OPM Tewaskan Polisi dan Serang Tentara

OPM di Paniai Papua (photo vivanews.com)
OPM di Paniai Papua (photo vivanews.com)

Papua – Kelompok Separatis Bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) menembaki empat anggota polisi yang sedang melaksanakan tugas di daerah Indawa Lany Jaya Papua, Senin, 28 Juli 2014, sekitar pukul 12.10 WIT, yang menyebabkan dua Polisi tewas.

Juru Bicara Polda Papua, Komisaris Polisi Pudjo Sulistyo mengatakan, penyerangan dan penembakan terhadap empat anggota polisi itu, terjadi saat mereka bertugas menyambangi Desa Indawa dalam rangka bimbingan masyarakat.

“Keempat anggota ditembak saat melaksanakan kegiatan sambang desa dalam rangka Bimas Pioneer, pelaku adalah kelompok kriminal bersenjata,” kata Komisaris Pudjo.

Kelompok kriminal bersenjata itu menyerang secara seporadis, sehingga keempat anggota Polisi tidak sempat melakukan perlawanan. “Setelah menyerang kelompok bersenjata itu melarikan diri dan kembali masuk hutan,” ujarnya.

Keempat anggota yang tertembak adalah Bripda Yoga Ginugy dengan luka tembak di perut, tewas di tempat, Bripda Zulkifli luka tembak di kepala dan juga tewas di tempat.

“Sedangkan Bripda Alex Numbery dan Bripda Helsky Bonyadone mengalami luka-luka,” terangnya.

Polda Papua lanjut Pudjo, akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku dengan berkoordinasi dengan Asintel Kodam untuk backup dari kesatuan TNI yang terdekat serta koordinasi dengan Kapolres Lany Jaya guna membantu mengevaluasi korban.

“Perbuatan itu harus kita kutuk dengan sekeras kerasnya, dimana polisi yang sedang melakukan kegiatan pembangunan sumber daya manusia yaitu dalam bentuk kegiatan Bimmas Sambang Desa, agar desa-desa di wilayah Papua menjadi desa sadar hukum, memiliki masyarakat yang lebih cerdas dan mampu menghadapi perubahan Zaman,” papar Komisaris Pudjo.

Dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan yakin bahwa kelompok kriminal tersebut harus mempertanggung jawab kan perbuatannya.

OPM di Papua
OPM di Papua

Pos penjagaan TNI Diserang
Penyerangan dan penembakan juga terjadi di Distrik Tingginambut Puncak Jaya Papua, Senin 28 Juli sekitar 09.15 WIT. Kali ini yang diserang dan ditembaki adalah Pos penjagaan Tentara Nasional Indonesia. Akibatnya, 3 orang anggota TNI tertembak.

Dari data yang berhasil dihimpun, penyerangan dan penembakan terjadi, saat sejumlah personel yang bertugas di Pos TNI di Tingginambut, berpatroli di sekitar pos. Lantas, sekelompok bersenjata yang jumlahnya lebih dari 3 orang, menyerang dengan menembaki pos.

Personel TNI berupaya bertahan dengan mengeluarkan tembakan balasan. Kelompok bersenjata lalu berhasil dipukul mundur dan kembali masuk hutan.

Namun, ternyata dalam aksi itu 3 personel TNI masing-masing atas nama Sersan Dua Dedi terkena serpihan di dada, Prajurit Kepala Agus terkena serpihan peleuru di bagian perut selebar 2 centimeter dan Prajurit Dua Firman terkena peluru di pelipis.

Kondisi ketiga prajurit itu masih stabil. Prajurit TNI lainnya dari Mulia, Ibukota Puncak Jaya saat ini sedang mengevakuasi mereka dari lokasi, untuk kemudian diterbangkan ke Jayapura guna mendapat perawatan.

Juru Bicara Kodam XVII Cenderawasih Letnan Kolonel Rikas Hidayatullah saat dikonfirmasi, belum bersedia memberikan keterangan. (vivanews.com).

Tinggalkan komentar