Pakistan Sukses Uji Rudal Jelajah Babur dari Bawah Air

Rudal jelajah Babur buatan Pakistan. © M. Asif Amin via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Angkatan Laut Pakistan pada hari Kamis, berhasil meluncurkan Submarine Launched Cruise Missile (SLCM) Babur yang memiliki jangkauan 450 km, menurut Inter-Services Public Relations (ISPR), seperti dilansir dari laman The Express Tribune.

Ini merupakan keberhasilan uji coba kedua untuk rudal jelajah yang diluncurkan dari kapal selam Babur yang dikembangkan secara lokal dengan jangkauan 450 km. Rudal itu ditembakkan dari platform dinamis bawah air, yang berhasil menghantam sasaran dengan akurat dan memenuhi semua parameter penerbangan, menurut rilis resmi dari ISPR.

SLCM Babur mampu dilengkapi dengan berbagai jenis muatan serta menggabungkan teknologi canggih termasuk propulsi yang dikendalikan dari bawah air, alat pemandu canggih dan fitur navigasi. SLCM Babur memberi kemampuan serangan kedua yang kredibel kepada Pakistan dalam rezim pencegah atau deterrence yang ada.

Uji coba tersebut sebagai tanggapan Pakistan terhadap strategi nuklir yang provokatif dan postur yang diupayakan oleh tetangganya melalui induksi kapal selam nuklir dan rudal-rudal nuklir yang dibawa kapal perang dan mengarah pada nuklirisasi Samudra Hindia.

Oleh karena itu Pakistan memandang perkembangan penting tersebut sebagai langkah untuk memperkuat kebijakan Credible Minimum Deterrence melalui pribumisasi dan kemandirian.

Menurut komentar dari situs web pertahanan yang berbasis di Pakistan bahwa uji coba tersebut mungkin telah dilakukan dengan mempergunakan suatu sistem yang dibuat secara khusus.

Pada tahun 2010, MBDA telah membangun “model instrumen” dari SCALP Naval SLCM untuk menguji coba rudal dari bawah air dengan cara mereplika kondisi peluncuran dari kapal selam.

Mungkin Pakistan telah menggunakan sistem yang serupa untuk melakukan pengujian SLCM Babur tersebut. Sementara itu, kapal selam Agosta 90B Pakistan saat ini tidak dapat meluncurkan rudal tersebut karena mereka sedang melakukan upgrade, sedang kapal selam baru yang dipesan dari Tiongkok masih belum tiba.

Tinggalkan komentar