Mar 232018
 

Pesawat Patroli Maritim (MPA) Boeing P-8A Poseidon © Royal Australian Air Force

JakartaGreater.com – Pesawat pengawas maritim terbaru Australia, P-8A Poseidon telah mencapai Kemampuan Operasional Awal (IOC), yang mana lima bulan lebih cepat daripada jadwal semula, seperti dilansir dari laman Royal Australian Air Force (RAAF).

Menteri Pertahanan Australia, Senator Hon Marise Payne, telah mengucapkan selamat kepada Angkatan Udara Australia dan CASG pada tonggak penting yang telah dicapai tersebut.

“Bersama P-8A Poseidon dan drone MQ-4C Triton, di masa depan akan memberikan Australia salah satu patroli maritim dan kemampuan pengawas maritim paling canggih di dunia”, kata Menteri Pertahanan, Payne.

Ilustrasi MQ-4C Triton melaksanakan patroli pantai © NAVAIR via Wikimedia Commons

“P-8A Poseidon adalah penerus yang sangat mampu dan efektif untuk AP-3C Orion, yang akan segera pensiun dari perannya setelah hampir 40 tahun memberi layanan istimewa”, lanjut Payne.

“Poseidon akan meningkatkan kemampuan pertahanan untuk melakukan peperangan anti kapal selam, patroli maritim dan pengawasan pendekatan maritim bagi Australia”, jelasnya

Kepala Staf Angkatan Udara Australia, Marsekal Udara Leo Davies, mengatakan bahwa mengumumkan IOC adalah sebagai tonggak penting karena P-8A merupakan elemen dasar dari strategi maritim Angkatan Bersenjata Australia di masa depan.

Pesawat Patroli Maritim (MPA) Boeing P-8A Poseidon © Royal Australian Air Force

“Kedatangan P-8A telah memungkinkan Angkatan Udara, di bawah Rencana Jericho, untuk berevolusi dan mengembangkan konsep operasi baru, pengaturan dukungan dan opsi keberlanjutan”, kata Marsekal Udara Davies.

Ini akan sangat memanfaatkan sensor dan jaringan P-8A sebagai bagian dari Integrasi Angkatan Laut dan Angkatan Udara Australia dalam Intelijen Maritim, dalam keluarga Sistem Pengawasan dan Pengintaian.

“Akuisisi P-8A mewakili investasi senilai $ 5 miliar dalam hal kemampuan patroli maritim Australia dan bersama dengan MQ-4C Triton, dimana menjadi penerus yang sangat mampu dan efektif bagi AP-3C Orion”, jelas Marsekal Udara Davies.

Sampai saat ini, sebanyak 6 dari 12 unit P-8A Poseidon pesanan Angkatan Udara Royal Australia telah tiba di Australia, dioperasikan oleh Skuadron 11 dari Pangkalan Udara Edinburgh di Australia Selatan.

Bagikan:

  14 Responses to “P-8A Poseidon Australia Capai Kemampuan Operasional Awal”

  1.  

    AS pilih Poseidon sebagai pemburu kapal selam, Rusia pilih Poseidon sebagai drone kapal selam terbarunya 😆

  2.  

    Lumayan sih… tetapi bergantung kepada F-35 jelas seperti menjadi antiklimaks… mestinya Australia beli F-15…

  3.  

    Jgn Khawatir Indonesia Sdh Ada CN-235 220 MPA & Boeing 737-200
    Surveillance Dgn Radar CP-SAR
    Profesor Josaphat

  4.  

    nah… ini dia… burungnya sampai bawa kabar 😆 wkwkwkw

    #peace bung SW

  5.  

    Ancaman bahaya nihh!!!!!!!!!!!!….

  6.  

    Tenang jika anda diembargo turki bahan makana banyak di indonesia yang sipa di expor wkwkwk

 Leave a Reply