Mei 162019
 

A formation of No.16 Sqn JF-17s. In April 2011, No.16 MR Sqn became second squadron to be equipped with JF-17 Thunder. © www.PAFwallpapers.com

Tiga pesawat tempur multirole JF-17 Thunder Block II terakhir akan dikirimkan ke Angkatan Udara Pakistan (PAF) pada akhir Juni, tulis Jane’s.

Pesawat tempur ini merupakan bagian dari pesanan Angkatan Udara Pakistan pada akhir tahun 2017 untuk tambahan 12 platform yang saat ini berada di jalur perakitan akhir Aircraft Manufacturing Factory (AMF) di PAC Kamra. AMF telah membangun lebih dari 100 unit JF-17 sejak JF-17 pertama (nomor seri 09-111) diluncurkan pada November 2009.

Produksi varian Blok III diharapkan akan dimulai akhir tahun ini, sebagaimana dinyatakan oleh Kepala Angkatan Udara PAF Marsekal Mujahid Anwar Khan kepada Jane, dan menambahkan bahwa Angkatan Udara “akan membuat keputusan pada salah satu dari dua radar AESA (airborne electronically scanned-array) baru buatan China yang sedang dievaluasi untuk JF-17 Block III “. Marsekal Mujahid mencatat bahwa, meskipun daya dukung dan biaya akan menjadi faktor dalam keputusan tersebut, Angkatan Udara tetap berharap agar pesawat dapat beroperasi dengan radar baru pada Maret 2020.

Radar KLJ-7A dari Nanjing Research Institute Technology Electronics sedang dipasarkan oleh China Electronics Technology Group Corporation (CETC) dengan opsi pendingin udara dan pendingin cair. Pesaing kedua adalah Leihua Electronic Technology Research Institute (LETRI), yang menawarkan radar AESA dengan pendingin udara yang dikenal sebagai LKF601E.

Sementara itu, Pabrik Perbaikan Pesawat Udara (Aircraft Repair Factor ARF) di PAC Kamra baru-baru ini menyelesaikan inspeksi 1.000 jam pertamanya pada JF-17 pertama. Ini terjadi setelah PAC Kamra dan Perusahaan Industri Pesawat Terbang Chengdu China (CAC), yang ikut mengembangkan pesawat tempur, bekerja pada dua JF-17 masing-masing untuk mengembangkan prosedur kerja.

Jane’s

 Posted by on Mei 16, 2019

  10 Responses to “Pakistan Akan Terima JF-17 Thunder Block II Terakhir”

  1.  

    Di telikung SU27/30 India, bisa koit

  2.  

    Sepertinya cina menjadi salah satu negara yang paling produktif untuk pengembangan dan produksi macam ragam pesawat baik pesawat tempur, transport, amphibi dan mereka mampu merealisir untuk benar2 dibuat dan mampu terbang dengan baik, termasuk software dan hardware sistem elektronik dan radar, kapital mereka saat ini mungkin yang terkuat didunia mestinya itu semua bisa dicapai dengan usaha dan kerja keras yang terkonsep jelas dan dijalankan….bagaimanapun salut utk hal ini

  3.  

    Calon perpur sakti masa depan ..

  4.  

    Cocok di akuisi Indonesia dgn budget pertahanan terbatas. 5 skuadron JF17 blok 3 utk tiap pulau besar. Realistis tanpa halusinasi mimpi mau pespur kelas wahid dan sdh mampu menutup celah udara nasional. Lebih baik berbuat biarpun kecil, drpd besar dan canggih tapi hanya mimpi terus menerus.