Apr 152018
 

Jet tempur generasi kelima, F-35 Lightning II. © CC0 by skeeze via pixabay.com

JakartaGreater.com – Para peneliti yang berasal dari University of Waterloo – Kanada, saat ini sedang mengembangkan teknologi baru yang menjanjikan untuk membantu operator radar memangkas gangguan yang berat di latar belakang dan mengisolasi objek termasuk pesawat siluman dan rudal dengan akurasi yang tidak tertandingi.

Proyek Baru di Danai Oleh Departemen Pertahanan Nasional

Departemen Pertahanan Nasional Kanada telah menyediakan dana sebesar $ 2,7 juta yang akan digunakan untuk akan mengembangkan teknologi radar kuantum. Pesawat siluman di Arktik Kanada tidak akan mampu sembunyi dari sistem radar kuantum baru.

“Cuaca luar angkasa di Arktik, seperti badai geo-magnetik dan jilatan lidah api matahari mengganggu operasional radar dan juga membuat identifikasi objek yang efektif menjadi lebih menantang”, kata Jonathan Baugh, seorang staf pengajar di Institute for Quantum Computing (IQC) yang merupakan profesor di Departemen Kimia yang memimpin proyek dengan tiga peneliti lain di IQC dan Institut Waterloo untuk Nanoteknologi.

Jonathan Baugh mengatakan bahwa dengan berpindah dari radar tradisional ke radar kuantum, maka diharapkan tidak hanya mampu memangkas gangguan tersebut, tapi juga mengidentifikasi objek yang telah dirancang khusus untuk menghindari deteksi.

Pesawat stealth atau siluman mengandalkan lapisan cat khusus dan desain bodi untuk menyerap dan membelokkan gelombang radio sehingga membuatnya tak terlihat oleh radar tradisional. Mereka juga menggunakan gangguan elektronik untuk mengacak detektor dengan suara buatan. Namun dengan menggunakan radar kuantum, secara teori, pesawat-pesawat ini bukan hanya akan terekspos, tetapi juga tidak sadar bahwa mereka telah terdeteksi.

Teknologi Untuk Meningkatkan Pertahanan Kanada

Radar kuantum ini mempergunakan teknik penginderaan yang disebut pencahayaan kuantum untuk mendeteksi dan menerima informasi tentang suatu objek. Pada intinya, ia memanfaatkan prinsip belitan kuantum, di mana dua foton membentuk pasangan yang terlilit atau terhubung.

Metode ini bekerja dengan mengirimkan salah satu foton ke objek yang jauh, sambil mempertahankan anggota lain dari pasangan. Foton yang berasal dari sinyal balik akan diperiksa tanda tangan belitannya, memungkinkan foton dari latar belakang lingkungan yang mengganggu untuk dibuang. Ini akan sangat mampu meningkatkan sinyal radar terhadap gangguan dalam situasi tertentu.

Tetapi agar radar kuantum berfungsi di lapangan, para peneliti harus terlebih dahulu menyadari sumber foton yang terjerat dengan cepat dan sesuai dengan permintaan.

“Tujuan dari proyek kami adalah untuk menciptakan sumber foton terjerat yang kuat sehingga dapat dihasilkan hanya dengan menekan tombol”, kata Baugh.

Hingga saat ini, pencahayaan quantum hanya dieksplorasi di laboratorium. Pemerintah Kanada, di bawah program Sains dan Teknologi di All Domain Situational Awareness (ADSA) Departemen Pertahanan Nasional, telan menginvestasikan sekitar $ 2,7 juta untuk mempercepat penerapannya di lapangan.

“Proyek ini akan memungkinkan kami untuk mengembangkan teknologi demi membantu memindahkan radar kuantum dari laboratorium ke lapangan”, kata Baugh. “Itu akan bisa mengubah cara pikir kita tentang keamanan nasional”.

Sebanyak 54 stasiun Radar Peringatan Utara (NWS), yang berbasis di benua Arktik dan dioperasikan oleh North American Aerospace Defense Command (NORAD), mendekati akhir masa layanan mereka dan mungkin perlu diganti sedini mungkin tahun 2025.

Artikel ini pertama kali diterbitkan oleh Univeritas Waterloo, Kanada

  32 Responses to “Pakar: Radar Kuantum Bisa Deteksi Pesawat Siluman”

  1.  

    Lho militer tiongkok dah memakai radar kuantum

    •  

      betul bung hermanto, dan kemarin para fansboy menyebut itu pesawat hantu gak akan mampu di deteksi radar saat ini, kalo pun bisa dari jarak yang cukup dekat sehingga itu rudal pesawat hantu sudah meluncur duluan… alasan fansboynya adalah pada RCS yang nol koma nol nol nol sekian itu…

    •  

      Padahal Rusia terutama China sudah lbh agresive duluan dlm pengembangan radar Quantum yg secara tdk lgsg Barat mengakui kehandalan radar tsb!

    •  

      .. quantum ya.. jadi inget drama I’m not a robot hehe.. setauku sih gini, atom quantum dibelah jadi dua, satu diletakkan disini satu diletakkan disana..reaksi atom tsb tetap saling berhubungan

    •  

      Radar ini sangat men-janjikan. Sama ketika eforia AESA dulu dimulai.
      Kelemahan yang masih harus ditutup dari teknologi ini adalah :
      – sama dengan dasar nya yaitu teknologi Laser, radar quantum membutuhkan energy yang sangat besar
      – ukuran juga masih besar
      – mendeteksi Siluman iyaaaa, tapi mentargetkan pespur siluman adalah cerita yang lain.

      •  

        saya setuju bung …mungkin masih tahapan reakaya tehnologi,,,karana kalao dipilir lagi quatum itu teori dasar fiskim…jadi terlalu lebar bila ditujukan kesatu spesifikasi saja….karna mekanika quantum sudah lama diterapkan….jadi aneh bila baru diketahui….seandai benar itu radar mampu mendeteksi ,,,yang jadi pertanyaanya mengapa pengembang tehnologi siluman masih ngotot untuk mengembangkan tehnologi yang sudah ada penagkalnya….karna pengembangan suatu tehnologi komplek dan tinggi akan mempunyai resiko besar dan dana besar juga,,,jadi mengapa negara negara sekelas usa,rusia,cina,jepang bahkan uni eropa mengembangkan tehnologi mubajir tersebut….!!!
        jadi menurut saya radar quantum dalam tahap penerapan dari teori kepengembangan sistem …jadi belum teruji karna masih tahap rekayasa……!!! IMHO…itu menurut hemat saya….

        •  

          kelemahan pengembangan pespur karena factor “LAMA”.
          pespur siluman dikembangkan 15 tahun, sepanjang itulah musuh akan mencari antidotnya.
          konsep diadu konsep…visi masa depan diadu visi masa depan.
          Pengembangan Pespur siluman jika berhenti di tengah jalan akan menimbulkan kerugian yang sangat besar.
          Konsep F35 setelah 15 tahun baru terbukti gagal. Ini kerugian biaya dan waktu yang luar biasa.
          Membaca konsep/visi Pespur Gen6 Barat, sepertinya akan terulang kegagalan vision ke depan tersebut.

          •  

            beruntung fase uji terbang F-35 akhirnya selesai setelah berjalan 11 tahun… mungkin ini telah memecahkan rekor untuk jenis pesawat tempur belajar terbang

          •  

            tahun berapa bung radar quantum mulai dikembangkan…???
            kalo teori mekanika quantum jelas sejak awal abad19….
            tapi saya ragu bila pencapain radar ini akan cepat terlaksana atau maksimal dalam pengunaanya….!!!

          •  

            klo cuma dibahas disini juga sampe warjag beruban semua ya gak bakalan selesai lho bung Aming Lee… 😛 wkwkwwk 😆

          •  

            teknologi quantum banyak dipakai sebelumnya untuk penelitian sel dan mikrobiologi. Baru sekitar 10 tahun terakhir dikembangkan dalam Ukuran raksasa sebagai radar.
            Sama dengan kelahiran AESA pertama kali ukurannya sekitar lapangan basket.
            Pertanyaannya selanjutnya adalah :
            “sudah bisa deteksi siluman pake radar quantum”
            “terus gimana cara nembak/targetingnya ?”

            Semua ada waktu dan prosesnya.

          •  

            para peneliti dari Kanada, Inggris dan AS pada tahun 2015 mulai melakukan penelitian terhadap radar kuantum

          •  

            sebagai tambahan bung Aming….

            Single photon detectors claims to be heart of China’s greater quantum radar efficiency

            The CETC breakthrough benefited largely from the recent rapid development of single-photon detectors, which allowed researchers to capture returning photons with a high degree of efficiency.

            CETC said the quantum radar’s advantage was not limited to the detection of stealth planes.

            The field test had opened a “completely new area of research”, it said, with potential for the development of highly mobile and sensitive radar systems able to survive the most challenging combat engagements.

            Quantum radar systems could be small and would be able to evade enemy countermeasures such anti-radar missiles because the ghostly quantum entanglement could not be traced, it said.

          •  

            jangan ngomongin uban dek…disini yang diskusi sudah ubanan semua….!!!
            bung SP tak kira situ sudah diperaduan…dan terlelap…xaxaxaxa…
            sebab itu bung maka pengembangan tehnologi terus berlanjut dan adu kecepatan tapi sista penangkal akan selalu selangkah dibelakang….tapi pertanyaanya secepat apa pengembangan dari penangkal tersebut…karna pespur gen5 sudah siap oprasional sepenuhnya….!!!

          •  

            wah… maaf mbah aming 😀 xixixix

          •  

            maksud saya bung SP…kalo saya masih smp kak…..xaxaxaxa…

          •  

            bung lingkar…ada harus paham kalimat dari teori dengan hasil uji coba…!!!
            bila hasil uji coba tidak ada masalah dan keefektipanya berasio besar maka bisa dibilang sukses…tapi kalo bicara secara teori maka ada kemungkinan berhasil dan ada kemungkinan punya kendala dalam sistem mengimplilasikan penerjemah teori tersebut ….maka ada tahapan uji coba untuk meminimalisirkan kegagalan tersebut….
            yang jadi pertanyaanya adalah ditahap mana itu pencapain tu radar ….???

  2.  

    xaxaxa…lagi teori…lagian pespur gen5 belum sepenuhnya oprasional…kecuali F22 lalu bagai mana ngetes tu radar quantum dapat mendetek siluman…apa diuji coba sama pocong kale yaa…xaxaxaxa…

  3.  

    secara teori memang pusing dan membingungkan,,,,,,,buat nya juga pasti ga gampang,,,,,apalagi meng operasi kannya……
    kru sat radar harus di latih menggunakan berbagai macam jenis radar, so pasti perawatannya tidak mudah dan tidak cepat….

    ujung2 semua akan menggunakan radar convensional utk mendeteksi pesawat asing dan aseng……..dan meninggalkan radar kuantum yg bisa dibilang jadi beban hidup militer…….

  4.  

    Hihhihiii, quantum yg menggunakan pencahayaan utk mmbidik pesawat yg menggunakan material penyerap radar

    Hahhaahaaaa

  5.  

    Indonesia krisis rudal auah gelap gelap terang xaxax

  6.  

    Akhirnya pada belajar pada bangsa timur, pengakuan yg jujur bangsa barat kalau sdh tertinggal akan teknologi

    😎

  7.  

    kalau jadi ni radar apakah yang akan terjadi pada f35 usa ?
    mengingat speed dan manuvernya gak mumpuni
    xixixixixi

 Leave a Reply