Jan 112015
 
Presiden Jokowi Kunjungi PT PAL Surabaya (foto: VIVA News /Tudji Martudji)

Presiden Jokowi Kunjungi PT PAL Surabaya (foto: VIVA News)

Surabaya – Presiden Joko Widodo meninjau sejumlah fasilitas galangan kapal di PT PAL, Surabaya, Jawa Timur, 10/01/2015.

“Setelah sidang Komite Kebijakan Industri (KKI) akhir Desember untuk industri pertahanan seperti ke PT Pal, PT Pindad, PT DI dan LEN, Presiden ingin melihat langsung tentang belum optimalnya output kinerja industri pertahanan,” kata Seskab Andi Widjajanto yang mendampingi Presiden bersama Menteri BUMN Rini Soemarno, Direktur PT PAL Firmansyah Arifin, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wali Kota Tri Rismaharini dan Menhan Ryamizard Ryacudu.

Menurut Andi, tujuan kunjungan Presiden adalah untuk mengetahui kondisi salah satu industri strategis itu dan bagaimana pengembangannya ke depan.

Ia mencatat sedikitnya tujuh program pengembangan industri strategis, antara lain kapal selam, pengembangan pesawat tempur dan rudal.

Presiden menginginkan pengembangan yang lebih luas dan spesifik mengenai hal ini serta menginginkan pengembangan berbasis dua hal.

“Misi pertama harus bisa menuju kemandirian pertahanan. Setiap ada pengadaan alutsista harus dibarengi transfer teknologi,” kata Andi. “(yang kedua) andalan untuk menerap teknologi mengembangkan teknologi ganda.”

Jokowi menilai untuk menjalankan hal itu harus dimulai dari memahami sumber masalah pada industri pertahanan.

Presiden juga meninjau PT Dok Surabaya di mana dia menaiki KRI Fatahillah yang tengah diperbaiki, selain juga menyinggahi Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Perak.

Presiden Jokowi mengaku puas dan menilai fasilitas dan kelengkapan bangunan di sini akan menjadi percontohan pengembangan pelabuhan penumpang di daerah lain. Sabtu malam ini Presiden dan rombongan sudah berada di Jakarta kembali. (ANTARA News).


Presiden Minta PT PAL Punya Spesifikasi Produksi Kapal

Presiden Jokowi Kunjungi PT PAL Surabaya (foto:Setkab.go.id)

Presiden Jokowi Kunjungi PT PAL Surabaya (foto:Setkab.go.id)

Surabaya – Presiden Joko Widodo minta PT PAL Indonesia, Surabaya, yang merupakan industri strategis harus memunyai ciri atau spesifikasi produksi kapal, tidak beraneka ragam. Tidak hanya PT PAL, tetapi juga PT DOK dan semua industri maritim lain di seluruh Indonesia.

“Jadi harus spesifik, tidak perlu beraneka ragam produksinya. Kalau kapal, ya kapal saja. Kalau membuat kapal selam, ya kapal selam saja, dua jenis saja. Dan manajemen harus diperbaiki. Jika kurang modal, baru PMN (Penanaman Modal Nasional) masuk,” kata Joko Widodo saat berkunjung di perusahaan kapal, PT PAL Indonesia, Sabtu, 10 Januari 2015.

?Dia juga menyarankan agar mesin-mesin setiap lima tahun sekali harus di upgrade. “Dan yang lebih penting, selama lima tahun harus terus mendapat order,” lanjutnya.

Sementara untuk jenis pekerjaan lain, bisa digarap oleh perusahaan lain ?seperti PT DOK dan sejenisnya. Tujuannya, agar perusahaan sejenis juga bisa berkembang.

Se?belumnya, Direktur PT PAL Indonesia, M Firmansyah Arifin, menjelaskan perkembangan pembangunan yang dicapai perusahaan tersebut. Di antaranya, dengan menunjukkan tiga prototipe Perusak Kapal Rudal PKR Sigma 10514, dan dua tipe lainnya.

Saat itu, Jokowi juga melihat dari dekat galangan kapal tertua di Indonesia, dan memberikan saran sejumlah hal yang perlu dibenahi. Di lokasi lainnya, ia melihat kesiapan Terminal Penumpang Gapura Surya, didampingi Direktur Utama PT Pelindo III, Pelabuhan Tanjung Perak, Djarwo Surjanto. Dan juga Menteri BUMN ?Rini Soemarno. (VIVA News)


Jokowi: PT PAL dan PT DOK Bisa Jadi Industri Maritim RI

Kunjungan Presiden ke PT PAL 10/1/2015 (foto: Setkab.go.id)

Kunjungan Presiden ke PT PAL 10/1/2015 (foto: Setkab.go.id)

Surabaya – Presiden Joko Widodo mengunjungi dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) strategis di Surabaya, Jatim, yaitu PT Dok dan Perkapalan dan PT PAL Indonesia, 10/1/2015.

Didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pertahanan Ryarmirzad Ryacudu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Wijayanto, dan Gubernur Jatim Soekarwo, Presiden Jokowi pertama kali mengunjungi PT Dok dan Perkapalan. Selanjutnya, Presiden Jokowi berkunjung ke PT PAL Indonesia yang bermarkas di areal Tanjung Perak Surabaya.

Seusai peninjauan ke kedua BUMN tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan rasa optimismenya akan bisa mengembangkan industri kemaritiman.

“Kalau melihat dari kondisi dan luas areal pabrik, sebetulnya ya cukup untuk bisa dijadikan awal pengembangan industri maritim kita. Tidak hanya PT PAL, tapi ada juga PT Dok dan Perkapalan Surabaya, serta lain-lainnya,” kata Jokowi yang dikutip dari Setgab.go.id, Minggu (11/1/2015).

Namun untuk mencapai tujuan tersebut, menurut Presiden Jokowi, perusahan ini (PT PAL) harus fokus untuk satu proyek pengerjaan. Yang bukan bidang atau keahliannya sebisa mungkin dikurangi.

“Bisa mengerjakan, tapi ya harus fokus. Kalau ini untuk kapal ya kapal, kalau untuk kapal selam ya kapal selam. Pada suatu titik akan menjadi produk yang matang dan sempurna. Susah kalau harus gonta ganti produk,” ujar Jokowi.

Untuk menuju industri kemaritiman yang handal, menurut Presiden Jokowi, sebelum dapat menggaet pesanan, yang paling penting adalah memperbaiki manajemen terlebih dulu. Setelah kedua hal itu selesai, baru diperhitungkan berapa modal yang kurang.

PT PAL, kata Jokowi, merupakan satu di antara industri strategis diIndonesia. Mestinya bukan hanya masalah yang muncul sekarang yang harus diselesaikan. Tapi urusan-urusan ke depan juga harus sudah dipikirkan dan diperhitungkan.

“Bukan melulu pada untung dan rugi, tapi ini industri setrategis kita, sehinga semua harus sudah dipikirkan,” tutur Jokowi.

Presiden juga menilai, mesin-mesin di PT PAL sebenarnya sudah canggih. Namun sudah banyak buatan tahun 1980-an. Ia meminta secepatnya harus dilakukan up grade, jika tidak akan tertinggal jauh oleh perusahaan galangan kapal di negara lain.

“Jadi kalau tidak di upgrade setiap lima tahun sekali, maka ya akan ketinggalan kereta,” tutur Presiden Jokowi. (Liputan6.com)

Bagikan Artikel :

  69 Responses to “Output Kinerja Industri Pertahanan Belum Optimal”

  1. yang penting pemerintah harus peduli dan membeli produk dalam negeri jadi out putnya akan terus berkembang

    • Yup bung,,..
      Klo bukan kita sendiri siapa lagi??

      Apa iklas teknologi kita digunakan oleh orang lain, sedang dari kita sendiri mmakai produk luar?? Hehehe. ^^

    • Selama Hasil Industri tsb masih tergantung dari pesanan Pemerintah, di jamin lama-lama Industri tersebut akan “ambruk”.

      Dan bagaimana akan menjual hasil produknya ke swasta dalam atau luar negeri, tidak akan bisa bersaing karena harganya tidak kompetitive dengan produsen lain yg mempunyai dukungan industri komplementer ter – standar, dukungan keuangan dari pemerintah berupa insentive dan pembebasan pajak, dan lain sebagainya.
      .
      Menurut saya, lebih effektive kita menghidupkan Industri Perawatan dan Perbaikan skala besar hingga mampu melakukan tindakan modifikasi.

      Tapi kembali, bukan urusan saya,……….kek,kek,kek,kek,

      • Yang repot adalah bila alasan tak mau menggunakan produk dlm negri dan milih produk asing krn produk asing tsb di Indonesia sdh ada agenya, dan agen tsb mau ngasih komisi .

        • Selama requirement standard yg di tuntut user harus di penuhi, sedangkan produk dalam negeri belum ada, wajar kalau user memilih material produk luar.

          Sebenarnya tanpa Agenpun, g ada masalah, karena setiap proses pengadaan / pembelian material yg ttd kontrak adalah tetap antara Produsen dg Pembeli ( User).

          Sedang fungsi Agen disini sebenarnya hanyalah kepanjangan tangan dari Produsen material tersebut,
          (On behalf) untuk mengatur segala sesuatunya, berkaitan proses pengadaan + menjawab “wani piro”-nya user, agar produknya di beli.

          Disini, semua sdh tahu, bahwa produsen dalam negeri yg notabene kepunyaan pemerintah, tidak akan mampu memenuhi “wani piro” tsb.
          Mengapa???
          Mau berhadapan dg BPK, BPKP, &……….K….P…..K.

          Jadi, Sederhana saja, kok,……..wani piro…?????
          He….he…he……wkwkwkwkwk…….

      • Karena ittu bukan urusan anda.. Ga usah koment panjang2

    • Sangat Benar Bung !
      Jangan pernah MemBiarkan Industri2 Warfare RI MeNganggur, karena Akan terjadi BrainDrain yg merugikan Bangsa.
      Dgn Cara memBerikan Mereka Project2 yg Berkelanjutan dgn timeframe yg panjang, bisa dgn jml qty yg banyak, atau dengan Project yg menantang yg membutuhkan high Tech, krn akan meningkatkan profesionalisme Personel dan Insinyur2 Designer nya, maka kedepan mereka akan bisa bersaing dalam tender2 Internasional, dgn cara Efisiensi proses produksi yg mereka temukan sendiri tanpa menurunkan kualitas produk, itulah yg dilakukan Jepang dan Korea, dgn revolusi industri nya

      • Pengalaman buruk IPTN jangan di ulang.

        Tanpa dukungan industri dasar dan industri pelengkap, tetap saja Industri Manufaktur spt ( PT PAL, PT PINDAD, dll-nya) hanyalah Assembling Plan.

        Tengok Industri manufaktur / komplementer yang sudah lengkap dan bagus di Subang mengapa tidak di jadikan asset negara saja.?
        Punya nyali g untuk mengambil alih industri itu menjadi asset negara??
        G akan berani melangkah kesana.
        Pasti itu.!!!!! kek….kek…..kek….

  2. Alhamdulillah…..
    Mari kita tunggu janjinya, semoga terlaksana….

    • met siang Bung Jalo ….. hehe ….. saya paling demen kalau bung jalo muncul……

      kangen artikelnya.

    • Semoga mas Jalo. Menurut saya, lokasi produksi PT. PAL harus dipindah. Kalau lokasi skrg kan berbatasan langsung dengan armatim. Untuk ngejar produksi dengan “ruang kerja” sedemikian rupa kayaknya akan sulit.

      • Iya bener bung Sempak, saya lihat PT Pal punya progreess jangka panjang untuk memperbesar kapasitas Divisi Kapal Perang. Saat ini masih dibawah ukuran 100 meter, rencana ada progreess untuk pembangunan fasilitas 150 meter untuk Outfitting, Dok Gali dan Dok Apung. Rencana Side Launching pada 2016 dengan skema bangunan baru, tapi nanti dilihat lagi, semoga disetujui. Dengan adanya permintaan yg besar dari pemerintah saya rasa side launching ini bakalan disetujui,dan mudah2an dapat tempat yg bagus. Graving dock di semarang juga memungkinkan untuk ruang kerja, 😀

  3. Sayangnya industri dasar tidak ikut di pikirkan seperti permesinan,mesin otomotif,mesin turbin,mesin alat berat dan laborotorium metalurgi. Padahal negara negara industri baru memulai dari sana seperti India,korea,brazil,china.

    • Mungkin sdm nya yang kurang bung, masih sedikit mahasiswa yang berminat dengan ilmu metalurgi

      • Bung Alenatore ,harusnya di galakkan pengembanga ilmu metalurgi soalnya hampir semua produk membutuhkan itu.Apalagi sekarang di luar sana lagi berkembang pesat nano tehnologi.Kalau tak mulai sekarang kita bakal terus tertinggal.

  4. saya percaya jokowi.dia tahu sebelum winarah.gak mungkin orang sembarangan dapat wahyu keprabon.

  5. lebih baik pemerintah mempertimbangkan pembelian kapal dari china karena harga kapal china lebih murah 70% dan kualitsnya juga cukup baik. beli 5 kapal bisa dapet bonus 1 kapal loww, lebih hemat dan efisien… bisa menghemat APBN.
    selain itu kapasitas produksinya lebih cepat bila dibandingkam dengan produksi dalam negri.

  6. “Jadi harus spesifik, tidak perlu beraneka ragam produksinya. Kalau kapal, ya kapal saja. Kalau membuat kapal selam, ya kapal selam saja, dua jenis saja. Dan manajemen harus diperbaiki. Jika kurang modal, baru PMN (Penanaman Modal Nasional) masuk,” kata Joko Widodo saat berkunjung di perusahaan kapal, PT PAL Indonesia, Sabtu, 10 Januari 2015. …….iki piye tho mas…..kalo maunya Spesialisasi ya harus didukung bener skala produksinya…..sebagai contoh kalo buka lini khusus produksi kapal selam ya gak mungkin hidup kalo cuma produksi 12 kapal selam……

    • wah bung ayoeng ini gimana toh …… di Indonesia kapasitas produksi kapal selam bisa sampai 400.000 unit …… dan selalu laris manis di gerai empek empek palembang …….

      hmmmm…..

    • iya tuch bung ayoeng… jidat ane ampe mengkerut nich…
      he… he…
      PAL INDONESIA (PERSERO) senantiasa berupaya keras dlm meningkatkan kemampuan’a utk dpt memenangkan persaingan global yang makin ketat.
      inisiatif yg diterapkan dlm menghadapi persaingan global adalah :
      menunjukkan keunggulan produk yg telah diakui selama ini seperti produk kapal niaga sampai dng 50.000DWT (Star-50).
      mengisi peluang pasar utk produk tersebut.
      menghadapi langsung persaingan global.
      kalau ini saja memerlukan dukungan pemerintah, apalagi bila d berlakukan spesialisasi tsb..
      “bukan melulu pada untung dan rugi, tapi ini industri setrategis kita, sehinga semua harus sudah dipikirkan,”
      (mungkin subsidi x y).
      untung & rugi sangat berpengaruh bagi keberlangsungan sebuah perusahaan, apakah penanaman modal nasional akan tertarik berinvestasi pd sesuatu yg terbatas produksi’a…??
      (d tengah persaingan yg ketat lho…).
      mohon pencerahan’a…

      • denger” diberita bahwa pemerintahan sekarang akan mengurangi deviden/penerimaan untuk negara kepada setiap BUMN -+ sampai 15T supaya perusahaan dapat berkembang lebih maju dan bersaing dengan perusahaan multinasional
        mungkin untuk menghadapi pasar bebas asean

    • Maksudnya explisitnya Pak Jokowi itu FOKUS dalam berusaha, jangan gak fokus sampe buka usaha perhotelan, garmen, dll.. padahal jauh dari core businessnya… gitu lho mas..

  7. setuju bung jalo ….pal dikasih order 100 kapal besar terdiri atas =

    – 20 kapal basarnas kelas 100 meter

    – 30 kapal patroli kobagwilhan kelas 150 meter ( midle star 50 ) yang disempurnakan all

    – 10 kapal tanker TNI kelas panjang 150 meter ( midle star 50 ) yang disempurnakan all

    – 40 KCR kelas 99m ( pengembangan KCR 60 ) … agar muat 4x yakhont series ……….

  8. ibaratnya keinginan ada tapi kemampuan tidak ada,
    udah beli kapal dari china aja udah terbukti murah kualitas bagus dan cepat pengerjaannya, yg pasti pasti aja, lebih menghemat APBN
    Buktinya kadin aja beli 500 kapal dari china

    • semoga segala sesuatunya sudah difikir matang,,,,,,,

    • Jangan merusak susana Bung . Admint tolong d tertibkan setidak nya d kasih prtingatan Bung bedo ini.

      • bapak jokowi aja pernah beli bus dari china kol gk ada yg protes, saya sekedar mengusulkan pembelian kapal dari china kok ada yg protes ??
        emang betul kok kapal buatan china lebih murah harganya lebih bagus dan pengerjannya lebih cepat
        dalam 1 tahun mereka bisa produksi 10 kapal.
        bandingkan dengan pt pal untuk membuat 1 kapal aja butuh waktu 2-2.5 tahun , klo dipaksakan membuat 100 kapal bisa selesai kapan ?? 100 x 2 = 200 tahun baru selesai ??

    • kaadin gak ada hubungan dengan APBN bung….

      • anak TK aja tau klo kadin gk ada hubungannya dengan APBN , itu kan contoh klo kadin beli kapal 500 buah , lebih baik pemerintah juga beli dari china itu juga mempercepat visi jokowi membuat Tol laut.

        • pemerintah punya kewajiban pso / public service oligation / kewajiban melayani publik, termasuk rute2 perintis (rugi) sementara swasta/kadin tidak.

          jadi model + harga yang sudah feasible menurut ukuran kadin boleh jadi masih harus ditekan lagi menurut hitungan pemerintah…

  9. si bedo@ merusak diskusi,,jelmaan mbah bowo nih..

  10. Ijin nyimak

  11. adakah bahan diskusi tentang calon kapolri baru?

  12. Semoga PAL dapat tambahan pesanan Chang Bogo 12 unit (karena batarainya sdh dipesan 18 unit pada era Dahlan Iskan). Tambahan pesanan LPD 10 unit, PKR 12 unit, KCR60 16 Unit. di periode MEF2. amin. ngarep.com. (kapan olehe ndadekne?)

  13. yg penting maju terus .

  14. bung jalo
    semoga dengan tujuan memperkuat maritim indonesia sejalan dengan membangun industri dalam negeri dengan serius..melepas ketergantungan akan negara lain yang semankin lama hanya semankin membuat indonesia lemah dalam hal teknologi dan aplikasi nya..
    aminnn

  15. Ammin… smoga PT Pal dpt mnjadi terdepan di asia tenggara :mrgreen:

  16. “Anda percaya,kami pasti bisa!!!”

  17. numpang tanya nech bang jalo, tiga prototipe
    Perusak Kapal Rudal PKR Sigma 10514, dan dua tipe lainnya. yg di maksud dengan 2 tipe lainya apa kah dimensi kapalnya dan persenjataan ya berbeda apa sama bung jalo… thanks… kasih pic ya juga boleh bung jalo

  18. semoga Alloh membuka jalan kemandirian bangsa ini dlm industri pertahanan melalui PT PAL dan inhan dlm negeri yg lain, agar suatu hari nanti bangsa ini mampu berdiri di atas kaki sendiri seperti nawacitanya pak jokowi amiin…….. maju terus PT PAL dan jayalah INDONESIA RAYA.

  19. Laksanaken pa ….. realisasikan segera

    Kemandirian adalah wujud pertahanan bangsa yg utama

  20. tinggal usernya masih terus mau memakai dan memesan hasil karya anak bangsa ini atau tidak, dan smoga user tetap memakai produk inhan PT.PAL ini dengan kesadaran, bukan harus melalui pemaksaan seperti panser anoa pda awalnya,,tapi jika user tetap bermalas-malasan menggunakan produk inhan dalam negeri, agaknya pemaksaan dari pemerintah adalah suatu cara yg jitu, kecuali jika jenis produk yg belum bisa dibikin didalam negeri, bolehlah beli dari luar, itupun dengan melalui syarat TOT, agar inhan dalam negeri bisa belajar, berkembang dan membuatnya,,,

  21. kita apresiasi wacana program presiden utk meningkatkan kualitas PT.Pal menjadi Perusahaan Industri Maritim RI tapi jangan dilupakan industri pendukung yg lain jangan sampai PT.PAL dijadikan perusahaan yg bisa merakit saja Maksdnya Bisa membuat body saja tapi isi dalemnya kita import semua contohnya utk 1 Kapal Perang saja disitu ada berbagai industri yg mendukung dari Mesin,System Electronic,Radar,Senjata dll yg kebanyakan kita masih import dri luar makanya perlu program yg spesifik tidak hanya wacana besar saja tanpa ada langkah nyata

  22. 7 progam pengembangan industri strategis, antaral ain kapal selam, pengembangan pesawat tempur dan rudal.

    bukannya kita masih dalam pembuatan roket. bukan rudal. guidenya kan masih blum dapat. tot dari cina kan masih blum di dapat. aqu baca dr artikel terdahulu dr JKGR. atau mungkin mendapat guide dari negara lain ?

  23. …Presiden juga menilai, mesin-mesin di PT PAL sebenarnya sudah canggih. Namun sudah banyak buatan tahun 1980-an. Ia meminta secepatnya harus dilakukan up grade, jika tidak akan tertinggal jauh oleh perusahaan galangan kapal di negara lain…

    mesin-mesin di PT PAL banyak buatan tahun 1980-an, artinya dari jaman pak habibie / pak harto.

    berarti presiden2 / menristek2 berikutnya gak punya punya perhatian, sehingga hari ini ketinggalan 30 tahun (malah pernah menristek seorang doktor ilmu sastra, ancur )…

  24. Ping, dot. Com

  25. Pelan tapi. . . . .ttp dberi smgat jg tuh utk PT.PAL. . . .pasti dech brhasil. . . .

  26. Pak, itu mesin mending dipretelin saja, lalu kasih ke orang Tegal utk menjiplaknya, mk jadilah mesin produksi Indonesia!
    Mesin pesawat jg bisa dijiplak.
    Dulu mesin Rusnas saja dibuat di Tegal.
    Jalan tercepat utk menguasai teknologi ya dgn cara menjiplaknya, hemat lagi. Stlh mesin bisa menyala, baru tingkatkan kwalitas bahan bakunya.
    Ayo sgr dijiplak! Klu tdk mulai dari sekarang, mk mau smp kapan kita bs buat mesin sendiri?
    Prihatin.com

    • harusnya kita berani seperti itu bung biar kemandirian bisa cepet terealisasi
      toh mesinya di dalam ga kelihatan jadi ga bakal perusahaan sipembuat mesin asli akan tahu dan menunutut

    • emang mereka punya duitnya buat trial-error kayak gitu, kasihan..yg kayak gitu emang harus ada tangan pemerintah atau perusahaan besar. tp saya ikut dukung kalo bisa mah.

    • Saya setuju Bung, tapi sayang kita kelewat SANTUN untuk bsa menjiplak..
      Kita punya THOUSAND FRIEND ZERO ENEMY jadi mintanya baik2 lewat tot..

  27. Kogabwilhan dan TNI-AL bedanya apa ya? Kalau sudah panjangnya 99 meter itu sudah sekelas corvette / light frigate deh.. mungkin kalo KCR 60-65 meter itu sudah cukup ideal kok..

 Leave a Reply