mantab jayaaa!!! Sunggug prestasi yang sangat membanggakan dr TNI, btw untuk back up pasukan internasional ga ada yah bung ? mksud sy scr tehnis operasi ?

  13.  

    Lama2 sebel liat yg komen pertamax…Dst..Dsb… Saya sebagai orang awam jadi sedikit mendapatkn ilmu dari komentar para sesepuh disini 🙁

  14.  

    owh ternyata masih di gunung sahari ya beliau, kupikir sudah pindah ke mabes 🙂 salah ternyata saya

  15.  

    alhamdulillah bisa komen setelah baca dan dapat no 12 hehhehehe…..

  16.  

    apakah ada KS kita yang ikut dalam operasi pembebasan MV Sinar Kudus???

  17.  

    Maaf ini kalau Panglima tertingginya buka kemedia + terpengaruh media = bocor maka 999 TNI & equipment bisa ruyam untung panglimanya ngerti militer,
    Mohon penjelasan hasilnya TNI Zero accident kah Amin semoga lancar
    Salam & Trim

  18.  

    Assault teams dari.kesatuan yg serem2 ya..beruntung ransom nya dibayar, kalau ngga disapu total. Mana mungkin pasukan khusus pulang bilang gagal padahal masih hidup. Gagal Kalau pada gugur .

    •  

      @black…ada yg lebih serem lg rencananya mau ada penyekatan di bibir pantai oleh tni….maksudnya mau menekan pembajak agar sama2 draw…..bebasin sinar kudus atau “kampung lu” gw sikat…

      •  

        Ngeri juga sih bung klo ini sampai kejadian karena skenarionya pendaratan amfibi gabungan untuk penyekatan. Dah bawa BMP3F dan howitzer segala. Pakai helikopter juga untuk bantuan pemantauan, sniper dan senapa mesin. Klo bawa grad, asli habis 1 kampung itu. Isunya dah ada satuan intelijennya yang memang sudah merapat ke kampung itu untuk persiapan skenario operasi penyekatan. Mungkin dari Taifib ya? Sayang belum ada untold story nya. Pelaksanaan operasi ini konon memang sangat di apresiasi oleh negara NATO, US dan negara lainnya yang bergabung dalam joint task force disana. Karena membuktikan kemampuan TNI memproyeksikan kekuatannya ketempat yang jauh. Ini disampaikan oleh SBY ketika PR.

        •  

          siapa bilang green water navy bung cakra..kita bisa ekspansi dgn alat seadanya..salam

        •  

          Rencananya Howitzernya tidak dibawa ikut turun mendarat tetapi akan digelar dan ditembakkan diatas geladak banjarmasin class untuk bantuan tembakan artrleri ke bibir pantai,,,
          Dan kemarin kan juga pernah diuci cobakan ,,
          Lumayan efektif kok.

          Ijin melakukan serangan terbatas ke pantai somalia sudah mendapatkan ijin dari pemerintahan somalia.
          Andaii terjadi..itu sejarah invasi kecil2an TNI di negara jauh
          Hehehehe

        •  

          Nah kan betul Taifib nay sudah mendarat di komen nya Bung PW no.20

        •  

          Yang sangat menarik buat saya, strategi taktis nya dilapangan. Apakah yang akan fokus operasi pembebasan SK adalah sat Gultor dan Denjaka? Sementara info bung PW yang bergerak ke SK adalah Kopaska.
          Kemudian operasi penyekatan karena kekuatan yang terlibat ada Taifib, Marinir, Tontaipur. Apakah yg bertugas untuk penyekatan ini Taifib untuk intelijen dan persiapan pendaratan amfibi marinir dan Tontaipur. Kemudian Marinir akan membuat tumpuan dipantai, sementara Tontaipur akan merangsek masuk ke perkampungan jika dibutuhkan. Apakah di skenario penyekatan ini Kopassus juga ikut bergerak atau hanya fokus ke SK.
          Mohon penjabarannya dari bung PW yang terlibat langsung. Bung Wer, Bung Sat, dan Bung PS untuk strategi taktis operasi gabungan seperti ini. Lalu kenapa dari unsur Paskhas dan Denbravo tidak dilibatkan? Apa karena Tupoksi nya walaupun mereka memiliki kualifikasi Komando dan trimedia.

          •  

            @Bung Cakra, untuk mengetahui team mana yg akan di tugaskan harus mengacu pada data lengkap di lapangan dan itu haruslah keputusan terbaik yg diberikan atasan..untuk keadaan seperti pembajakan Sinar Kudus..skema pergerakan pasukan, mohon maaf tidak dapat saya sampaikan..mengingat strategi ini adalah rahasia..jadi bukan karena pemerintah mengutus satuan terbaik TNI lantas dikarenakan AL yg paling banyak mengirimkan personilnya, semua tugas dipegang penuh oleh AL, tapi melainkan semua team ( AU,AD,AL ) sudah diberikan tugasnya masing” oleh Komandan Satgas Merah Putih berdasarkan planning… namun jika saja Plan “B” dilaksanakan, sudah tentu semuanya bekerja sesuai prosedur dan tugasnya.. 🙂

          •  

            Waduh sayang tidak boleh dibabar. Klo begitu saya tunggu analisis dari bung Wer dan Bung Satrio nih yang biasanya sangat bagus analisis strateginya. Kira-kira klo analisis anda berdua, dengan melihat satuan yang terlibat. Kira kira seperti apa. Klo saya yang awam kurang lebihnya seperti diatas.

  19.  

    No brapakah

  20.  

    Setahu saya ada cerita kalo upaya pembebasan sandera kapal dimaksud pihak TNI mengirimkan juga pasungan gabungan melalui pesawat sipil ke negara dekat somalia dan rencananya pasukan itu akan bergabung dengan pasukan yang dibawa lewat laut

    •  

      memang benar ada team lain yang di berangkatkan lewat udara menuju negara terdekat Somalia, tugas team tsb untuk memantau, menyiapkan kebutuhan ( all ) dan berkoordinasi dengan pemerintah ( pertahanan ) setempat dibantu oleh Kedutaan RI..

      •  

        Ada gk bung “sisi lain”yg “belum” diungkap dari operasi ini. 🙂

        •  

          sisi lain yg mana Bung De ? yg malam hari apa yg mau pulangnya ? 🙂

          •  

            Monggo bung @PW, dibabar dikit saja lah … biar nggak penasaran.

            He He.

          •  

            dikit aja ya.. malam ke 2 setelah siangnya pengintaian, Taifib sudah mendarat di pantai dan saat itu di pantai sedang ada aktivitas seperti api unggun..seperti informasi sebelumnya, bahwa perompak ini mempunyai kelompok” sendiri dan mempunyai kekuasaan sendiri yg sudah di atur sesama mereka. contoh, kelompok A dan kelompok B sudah mempunyai kapal sandera masing”..jadi besaran tebusannya tergantung ketua kelompok. sedangkan Kopaska, sudah mendekati kapal sinar kudus, namun team tidak naik karena perintahnya cuma mengawasi seberapa rapatnya pertahanan perompak kemudian melaporkan hal tersebut ke atasan. baru paginya Kopaska yg sejak semalam di dkt Sinar Kudus naik ke atas setelah ada perintah “kerjakan” serta tembakan dari kelikopter buat memecah konsentrasi perompak. target sasaran pertama yg harus dilumpuhkan adalah perompak yg memanggul RPG, selanjutnya yg berada di anjungan. untuk yg di geladak dan di haluan sudah di sapu dari helikopter.

          •  

            Yg malam hari boleh, yg jln plng jg monggo, kedua2 nya jg dipersilahken dgn sgla hormat bung@PW.. 🙂

          •  

            Nah itu bung pw..menurut saya ga mungkin klo cuman dr rentetan heli..pastinya dah ditongkrongin katak di bawah..dan pas ‘kerjakan’ baru deh serentak naik selagi direntet dr heli..jitu sekali persiapan dan strateginya.

          •  

            @Bung De, babarnya udh saya selipin dikit ya..

            @Bung Akung, strategi memang sangat dibutuhkan Bung..terlebih berada di tanah orang..sedikit info lagi.. Kopaska yg naik ke Sinar Kudus tidak dilengkapi rompi anti peluru, cuma berbekal senapan serbu G36, magazen, pisau komando dan cadangan HK P30 9mm..

            mohon maaf infonya cuma ini aja..

          •  

            jadi yang nyikat abis pembajaknya para katak yang tiba tiba di atas kapal ya Pak PW??/ hehehe btw,speedboat para pemberontaknya masih dijadiin “pajangan” tuh ya Pak??

          •  

            hehehe… Bung PW ikut ya waktu itu? :mrgreen:

          •  

            mantabs bung PW .. pakai Heckler & Koch G36 ,, salah satu assault rifle fav ane neh, apakah rifle ini standard pasus kita bung PW ? :mrgreen:

          •  

            Ini G36 tmsk kaliber kecil yang tidak dimana yg ketembak masih punya peluang hidup ya? Karena tidak tembus. Cocok buat situasi dimana ada sandera?

          •  

            Msh kurang dikiiit lg bung@PW..msh blom puas nie klo ada cerita ttg sepak terjang pasus kita.

            Spt yg bung@PS blg..sptnya bung@PW nie termasuk slh 1 pelaku dlm operasi ini. Salam Hormat saya bung@PW utk Anda & Saudara2 sejawat.

          •  

            @Bung NKRI, yg di sikat itu kelompok ke 4 yg sepertinya gak gak mau kalo uang tebusannya cuma segitu..sedangkan 3 kelompok lainnya sudah setuju dan sudah ada yg turun..

            @Bung PS, 😛

            @ Bung Pojo, senjata itu masih tetap di pergunakan untuk kondisi tertentu

            @Bung Flores, sepertinya anda mengenal seluk beluk jenis ini ya ? hehhe.. 🙂

          •  

            @Bung Bootoot, benar Bung, namun seperti info yg sudah di publish media, bahwa ada kelompok lain yg tidak setuju dgn jumlah yg sudah diberikan..

            @Bung De, wadduuuhh… katanya cuma minta babarnya dikit.. ya saya kasi dikit…hehehehe… saya cuma tukang service keliling aja kog Bung..hehehehe..

          •  

            Wah menarik nih Bung PW. Yang banyak diketahui orang dari operasi satgas Merah Putih ini dan banyak beredar di media bahwa baku tembak hanya terjadi dengan boat pembajak yang akan membajak kembali SK. Ternyata sebelumnya sudah terjadi baku tembak di atas SK. Dan baku tembak dengan pembajak yang di speedboat dan beredar video nya adalah baku tembak ketika membantu kapal UEA ya? Mohon koreksi jika saya salah.

          •  

            saat operasi dijalankan..gak ada satu pun awak media yg ikut..selama ini tayangan yg beredar adalah di ambil dr personil TNI sendiri..jika di tanya ada gak video / rekaman pada saat diatas Sinar Kudus ? jawabnya tidak ada.. karena membebaskan sandera di Sinar Kudus tidak sama pada saat latihan penanggulangan teroris/pembajakan.. kasarnya, siapa yg mau siapin nyawa hanya ingin mendokumentasikan kejadian di Sinar Kudus yg sebenarnya.. hehehhe…

            yg perlu di perhatikan adalah, bagaimana kita dapat menguasai keadaan tanpa ada korban dari sandera dan meminimalisisir kontak tembak..karena diantara para perompak itu, ada personal yg di perkirakan masih anak” yg kalo nembak secara membabi buta..

            jadi komentar Bung Cakra di atas tidak perlu di koreksi, karena itu juga benar.. hehehe.. 🙂 salam..

  21.  

    Suatu teladan yang perlu dicontoh.. Mantap.!!

  22.  

    pernah baca kalau perompak kapal sinar kudus memperlaku kan awak kapal SK dengan baik. . .mereka bilang jangan takut kami tidak akan menyakiti kalian karna kita sesama muslim dan karna kalian adalah warga indonesia dan kami menghormati indonesia. . .

    Perompak juga bilang kami juma cuma butuh uang untuk makan keluarga kami. . .

    Perompak juga mengajak awak kapal SK untuk sholat berjamaah dengan imam nya kapten kapal SK. . .

    jika itu benar bangga saya sebagai warga indonesia. . .

    M’f gak ada link cuma pernah baca. . .

    SALAM NKRI

    •  

      Kebalik bung, nahkoda kapal yang mengajak perompak untuk ikut sholat berjamaah. Walaupun tetap mereka diawasi ketika sedang sholat. Tapi ada beberapa juga yang ikut sholat berjamaah.

  23.  

    bagi saya, operasi militer ini menunjukkan bahwa TNI memiliki kemampuan dan mampu menggelar operasi militer jarak jauh dimana arti pentingnya adalah TNI AL sesungguhnya mampu menghajar musuh di luar batas negara jika diperlukan untuk melindungi kepentingan nasional Indonesia

  24.  

    Ayo SAPUUU trus org somalia !!! biar kapok

  25.  

    bangga dan salut
    semoga ke depan smakin lebih baik lagi,hingga TNI disegani kawan ditakuti lawan

  26.  

    bravo tni.
    bung@ps tlng rada dibuat sperti dflim2 biar bacanya bs msk kdlm alur cerita dan merasakan jd pasukan khusus hehehe
    sekedar celoteh tukang mimpi

  27.  

    Prestasi yang membanggakan, bravo TNI….

  28.  

    Bergetar hati saya membaca ini, terimakasih…

  29.  

    absen dulu ah.., baru kemudian SR lagi! colek para sesepuh!!!!

  30.  

    membuka wawasan, makasih jkgr

  31.  

    sesekali perlu memang penggelaran pasukan elit 3 matra…untuk membuktikan bahwa TNI mampu menyusup ke daerah yg jauh walau hanya untuk membrantas perompak..
    hal ini sangat berarti untuk daya gentar ke negara lain..maaf komentar awam.

  32.  

    KRI Banjarmasin juga dipersenjatai dengan 1 heli NP412, 7 boat Sea-Rider, 5 tank BMP3F, 4 unit Howitzer dan 18 perahu karet…

    5 tank BMP3F plus 4 unit Howitzer dan 18 perahu karet..???.. menurut saya TNI juga berkeinginan melakukan pendaratan di garis pantai somalia, dan juga ada sejumlah lontong yang mengawal KRI Banjarmasin.. Mantab..

  33.  

    Masya Allah…
    Merinding saya baca kisah diatas.
    Bravo tni!!

  34.  

    O…… Gitu! ,perkiraan saya sebelumnya tdk ada campur tangan tni sebab uang tebusan sdh dibayar.

  35.  

    Itu gambar frigate Yos ama Halim yg ngawal kapal SK keliatan gagah ya..masih bisa jalan jauh2 kesono..armada KRI emang mantap..penerusnya apa ya klo van speijk ini dah bener2 pensiun..yg bisa sama2 gagahnya.. :mrgreen:

  36.  

    terima kasih atas artikelnya bung pocong, saya bingung dengan perompakan yg terjadi di somalia, jika semua negara yg tergabung dalam PBB yg punya kepentingan di jalur pelayaran tersebut bekerja sama membasmi perompak pasti berhasil dan menang, tp mengapa hal seperti ini tidak dilakukan, ini nyata kejahatan maritim tapi kok dibiarkan saja?? dari pada negara “adikuasa” nan jauh disana mencari masalah, mencampuri dapur negara lain yg tidak ada masalah tetapi dibuat ada, mbok yo ngurusi kuwi wae genah!

    •  

      di buku 50 Tahun Kopaska ada dibahas koq bung, video Satgas Merah Putih yang full juga ada 🙂

      OOT, ternyata 2 buku tulisan Pak Marsetio yang launching minggu lalu bakal dijual untuk umum, ditunggu di gramedia terdekat 🙂

    •  

      bung @dianeko_lc asu trauma kali 😀

      ” Mayday, mayday, mayday, Black Hawk down, I repeat Black Hawk down”

  37.  

    MANTAP…

    Sayang kisah heroiknya tidak dieskpos ke media massa…

    Beda sama amrik ya, cerita palsu macem rembot gondrong dibuat pilemnya, malah laris lagi…
    padahal amrik babak belur di vietnam, sampe pulang ter-kencing2, bahkan yg selamat pun banyak yg jadi gelandangan dan gila…

  38.  

    Trus pasukan NATO, Uni Eropa ,PBB. pada ngapain ya d sana? padahal mreka telah lebih lama ada d sana….apa cuma makan gaji buta, mungkin klo d hitung2 ga menguntungkan bagi mreka ya cma mondar mandir yg pentig kliatan eksis…BRAVO TNI

  39.  

    Kronologis Drama Pembebasannya koq rancu yah? Pertama disebut pada tanggal 25Maret Target Oprasi sudah lego jangkar 3 Mil dari Pantai Somalia. Sebaliknya pencegatan diputuskan di kota Eyl/10 mil dari Somalia. Padahal arah KS menuju pantai Somalia.
    Mungkin ini maksudnya pengertian different dalam kalimat “you do make different”..

  40.  

    Bung @ ps…
    berarti 3 perompak pertama yg roboh berhasil dilumpuhkan lewat tembakan sniper dari heli…dari sejumlah ratusan pasukan komando yg di bawa kayaknya tdk semuanya dpt kesempatan “duel langsung” dgn perompak…salut dgn pasukan komando TNI..

  41.  

    Ini dia PENYAPUAN perompak somalia

    https://www.youtube.com/watch?v=A7cz80UmtPc

  42.  

    Bung @ ps, bung @ pw…
    berarti 3 perompak pertama yg roboh berhasil dilumpuhkan lewat tembakan sniper dari heli…dari sejumlah ratusan pasukan komando yg di bawa kayaknya tdk semuanya dpt kesempatan “duel langsung” dgn perompak…salut dgn pasukan komando TNI..

    •  

      Benar Bung Ipung, dari total pasukan yg di kirim, tidak semuanya menembak..hanya beberapa personil saja. namun pasukan sudah dalam posisi standby dan siap tempur menunggu aba” jika ada hal yg tidak di inginkan..semisalnya TNI terpaksa harus melakukan sapu bersih dan pengamanan pantai demi membebaskan ABK Sinar Kudus yg sudah dijadikan tameng hidup yg dibawa ke perkampungan perompak.. pihak pemerintah Somalia sudah mengetahui plan B dan C jika keadaan terpaksa dan sudah di setujui.

      “mohon di korekasi jika saya salah..”

  43.  

    Bravo tni

  44.  

    pertamina saat ini lagi belajar pakai kapal sendiri, ngambil minyak mentah dari suatu negara di Afrika. Pakai tanker sendiri, lewat hotspot bajak laut juga. Tapi yang saya baca (lupa tapi media mainstream), tim pengamanan militernya ambil dari Royal Navy ya? Di naikkan dari Sri Lanka.

    Bung PS bisa kasih pencerahan?

    Sepertinya memang kepentingan nasional kita sudah mulai merambah antar benua. Seperti PLA juga, mereka jadi punya interes untuk mengamankan jalur pembekalan energi dan mineral.

    Usul:
    – mulai digalakkan patroli kawal kapal kapal dagang dan tanker
    – bikin pangkalan aju … UEA? 😉
    – Ini sebagai sarana latihan nyata juga buat TNI

  45.  

    yg perlu dianalisa bukan perompakannya, tetapi ada apa dibalik perompakan itu?
    smoga TNI kita kuat dlm menghadapi semua ini, salam NKRI

  46.  

    salut kepada TNI kita

  47.  

    terima kasih bung dewakembar atas pencerahannya, saya tidak punya bukunya, jika berkenan tolong dberi gambaran sedikit, maap merepotkan.

  48.  

    absen dulu

  49.  

    Pomalaa itu bukan SULSEL min tapi Sulawesi tenggara tepatnya kabupaten KOLAKA

  50.  

    salam para sesepuh warjag..

  51.  

    absen

  52.  

    dibikin film donk..sekalian lontong yang ngawal ditunjukkin..hehe ngarep

  53.  

    setahu saya biasa setiap kapal dagang yng ke luar negeri ada anggota tni al yg ikut di kapal tersebut bung.

  54.  

    Yang brgkt 999 orang Pasus..ini bkn lg utk ngatasi perompak doang, tp udh bs ngajak gebuk2 an 1 Negara mini nih. 🙂

  55.  

    Kerja yang Bagus !!

  56.  

    salam hormat Bung Diego, mantab kisahnya.
    terima kasih juga buat Bung Ps, Bung PW, dan sesepuh yang Lain..

  57.  

    999 Personel kalau sampai masuk Somalia bisa dipastikan dapat membentuk pemerintahan sendiri. Jumlah pasukan segitu cukup untuk mengambil alih pemerintahan Somalia. Selanjutnya melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat yang tidak berpihak pada perompak, membangun pusat pemerintahan sipil, mendekati kepala-kepala perompak yang masih mau bertobat, mengejar dan menumpas perompak yang masih bersikeras mau merompak. Dalam jangka waktu 1 tahun saya rasa Indonesia sudah bisa “make a difference” di Somalia.

    Kita dengan Somalia memiliki banyak persamaan, tahu rasanya miskin dan tertekan secara ekonomi dan sosial, memiliki budaya agama yang mirip, jadi saya rasa Indonesia bisa lebih banyak berperan di negara ketiga untuk urusan perdamaian.

  58.  

    kalau baca di atas seolah-olah tidak ada koordinasi dari pemilik kapal dan pemerintah ya?
    apa memang demikian?

    karena di saat yg satu mau melakukan penyerbuan pembebasan, pihak satu lagi justru menyetujui pembayaran.
    setahu saya di berita2, biasanya setelah dibayarkan tebusan kapal+abk yg disandera memang dibebaskan. karena bagaimanapun yg diinginkan pembajak2 ini ya duit tebusan itu.
    kalau sekali saja mereka melanggar janji dengan tidak membebaskan setelah terima duit, besok2 tidak ada lagi pemilik kapal yg mau bayar tebusan ke mereka.

    balik lagi, kenapa tidak dari awal dikoordinasikan opsinya ke pemilik kapal ya?
    kalau memang mau dan bisa/mampu diserbu untuk pembebasan kan berarti tidak perlu dibayarkan tebusan atau cukup mengulur2 waktu selama menawar jumlahnya.

    •  

      “Perintah pembebasan itu harus ditunda, karena rupanya ada proses negoisasi lain oleh pemilik kapal,” mereka berkordinasi dengan pemerintah Bung, makanya pasukan diperintahkan untuk menunda penyerbuan pembebasan.
      Setelah itu tim mendapat kabar bahwa uang tebusan sudah dibayarkan dan Rencananya kapal dan awaknya akan dibebaskan jam 14.00 waktu setempat. KRI Yos dan KRI AHP siap memantau perkembangan, namun Setelah ditunggu-tunggu pembebasan tidak terjadi dari jam 15.00 waktu setempat sampai jam 17.00, sampai jam 20.00. kapal Sinar Kudus dan awaknya tidak kunjung dibebaskan juga, maka dari itu Pak Taufiq memerintahkan operasi pembebasan harus dijalankan antara pukul 1 sampai 2 dini hari :mrgreen:

      “setahu saya di berita2, biasanya setelah dibayarkan tebusan kapal+abk yg disandera memang dibebaskan. karena bagaimanapun yg diinginkan pembajak2 ini ya duit tebusan itu.
      kalau sekali saja mereka melanggar janji dengan tidak membebaskan setelah terima duit, besok2 tidak ada lagi pemilik kapal yg mau bayar tebusan ke mereka.” kalau untuk kalimat Bung yang ini sudah dijelaskan bahwa pembajak Sinar Kudus itu terdiri dari beberapa kelompok dan saat uang tebusan sudah dibayarkan ternyata ada satu kelompok yang tetap membandel alias tidak menerima dan tetap membajak Kapal Sinar Kudus dan awaknya Bung. lagipula setiap pembajak itu sudah mengantongi kartu truf dengan menyandera kapal dan awaknya, kalo pemilik kapal memang ndak mau lagi membayar tebusan ya awak kapalnya dibunuh Bung, jangan sampai terjadi yang seperti itu. :mrgreen:

      •  

        Terimakasih banyak jawabannya Bung PS, rupanya begitu ya di dalam grup perompak sendiri tidak ada satu komando. repot juga urusannya.

        Satu lagi ya Bung, kira2 evaluasi apa yg didapat dari pengalaman pengiriman gugus tugas merah putih ke somalia ini?
        Utamanya dalam hal kecepatan respon (speed KRI2 kita cukup mumpuni kah untuk mengejar keterbatasan waktu?), perlunya pangkalan bekal ulang yg dapat menjamin kerahasiaan operasi (apa benar unsur kejut gugus tugas ini ‘bocor’ saat singgah di Kolombo?) dll

        Salam hangat Bung PS.

  59.  

    sory oot, pangkat di marinir kenapa ga pake “Laksamana muda” kalo liat gambar ke 3 “Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin” ko sama sama TNI AD ya?

    •  

      Karena satuannya bukan pelaut bung. Di kita untuk satuan pelaut dan penerbang ada penyebutan tersendiri. Contoh: Untuk prajurit klo dari corp pelaut disebutnya Kelasi.

  60.  

    “seperti tujuan operasi yang jauh dan posisi pangkalan terdekat berada di negara lain.”

    Salam kenal warjager, SR sedikit penasaran dengan kalimat ini…..

    terima kasih

    Salam NKRI

  61.  

    klo sy sih gak kaget dnger crita diatas. emang bner apa yg dkatakan para jendral AS tsb.ada cerita waktu navy seal latihan bareng sm kopassus.mreka bingung,heran,kaget skaligus merinding.saat navy seal melakukan pendaratan&mau menyergap kopassus yg di garis pantai,tiba2 pasukan kopassus sudah berada dibelakang mereka.mana mungkin pasukan yg jelas2 sudah di depan mata tiba2 menghilang&berada dibelakang mereka.kejadian itu dilihat scara langsung sm jendral yg mimimpin pasukan navy seal.bahkan dia berkata,jika dia/amerika punya pasukan seperti itu,mereka akan bs menguasai dunia.bagaimana tdk,dia punya pasukan yg bs menghilang.itulah kata jendral US diatas bahwa pasukan khusus kita bs menaklukkan makluk halus dlm pelatihanny.cerita diambil dr paman/om sy yg ikut langsung dlm latihan tsb.

  62.  

    heheee… ketemu lg sm artikel ini. selalu bangga sama TNI. Merdekaaa…

  63.  

    well done…

 Leave a Reply