Sep 172018
 

Pangdam Bukit Barisan Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah (Foto: puspen.tni)

Medan, Jakartagreater.com – Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Muhammad Sabrar Fadhilah mengharapkan semua pihak menghindari dan mencegah terjadinya praktik Pungli dan percaloan, dalam setiap penerimaan calon prajurit Bintara PK TNI AD Tahun Anggaran 2018, dirilis Antara.

“Visi dan misi Panglima TNI untuk mewujudkan TNI yang profesional, modern dan tangguh, dibutuhkan sumber daya manusia berbasis kompetensi untuk mencapai standar kemampuan dan profesionalisme,” katanya dalam sambutannya dibacakan Kasdam I/BB Brigjen TNI Hasanuddin, pada Kamis 13-9-218 di Medan.

Pangdam menyebutkan hal itu pada Sidang Parade Bintara PK TNI AD TA.2018 Sumber Reguler Panda Medan, di Gedung Balai Prajurit Makodam I/BB. Selain itu, menurut dia berjiwa satria, militan dan loyal, sehingga diperlukan implementasi proses rekrutmen yang bersih, transparan, humanis dan bebas Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN).

“Diharapkan pada pelaksanaan sidang parade Bintara ini, dapat dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucapnya. Ia mengatakan, kedepankan kepentingan organisasi dan tidak terpengaruh oleh atensi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan, sehingga prasangka negatif yang selama ini berkembang di tengah masyarakat dapat dihilangkan.

Masih adanya sponsorship dalam sidang parade ini, namun harus konsisten dan bersikap tegas, apa yang dilakukan itu merupakan untuk kepentingan TNI Angkatan Darat, Bangsa dan Negara.

“Untuk itu, pedomani norma dan aturan yang ada, sehingga sidang pemilihan penerimaan calon Bintara dapat berjalan lancar dan sukses, serta memperoleh calon prajurit yang dapat dibanggakan di jajaran TNI AD pada masa yang akan datang,” kata jenderal bintang dua itu. Pangdam menambahkan ada beberapa penekanan untuk dipedomani, yakni laksanakan sidang parade Bintara dengan seobyektif mungkin.

Pegang teguh norma dan aturan serta hindari hal-hal di luar ketentuan rekrutmen yang berlaku. Bila ada permasalahan segera didiskusikan dan diputuskan secara tuntas, agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

“Dengan berakhirnya Parade Bintara PK TNI AD, dan tibalah saatnya untuk melakukan evaluasi sampai sejauh mana tingkat keberhasilan pelaksanaan sidang yang dilaksanakan secara konsisten, jujur dan bertanggung jawab serta transparan dan obyektif,” kata mantan Kapuspen TNI itu.

Turut hadir dalam acara tersebut, Irdam I/BB, Asrendam I/BB, Para Asisten Kasdam I/BB, Para Kabalakdam I/BB dan Para Dansat se- wilayah Medan.

  2 Responses to “Pangdam I/BB : Hindari dan Cegah Pungli dan Percaloan”

  1.  

    pungli ini sudah dr zaman kerajaan Komandan”UPETI”,bisanya hanya dikurangi,ingat kasus helicopter jadinya…???.

  2.  

    Menurut pewayangan, insyaallah tak lama kagi herarki antara TNI dengan presiden diputus. Yang ada antara TNI dengan DK PBB. Kemudian namanya diubah kurang lebih Pasukan PejuangbIdiologi Pancasila, dibiyayai PBB dan diberi hak merekrut anggota dari seluruh dunia yang seidiologi.
    Ada wacana tambahan.
    https://jakapingit.blogspot.com/2018/09/surutnya-kejayaan-amerika-serikat.html
    Insyaallah bermanfaat. Aammiiiiinn.

 Leave a Reply