Jan 162014
 
PKR Sigma 10514

PKR Sigma 10514

Setelah sekian lama “mbulet” mencari dan mencari, Indonesia akhirnya mulai membangun armada kapal perang produksi dalam negeri. Bukan lagi Korvet Nasional seperti yang dicita-citakan dulu, melainkan melompat ke kelas Frigate Nasional.  PT PAL Indonesia mulai membuat kapal jenis Perusak Kawal Rudal (PKR) 105 meter atau Guide Missil Escort /Frigate terhitung tanggal 15/1/2014.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro didampingi Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Marsetio, Direktur Utama PT PAL Indonesia, Firmansyah Arifin, CEO Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) Belanda HJ Van Ameijden serta Ketua Tim Pelaksana KKIP, Soemarjono, melakukan first steel cutting atau pemotongan pertama baja sebagai bahan baku pembuatan kapal PKR.

“Ini merupakan kapal pertama yang dibuat di sini (PT PAL Indonesia) dari empat yang kami pesan. Sebenarnya ada enam, tapi dua dipesan di DSNS Belanda,”ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Kapal PKR/Frigate no 1 ini merupakan kapal dengan ukuran panjang 105 meter dan lebar 14 meter dan nantinya akan menjadi kapal pembawa rudal baik untuk dipermukaan air maupun torpedo di dalam air.

Menteri Pertahanan dalam acara pemotongan pertama baja bahan baku  kapal PKR di PT PAL Surabaya 15/1/2014 (photo:DMC)

Menteri Pertahanan dalam acara pemotongan pertama baja bahan baku kapal PKR di PT PAL Surabaya 15/1/2014 (photo:DMC)

Proses pembuatan kapal senilai 20 juta dolar Amerika Serikat (AS) ini dijadwalkan 48 bulan. Selanjutnya 9 hingga 10 bulan kedepannya, tiga kapal lainnya menyusul selesai.

Proses pembuatannya dilakukan dengan menggandeng instruktur dari DSNS. Dengan instruktur ini hadir selama pembuatan di PT PAL. Sementara para desainer dari PT PAL juga sudah belajar secara teknis di DSNS sejak rencana pembuatan kapal ini dibuat sejak 2011 lalu.

“Ini merupakan bagian dari alih teknologi. Saya sudah minta Damen (DSNS) untuk melibatkan PT PAL,” ujar Purnomo.

Kementerian Pertahanan  sudah mendapatkan anggaran sebesar Rp 150 triliun dari pemerintah untuk pengadaan alutsista. Kapal PKR/Frigate merupakan bagian dari anggaran itu.

Menteri Pertahanan (Menhan) meminta kepada KKIP untuk ikut mengawasi pembangunan Kapal PKR/Frigate ini dari waktu ke waktu dan terus meningkatkan kemampuan Industri Pertahanan. Menhan menekankan bahwa proyek pembangunan Kapal PKR/Frigate ini untuk mendukung pengamanan wilayah perairan Indonesia yang luas yang membutuhkan kemampuan kekuatan TNI AL yang tinggi. Menhan mengharapkan agar pada pembangunan kapal ke-2, Transfer Of Technology yang diterima Indonesia lebih banyak lagi porsinya dari pembangunan kapal pertama.

Kapal dengan panjang 105 Meter ini merupakan Kapal pertama yang dibangun dari 2 kapal pesanan TNI AL yang rencananya akan memakan waktu selama 48 bulan atau diharapkan selesai pada akhir Desember 2016. Pembangunan Kapal PKR/Frigate ke-1 ini terdiri dari 6 modul dimana pengerjaan 4 modul nya dilakukan oleh PT PAL Indonesia di Surabaya dan 2 modul akan dikerjakan oleh DSNS di galangan kapal DSNS di Belanda.

PKR Sigma 10514

PKR Sigma 10514

PKR/Frigate ini merupakan kapal berteknologi dan berkemampuan tinggi yang merupakan langkah besar bagi PT PAL. Selanjutnya, pada rencana strategis (renstra) kedua pada 2015 – 2018 TNI AL berencana melanjutkan proyek ini dengan kapal ke-3 dan kapal ke-4.

KASAL Laksmana TNI Marsetio menambahkan, nantinya kapal ini akan menunjang tugas-tugas TNI AL dalam melakukan pengamanan perairan Indonesia.

“Fungsinya dalam perang bisa menjadi kapal yang ditakuti musuh. Di masa damai ini, fungsinya tentu melakukan pengamanan laut dari ancaman kriminalitas lain, seperti pencurian, pembajakan kapal, dan sejenisnya,” jelas Marsetio. (TRIBUNNEWS.COM /dmc.kemhan.go.id)

Bagikan :

  99 Responses to “PT PAL Mulai Bangun Kapal PKR 10514”

  1.  

    Alhamdulillah….. Amin…..
    Setelah di tunggu-tunggu sekian lama akirnya PAL akan membuat kapal PKR/Frigate

    Mungkin ini akan menjadi batu loncatan signifikan bagi uji coba senjata roket lapan dan juga sistem CMS yg sedang di kembangkan PT. LEN

    Mudah-mudahan ada yg bisa memberi pencerahan?…

    •  

      Berpikir Maju Ke Depan
      ————————————————————-
      All hands,
      Kapal penjelajah kelas Ticonderoga yang mulai beroperasi sejak pertengahan 1980-an saat ini menjadi salah satu dari dua andalan utama kapal kombatan permukaan Angkatan Laut Amerika Serikat. Meskipun masih menjadi tulang punggung kekuatan laut terkuat di dunia, Angkatan Laut Amerika Serikat kini tengah merancang program kapal perang baru sebagai pengganti kelas Ticonderoga. Untuk saat ini, nama program itu adalah Future Surface Combatant yang diharapkan pada akhir dekade 2020 desainnya sudah ada dan mulai diproduksi pada decade 2030.
      Apa yang dilakukan oleh kekuatan laut Paman Sam merupakan upaya untuk tetap mempertahankan superioritas Angkatan Laut negeri itu terhadap Angkatan Laut lainnya. Termasuk pula ancaman dari Cina yang terus membangun kekuatan lautnya. Walaupun usia operasional dan usia ekonomis kapal penjelajah kelas Ticonderoga masih panjang, akan tetapi para perencana di Washington telah memikirkan jauh ke depan mengenai penggantian kapal kombatan itu.
      Hal ini sangat disayangkan tak terjadi di Indonesia. Sampai saat ini tak ada pemikiran jangka panjang untuk mengganti kapal perang yang saat ini telah “sakit-sakitan” dan diberikan “obat” berupa MLM. Yang ada cuma perencanaan jangka pendek saja seperti pengadaan kapal fregat Sigma untuk melengkapi korvet kelas yang sama. Tak pernah dinyatakan secara tegas bahwa fregat asal Belanda itu dimaksudkan untuk menggantikan kapal perang lama asal Negeri Kincir Angin yang telah “sakit-sakitan”.

      •  

        Sangat disayangkan juga bahwa GDP (PPP-2012) per kapita US$ US 51,749 tak terjadi di Indonesia, baru mencapai US$ 4,876 saja per kapita, sementara kurs Rp babak belur seperti dihajar orang sekampung…

  2.  

    kira kira mengusung persenjataan apa saja ,, hingga di takuti musuh yah??
    ada system radar peringatan dini juga kan? senjata pertahanan udara menggunakan VL mica block 3 atau apa..

    mohon pencerahan nya. dari senior2,,
    sebelum dan sesudah nya terima kasih,,

  3.  

    Total enam ya? sama dong dgn jumlah Gowind pesanan si jaguh. Tapi jika Sigma sudah steel cutting, kedatangan Gowind akan jauh tertinggal karena belum ada kabar kapan dimulai produksinya. Selain itu juga Gowind adalah ‘reject’ TNI AL karena pernah dipertimbangkan juga sebelum pilihan jatuh pada Sigma class. Mangkin aman nih Ambalat 🙂

  4.  

    INI nanti jadi POLEMIK

    “Ini merupakan kapal pertama yang dibuat di sini (PT PAL Indonesia) dari empat yang kami pesan. Sebenarnya ada enam, tapi dua dipesan di DSNS Belanda,”ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

    yang bener mungkin yang ini

    Kapal dengan panjang 105 Meter ini merupakan Kapal pertama yang dibangun dari 2 KAPAL PESANAN TNI AL yang rencananya akan memakan waktu selama 48 bulan atau diharapkan selesai pada akhir Desember 2016. Pembangunan Kapal PKR/Frigate ke-1 ini TERDIRI dari 6 modul dimana pengerjaan 4 modul nya dilakukan oleh PT PAL Indonesia di Surabaya dan 2 modul akan dikerjakan oleh DSNS di galangan kapal DSNS di Belanda.

    kadang wartawan kurang bagus dalam menuangkan informasi yang diterimanya,

    Warjager paling bentar lagi bertanya @Bung satrio
    Yakhont bisa dipasang nggak dikapal PKR ini

    hehehehehe

    •  

      Saya ndak nanya tentang Yakhont @ bung satrio.
      Yg saya mau tanya apa ini frigate akan dilengkapi dengan CIWS Type 730 buatan cina.?
      Sepertinya akan nampak sedikit garang dan lengkap kalo dilengkapi senjata jenis ini.
      hehehehe…juga

      •  

        makai Oerlikon Millennium 35 mm Naval Revolver Gun System
        tu dibawah anjungan

        •  

          Untuk anti serangan dari belakang pake apa ya? kelihatannya posisi oerlikon tidak bisa 360 derajat, dan tidak terlihat ada CIWS lain di belakang dan tidak ada dalam list armament. Padahal asik juga tuh kalo fregate TNI punya CWIS depan belakang biar serasa destroyer, yang belakang type paket hemat juga ga apa

          •  

            Seharusnya disain semula CIWS PKR berada dibelakang, disain awal pakai Phalanx dibelakang dan didepan yang sekarang ditempati Milenium adalah roket ASW.

            ada yang tahu kenapa ? padahal berat Phalanx daripada Milenium

            Phalanx = 6.5 ton
            Milenium = 3.75 ton

          •  

            Saya liat di video oerlikon bisa berputar 360 derajat, tapi letaknya di depan bawah anjungan membuat sudut blank spot tembakan cukup besar ke arah belakang. Ketika design phalanx di depan belakang apa ada heli deck juga?

          •  

            Kalau mau nembakkan milenium berputar 180 derajat juga boleh kok bung now..pasti kena dan ampuh
            Asal posisi PKR sudah mau tenggelam setelah diterjang rudal anti kapal (sekalian bunuh diri)
            hehehehe

          •  

            Konfigurasi sekarang memang aneh karena jadi ada 2 CIWS di depan.

            dari:
            jakartagreater,com/frigate-sigma-10514-seperti-apa-barangnya/
            danu says:
            December 4, 2013 at 1:02 pm

            Pada konfigurasi awal, CIWS phalanx diletakkan dibelakang, (sementara di posisi Millennium sekarang dipasang ASW mortar).
            http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2013/11/sigma10514.jpg
            Ini mungkin konfigurasi yang lebih logis karena untuk Sigma yang sedang dibangun dapat dipilih meriam Oto Melara tipe mutakhir, Strales 76/62 yang bersifat multi-mission dan memiliki fire control dan illumination radar sendiri untuk mendukung proyektil DART berkemampuan anti-air dan anti-missile, (sehingga Millennium dapat dipasang di belakang).

            Strales dilengkapi dual-feed loading system, sehingga dapat menembakkan amunisi pintar jenis lain seperti proyektil kendali jarak jauh (GLR / Guided Long Range) Vulcano 76 dengan pemandu GPS/INS dan GPS/INS/IR.
            Proyektil Vulcano dilengkapi multi-modal RF microwave fuse untuk mendukung jenis2 peledakan altimetric (airburst), proximity (untuk target aerial, naval dan surface) atau delayed impact (penetrating)
            .

        •  

          last defense bkan cuma ciws saja…masih ada chaff kok. itu ciws bisa nembak ke samping kan, dan arah AShM lebih dari 50% selalu datang dari samping. klo dari belakang dia ngitung horizontal & vertical siluet kapal jadi susah, daripada miss mending dia datang dari samping. coba nonton exercise live firing ato simulasi misil…
          klo mau dual ciws malah jadi kyk frigate..mending lgsung real frigate kan…ini mah mash korvet heheh.

          btw itu meriam bukan strales..konfigurasi strales beda lagi walo klihatan sama kyk super rapid.

      •  

        jangkauan dan daya hancurnya thd rudal lebih dasyat yg mana @ bung satrio.?

        •  

          ihhh malasnya gak mau googling
          oerlikoen milenium
          Rate of fire Single shot
          Rapid Single Shot: 200 rounds per minute
          Burst (automatic fire): 1000 rounds per minute
          Muzzle velocity AHEAD: 1,050 m/s (3,445 ft/s)
          HEI: 1,175 m/s (3,854 ft/s)
          APDS/T: 1,440 m/s (3,950 ft/s)
          Effective firing range 3500m (3830 yd)

          CIWS type 730
          seven-barrelled 30 mm Gatling gun CIWS.
          rate of fire is 5800 rd/m,
          effective range is up to 3 km.

          jangkauan lebih jauh milenium daya rusak berkaitan dengan rate of firenya bagusan type 730,
          tetapi kan oerlikoen lagi mengembangkan AHEAD ammunition tuk naval type
          bisa mengimbangi daya rusaknya gatling gun ciws

          •  

            hehehe….bukan malas Om Satrio, cuma agak bingung sedikit, soalnya di posting terdahulu diberitakan seluruh KRI nantinya dipasang CIWS Type 730 buatan cina termasuk frigate sigma ini.
            Namun yg terlihat akan dipasang ternyata Oerlikoen Milenium, apa karena memiliki banyak kelebihan dari pada produk cina tersebut, sehingga nantinya seluruh KRI memakai Oerlikoen Milenium.
            Trims atas pencerahannya @ bung Satrio…selamat datang frigate sigma, selamat tinggal parchim class..

          •  

            Sekedar catatan: berdasarkan insiden yanbg menimpa USS Chacellorville, daya rusak Phalanx, engkongnya CIWS tipe gatling gun masih tanda tanya besar

            http://tribkswb.files.wordpress.com/2013/11/uss-chancellorville-damaged.png

            Kalau yang datang Yakhont ‘putus’ tuh kapal…
            (terlihat 2x CIWS yang sesungguhnya dalam posisi ideal untuk menembak jatuh si drone nyasar)

    •  

      bung satrio
      #klo liat http://en.wikipedia.org/wiki/Sigma-class_corvette#Indonesian_variants
      rudal yg menggunakan MBDA Exocet MM40 Block II. atau block III yah??? ,,
      cos klo block 2.jangkauan nya pendek cuma 72km.. masih kalah sama harpoon ..124km
      klo pun MBDA Exocet MM40 Block III cuma sampai 180km , ga jauh beda dengan C705 nya china.
      kira kira apa yg bagus ditempatkan di PKR ini?

      # pertahanan udara bukan cuma Oerlikon Millennium 35 mm Naval Revolver Gun System aja. ada 2x MBDA Mistral TETRAL juga,yg cuma 6 km jangkauannya tp kecepatannya sampai 2.6 mach..
      dan lagi ada isu akan menggunakan rudal pertahanan udara Aster-15 yang jangkauan nya 1.7 s/d 30km
      ada juga yg mengatakan menggunakan VLS mica.. yg cuma sampai 20km. apa bener isu itu?

      mohon pencerahannya.. terima kasih

    •  

      yg pernah sy baca mas katanya udah penandatangan PKR ke 3 (lupa sumbernya).

      kalimat diatas memang sedikit membingungkan, kalau benar baru kapal pertama yang dibangun,berarti pengadaan kapal ini mbulet bnget mas ini isux sudah dari 2012 sy dngr mas br 2014 pemotongan bajanya,berarti selesainya 2018 dong.

    •  

      @Bung andi cahyadi
      Pkr 10514 memakai 2×4 MBDA Exocet block III dan 12x MBDA Mica VLS
      Kalau da pakai mica ngapain pakai tetral/mistral mubazir

      @Bung Danu
      Yakhont nanti dipasang di Real fregat saja bung danu sekalian retrofitnya ,,6 bremen class cukup tuk muat Yakhont menjadi kekuatan pemukul
      PKR 10514 skenarionya malah didepan dengan integrasi cmsnya dgn sigma korvet dan NR class.
      dibelakangnya fregat VS/bremen yang bawa yakhont,
      C802 payah performanya bung danu konon latihan terakhir rudal jatuh kelaut sesaat setelah diluncurkan,’mestinya makai yg c 803,,makanya kita sekalian aja pesen C 705 jumlah banyak
      C 802 beli sedikit saja.
      Maka dari itu Pihak TNI AU TIDAK BERANI membeli pespur produk china ,,eman pilotnya,
      pespur china gak dan kloningannya GAK BAKALAN DIBELI

      @Bung Fadil
      Kontrak pembelian PKR 10514 cuma terjadi dua kali dengan damen
      yang pertama 5 juni 2012 dan 1 February , 2013
      Yang ketiga belum ada anggarannya MEF sudah ditutup.

      •  

        Bagaimana jika order of battle lawan menempatkan Buyan-M pada lapis terdepan?

        Pertarungan antara Buyan dengan ss-n-27b (range kl. 220 km) vs Sigma / NR dengan Exocet mm-40 block III (180 km) tidak seimbang.

        Kapal kita lebih besar (=lebih mahal) tetapi kalah jangkauan senjata, bisa rugi bandar kalau perang seperti ini.
        Matematika kakilima (modifikasi best bang for the buck) misalnya mengukur biaya yang dikeluarkan (Rp) dibagi jangkauan rudal yang didapat.

        Misal harga Sigma 10514 Rp 1,000,000, asumsi harga Buyan (panjang 74m atau 0.7 Sigma) = Rp 700,000.

        Modal perang lawan; Rp 700,000 : 220 km = Rp 3,182 / km jangkauan rudal.
        Modal perang kita; Rp 1,000,000 : 180 km = Rp 5,555 / km jangkauan rudal, atau 75% lebih tinggi.

        Stress bandar, udah bayar mahal, underdog lagi (sambil berharap faktor MBtG + luck dapat membantu)…

        •  

          Buyan harus dipasok data link dari helo OTHT atau kapal selam posisi NR kita karena jarak 220Km adalah jarak yang over the horizon,,kordinat kapal yang sedang bergerak akan menimbulkan kesulitan tersendiri dalam memasok data kordinat kapal.

          Jarak Maksimal 220 km dengan rudal subsonik saat saat mendekati target daya Impactnya akan menurun drastis karena maximal bahan bakar rotor roketnya sudah hampir habis,,dan akurasinya akan memble..dan itu ADA PELUANG untuk menghindari tembakan rudal itu baik dengan manuver,ciws,salvo mica atau chaff flarr

          Yakhont aja jarak maksimal 300 km baru efektif diujicobakan masih di sekitar hampir 200 KM selebihnya dari 200 km masih belum efektif saat diujicobakan.

          Perang asimetris yang bung danu sebutkan bisa dengan konsep gerilya laut dan dilakukan denga TAKTIK tersendiri dan areal warfare nya dikepulauan dan teluk teluk,,kalau di lautan bebas pasti NR class sudah dilindungi dengan oleh CAP (combat air patrol) land based naval fighter dan pesawat ASW.
          dan taktik anti gerilya kita pasti sudah punya lah

          Kalau Fregat musuh masuk di tier 3 wilayah kita ..kita bisa memanfaatkan kondisi alam kepulauan kita dengan taktik gerilya laut dikeroyok ama para KCR
          just IMHO

  5.  

    DMC: “PKR/Frigate ini merupakan kapal berteknologi dan berkemampuan tinggi yang merupakan langkah besar bagi PT PAL. Selanjutnya, pada rencana strategis (renstra) kedua pada 2015 – 2018 TNI AL berencana melanjutkan proyek ini dengan kapal ke-3 dan kapal ke-4.”

    •  

      Sampai kapal ke 20 karena Damen memberikan lisensi sampai 20 unit diproduksi untuk kebutuhan dalam negeri ..
      Nanti kedepannya 20 PKR 10514 akan menggantikan 16 unit Parchim class dan 3 nala clas dan 1 kihajar dewantara class
      parchim dan nala class turun tuk patroli perbatasan, dan kihajar dewanta sbg kapal fregat latih

      KONON
      Untuk menggantikan Van splielk class 6 bremen class dibungkus,tiger class batal karena sama roolnya dengan PKR 10514
      dan program Talwar class masuk sebagai destro indonesia

      kita amini saja yaa

      •  

        PKR adalah program Nasional, kenapa harus pakai ijin lagi bung Satrio ?

        http://www.pal.co.id/v5/news/index.php?id=nws2010090216260569

        ” Selain itu, Kemhan dan PT. PAL memiliki hak untuk menjual kapal yg sama ke negara ASEAN dan Asia, serta bila pemenang dari tender pembangun kapal perang PKR menjual kapal yg sama, PT. PAL mempunyai hak untuk men-supply engine room section dan accommodation section dalam rangka ‘ co-production ‘.”

        Seingat saya, Setelah kontrak ini Disain menjadi hak Indonesia untuk dikembangkan lagi, misal Hybrid dengan Rusia.

        •  

          program Korvet nasional sudah almarhum karena damen mbulet..saat pembelian 4 sigma diponegoro class dengan alasan PT PAL belum siap tuk mebangun kapal ke 3 dan ke 4
          dan dijanjikan diwujutkan pada proyek pkr 10514 ini mau tak mau diteruskan ke damen agar PAL bisa ikut membangun 4 modulnya dan 2 Modulnya(Yang VITAL) dibangun damen

          Lisensi diberikan secara gratis tuk PT PAL sebanyak 20 unit bila untuk kebutuhan dalam negeri..
          bila lebih dari 20 unit dan produksi PT PAL dijual ke negara lain maka harus membayar ke damen lisensi nya,
          dan bila damen menjual kapal PKR 105 14 kenegara lain PT PAL berhak ikut membangun dua modul saja
          cmiiw

          •  

            berarti kalau PAL memproduksi kapal ke 21 tapi untuk kepentingan Indonesia sudah bayar lisensi juga ya mas.?
            kalau desainnya sudah dirubah seperti kata mas melektech di bawah apa kita nda dapat pinalti mas.?
            kapasitas produksi PAL sebenarnya brp sih mas.?soalnya kalau nnti 1 kapal jadinya 1 tahun btuh 20 tahun dong br genap 20 kapal

          •  

            1 kapal bisa 3-4 tahun kalau langsung pesennya 4 biji yaa mengerjakannya tidak satu satu tetapi secara bersamaan (simultan) jadi ditahun ketiga bisa meluncurkan satu kapal dan tahun berikutnya satu kapal lagi dst.

            Bener bung melecteck kalau kapal ke 5 kita sudah bisa merubah banyak designnya dan sudah mampu mengINSTAL cms,engine dan Persenjataannya ,,yaa bikin desain baru,

            Yang susah kan Meng Instalnya, makanya 2 modul yang penting dibuat di damen belanda,

            Kalau sampai kapal ke 20 masih memakai design asli PKR 10514 yaa harus bayar lisensi,
            cmiiw

          •  

            bisa gak ya 2 modul vitalnya dibuat PAL pake modul blok timur, siapa tau bisa dapat TOT dari pembelian frigat+destro rusia. Body kebaratan tapi sistem dari timur, manggul yakhont lagi.

        •  

          Sesuai dengan koementar saya doloe kala,………

          Pembelian (kontrak) 4 Korvet Sigma emang ngak disertai ToT, yang mbulet adalah media dan opini dalam negeri saja, jadi ngak ada hubungannya dengan PKR

          Kemungkinan yang akan dilakukan PT. PAL sama dengan FPB-57 yang merupakan lisensi dari Lurssen, Vegesack, Jerman.

          Kemudian PT. PAL mengeluarkan KCR-60 yang berbasis dari FPB-57, namun sudah lepas dari “Jeratan” Lurssen, Jerman, karena disain telah berubah banyak

          Feeling saya, kapal ke-5 (ngak perlu nunggu 20 unit) kemungkinan PT. PAL berhasil lepas dari Jeratan Damen Schelde Belanda, karena disain sudah berubah banyak

          •  

            plan yg cerdas/cerdik ! 😀
            orang pintar kalah sama orang cerdas/cerdik

          •  

            jangan lupa juga orang cerdas/cerdik kalah ma orang beruntung nasib baik den semoga ja pt.seberuntung yg kita harapkan mampu mandiri lepas dari jeratan asing ,,,,,,,,,,

          •  

            nah ini saya cucok banget ma komentar omz@ melectech selalu optimis kadang2 juga ada koment yg pesimis sich,,,jadi sayapun yakin seyakin-yakinnnya insa 4JJ banget,jadi tak perlu PT.PAL harus menunggu lama sampai 20 PKR selesai untuk lepas dari jeratan DAMEN SCHELDE belanda untuk pembuatan PKR yg ke -5,6 pasti sudah di kuasai semua desainnya,, orang2 PT.PAL kan kgak bodoh mereka orang2 pintar pastinyakan mereka maling teknologi damen jadinya hukum maling ini di halalkan / di benarkan

      •  

        “kedepannya” itu rentang waktu berapa lama kira2? 1-2 renstra kah? Kalo 2040 juga itu berita baik yg berakhir antiklimaks

        Kira2 Sigma bisa dipasangi Yakhont ga bung @Satrio? he he he

        Btw kapal permukaan Jerman terbaru (pengganti bremmen) hanya dilengkapi SAM jarak pendek, menurut thinktank mereka itu menyesuaiakan dgn prediksi perang modern. pertanyaannya, apakah Sigma class juga akan menganut faham serupa? bahwa kapal fregate masa depan tidak perlu SAM jarak jauh/menengah?

        •  

          Kalau Indonesia kelihatanya masih perlu bung Now….
          mungkin 2 Fregat aja dengan SAM menengah, buat Gertak Sambal……
          Yang perlu diingat bahwa “BIAYA” perawatan SAM tersebut sangat-amat-MAHAL, jangan sampai bisa beli namun ngak mampu merawatnya

          Seperti kejadian Th. 1995, TNI-AL ngak mampu membayar biaya perawatan rutin Rudal Harpoon dan Exocet-38, yang akhirnya sebagian “Boshoong” (Jawa)

          Faham jerman : Perang dingin sudah berakhir, jadi terjadinya perang besar hampir mustahil, apalagi ada NATO, maka yang terjadi sekarang di Jerman adalah pemotongan anggaran Militer sampai 60%, makanya mereka meng-obral Alutsistanya untuk Ekspor

          Ket : Jerman adalah salah satu negara Eropa yang hanya sedikit terpengaruh dengan Krisis Eropa, malah berusaha membantu Yunani, Portugal, dan lainnya

          •  

            Yup betul bung melecteck
            paling tidak dalam satu gugus tugas armada perlu satu kapal buat peran Anti aircraft warfare yang mengusung sam menengah yang biasanya berplatform Destroyer,
            Kalau nanti dibagi 3 armada yaa sedikitnya kita perlu 3 Destro AAW

            sedangkan kapal combatan lainnya cukup memakai SAM jarak pendek saja lebih mumer karena bisa disalvo kan tuk mengatasi serangan udara atau rudal yang datang..

            di pihak barat (jerman) mereka memakai senjata pertahanan anti rudal RIM-116 RAM Launcher,

          •  

            Iya, saya juga agak heran dengan persenjataan fregate baru Jerman. Beda dengan apa yang sedang TNI capai yaitu peningkatan jangkauan.

            Mungkin karena seperti yang bung @Melektech bilang bahwa NATO plus US sudah sangat mempertimbangkan payung udara Eropa barat. Jerman sebagai ekonomi terbesar Eropa pasti juga sudah keluar duit banyak dalam program kerjasama ini, dan karena politik luar negeri Jerman tidak seperti US maka SAM untuk kapal perang Jerman sudah cukup untuk keamanan dalam negeri mereka. Apalagi letak geografis mereka juga terlindungi karena dikelilingi teman dan sekutunya.

            Beda memang dengan situasi dan kebutuhan Indonesia 🙂

        •  

          menurut data arc…..
          ada pembelian menggunakan kredit espor ta 2010- 2014 yaitu
          1. SAM MICA VLS (6 unit) digunakan untuk MRLF (mungkin Light Fregat Nahkoda Ragam)
          2. EXOCET MM-40 BLOCK 3 DAN MISTRAL 2 ( 1 paket)
          3. pengadaan meriam multilaras (CIWS) serta rudal C-705 lengkap dengan FCS-nya untuk kcr
          4 dan seterusnya

      •  

        bung Satrio, setau saya parchim, nala dan kihajar dewantara class usianya sudah sangat tua, sedang untuk menunggu gantinya PKR 10514 yang 20 buah itu bukankah harus menunggu lama lagi. apakah tidak ada yang dijadikan alternatif sebagai stopgapnya?? maaf kalau salah, mohon infonya. maksih.

        •  

          Yaa kan yang DUA PKR ini mau jadi dan 3 NR class (sudah 5 biji PKR) pastinya untuk menggantikan peran parchim dan kihajar dewantara dulu,,,
          Parchimnya yang sudah bener bener tua (suka rusak) diganti dulu …
          Dan Kihajar dewantara menjadi fregat latih saja tidak dimasukan dikapal combatan..
          Sedangkan 3 Fatahila/nala class kan akan diRETROFIT bisa nambah umur beroperasi sampai 20 thn an

          Parchim akan dijadikan lapis ketiga /third layer adalah kombinasi Parchim class dan Fatahillah class untuk peran anti permukaan dan anti kapal selam,
          (sesuai Role nya)

          cmiiw

          •  

            bukannya yang 2 baru potong baja??dan butuh 48 bulan lagi??..baru 9-10 bulan kemudian kapal 3 yang lain menyusul. 4 tahun berarti 2018 donk… maaf kalau ngeyel.

          •  

            Potong baja untuk pembuatan modul di PT PAL yaa memang kemarin
            perkiraan baru jadi 2016 karena dikerjakan simultan unit kedua satu tahun berikutnya akan selesai (2017)

            Kapal ke 3 dan ke 4 belum ada kontrak jadi gak tau kapan

            Membangun kapal baru memang LAMA maka ada wacana untuk mempercepat dibantu pesan corvette ocean going kepada rusia stereguchi class
            mungkin bisa mengatasi kebutuhan cepat akan corvetee ocean going BARU

        •  

          sy setuju dgn wacana tersebut mas,yg penting saat ini kita harus memburu kuantitas dulu (syukur” bisa kuantitas dpt,kualitas jg dpt),kalau kapal baru hargax mahal beli second saja dulu mas.

  6.  

    Soalnya gelar yg diberikan hanya cukup utk ngambil rudak Starstreak, kecuali kanjeng ratu inggris mau ngasih gelar ” Lord ” pasti bakalan langsung dibeli tuh pesawat sekalian frigate HMS Daring nya jg… 🙂

  7.  

    alhamduliillah..
    Setelah ngebatalin MBT leo langsung minta maap,dan sekarang project 105 udah mulai jalan,supaya dikasih lagi orderan untuk projek selanjutnya. Supaya bisa memperbaiki krisis ekonominya,
    selanjutnya di mef II giliran destroy talwar class 😀
    berharap saja tidak ada lagi fenommenal alam / akting si belanda untuk memperlambatnya seperti yg doeloe – doeloe..

    •  

      Damen sampai meminta secara khusus kepada parlemen belanda agar tidak berkomentar MIRING
      terhadap Indonesia
      karena Damen takut Indonesia tersinggung dan membatalkan atau membatasi proyek PKR 10514.

      berkaca pada nego MBT Leo yang TEAM kedua negara susah susah nego harganya sembari naik perahu menyusuri sungai di belanda dimalam hari dan sampai terjadi kata sepakat dan deal harga ala minang ..gagal karena protes oposisi diparlemen belanda
      asem tenan

      •  

        masih ingat cerita lama makan resto ala indonesia dengan tempe khas kediri tho bung satrio..kayak gitu doeloe artikel tahoen laloe…

        Selanjutnya dalam masa” akan datang bila si loendhoe masih jual mahal dengan putri yg bernama indonesia,maka tidak akan pernah dapat lagi,pun pemerintah selanjutnya kayak e gak ada lagi kerjasama sama si londoe stlh project selesai,tidak tau dg si UK yg udah nyodorin sama Indonesia dengan kapal tercanggihnya,, tapi saya yaQin indonesia pun tidak akan ambil banyak alutsista barat dg banyaknya sanksi isu HAM yg rawan embargoisme,apalagi MOSKVA menanti Sembari TALWAR yg siap di pinang di tahun mmendatang.kalaopun PkR 105 tidak jadi lafayette menannti,saya kira emang si londo terlalu su’udzon dg indonesia,
        belanda melunak setelah indonesia jadi anggota G-20. 😀

  8.  

    karena takut di embargoo lagi kaya nasib sky hawk 100-200 yg di kanibal biar bisa idup…gara2 inggris solider dgn amerika waktu embargo kasus HAM timor timur , makanya om beye masih mikir2 beli typhon,

  9.  

    masih ingat cerita lama makan resto ala indonesia dengan tempe khas kediri tho bung satrio..kayak gitu doeloe artikel tahoen laloe…

    Selanjutnya dalam masa” akan datang bila si loendhoe masih jual mahal dengan putri yg bernama indonesia,maka tidak akan pernah dapat lagi,pun pemerintah selanjutnya kayak e gak ada lagi kerjasama sama si londoe stlh project selesai,tidak tau dg si UK yg udah nyodorin sama Indonesia dengan kapal tercanggihnya,, tapi saya yaQin indonesia pun tidak akan ambil banyak alutsista barat dg banyaknya sanksi isu HAM yg rawan embargoisme,apalagi MOSKVA menanti Sembari TALWAR yg siap di pinang di tahun mmendatang.kalaopun PkR 105 tidak jadi lafayette menannti,saya kira emang si londo terlalu su’udzon dg indonesia,
    belanda melunak setelah indonesia jadi anggota G-20. 😀

  10.  

    kata2 diatas
    “Fungsinya dalam perang bisa menjadi kapal yang ditakuti musuh. Di masa damai ini, fungsinya tentu melakukan pengamanan laut dari ancaman kriminalitas lain, seperti pencurian, pembajakan kapal, dan sejenisnya,” jelas Marsetio.

    yang jadi pertanyaan apa masih bisa mengalahkan formidable class singapura??
    atau Gepard-class frigates vietnam ??
    atau gowind class malaysia??

    •  

      Betul sayang kalau tidak superior. Ngga tahu detail ToT agreementnya, boleh diubah/tidak, tapi di depan anjungan kayaknya tersedia ruangan buat VLS Yakhont/Brahmos, di belakang mungkin sudah sesak oleh propulsi dll. Nanti Oerlikon pindah ke samping/belakang cuma butuh 6 m2. Berat Oerlikon kira2 sama dengan 4 Yakhont/Brahmos jadi seimbang.
      Kita sudah punya CN-235 MPA untuk pemindainya.

    •  

      Sekarang bukan jamannya ngalahin korvet dengan korvet, tapi dengan destroyer atau kasel atau airstrike

  11.  

    @Mas Kobu, PKR itu fregat bukan korvet. Kalo ada kesempatan tenggelamkan kapal musuh, mungkin dengan kapal yg jauh lebih kecil (Iran) atau kapal nelayan (tubruk dengn bom), kenapa tidak? Real combat tidak bisa diatur begitu mas (kecuali di Combat Sim).
    Proyek PKR ini jangka panjang, entah kapan lagi dilanjutkan dengan kelas yg lebih besar/ destroyer, sayang kalau tidak dilengkapi dengan senjata yg superior di kawasan, kalau secara teknis memungkinkan.
    Kalo seandainya tidak bisa, ya terpaksa beli Yakhont versi darat, gelar di choke points ALKI, bekerja sama dengan PKR dan CN-235MPA, menjadi superior.

  12.  

    * Bravo Kemandirian NKRI, Naval warfare sepertinya lebih dulu siap..*

    Oot dari bahasan, Harapan gue kedepannya dlm Naval Warfare dalam negeri adalah :

    – Memiliki system Hibrid dlm pasokan eenergi untuk engine nya, Penggunaan Panel surya dlm Body Kapal2 permukaan (terutama untuk patroli) akan sangat membantu penghematan BBM, sekalipun cuma memiliki speed 8-10 knot. Sinar Matahari yg melimpah…belum dimanfaatkan dgn efesien.

    – Wahana2 seperti Ekranoplane Rusia sebagai Defender akan sangat strategis, bisa memukul dgn cepat juga ngumpet dibalik pulau2 kecil..
    Predict : wahana seperti ini akan sangat efektif buat Negara Maritim dgn ribuan pulau seperti kita.

    •  

      penggunaan panel surya belum bisa menggantikan fungsi genset yang digerakan oleh mesin diesel bung donnie. untuk kapasitas 1kva saja supply secara kontinue diperlukan beberapa lempeng panel surya seukuran triplek apalagi mesin kapal patroli. kalau hanya untuk penerangan mungkin cukup karena siang diisi dan malamnya baru dipakai.

      •  

        * Terinspirasi dari mesin Forklift dan Mobil listrik BMW *

        1. Wahana (Kapal permukaan) dibekali sejumlah batere2 Kering katakanlah dlm jumlah yg cukup untuk menggerakan turbin pendorong wahana selain Genset Reguler,
        2. Pengisian Batere2 sendiri bisa dilakukan didarat Pangkalan, Charge atau Re-charge,
        Opsinya bisa : Charge langsung (memerlukan waktu lama) atau Replace Batere2 Baru sebelum wahana beroperasi.
        3. Panel Surya di Body wahan kemungkinan hanya untuk menambah dgn porsi lebih rendah, tapi memanfaatkan energy putar dari Penggerak Reguler (genset) untuk mengisi Batere2 kering adalah ide sederhana yg bermanfaat menambah Daya.
        4. Tentu z ada Penambahan bobot Wahana dgn kehadiran Batere2 ini.

        # Sejauh mana manfaat Panel Surya – Batere Penyimpanan – Energy Gerak, tentu harus dilakukan pengujian lapangan.

        # Panel Surya Utama pengisian Batere2 ini bisa saja di darat (Pangkalan) dgn membuat Instalasi yg lumayan besar ( 10 Hektare bila perlu)

  13.  

    Kata TNI AL, Idealnya untuk menjaga perbatasan butuh min 24 frigate, tapi TNI AL hanya punya 11 frigate. Dana untuk TNI AL sangat kecil untuk menjaga lautan yg luas. Ironis, Tugas TNI AL di perbatasan laut belum menjadi prioritas bagi Menhan & Mabes TNI. Reaksi jika ada INSIDEN.

  14.  

    @nowyoudont. Mo nanya nih boS, INDIA Kan Militer nya Kuat Punya Nuklir Pula. Tapi Kenapa India Masih menjadi Negara Persemakmuran tuh boS,.? Apakah India tidak Punya Nasionalisme?, Apakah India tidak punya Harga Diri? atau karena India bangga menjadi Negara Persemakmuran? Atau gimana tuh boS.? Padahal di banding Kita (Indonesia) India Lebih Mandiri, Secara Ekonomi India Lebih Mandiri di banding Kita. di India ga ada cerita Etnis non India menguasai Ekonomi India, belum Lagi dari Segi Militer. Tapi Mengapa India Tidak Keluar dari Persemakmuran? Monggo di Jawab boS..!

  15.  

    maaf…saya agak kuarng yakin terhadap TOT nya

  16.  

    mengenai kekuatan penjaga laut kita untuk menuju blue navy masih harus merangkak lebih jauh di dalam pengambilan keputusan yg berani tanpa adanya ewuh pakewuh terhadap kekuatan negara sekutu yg masih mengontrol kekuatan TNI AL dalam jumlahnya..disamping dana yg selalu menjadikan perdebatan untuk membangun kekuatan laut tersebut masih cekak…masih banyaknya celah yg mesti banyak diperbaiki dari segi pemikiran yg strategis seperti operasi ,latihan ,pengerahan personil dan logistik yg menjadikan hambatan.

  17.  

    Perbanyak speedboats dan seaplanes yang mampu gotong pensil, tempatkan di lanal-lanal sekitar selat ALKI 1-3, di masa damai gunakan untuk patroli, ntar kalau ada armada China atau US mau mengobrak-abrik kedamaian di Nusantara langsung pasang pensil-pensilnya untuk mengusir dengan halus, kalau sudah tidak bisa diusir maka bisa untuk corat-coret kapal-kapal mereka tuh.

    Indonesia harus cerdas dan kuat AL-nya untuk mengawal perairan agar ketika konflik pecah antara China dengan US karena perebutan Laut Cina Selatan TNI AL siap mengusir mereka yang ingin berbuat gaduh di perairan Nusantara.

    SOLUSI EFISIEN dan EFEKTIF, murah pembuatannya, murah operasionalnya (BBM lebih sedikit, kru lebih sedikit), multi fungsi. Pengadaan Destroyer dan Frigates pun harus tetap jalan agar TNI AL naik kelas ke blue water navy, kabarnya sih TNI AL sudah digolongkan green water navy sejak mampu beroperasi 20 hari di perairan Somalia.

    TNI harus belajar dari cara Swiss mempertahankan netralitas mereka dalam WW I dan WW II.

    •  

      jadi inti nya harus bisa buat pensil yg bisa coret coret kapal perang USA,,
      masalah nya kita blm bisa buat pensilnya,,jangkauan yg 30km aja ukuran nya lumayan gede, ga mungkin di taruh di speedboats.
      harus riset ulang buat yg kecil2 tp jangkauan jauh & mematikan,

  18.  

    Kalo diperlengkapi dengan rudal-rudal nuklir pasti lebih yahuud…..

  19.  

    Indonesia kudu segera ngejalin hubungan persaudaraan dengan Israel, sebagai ras yg paling unggul dan paling cerdas di dunia pasti Israel mau ngasih teknologi mutakhir alutsistanya. Dari Israel Indonesia bisa dapetin tank paling hebat di dunia Merkava IV, senapan penembak sudut, rudal Phyton, Jericho, sistem hanud Hawk dan masih banyak senjata lainnya. Heil Israel, kami siap menyambutmu, saudaraku….

    •  

      TAK tau malu emang nich orang === negara indonesia menganut sistem anti penjajahan yg di jabarkan melalui UUD’ 45,,,”’ BAHWA KEMERDEKAAN ADALAH HAK SEGALA BANGSA MAKA DENGAN ITU PENJAJAHAN DI DUNIA HARUS DI HAPUSKAN KARENA TIDAK SESUAI DENGAN PRI KEMANUSIAAN DAN PRI KEADILAN ”””””=== bagaimana kau bisa berfikir seperti itu untuk menjalin persahabatan dengan kaum perampas wilayah orang,,, senjata israel tidak ada yg handal TANK MERKAVA JA RONTOK di tembak hanya dengan sniper ketika terjadi perang 8 hari israel-palestina tank itu sampai terguling twh bingung kan hanya dengan sniper itu tanknya sampai terbalik kagak masuk akal klw di pake akal nalar,,,,,memang aku aku tak menafikan ada beberapa senjata merk israel yg di miliki TNI kita tapi kehandalannya lom terbukti seperti contoh kasus rencana pembelian UAV HERON yg pakai TNI AU,,, GUA DOA’IN benar semoga ja UAV buatan yahudi ini rontok jatuh di hempas badai di kalimantan biar TNI bercermin xixixi

  20.  

    ga sabar rasanya menunggu apa yang akan di bungkus di MEF II.. KCR 60 kok minim berita ya.. seperti apa tampilan dan spesifikasinya. sudah sea trial kah..?

  21.  

    kok bangsa penjajah seperti israel di bangga in…dapat uang brp sih dari yahudi…mungkin klo di jaman belanda , jew s lover tidak lebih antek antek penjajah /kaki tangan kompeni kata pitung

  22.  

    STOP PRESS
    Pemerintah Australia pada Jumat (17/1/2014), meminta maaf tanpa syarat kepada Indonesia setelah pasukannya melanggar perairan Indonesia. Mereka mengaku, pelanggaran itu dilakukan tidak disengaja selama operasi keamanan perbatasan. Sindo

    Sudah diakui, kok kita masih mencla-mencle?

    •  

      BETULKAN ANALISA ane pada kagak percaya sih

      Satrio says:
      January 9, 2014 at 7:07 pm

      YUP bener bung now
      Perlu obat cacing untuk menghancurkan cacing cacing yang merongrong rasa cinta tanah airnya

      Sebenarnya kemarin nunggu satu moment saja yaitu nunggu salah satu kapal kapal RAN itu mendarat dipulau rote ,,Tinggal disalvo saja karena itu sudah termasuk Invansi.
      Kalau kemarin mereka masih bisa beralasan mengembalikan pengungsi ILEGAL yang difasilitasi oleh perahu milik WNI dan diawaki oleh Warga negara inonesia dengan cara ILEGAL.

      Dan Panglima mereka tau bahwa itu tindakan sembrono makanya mereka cepat menelfon ke pak Moel agar TNI tidak tersinggung,karena mereka tau insiden itu akan memperlemah posisi mereka,
      Mereka takut Indonesia makin ngambek dan memperpanjang pembekuan kerjasama penanganan manusia perahu,,,dan merak makin repot.

      sekarang kartu ada dikita
      Tinggal kita yang MEMAINKANNYA apakah insiden itu akan dibuat alasan tetap menghentikan kerjasama itu (yg merepotkan kita sebenarnya)
      Atau sekalian dibuat alasan untuk membeli alutsista yang gahar (sam jarak jauh ,fregat,destroyer dan pengebom TU) dengan alasan potensi ancaman dari selatan sehingga kawasan gak berani protes

      Itu namanya Langkah TAKTIS untuk mendapatkan keuntungan STRATEGIS
      Bukan nurutin kemauan anak alay yang pinginnya langsung ditembak ditindakl,mulai perang etc,emang mau setelah nembak akan jadi insiden intenasional dan dibuat alasan untuk menggambang Indonesia rame rame melalui PBB seperti di irak, dan libya,,
      emang kalau sudah perang gitu yang mati duluan siapa ?
      Ya TNI sebagai penjaga kedaulatan negeri ini ..
      anak anak alay nggak tau pada lari kemana

      Think smart boy
      ———————————————————————————————————————————————–

      DAN mereka tau posisinya akan semakinLEMAH dengan insiden pelanggaran teritory tsbmakanya sekarang minta maaf tanpa syarat..

    •  

      LATMA MNE Komodo Maret-April 2014 nanti….pindahin ke Selatan z ya..hehe

      China + Rusia pasti setuju 😀

  23.  

    Terima kasih saudara dari Israel yg telah memberikan hawk kepada TNI AU dan senjata serbu waktu RI belum bisa membuat senjata serbu…maaf kalau saudara*ku menghina negara yahudi yg intinya hanya mempunyai rasa solidaritas antar sesama muslim saja…trima kasih @Jews lover yg telah memberikan ide untuk membeli alutsista Israel…jangan sungkan* masuk di JKGR ini untuk menyumbangkan ide…

  24.  

    Pemerintah Australia pada Jumat (17/1/2014), meminta maaf tanpa syarat kepada Indonesia setelah pasukannya melanggar perairan Indonesia. Mereka mengaku, pelanggaran itu dilakukan tidak disengaja selama operasi keamanan perbatasan. Sindo

    Skor 0 – 2 kita kalah. Gara2 permintaan maaf trsebut di blog kiri kanan TNI babak belur dikatain dari dalam dan luar negeri.
    Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan mengecam dan menolak pelanggaran wilayah Indonesia oleh kapal Angkatan Laut Australia. Suatu respon yg sangat kurang. Utk membalik skor 3 -2 seharusnya Panglima TNI memerintahkan Yon Linud PPRC ke Kupang, F-16 ke Kupang, Sukhoi ke Lombok, dan Gugus Tugas ke Lantamal Kupang, lengkap dengan CN-235MPA. Demonstration of force. Kalau perlu batalkan semua rencana latihan 2014 agar BBM-nya dapat dipakai. Go to hell with esbeye, dia yg mulai kok.

    Tapi ini insubordinasi militer ke sipil nggak boleh. Jadi main cantiknya adalah Panglima perintahkan Latihan Gabungan seperti tsb. di atas. Ini juga untuk mengetes kapabilitas reaksi TNI kita, bisa cepat nggak atau alon2 asal kelakon.

    Ada bensin Bos?

    •  

      Satu lagi, kita gak usah terlalu aktif di pasukan PBB dalam arti pengerahan alutsista, max hingga Anoa saja + pasukan darat. Tarik pulang 1 Sigma yang selalu ditugaskan di Lebanon dan Mi-17 di Afrika, wong kita masih sangat kekurangan…

    •  

      Ada yg usul di detikdotcom agar TNI AL membalas dgn cara meluncurkan KRI Abu Bakr Ba’asyir class untuk patroli di laut selatan. Saya pikir itu ide bagus, berrsama KRI Amrozi bisa dipertimbangkan untuk nama Sigma 10514 dan ditempatkan di laut selatan. Australia dan US bisa bengek dan bantuan keuangan kembali akan mengucur deras :mrgreen:

  25.  

    Kemenhan & Mabes TNI lebih perkuat AD di bandingkan TNI AL & AU. Maritim RI yang begitu luas rawan segala gangguan teritorial, penyelundupan, perompak dsb. sungguh ironis, memiliki kapal perang dengan jumlah yang minim juga serba keterbatasan anggaran operasional. JALESVEVA JAYAMAHE perubahan sikap MABES TNI ke depan.

  26.  

    JALESVEVA JAYAMAHE………Kemenhan perlu membeli besar besaran kapal perang segala ukuran sampe kapal induk bekas. Semoga

  27.  

    JALESVEVA JAYAMAHE………..Dokrin TNI AL di masa era SOEKARNO. Era SOEHARTO hingga KINI, Doktrin TNI AL ke PESISIR PANTAI.

  28.  

    JALESVEVA JAYAMAHE…….Sudah bukan Doktrin TNI AL lagi. TNI AL kekurangan Kapal Perang.

  29.  

    48 bulan? kok lama banget ya? apa gak bisa dipercepat waktunya? seperti wanita mengandung itu lho, 9 bulan sudah jadi 1 buah, syukur-syukur kalau keluar kembar.

  30.  

    Maaf bro2 semua OOT dikit.. hitung2 belajar sejarah..

  31.  

    Blok 3 dan 5

    All hands,

    Pembuatan kapal perang kelas fregat Sigma 10514 pesanan Indonesia sebagian dilaksanakan di Indonesia, yaitu menyangkut produksi platform. Produksi platform tersebut adalah bagian dari “alih teknologi” yang disepakati oleh Indonesia dan Belanda. Pertanyaannya, benarkah ada alih teknologi dalam pembuatan platform kapal perang buatan Damen Schelde Naval Shipbuilding tersebut?
    Platform kapal perang Sigma 10514 terdiri dari enam modul. Berdasarkan kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan DSNS, Jakarta mendapatkan jatah produksi modul blok 1, 2, 4 dan 6. Sisanya yaitu modul blok 3 dan 5 diproduksi oleh DSNS sendiri. Untuk memproduksi modul yang menjadi jatah Jakarta, Indonesia menugaskan PT PAL sebagai pelaksananya.
    Apabila ditelusuri, nilai alih teknologi dan sekaligus ekonomis blok yang menjadi jatah Indonesia sangat rendah. Justru nilai strategis kapal perang fregat Sigma 10514 dari aspek platform berada di blok 3 dan 5. Blok 3 adalah blok untuk main engine, sedangkan blok 5 merupakan blok untuk bridge.
    Nilai alih teknologi dan ekonomis produksi kedua blok jauh lebih tinggi daripada empat blok lainnya. Dari sini bisa tergambar apakah benar ada alih teknologi dalam proyek yang secara ekonomis merugikan buat galangan Indonesia itu?

  32.  

    PKR bagus bgt Kapalnya, Buat aku aza ya?…:)
    kedepannya harus sudah bisa bawa rudal P-800 okehh pak?

 Leave a Reply