Nov 182016
 
PKR Sigma 10514 KRI RE Martadinata

PKR Sigma 10514 KRI RE Martadinata

Poin kunci :

* Damen telah dikontrak oleh Indonesia untuk menyediakan berbagai sistem ‘fitted for but not with’.

* Peralatan khusus itu meliputi sistem rudal pertahanan rudal VL Mica MBDA, sistem rudal anti-kapal MM 40 Blok 3 Exocet dan meriam Rheinmetall Millennium 35 mm.

Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNs) sedang negosiasi dengan beberapa pemasok untuk pengadaan paket senjata dan peralatan untuk dua frigat Perusak Kawal Rudal (PKR) SIGMA 10514 yang akan diserahkan kepada Angkatan Laut (Tentara Nasional Indonesia Indonesia – Angkatan Laut, atau TNI-AL).

Kementerian Pertahanan Indonesia (MoD) dan DSNs sebagai kontraktor utama, menandatangani kontrak pada Desember 2012 untuk PKR pertama. Pilihan untuk kapal kedua dilakukan pada pertengahan 2013. konstruksi modular kapal telah dibagi antara fasilitas Vlissingen, Belanda, dari DSNs dan galangan kapal PT PAL di Surabaya, dengan perakitan akhir, integrasi, dan pengujian dilakukan di Indonesia.

Kapal KRI Raden Eddy Martadinata menyelesaikan percobaan laut pada bulan September 2016 dan direncanakan untuk dikirimkan pada Januari 2017, setelah selesai pelatihan awak. Pekerjaan dilanjutkan di Surabaya pada penyelesaian kapal kedua, diberi nama Gusti Ngurah Rai. Pengiriman dijadwalkan Oktober 2017.

Kapal PKR dipasang dengan sistem misi inti yang disediakan oleh Thales Nederland – termasuk sistem manajemen tempur TACTICOS, radar surveillance SMART-S Mk 2, STIR 1.2 EO Mk 2 radar/electro-optical tracking system, dan Kingklip hull-mounted sonar -Sistem senjata yang termasuk dalam kontrak asli adalah satu meriam super cepat Leonardo (Oto Melara) 76/62. Namun, ruang, berat kapal, dan kelengkapan lain dalam disain SIGMA 10514, memungkinkan untuk retrofit tambahan sistem senjata ‘fitted for but not with’, termasuk sistem rudal pertahanan titik, sistem rudal permukaan-ke-permukaan, dan sistem senjata CIWS.

Sumber : Janes.com

 Posted by on November 18, 2016