Palestina Hilang dari Google Map, Google Dinilai Terlibat dalam Pembersihan Etnis Palestina

Google tengah menjadi sorotan berbagai media di dunia terkait hilangnya negara Palestina dari aplikasi Google Map. Hal ini pun tak pelak memicu kemarahan berbagai kalangan, termasuk wartawan lokal Palestina. Menurutnya, langkah yang diambil Google tersebut seolah merupakan upaya memalsukan sejarah dan geografi.

“Keputusan itu bertentangan dengan semua norma dan konvensi internasional dengan menyangkal Palestina terhadap hak untuk tanah air dan hanya dirancang untuk memalsukan sejarah dan geografi,” bunyi pernyataan Forum Wartawan Palestina (PJF).

Kelompok tersebut menuntut Google untuk mengembalikan nama Palestina sepenuhnya ke aplikasi Google Map dengan menunjuk semua wilayah Palestina yang kini diubah sebagai Israel.

Google memang terbukti mengganti nama sebagian wilayah yang diakui sebagai milik Palestina menjadi Israel. Kini, jika orang mengetik kata Palestina pada Google Map, maka yang langsung muncul adalah peta wilayah Palestina namun ditulis sebagai wilayah Israel.

“Ini merupakan bagian dari skema Israel untuk membangun namanya sebagai negara yang sah untuk generasi yang akan datang dan menghapuskan Palestina sekali dan untuk selamanya,” bunyi pernyataan Forum Wartawan Palestina (PJF) seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (9/8/2016).

Menyusul kejadian tersebut, dunia maya langsung diramaikan dengan munculnya petisi online di Change.org, yang meminta Google untuk mengembalikan Palestina pada layanan Google Map. Hingga saat ini, lebih dari 150 ribu orang telah menandatangani petisi yang berjudul “Google: Masukan Palestina pada peta Anda” (Google: Put Palestine on your maps). Petisi ini menuduh Google telah terlibat dalam pembersihan etnis yang dilakukan pemerintah Israel terhadap Palestina baik sengaja maupun tidak sengaja. Petisi yang dipelopori oleh Zak Martin ini juga menilai upaya Google tersebut sebagai bentuk penghinaan yang keji bagi rakyat Palestina.

Saking marahnya, sejumlah netizen bahkan meramaikan media sosial dan mengancam akan memboikot mesin pencari Google dan beralih ke mesin pencari lainnya.

Perusahaan raksasa internet asal Amerika Serikat itu memang diketahui telah melenyapkan Palestina dari Google Map sejak 25 Juli lalu. Google menghapus semua wilayah Palestina dan menggantinya menjadi wilayah Israel. Padahal, Palestina jelas merupakan sebuah negara di Timur Tengah yang kedaulatannya telah diakui oleh 136 negara anggota PBB sejak tahun 2012. Bendera Palestina bahkan telah dikibarkan pertama kali di markas PBB di New York, Amerika Serikat pada 30 September 2015.

Tinggalkan komentar