Agu 142019
 

dok. Pasukan Para Komando India di Kashmir. (@ Panky2sharma – commons.wikimedia)

New Delhi  Р Jakartagreater.com, Pasukan India dan Pakistan baru-baru ini terlibat tembak menembak di perbatasan selama beberapa hari, yang menyebabkan sedikitnya 4 orang di pihak Pakistan tewas dan satu di pihak India. Sementara hampir 40 lainnya terluka. Pencabutan status khusus terhadap Kashmir oleh India, telah meningkatkan ketegangan India-Pakistan, dirilis Sputniknews.com, Selasa 13-8-2019.

Mengecilkan pergerakan peralatan militer Pakistan di dekat Garis Kontrol, sebagai tidak ada apa-apa kecuali berjaga-jaga”, Kepala Jenderal Angkatan Darat India Bipin Rawat mengatakan, pasukan bersenjata India tetap siap untuk menghadapi tindakan apa pun oleh Pakistan.

Line of Control (LoC) adalah perbatasan de facto antara India dan Pakistan. “Semua orang melakukan penyebaran kehati-hatian, dan kita seharusnya tidak terlalu khawatir tentang hal itu. Sejauh menyangkut Angkatan Darat dan layanan lainnya, kita selalu harus siap,” kata Jenderal Rawat kepada media pada hari Selasa 13-8-2019.

Pernyataan itu datang di latar belakang sebuah laporan media yang menyatakan bahwa militer Pakistan telah mulai memindahkan peralatan militer ke Pangkalan Udara Skardu di negara itu di dekat Wilayah Persatuan Ladakh di perbatasan India-Pakistan.

Sementara itu, Duta Besar Pakistan untuk AS Asad Majeed Khan, dalam sebuah wawancara dengan New York Times, mengatakan bahwa Pakistan mungkin akan memindahkan pasukan dari perbatasan Afghanistan ke perbatasan Kashmir setelah keputusan Konstitusi India yang baru-baru ini mencabut Pasal 370, yang memberikan status khusus ke Jammu dan Kashmir.

Mengenai apakah permusuhan di sepanjang perbatasan dengan Pakistan akan meningkat pada hari-hari mendatang, Jenderal Rawat mengatakan pilihannya adalah dengan Pakistan. “Jika musuh ingin mengaktifkan LoC, pilihannya ada di pihak mereka,” kata kepala Angkatan Darat.

Angkatan Darat dan Angkatan Udara India telah disiagakan tinggi di sepanjang perbatasan Pakistan selama beberapa bulan terakhir untuk membalas semua kesalahan Pakistan secara efektif.

Pada hari Senin 12-8-2019, ketika mengunjungi pos perbatasan dekat LoC, Kasad Pakistan Jenderal Qamar Javed Bajwa mengatakan Islamabad telah memulai beberapa langkah untuk memperbaiki krisis yang sedang berlangsung di Kashmir, menambahkan bahwa Angkatan Darat Pakistan tidak akan membiarkan India menyembunyikan dugaan kejahatan yang dilakukan oleh pasukannya di Kashmir.

Wilayah ini telah menjadi rebutan antara India dan Pakistan sejak negara-negara tersebut memperoleh kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Inggris pada tahun 1947. Kedua negara memerintah bagian-bagian berbeda dari wilayah tersebut tetapi mengklaimnya secara keseluruhan. Para saingan juga telah berperang 2 kali atas Kashmir.

Bagikan