Jan 032019
 

Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko usai menerima 8 pucuk senjata api dari 2 orang masyarakat menyebutkan, senjata yang diterimanya itu merupakan peninggalan sisa masa konflik Aceh.

Banda Aceh, Jakartagreater.com    –   Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko menerima 8 pucuk Senjata Api sisa konflik dari 2 orang masyarakat. Penyerahan senjata tersebut diserahkan pada Kamis 3-1-2019 di Mako Deninteldam IM. Pangdam IM didampingi Asintel Kasdam IM, Asops Kasdam IM,Aspers kasdam IM, Kapendam IM dan Dandeniteldam IM.

Adapun 8 pucuk senjata yang diserahkan terdiri dari 7 pucuk senjata laras panjang dan 1 pucuk laras pendek dengan jenis senjata meliputi :

  1. Senapan jenis SS1 V1 sebanyak 3 pucuk .
  2. Senapan AK 101 sebanyak 1 pucuk.
  3. Senapan M-16 sebanyak 1 pucuk.
  4. Senapan Karaben sebanyak 2 pucuk.
  5. Pistol revolver standar 1 pucuk.

Semua senjata yang diserahkan dalam kondisi baik atau berfungsi. Selain senjata juga diserahkan 800 butir munisi campuran dan 10 buah magasin. Penyerahan ini merupakan salah satu keberhasilan anggota Denintel Kodam Iskandar Muda melalui pendekatan persuasif kepada masyarakat yang masih menyimpan senjata api.

Pangdam IM Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko usai menerima 8 pucuk senjata api tersebut menyebutkan, senjata yang diterimanya itu merupakan peninggalan sisa masa konflik Aceh. Pangdam IM mengatakan, situasi kondusif yang dirasakan masyarakat selama ini dengan rasa aman serta nyaman telah mendorong warga menyerahkan senjata secara penuh kesadaran.

Timbulnya kesadaran masyarakat tersebut tidak lepas dari adanya kepercayaan masyarakat kepada TNI khususnya Prajurit Kodam Iskandar Muda dengan berbuat terbaik serta membantu kesulitan-kesulitan yang ada di masyarakat.

“Alhamdulillah dengan adanya kepercayaan dan kedekatan TNI dengan seluruh masyarakat dan juga adanya kesadaran masyarakat terutama dalam penyerahan senjata kepada Kodam Iskandar Muda. Momentum penyerahan senjata ini patut kita hargai dan hormati, tentu dengan kondisi seperti ini tidak dilaksanakan proses hukum karena adanya kesadaran masyarakat sendiri yang menyerahkan senjata kepada pihak TNI”, tegas Pangdam.

Pangdam IM Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko mengimbau kepada masyarakat yang masih menyimpan senjata sisa konflik diharapkan dengan penuh kesadaran dapat menyerahkan kepada pihak berwenang dalam hal ini TNI atau Kepolisian RI karena masyarakat sipil tidak boleh memegang senjata. (tniad.mil.id)