Apr 092018
 

S-400 Triumf, sistem pertahanan udara jarak jauh generasi baru buatan Rusia. © Vitaliy Ragulin via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Menteri Pertahanan Pakistan Khurram Dastgir Khan dalam diskusi mengenai masalah kerjasama antara Moskow-Islamabad tentang pembelian perangkat keras militer Rusia oleh Pakistan, seperti dilansir dari laman Sputnik News.

Pembelian Jet Tempur Su-35, Tank T-90 dan Sistem Pertahanan Udara

Khurram Dastgir Khan mengkonfirmasi kepada Sputnik bahwa Islamabad sedang dalam pembahasan dengan Moskow mengenai rencana pembelian sistem pertahanan udara, dan menambahkan bahwa Pakistan tertarik dengan senjata semacam itu.

“Sistem pertahanan udara merupakan salah satu alutsista yang kami minati. Kami sangat tertarik dengan berbagai macam teknologi alutsista Rusia. Kami sedang menegosiasikan sistem rudal pertahanan udara S-400 dan kami akan mengumumkannya setelah selesai”, kata Khan.

Pakistan dan Rusia dapat mencapai kesepakatan mengenai pembelian Islamabad pada jet tempur Su-35 Rusia dalam beberapa tahun ke depan, namun menurut Khan bahwa pembahasan masih berada di tahap awal.

Pada bulan Februari lalu, seorang pejabat tingkat tinggi militer di Pakistan mengatakan kepada Sputnik bahwa Islamabad belum ada rencana untuk membeli pesawat tempur Su-35 dari Rusia.

“Mengenai pesawat tempur Su-35 buatan Rusia, mungkin dalam beberapa tahun ke depan kita akan dapat mencapai titik tersebut, kita berada di awal negosiasi saat ini”, kata Menteri Pertahanan Pakistan menjawab pertanyaan terkait.

Pakistan telah menunjukkan ketertarikan untuk mengakuisisi tank T-90 Rusia sebagai komitmen jangka panjang daripada pembelian tunggal, menurut Menteri Pertahanan Pakistan Khurram Dastgir Khan dalam wawancara pada hari Kamis.

“Kami tertarik dengan tank T-90 dan dari Rusia, namun bukan hanya sekali beli saja, tetapi itu akan menjadi komitmen jangka panjang”, kata Khan.

Situasi di Afghanistan

Baik Islamabad ataupun Moskow tertarik pada Afghanistan yang stabil dan demokratis karena akan memberikan kontribusi positif bagi keamanan di kawasan Asia Tengah, kata menteri pertahanan itu.

Helikopter Sikorsky UH-60A+ Angkatan Udara Afghanistan. © US Air Force

“Kami menghormati kedaulatannya Afghanistan. Stabilitas di Afghanistan penting bagi Pakistan untuk mengembangkan kemakmuran masa depan bagi akses ke pasar Rusia, misalnya melalui jalur darat. Afghanistan yang demokratis dan stabil menjadi kepentingan Rusia dan Pakistan”, kata Khan.

Pakistan mendukung upaya dari Rusia untuk membawa stabilitas dan perdamaian ke kawasan tersebut dan meminta kekuatan regional dan global lainnya untuk bersama-sama menyusun rencana demi mengakhiri kekerasan dan mengalahkan terorisme di Afghanistan.

“Kami mendukung pendekatan regional Rusia ke Afghanistan dan kami pun berharap bahwa tidak hanya Rusia saja, tetapi juga China, Iran dan tentu saja Amerika Serikat dapat duduk bersama dan menyusun cara dimana kita dapat mencapai perdamaian dan rekonsiliasi internal di Afghanistan”, jelas Khan menambahkan.

Menteri Pertahanan Pakistan juga memuji soal pendekatan baru oleh para pemimpin Afghanistan untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di negara itu.

“Satu langkah positif yang telah terjadi baru-baru ini adalah pendekatan yang tulus oleh Presiden Afghanistan Ashraf Ghani saat berkata bahwa ia tidak lagi ingin memenangkan perang, tetapi ingin mengakhiri konflik”, sebut menteri itu.

Untuk memenangkan perang adalah pendekatan militeristik AS tetapi kini Afghanistan melakukan pendekatan dengan Pakistan dalam masalah ini. Prioritas tertinggi Pakistan mengenai Afghanistan adalah memiliki tetangga yang stabil serta demokratis secara damai.

Afghanistan telah lama menderita ketidakstabilan politik, sosial dan keamanan karena aktivitas gerakan radikal Taliban dan kelompok teroris Daesh yang juga dikenal dengan Negara Islam (IS), ISIS atau ISIL. Untuk mengatasi permasalahan tersebut Moskow pun telah menyelenggarakan sejumlah konferensi untuk mencapai perdamaian di negara yang dilanda perang.

Islamabad-Moskow Setuju Tingkatkan Kerjasama Pertahanan dan Intelijen

Islamabad berharap untuk memperluas kerjasama pertahanan dengan Rusia di semua bidang, termasuk pelatihan militer, pengadaan peralatan dan berbagi intelijen, terang Menteri Pertahanan Pakistan Khurram Dastgir Khan.

“Di bidang pertahanan, kami telah meneken sebuah perjanjian pertahanan Pakistan-Rusia yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2014. Hasilnya, kami telah mampu melakukan latihan militer bersama, Pakistan telah membeli helikopter Mi-35 Rusia dan kini kami melihat pada cakupan yang lebih luas dari kerjasama pertahanan”, tutur Khan.

Khan menambahkan bahwa dalam hal pelatihan, personel militer Pakistan akan datang ke Rusia dan personel militer Rusia akan pergi ke fasilitas pelatihan Pakistan. Kami juga sedang mendiskusikan latihan militer yang lebih luas, kami mencari peralatan militer serta intelijen yang lebih luas.

Pejabat tersebut juga memuji kerjasama industri pertahanan saat ini, mencatat bahwa dimasa depan Islamabad berharap untuk menambah berbagai peralatan militer yang dijual oleh Rusia kepada Pakistan.

“Kami mencari masa depan yang lebih besar di bidang-bidang tertentu, dimana Rusia memiliki keahlian yang sangat baik, seperti tank dan sistem pertahanan udara”, kata Khan.

Meskipun Pakistan dan Rusia memiliki perbedaan di masa lalu pada krisis Afghanistan, kedua negara saat ini telah mencapai saling pengertian mengenai isu-isu regional dan internasional, menurut menteri itu.

Bagikan: