Pakar: Erdogan Takkan Bertahan Jika Terus Membuat Marah…

7
16
Presiden Turki,Recep Tayyip Erdogan. © Senat Polandia via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Rezim Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan “tidak akan bertahan” jika terus membuat marah hampir setiap negara tetangganya, menurut Mark Sleboda, seorang analis hubungan internasional dan keamanan yang berbicara dengan Loud & Clear di Radio Sputnik pada hari Rabu.

“Rejim Erdogan tidak akan bertahan jika terus menciptakan hubungan buruk dengan semua calon mitra dan tetangga utamanya”, kata Sleboda seperti dilansir dari laman Sputnik News.

Analis tersebut menambahkan bahwa Turki, sebagai anggota NATO, telah berubah dan menjadi sangat dekat ke sebuah konfrontasi dengan AS. Ia menunjuk pada dukungan Ankara terhadap Tentara Pembebasan Suriah dan sikap oposisinya terhadap milisi YPG Kurdi yang didukung oleh AS.

Terlebih lagi, pasukan Turki telah memasuki wilayah di Suriah Utara, “mungkin sebagai bagian dari penaklukan Neo-Ottoman”, sebuah langkah yang tentunya sangat tidak menghormati kedaulatan pemerintah Damaskus.

Serangan Erdogan terhadap suku Kurdi di distrik Afrin, Suriah, ironisnya menyebut bila Operation Olive Branch, dipandang sebagai operasi kontra terorisme oleh pemerintah Erdogan.

Ini adalah ancaman yang kurang jelas terhadap Washington, yang menganggap Kurdi sebagai kekuatan anti-Daesh paling efektif, dan Damaskus, yang mengirim pasukan ke Afrin untuk melindungi kedaulatan teritorial (wilayah) Suriah.

Kemudian, ditambah dengan perselisihan lama antara Turki dan Yunani yang sekarang muncul kembali, termasuk permusuhan dengan Irak, Turki telah mengirimkan pasukan militer ke wilayah barat laut Irak, melawan keinginan pemerintah di Baghdad.

Ankara juga baru saja mengirimkan kapal perangnya ke zona ekonomi eksklusif (ZEE) Siprus, yang membuat berang pemerintah Yunani dan Mesir.

“Turki telah berhasil mengasingkan hampir semua tetangga dan sekutu sebelumnya. Kami berbicara dengan Amerika Serikat, Rusia dan Uni Eropa, dan juga semua negara tetangganya”.

“Ini bukan hal yang baik-baik saja jika orang Turki menginginkan Erdogan untuk terus bertugas sebagai pimpinan mereka”, kata analis tersebut.

7 COMMENTS

  1. Ada berita Yunani dan Armenia mendesak parlemen AS supaya pentagon tidak menjual 100 F-35 ke Turki, dan parlemen pun menanggapinya. Seharusnya Turki belajar dari sejarah runtuhnya kerajaan ottoman.. Peperangan tidak akan menyelesaikan masalah yg ada malah menyeret kepada krisis ekonomi. Ada pepatah jawa bilang “sing waras ngalah”…

LEAVE A REPLY