Pakar: Penjualan F-35 ke Taiwan Tak Sepadan Risikonya

Jet tempur siluman F-35 Lightning II terbang perdana di Edward AFB. © U.S. Air Force via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Ketika Gedung Putih menekan tarif dari China sebagai apa yang disebutnya “praktik perdagangan yang tidak adil”, dua senator AS meminta Presiden Trump untuk menjual jet tempur siluman F-35 kepada Taiwan.

Senator John Cornyn dan James Inhofe mengatakan bahwa langkah untuk menjual jet tempur siluman F-35 “jump jet” kepada Taiwan bisa menghalangi postur militer China “yang agresif” di kawasan Asia-Pasifik, seperti dilansir dari laman Defense One.

“Taiwan memiliki persyaratan yang sah untuk bisa menempatkan armada tempur modern demi menangani segudang kemungkinan pertahanan. Karena itu, Taiwan meminta dukungan AS dalam pengadaan F-35B”, tulis mereka dalam sebuah suratnya kepada Trump, pada hari Senin.

Namun para pakar pertahanan mengatakan, kendati F-35B sangat cocok untuk militer Taiwan, mereka memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat menimbulkan lebih banyak risiko daripada sebagai pencegah atau deterrent.

“Anda akan meningkatkan taruhan secara signifikan tidak hanya antara Taiwan dan Cina, tetapi antara AS dan China. Saya tak yakin itu sepadan dengan risiko yang akan diperoleh Amerika Serikat”, kata John Venable, seorang pensiunan pilot pesawat tempur yang kini menjadi analis di Heritage Foundation.

Selain itu terdapat kekhawatiran dalam kontrol ekspor seputar teknologi canggih F-35 dan data jaringan logistik yang dimasukkan ke dalam setiap pesawat tempur.

“Anda memanfaatkannya dan Anda mendapatkan akses ke lebih banyak informasi selain logistik. Ada terlintas bahwa akan sangat sulit bagi orang Taiwan untuk menjaga kerahasiaan, ini bukan karena mereka akan menyerahkan data tersebut dengan sukarela, tapi karena infiltrasi orang China ke dalam sistem mereka”, kata Venable tentang jaringan komputer yang dikenal sebagai ALIS.

Dan jet tempur siluman F-35B itu tidak murah untuk dibeli, diterbangkan, atau pun di pelihara. Sebuah F-35B, versi yang diusulkan oleh Cornyn dan Inhofe, saat ini menelan biaya sekitar $ 123 juta per unit.

“Apakah orang Taiwan mampu untuk membeli pesawat-pesawat itu?”, Tanya Richard Aboulafia, Wakil Presiden Teal Group, sebuah perusahaan konsultan yang berbasis di Virginia.

Jika Taiwan hanya mampu untuk membeli sejumlah kecil F-35, tentunya akan lebih baik bagi Taiwan untuk membeli pertahanan udara kelas atas, kata Venable.

Namun, dari perspektif militer, para ahli mengatakan jet tempur F-35B ini sangat cocok untuk terbang di Taiwan. Pesawat yang mampu lepas landas dari landasan pacu pendek dan mendarat secara vertikal seperti helikopter. Itu akan menjadi penting dalam perang dengan China, yang mungkin akan mengebom lapangan udara Taiwan yang mencegah jet tempur tradisional untuk dapat lepas landas.

Para pilot menganggap bahwa jet tempur F-35B adalah “pesawat yang sangat mudah untuk terbang” dibandingkan dengan Harrier, jet tempur tua yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal, kata Venable.

Korps Marinir AS membeli bagian terbesar dari model F-35B tersebut. Termasuk Italia dan Inggris. Pesawat-pesawat ini sebagian besar dibangun oleh Lockheed Martin di negara bagian Cornyn, Texas.

“Kelangsungan hidup F-35B, dan sensor modern jarak jauh, tentu dapat membantu Taiwan mencegat rudal China, mempromosikan pencegahan dengan baik ke dekade berikutnya”, tulis para senator. “F-35B tak hanya akan menyediakan pejuang generasi kelima modern tetapi juga mampu meningkatkan kemampuan mereka dalam peperangan masa depan”.

Permintaan itu datang hanya beberapa hari setelah Trump menampar sebagian tarif impor China sebagai tanggapan terhadap pencurian kekayaan intelektual AS. China menanggapi tarif AS atas baja dan aluminium dengan balik mengenakan pajak impor beberapa produk Amerika Serikat.

Penjualan senjata ke Taiwan selalu merupakan masalah tombol panas. Pemerintahan Obama menolak penjualan jet tempur F-16 ke Taiwan, dan lebih memilih hanya untuk mengupgrade jet tempur versi lama yang dibeli sejak tahun 1992 selama pemerintahan George H.W. Bush.

Taiwan memiliki total 144 jet tempur F-16, namun dari armada F-16 yang ada, kurang dari setengah yang siap tempur pada saat ini, tulis para senator. Modernisasi itu akan dilakukan pada 24 jet tempur per tahun hingga 2023. Sedangkan 15 unit F-16 lainnya akan digunakan untuk pelatihan dan berbasis di Amerika Serikat.

Jika pemerintah AS memutuskan untuk tak menjual jet tempur siluman F-35B kepada Taiwan, Cornyn dan Inhofe menulis bahwa setidaknya AS harus menjual lebih banyak F-16V, varian terbaru dari jet tempur F-16 yang menerima sejumlah peralatan yang ditingkatkan, termasuk radar baru, tampilan kokpit dan kemampuan menembakkan lebih banyak rudal modern.

Tinggalkan komentar