Jun 172019
 

Washington, Jakartagreater.com  –  Berita tentang serangan pangkalan Amerika Serikat di Irak, terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah itu, ketika Washington menuduh Iran menyerang beberapa kapal tanker di Teluk Oman awal bulan Juni 2019 ini, dirilis Sputniknews.com pada Sabtu 15-6-2019.

Militer Irak mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa gerilyawan menyerang Pangkalan Udara Balad di Utara Baghdad pada Sabtu 15-6-2019, menembakkan 3 granat mortir. Tidak ada korban yang dilaporkan, namun serangan itu menyebabkan kebakaran kecil, yang segera padam.

Menurut AP, mengutip seorang petugas keamanan anonim bahwa pelatih Amerika ditempatkan di pangkalan udara Balad.

Serangan itu terjadi hanya 1 bulan setelah Amerika Serikat menempatkan fasilitasnya di negara Timur Tengah dalam keadaan siaga, memerintahkan semua pegawai pemerintah non-darurat untuk meninggalkan Irak.

Zona Hijau Baghdad yang sangat dijaga ketat, tempat fasilitas internasional berada, juga mengalami serangan roket.

Amerika Serikat dan sekutunya telah memerangi kelompok teror Daesh * di Suriah dan Irak sejak 2014. Selama periode itu, pasukan pimpinan AS telah menewaskan sedikitnya 1.302 warga sipil, menurut Joint Task Force-Operation Inherent Resolve (JTF-OIR).

Bagikan: