Nov 042018
 

T-90 Rusia. (Hargi23 via commons.wikimedia.org)

Moskow, Jakartagreater.com –  Tank T-90 Rusia mengungguli kendaraan tempur AS dan Jerman dalam konflik Timur Tengah, kata para pakar dari majalah National Interest, Amerika Serikat, dirilis pada Sabtu 3-11-2018, oleh Sputniknews.com.

Menurut sebuah artikel yang ditulis oleh Sebastien Roblin, seorang ahli dalam keamanan dan resolusi konflik dari Georgetown University, tank M1 Abrams buatan AS yang melayani tentara Irak pada tahun 2014 gagal membantu mencegah Mosul dikuasai oleh teroris, yang akhirnya menangkap kendaraan itu dan menggunakannya melawan pasukan Irak.

Gerakan Houthis di Yaman juga berhasil melumpuhkan sejumlah besar tank M1 yang berada di pembuangan pasukan Saudi, kata outlet itu.

Tank-tank AS jenis M60 Patton dan Sabra serta kendaraan tempur Jerman Leopard-2, yang dimiliki oleh tentara Turki, juga gagal menahan militan Kurdi dan kelompok teror ISIS, tambah majalah itu.

Untuk menyoroti kinerja tank T-90 Rusia, ahli mencatat sebuah video, didistribusikan pada Februari 2016 oleh oposisi Suriah, yang menampilkan tank T-90 yang menetralisir tembakan rudal anti-tank TOW di Aleppo.

Pelindung T-90 Kontakt-5 ( explosive-reactive armor) menetralisir hulu ledak Rudal TOW sebelum penembakan, meminimalkan kerusakan, ia menekankan.

Di Rusia, T-90 mulai beroperasi pada tahun 1993 untuk menggantikan modifikasi T-80 dan T-72 sebelumnya. Sejak 2011, tentara Rusia telah berhenti menugaskan T-90 dan malah meningkatkan jumlah T-14 Armata, yang produksinya dimulai pada tahun 2016.

Bagikan:

  17 Responses to “Pakar AS: Tank T-90 Rusia Unggul di Timur Tengah”

  1.  

    to be fair M1A2 varian ekspor dan Leopard2a4 tidak dilengkapi perlindungan pasif seperi plat era maupan jammer seperti shtora terkecuali pelontar granat asap.

    lagipula Strategi juga harus masuk, misi pembersihan dan pengintaian oleh infantri sngat penting dan ini yg sangat minus,
    tentara Suriah sepertinya sudah meningkatkan skill mereka dlm penggunaan lapis baja dari tahun 2013
    enaknya kenyang pengalaman dari pertempuran

  2.  

    Brrt ada barang KW jg yg di export.. Blok barat,, kan rata2… Barang blog timur.. Yg Jd obyek barang KW … ???????

  3.  

    semua tank itu hebat, yg jadi masalah adalah struktur organisasinya.
    jerman pas ww2 brigade tanknya dibentuk jadi divisi tank yg isinya beberapa brigade composit yg cocok bisa menggunakan taktik blitzkrieg.
    lalu amrik pas perang sama irak gunakan taktik blitzkrieg yg didukung oleh helikopter serang.

    yg jadi masalah ya struktur organisasinya….

    klo kantong tipis, skenarionya kaya wagner yg nyerang kilang minyak, walo sudah punya tank tpi mengira bisa menang, tpi pas tanknya dibabat sama apache dan airstrike, ya apa boleh buat….

    •  

      lalu mengapa tiba2 dibandingkan dengan wagner??? kenapa tidak dibandingkan dengan Turki, yang jelas merupakan sebuah negara… dengan Leopard yang dihajar habis…
      kalau wagner kan memang mereka hanya pasukan bayaran, setali tiga uang dengan black water di Yaman yang juga berantakan… padahal black water di yaman di dukung oleh koalisi beberapa negara arab dan mendapat dukungan juga dari USA… eh iya ding itu M1A1 Abrams Arab Saudi berantakan dihajar ATGM… bahkan Leclerc (UAE) disinyalir lebih tangguh…

    •  

      Mustinya si Wagner bawa S300, biar Apache sama Warthog lari ngawar ngiwir………

      *tu khan ga nyambung…… xixi…

  4.  

    Ini untungnya menjadi negara pengeksport alutsista, untuk dlm negeri memakai yg terbaik untuk pelanggan kw1 apalagi klu dijiplak negara doyan tiru menjadi kw2 hingga kw3 untuk pasar eksportnya.he3

 Leave a Reply