Pakistan Borong 30 Heli Tempur T129 dari Turki

9
32
Helikopter serang TAI T129 © Milborne One via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pakistan telah secara resmi menandatangani kontrak pembelian 30 unit helikopter tempur TAI T129 dari Turki. Hal tersebut telah diungkapkan pada tanggal 24 Mei 2018, seperti dilansir dari laman IHS Jane.

Konfirmasi penjualan yang telah diantisipasi sebelumnya ke Pakistan ini dibuat dalam manifesto politik bahwa Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Parti) yang berkuasa di Turki telah dirilis menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni.

Manifesto tersebut menyatakan bahwa beberapa waktu yang lalu sebuah kontrak untuk penjualan 30 helikopter tempur telah ditandatangani antara Turki dengan Pakistan. Namun tanpa rincian lebih lanjut yang diungkapkan dan Turkish Aerospace Industries (TAI) tidak menanggapi permintaan untuk memberikan komentar pada saat tulisan ini dibuat.

Pakistan diketahui telah mengevaluasi versi AgustaWestland A129 Mangusta ini yang dibangun oleh Turki sebagai bagian dari upaya berkelanjutannya untuk mendapatkan helikopter serang baru. Sebelumnya Angkatan Darat Pakistan telah memesan 12 unit Bell AH-1Z Viper buatan AS, sejak 2014 telah menguji helikopter tempur Z-10 buatan China dan sejak 2016 Pakistan menguji helikopter T129.

Sebelumnya, Komandan Penerbangan Angkatan Darat Pakistan Mayor Jenderal Nasir Shah hanya mengatakan bahwa sejumlah opsi platform sedang dipertimbangkan untuk menambah armada Bell AH-1 Cobra saat ini, keempatnya baru-baru ini menerima Mil Mi-35 dan segera akan dikirimkan platform AH-1Z Viper.

“Penerbang Angkatan Darat memiliki rencana untuk lebih meningkatkan armada helikopter serangnya dan berbagai opsi sedang dipertimbangkan dan dievaluasi”, kata Mayjen Nasir Shah pada 31 Januari di konferensi Helikopter Militer IQPC di London.

Ia pun menambahkan bahwa 32 unit helikopter AH-1 saat ini telah memberi dukungan erat yang efektif untuk pasukan darat yang terlibat dalam operasi kontra-pemberontak atau COIN, tapi mereka tidak dapat digunakan secara efektif pada operasi di ketinggian di atas 8.000 kaki.

9 COMMENTS

LEAVE A REPLY