Pakar AS: Tank T-90 Rusia Unggul di Timur Tengah

T-90 Rusia. (Hargi23 via commons.wikimedia.org)

Moskow, Jakartagreater.com –  Tank T-90 Rusia mengungguli kendaraan tempur AS dan Jerman dalam konflik Timur Tengah, kata para pakar dari majalah National Interest, Amerika Serikat, dirilis pada Sabtu 3-11-2018, oleh Sputniknews.com.

Menurut sebuah artikel yang ditulis oleh Sebastien Roblin, seorang ahli dalam keamanan dan resolusi konflik dari Georgetown University, tank M1 Abrams buatan AS yang melayani tentara Irak pada tahun 2014 gagal membantu mencegah Mosul dikuasai oleh teroris, yang akhirnya menangkap kendaraan itu dan menggunakannya melawan pasukan Irak.

Gerakan Houthis di Yaman juga berhasil melumpuhkan sejumlah besar tank M1 yang berada di pembuangan pasukan Saudi, kata outlet itu.

Tank-tank AS jenis M60 Patton dan Sabra serta kendaraan tempur Jerman Leopard-2, yang dimiliki oleh tentara Turki, juga gagal menahan militan Kurdi dan kelompok teror ISIS, tambah majalah itu.

Untuk menyoroti kinerja tank T-90 Rusia, ahli mencatat sebuah video, didistribusikan pada Februari 2016 oleh oposisi Suriah, yang menampilkan tank T-90 yang menetralisir tembakan rudal anti-tank TOW di Aleppo.

Pelindung T-90 Kontakt-5 ( explosive-reactive armor) menetralisir hulu ledak Rudal TOW sebelum penembakan, meminimalkan kerusakan, ia menekankan.

Di Rusia, T-90 mulai beroperasi pada tahun 1993 untuk menggantikan modifikasi T-80 dan T-72 sebelumnya. Sejak 2011, tentara Rusia telah berhenti menugaskan T-90 dan malah meningkatkan jumlah T-14 Armata, yang produksinya dimulai pada tahun 2016.

Tinggalkan komentar