Jan 032018
 

Sebuah radar peringatan dini Voronezh-DM yang bekerja pada jalur UHF di wilayah Leningrad, Rusia. © Wikipedia

JakartaGreater.com, Moskow – Menurut Kementrian Pertahanan Rusia pada hari Senin, Pasukan radio teknis (radar) Angkatan Udara Rusia mengidentifikasi lebih dari 600.000 obyek udara pada tahun 2017, seperti dilansir dari laman Sputnik.

“Pasukan radio teknis Angkatan Udara [Rusia] mendeteksi dan mengawal lebih dari 600.000 obyek udara pada tahun 2017. Hingga saat ini, pasukan tersebut dilengkapi dengan stasiun dan kompleks radar yang mampu melacak obyek udara disemua wilayah, termasuk obyek dengan teknologi siluman, terlepas dari kondisi dan gangguan meteorologi”, bunyi pernyataan tersebut.

Lebih lanjut menurut pernyataan tersebut, stasiun radar Rusia bisa mendeteksi benda-benda angkasa pada jarak lebih dari 400 kilometer (sekitar 248 mil) dan pada ketinggian lebih dari 100 kilometer.

Mereka juga dapat secara bersamaan memonitor lebih 200 obyek udara dari berbagai jenis, termasuk pesawat terbang, helikopter dan kendaraan udara nirawak, demikian tulis pernyataan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya oleh JakartaGreater.com, pada bulan Juni, Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu tiba di kota Yeniseysk, untuk mengunjungi stasiun radar peringatan dini Voronezh-DM.

Sistem radar Voronezh-DM (77Ya6-DM) bekerja di kisaran desimeter (UHF) dan dirancang oleh NPK NIIDAR. Sistem radar ini memiliki jangkauan hingga 10.000 km dan mampu melacak 500 objek secara bersamaan.

Berdasarkan data tahun 2015, jangkauan maksimal radar ini adalah 10.000 km. Dimana jangkauan horizontal adalah 6.000 km dan jangkauan vertikal sejauh 8.000 km. Sementara itu, pada jarak 8.000 km, radar tersebut mampu mendeteksi target seukuran lapangan “sepak bola”.

Sistem radar tersebut mampu mendeteksi obyek balistik, pesawat ruang angkasa dan obyek aerodinamis termasuk rudal balistik dan rudal jelajah. Sistem serupa telah dipasang dibeberapa wilayah Rusia seperti di Leningrad, Kaliningrad dan Irkutsk.

Berbagi

  60 Responses to “Tahun 2017, Pasukan Radar Rusia Identifikasi Lebih 600.000 Obyek Udara”

  1.  

    Russia memang benar2 Out of the Box… itulah mengapa USA butuh Russia sebagai seteru yang abadi

  2.  

    dgn kontur bumi yg bulat.. bisa mendeteksi sampai 6000 km.. ada yg tau metode nya??

    sementara 6000 km itu setengah nya bumi..
    apa radar ini mengikuti kontur bumi???

    •  

      Semua radar OTHT memanfaatkan gelombang Ionosfer untuk memantulkan gelombang sehingga bisa mendeteksi sebuah obyek dari tempat yg jauh. Cara kerjanya sama kayak radio, makanya di artikel disebut radar radio. Bedanya kalo radio umumnya hanya memantulkan gelombang untuk menyiarkan transmisi maka kalo radar OTHT digunakan untuk menyebarkan gelombang untuk mendeteksi obyek yg jauh.

      Kelemahan radar OTHT adalah hanya mampu mendeteksi obyek yg besar saja. Makanya diartikel disebut mampu mendeteksi obyek seluas lapangan sepakbola dari jarak 8000 km, kemungkinan untuk mendeteksi pesawat siluman harus lebih dekat lagi sekitar 200-150 km karena radar OTHT hanya memakai gelombang elektromagnetik biasa, akan susah untuk mendeteksi obyek dg RCS kecil.

      Btw ini ada paper menarik yg ditulis oleh mahasiswa UNHAN ttg radar OTHT. Yg menarik adalah salah satu sumber pustakanya adalah gambar penempatan radar kita di salah satu artikel JKGR tahun 2012/2014. Kemungkinan besar penulis adalah Warjager entah aktif atau SR. Yah, silahkan dibaca untuk menambah wawasan.

      http://www.academia.edu/19773543/Over_The_-_Horizon_Radar_OTHR_Untuk_Menjaga_Wilayah_Udara_dan_Laut_Indonesia

      •  

        Beliau dulunya warjag di sini jg bung. Mungkin sekarang banyak SR nya beliau.

      •  

        bagus tulisannya bung agato
        apakah radar kita sekarang sudah meng cover semua wilayah indonesia?

        •  

          Dari kebutuhan 32 radar, yg terpasang baru 20. Artinya butuh 12. Khususnya area Indonesia timur. Tapi itu juga masih belum cukup karena radar kita biasanya ditempatkan di area terpencil yg kalo buat ngidupin radar, listriknya masih dari generator yg butuh solar. Makanya biasanya kalo nyala siang hari, kalo malem ya gak ada yg mantau. Sekarang katanya radar kita bisa dipake selama 18 jam.

          Tapi itu masih sangat kurang karena radar harus aktif selama 24 jam. Belum lagi harus ada radar cadangan yg portabel alias bisa dipindahkan seperti weibel, disiapkan kalo sewaktu2 radar reguler butuh perbaikan atau ada kerusakan. Kedua harus butuh pertahanan, baik kompleks hanud maupun personel. Hanud ya pake yg medium sama portabel aja, sisanya dijaga 2 peleton paskhas. Ketiga baru pespur 6-9 ska untuk Kohanudnas, dibagi 2-3 ska untuk wilayah barat, tengah dan timur. 3 juga itu sangat kurang dari ideal, karena pasti butuh perawatan dan cadangan. Kalo masih dibawah 3 ska pake Sukhoi aja, kalo udah lebih dari 3 ya pake F-16 juga gpp. Yg penting ada.

      •  

        Memang benar, gelombang UHF radar bisa banyak mendeteksi bermacam2 jenis objek, sifatnya hanya mendeteksi doang, lah untuk berikutnya di serahkan ke bagian analisa radar (radar sing muter2) untuk menganalisa suatu objek, apakah objek tersebut musuh/ancaman atau bukan, baru di komunikasikan ke bagian pilot tempur kalau ada ancaman udara. Jika Indonesia mau membuat rudal darat ke udara jenis apapun, saya yakin 100%, ancaman udara bisa berkurang.

      •  

        @agato

        Kalo menurutku, paper tsb tipikal “paper copy paste” dr berbagai sumber tanpa bisa kasih rekomendasi, apa tipe radar OTH yg sesuai utk RI dan apa tantangan serta hambatannya !!!

        Contohnya saja…radar OTH Jindale, butuh lahan yg luas, serta ditempatkan pd wilayah yg relatif kosong populasinya krn frekuensinya yg sangat besar menimbulkan interferensi dg berbagai jenis gelombang radio. Radar ini juga membutuhkan pasokan sumer listrik yg besar…tahun-tahun saat paper ini ditulis, ane hampir yakin penulisnya pun tak sanggup kasi solusinya (defisit listrik).

        •  

          Kalo sekarang kan ada program 26k Mw (diturunkan dari 35k mw

          •  

            @bung agato

            Setelah membaca paper ini, kesan yg ditangkap adalah penulis menganggap bahwa radar OTH bisa dijadikan sbg alternatif/pengganti dari berbagai sistim surveillan (udara+laut) non-OTH…padahal dimanapun radar OTH hanya berfungsi sbg deteksi dini terhadap potensi ancaman, jauh sebelum ancaman tersebut terdeteksi oleh jaringan surveillan (udara+laut) non-OTH suatu negara.

            Radar OTH belum sanggup menggantikan kualitas pencitraan dan bbrp fungsi melekat lainnya yg tersemat pada radar non-OTH !!!

            Saat ini tersedia beberapa teknologi radar OTH (seperti yg dicantumkan penulis), dengan cara kerja, harga serta pro/cons yg berlainan…penulis tidak menyampaikan analisa dari berbagai tipe radar OTH tsb, mana yg cocok untuk RI, tapi tiba-tiba bisa menyajikan ploting radar OTH di 4 titik yg diperkirakan bisa mengcover seluruh wilayah udara dan perairan Indonesia.

            Padahal kalo kita perhatikan cara kerja radar OTH (tipe apapun)…selalu ada daerah kosong/blank spot didepan antene transmiter, hingga sejauh +/- 1000 km, selepas area blank spot tsb barulah radar OTH baru bisa bekerja melakukan pemantauan. Dengan ploting lokasi radar yg dimaksud oleh penulis, justru akan tercipta “hole/blank spot” pada area tengah (area dari antara pulau bangka-ambon dan antara area diselatan manado dan diutara jawa).

            Yang saya tahu sampai saat ini, operator radar OTH bisa digambarkan sbg negara yg memiliki ancaman langsung dari serangan rudal balistik dan/atau negara yg memiliki wilayah daratan yg sangat luas…dengan perkecualian inggris dan taiwan, dimana keduanya memiliki ancaman rudal balistik).

    •  

      Agato blm baca baik baik keunggulan radar itu, itu yg maksudnya seluas lapangan bola kaki maksudnya komet meteor yg ada diluar bumi & radar gede itu bisa mensensor sinyal gelombang, mana sinyal gelombang satelite, mana sinyal gelombang pesawat civil, sinyal gelombang radio publik & sinyal gelombang armada militer, bahkan pespur siluman bisa kedetek atau rusak perangkat elektroniknya hanya karna gelombang elektromagnetik radar anjing halaman itu yg kuat

      Hahhaahaaaa

    •  

      Loe baca itu baik2 agato, rcs kecil pun bisa dideteknya seperti pespur siluman, apalag rcs seluas lapangan bola kaki, sprti komet, meteor yg mau trjun ke bumi

      Hahhaahaaaa

      •  

        Halah, meteor jatuh di Rusia aja Rusia belum siap gitu. Iya, RCS sebesar bola sepak itu 100×90/100×110. Itu juga jaraknya 8000 km, lah kalo RCSnya 0,0001 M2 gimana caranya??? OTHT itu cuma bisa mendeteksi kalo jumlah pesawatnya banyak kalo 1,2,3atau 4 apalagi kalo itu pesawat siluman jelas bakal sangat susah buat radar OTHT nyari tuh pespur dari jarak yg jauh.

      •  

        Maksudnya ini ya bung?

        “Hingga saat ini, pasukan tersebut dilengkapi dengan stasiun dan kompleks radar yang mampu melacak obyek udara di semua wilayah, termasuk obyek dengan teknologi siluman, terlepas dari kondisi dan gangguan meteorologi”…

  3.  

    Yg ini nih perlu di beli bwt ngawasin laut natuna dan australia

  4.  

    Perlu radar ginian utk awasi sekitar daerah dlm, jaga2 jika ada yg sempat meneros kedalam, bisa meringankan patroli radar kapal

  5.  

    Mantap, kira2 RI berminat dan Rusia menawarkan gak ya?

  6.  

    Percuma klau radarnya mumpuni tapi pespur atau rudal pencegatnya ga punya, cuma sekedar tau dong ga di intersep pespur atau rudal………sekalian beli rudalnya…baru josssss

  7.  

    Ah itu mah bukan radar. Kalau radar itu bisa muter-muter.

    Kalau yang ini bukan radar tapi monumen yang dipasangi kawat nyamuk.

    Xixixixixixi

  8.  

    banyak bingiiittt.. campur UFO mungkin..

  9.  

    Alusista seperti ini yg sangat di butuhkan negara kita dengan luas negara kita yg besar maka di butuhkan radar yg canggih dan vakupan jangkauan yg besar…. Saya harap pemerintah dan tni bisa kembangkan radar canggih seperti milik rusia ini karena secanggih apapun pesawat jika bisa tertangkap oleh radar musuh akan menjadi sasaran bidik missile darat ke udara seperti patriot, nasam, thadd, buk dan s300,400 dan 500

    •  

      Jaman sekarang mana ada pespur berani langsung nembus hanud yg sangat kuat, selain pake pespur generasi kelima juga perlu pake strategi decoy yg canggih dan cerdas. Atau pake rudal terintegrasi. Baru bisa bobol tuh hanud.

  10.  

    Wah klo radar segede gaban gini, jgn kan pespur dan rudal, si huha lg mandi aja bisa diliat kok,,.hahaha…

  11.  

    ini radar harganya berapa? bisa di jual g? cocok nih bisa menjangkau tetangga jahiliyah..

  12.  

    Beli dong 4 buah,Satu menghadap barat,yg lain kearah timur,Utara & Selatan

  13.  

    kenapa tdk kerja sama untuk pengadaan di indonesia? imbalannya rusia dapat memantau udara sekitar di luar Indonesia asal ditempatkan di indonesia

  14.  

    Sebenarnya jika radar Rusia dapat menindetitikasi object di angkasa bukan kabar baru.
    Bahkan akhir-akhir ini kita sering disuguhkan dengan radar payung udara mereka yang menangkap pespur F-22 yang mencoba mengintercept SU-25 di Suriah, hingga pada akhirnya pihak Rusia mengamanatkan SU-35 untuk ke TKP.
    Benar atau tidaknya berita yang di sampaikan oleh pejabat militer Rusia silahkan anda berasumsi dengan bijak.
    Mungkin akan berbeda cerita jika ada rudal yang dilepaskan dari S300 atau S400 yang menargetkan F-22 atau batle F-22 vs SU-35.
    Kecanggihan radar, pelapis anti radar, aerodinamis (RCS) dan keefektifan rudal akan lebih diasumsikan dengan lebih baik.

    •  

      Bung WK, F-22 jelas2 menampakkan diri kearah Su-25 makanya Rusia bisa ngirim Su-35 kesana. coba kalo Su-25 di shoot down kayak nasib sodaranya yg ditembak F-16 Turki. Apa Rusia masih bisa ngirim Su-35?? Tau aja kagak apalagi ngirim pespur. Hhhhhhhhhh

      •  

        Dari info yang saya baca adalah SU-25 sedang melakukan misi.
        Amerika menurunkan F-22 untuk menggagalkan misi SU-25 akan tetapi F-22 terditect oleh S400 yang hingga akhirnya pihak Rusia menugaskan SU-35.
        Kita tidak pernah mengetahui apakah F-22 membawa rudalnya di wapon bay atau ada tambahan di hard point hingga berpengaruh ke RCS F-22 tersebut.

        •  

          Kalopun kedetect itu mungkin terjadi saat F-22 menembakkan flare kearah Su-25. Dan pasti dg informasi langsung dari pilot Su-25 pihak Rusia baru tau kalo itu adalah F-22. Aksi yg dilakukan F-22 sekitar 15 an menit dan Scrambler butuh waktu 5 menit, dg afterburner Su-35 bisa mencapai wilayah dimana F-22 dan Su-25 berada sekitar 2 menit. Tapi dari data dan artikel yg disajikan Su-35 baru datang setelah F-22 pergi. Kalo lama dan ketemu jelas ada videonya dalam durasi lama. Yg ada hanyalah saat Su-35 melintas cepat disamping kanan atas Su-25.

      •  

        Apapun itu, saya tetep “salut”, lha koq Rusia bisa tahu ada F-22 AS, kan katanya ini pesawat siluman, cuma pilot dan pejabat militer AS aja yang tahu keberadaannya 😛 xixixix…

        #asumsisayadoang

  15.  

    Dgn Ini Saya Nyatakan Artikel Ini Di Tutup http://www.insight-zone.com/?m=1

 Leave a Reply