Agu 162017
 

Dinding pemisah kontroversial yang dibangun Israel dekat kota al-Khalil, Tepi Barat, Palestina (Mete Sohtao?lu @metesohtaoglu)

Ramallah – Pemerintah Persatuan nasional Palestina, 15/8/2017 mendesak Israel untuk mengakhiri administrasi sipilnya di Tepi Barat Sungai Jordan, dan mengatakan itu merusak Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA).

Di dalam pernyataan kepada pers, Pemerintah Palestina mengecam keinginan Israel untuk memperkuat Administrasi Sipil Israel (ICA) dengan mempekerjakan lebih banyak staf. PNA akan mempertimbangkan cara menanggapi tindakan penguasa Israel tersebut.

Pernyataan itu menyampaikan ketidakpuasan PNA dengan upaya Administrasi Sipil Israel (ICA), untuk secara langsung membuka komunikasi dengan pengusaha dan warga Palestina.

PNA menyebut ICA merupakan sayap utama pendudukan Israel untuk menguasai wilayah Tepi Barat dan memperkokoh pendudukan atas semua aspek kehidupan, ujar laporan Xinhua.

Pernyataan ini menekankan bahwa ICA mestinya sudah dilucuti bertahun-tahun lalu di bawah Kesepakatan Oslo, yang ditandatangani Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Israel pada 1993.

“Semua langkah itu adalah pembatalan Israel atas Kesepakatan Oslo dan secara sepihak menarik diri dari kesepakatan yang ditandatangani,” ujar pernyataan itu.

ICA merupakan badan sipil-militer yang diberi mandat untuk mengkoordinasikan cara pemerintah Israel berhubungan dengan rakyat Palestina di Tepi Barat, tapi bukan pemukim Yahudi yang tinggal di permukiman di sana.

Kegiatannya meliputi mengeluarkan izin khusus bagi gerakan rakyat Palestina dan barang yang diharuskan melewati sebagian pos pemeriksaan negara Israel. Antara/Xinhua.

Bagikan: