Sep 282016
 

Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo memastikan TNI siap menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi terkait Laut China Selatan. Oleh karena itu pihaknya terus mempercepat pembangunan pangkalan TNI di pulau terluar.

Hal tersebut, disampaikan Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat melakukan Ziarah makam Gus Dur (Abdurrahman Wahid) di Ponpes tebu Ireng Jombang, Jawa Timur (27/9).

20160927_jatim_jombang_natunatni_sot-wmv_snapshot_00-35_2016-09-28_10-40-50

Pangkalan TNI di pulau terluar seperti yang dimaksudkan Panglima TNI tidak hanya di Natuna, namun juga di pulau-pulau terluar lainnya, seperti morotai, biak, merauke dan Saumlaki-Selaru. “Pembangunan pangkalan TNI di pulau-pulau terluar ini ditentukan berdasarkan skala prioritas, Seperti meningkatnya kepentingan pengamanan perbatasan terluar Pulau Natuna yang bersinggungan dengan Laut China Selatan, Otomatis akan didahulukan,” tegas Panglima TNI.

Bahkan jika diperlukan, tambah Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, TNI siap atas berbagai kemungkinan yang terjadi dengan Laut China Selatan (LCS) termasuk jika muncul konflik dengan Tiongkok.

Namun demikian, Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, menghimbau kepada semua pihak agar saling menjaga Laut China Selatan kondusif dan damai.

“Demi stabilitas Laut China Selatan, Kami menghimbau agar semua pihak tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa mengganggu dan merusak instabilitas Laut China Selatan,” paparnya kepada jakartagreater.

image216

Menurut Gatot, pembangunan akan dimulai pada akhir tahun 2016. Pada tahun 2017, diharapkan ada perkembangan pembangunan di sejumlah kawasan tersebut.

Selain itu, pemerintah juga perlu membangun dermaga yang dapat disinggahi oleh sejumlah Kapal Republik Indonesia (KRI) untuk menjaga keamanan perairan. Gatot mengatakan, pemerintah juga perlu menambah radar untuk memantau wilayah di seluruh kawasan perbatasan.

Selain itu, yang perlu diperbaiki tambah Panglima TNI di Natuna adalah perpanjang Runway Lanud Ranai dan tempat pesawat tempur ground support equipment.

Menurut Gatot, pemerintah perlu membangun dermaga yang dapat disinggahi oleh sejumlah Kapal Republik Indonesia (KRI) untuk menjaga keamanan perairan serta menambah radar untuk memantau wilayah di seluruh kawasan perbatasan.

natuna

Wilayah Kepulauan Natuna menjadi strategis karena merupakan wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Vietnam, dan Kamboja.

Wilayah ini juga merupakan wilayah laut Indonesia yang menjadi jalur utama pelayaran global, terutama bagi kapal-kapal yang hendak menuju Hong Kong, Jepang, dan Korea Selatan.

Pengembangan Natuna menjadi sebuah keharusan dan juga prioritas utama bagi pemerintah Indonesia, bukan saja karena Presiden Jokowi ingin perbatasan sebagai beranda terdepan Indonesia, melainkan juga ingin mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. (marksman)

Berbagi
 Posted by on September 28, 2016

  53 Responses to “Pangkalan Militer Natuna 2017 Segera Diwujudkan, TNI siap dengan segala Kemungkinan”

  1.  

    Ahaiyyyy

    •  

      gambar itu sumbernya dari mana ya? kok ada gambar Hawk Eye, dan juga emang ada korvet dan frigat kita yang gotong harpoon??

      •  

        dan tambahan
        dan Waktu itu menlunya Pak Hasan Wirayudha
        sedangkan Menhannya Pak Juwono Soedarsono ( kalau g salah )
        sudah diratifikasi perjanjiannya , tinggal DPR ketok palu … jadilah “pulau” Sumatra menjadi “bulan-bulanan ” serbuan AD, AL , AU sebuah geng FPDA …..

        Alhamdulillah , meski banyak yang men-“stereotip” tentang DPR , masih banyak pula anggota DPR yang berjiwa Nasionalis / citan Tanah air

        Dan mereka tidak berani lagi untuk mencoba menekan perjanjian DCA lagi …

      •  

        @Pokpink

        Benar jika acuan’a alutsista singapura mungkin jauh lebih banyak dan modern ( canggih ) , tapi skill dan nyali di jamin TNI di atas mereka . jika terjadi perang dengan Singapura atau Malaysia ( Mudah2an jangan ) , kecanggihan alutsista mereka saya rasa tidak akan banyak membantu mengingat keterbatasan ruang gerak , akibat,a kecilnya luas negara mereka..setahu saya pusat pertahanan singapura itu di Changi dan semetan..kedua wilayah itu kalau dari batam / dumai berada dalam jangkauan rudal rudal TNI , baik rudar darat ataupun udara..ini jelas sangat menguntungkan Indonesia..bisa menenggelamkan sebuah negara tanpa harus melakukan infritasi langsung ke daerah target . sementara bagi singapura hal ini jelas merupakan kelemahan yang sangat sulit dihindari , dimana pesawat2 tempur mereka bisa rontok sebelum tak off

  2.  

    Taro S400 disana Pak

  3.  

    TNI siap dgn segala kemungkinan, tp ada sebuah kemungkinan terus menerus bikin galau warjag yaitu knp su35 blm dtg dtg

  4.  

    pembangunanya molor terus

  5.  

    wuiiih keren cuuuy, Jkgr langsung yg wawancara pak Gatot,,,jgn2 sibapak suka mampir dimari???

  6.  

    Tergantung pangkalan di sana juga isinya apa aja. Kalo radar, kapal, SAM, ama pespurnya Cemen ya percuma bung..

  7.  

    Itu di gambar atas pesawat intai hawkeye, sama Korvet/Frigate apaan tuh yang panjang-panjang? Hihi..
    PHP kah?

  8.  

    Sedia payung sebelum hujan..siap sedia sebelum di serang.

  9.  

    Jangan lupa S400 nya Pak Jendral, biar TNI Indonesia tidak teralu di pusingkan oleh ulah negara tretangga dan yang akan mengklaim Pulau Natuna sebagian dari wilayah negaranya.
    Untuk armada mobilenya cukup PKR Sigma Class yang sydah di instal S500 sambil menunggu Sukhoi SU-35

    •  

      bung @Wangsa K, kayaknya S400 dan varian diatasnya gak boleh diekspor deh, klo gak salah diartikel penjualan s300 ke iran, PBB yg batasin

      •  

        Iran dibatasi pbb sebagai efek sanksi program nuklirnya,kalo kita kn ga ada msalah sama itu,jadi bisa saja s400 di ekspor asal ada duitnya,intinya soal duit dan kemauan indonesia jngn sll takut memicu terjadi perlombaan senjata di asean krena itu sudah terjadi saat ini dan kita sdikit tertinggal,kalo rusia mnrut opini saya mah,asal kita ada duit mreka mw saja ekspor s400 sma totnya wlwpun ga kseluruhan komponen

    •  

      Kalau Radar , sepertinya pernah dibahas dsini dan warung sebelah , Suka -nya TNi tuh radar yang mobile , yang menjangkau -+500 Km , dan dapat menjejak trcking 1000 km

      paling ya itu bung naruhnya di pulau ujung

  10.  

    Disamping tempat..penghuni juga makluk ghoibnya donk..

  11.  

    Tidak akan terjadi perang di LCS seperti kata salah satu sesepuh disini,

    * di Vietnam ada PRANCIS,
    * di Manila, KL, Singapore, Brunei, Australia ada AMERIKA ,
    * dan di Jakarta ada RUSSIA”.

    •  

      ingat bung,kita negara non blok…walo pun Rusia dipihak RI tp tdk semudah itu…kita tetap sendirian bila harus pecah perang…
      bantuan internasional hanya bersifat kemanusiaan… dan diplomasi
      (tp bantuan rahasia pasti ada)

  12.  

    Demi stabilitas Laut China Selatan, Kami menghimbau agar semua pihak tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa mengganggu dan merusak instabilitas Laut China Selatan,” paparnya kepada jakartagreater.
    Mantap neh skrg uda bisa interview paglima TNI langsung…

  13.  

    Udelmu suwek.. 😀

  14.  

    Malay Man itu anggota unit cyber nya China (Antek China) yg tujuan nya mengadu domba.

  15.  

    The Malon man @ tahu tak, Ketika krisis moneter, malon gadai limbang pade brunei gune dapat dana segar?

  16.  

    kenapa kita gampang kena troll udah tahu org indonesia yg nyamar jadi malaysia masih juga di makan umpannya

  17.  

    kalo mau berantem sama orang malaysia langsung kan bisa ke isu semasa cari forum

  18.  

    Ke Surabaya bung , ayuk saya ajak roadshow di Monumen tugu pahlawan ,
    sepertinya cocok deh kl berjuang di jaman itu …..

  19.  

    Askar bersarooong, ayo larii lagii , china sudah datang ke James shoal .. Jangan lupa bawa pisang nya !

    Jiakakakkaka ! 😛

  20.  

    siiiiplah lanjutkaan

  21.  

    seandainya punya s300/400 ga mungkin ditaruh di Natuna…
    ckup jarak pendek sj sudah bagus…

  22.  

    pabila pangkalan militer di natuna sudah terwujud, alangkah galaunya negri tetangga.. perkuat terus pak tambah alutsista yg banya untuk NKRI..

  23.  

    @PoKPinK : Jika kita hanya mengandalkan pertahanan jarak pendek (di bawah 4km) angkasa kita akan terlu riskan untuk di masuki pesawat negara asing, drone negara asing dan mungkin saja rudal dari negara asing.
    Terlalu besar resikonya jika kita harus mengintersept benda di angkasa meskipun dengan pesawat tercanggihpun tanpa di dukung suport dari dataran atau laut.
    Selain pertahanan sebagai pertahanan terakhir, pertahanan jarak jauh juga lebih mudah dalam pemeliharaan, lebih aman dan minim resiko di bandingkan pesawat militer.
    Kita tidak pernah akan mengetahui apa yang akan terjadi kedepan dalam menjaga ruang udara kita.
    Saya berfikir, untuk 2 – 3 tahun kedepan sangatlah logis jika kita sudah harus memiliki pertahanan jarak jauh, yang di karenakan sudah terkoneksinya jaringan HANKAM kita dengan satelit Militer kita ketika sudah di orbitnya.

    Mohon pencerahannya jika saya salah dan trims…

  24.  

    salam hangat bung WK…
    mainan petasan tni baru jarak pendek dan itupun blm rata menyebar di titik2 strategis di Nusantara…
    biarlah TNI itu canggih dlu di petasan jarak pendek… pun tak perlu khawatir,jarak sedang dan jauh pun sudah dipersiapkan tentu tdk scr benderang…
    ingat ujicoba lapan di jarak 100km ke atas…knp kita butuh tot c705(yg katanya ecek2 barang kw3 yg delay dan gagal target?)lah klo kita dpt tot petasan jarak sedang dan jauh dr Rusia… bs gegerlah kawasan,dan ASU Cs pasti akan berulah …
    ingat jg,petasan jarak pendek jadul tni ngapain msih digunakan klo memang sudah ketinggalan jaman? pastinya ada modif dan upgrade yg sangat baik oleh ahli kita bahkan melebihi aslinya…walopun itu terlihat MANUAL hehehehe…

  25.  

    ane masih khawatir kulkas raksasanya rusia di natuna ga ada kabarnya.

  26.  

    @PoKPinK : Saya sih ok saja untuk start, kita mengawali dengan petasan jarak pendek, terlebih lagi petasan jarak pendeknya sudah termaduk yang terbaik di kelasnya.
    Semoga kedepannya dunia militer Indonesia sudah dapat mengoptimalkan satelit militer Indonesia sebagai lompatan jauh dalam sejarah militer Indonesia.
    Btw sebelum petasan jarak menengah dan jauhnya di pesan, tidak ada salahnya kita menjajarkan Roket RX Seriess di Natuna untuk berjaga-jaga jika ada yang nakal dengan negara kita…
    Mengenai rudal saya lebih setuju kita membedah C802 untuk kelinci percobaan LAPAN dan PT PINDAD, semua ini dikarenakan untuk rudal C705 sudah mulai di tinggalkan oleh China yang di sebabkan akurasinya tidak sebaik C802 ataupun C805.
    Saya yakin jika kita (LAPAN dan PT PINDAD) meriset rudal / roket akan lebih cepat perkembangannya jika ada kelincinya untuk di bedah, karena biar bagaimanapun jika kita hanya mengandalkan TOT, mereka paling top China memberikan Transfer Of Technology-nya maksimal hanya 30 persen…
    Mungkin Indonesia (PT PINDAD dan LAPAN) bisa juga memanfaatkan TOT dari SAAB atau yang lainnya untuk mempercepat kunerjanya, hanya saja apakah kita harus mengeluarkan budged extra untuk pembelian rudal / roket sebagai syarat TOT?
    Semoga saja para ahli rudal / roket Indonesia mempunyai jalan keluarnya sebagaimana dimaksud Pak PANGLIMA TNI “KITA MEMBUTUHKAN SENJATA BERDAYA LEDAK BESAR.” … 🙂

    •  

      seiring dg penambahan alat radar dan penguasaan alat telekomunikasi yg canggih,syukur di dukung oleh teknologi satelit militer…tentu untuk petasan sedang dan menengah akan semakin mudah untuk dilakukan oleh pihak TNI…
      saya jg setuju…
      semoga mainan di pesisir Jawa yg sedang dan terus dikembangkan semakin baik dan canggih!

  27.  

    bung empok pink tau gak arti atao singkatan dr natuna? ehen

    •  

      Hehehehe saya tidak terlalu paham sejarah versi masyarakat asli sana…
      ya kalau dr yg sy baca sih NATUNA itu penamaan nya slh satu versi nya karena di sana itu surga nya ikan tuna.
      Hehehehe salam bung

  28.  

    isu lcs hanya sandiwara china dan usa
    targetnya bumi pertiwi

    pnemptan pangklan natuna scra tdk langsung mngepung singapura dan malaysia
    ingat
    dsaat qt damai dsitulah qt hrus bersiap untuk perang

  29.  

    itu salah satung bung pink, tp mnurut versiku natuna artinya peratahanan utama nusantara.. karna berbatasan langsung dgn beberapa negara dan berpotensi terjadi konflik. mkanya harus di buat pangkalan militer besar dan kuat bung ehee.. salam sehat jg bung

  30.  

    Moga setelah tempat persinggahan ada kelanjutan untuk hangar tempat service biar betah di natuna dan ngak bolak-balik ke makasar, amin

  31.  

    Kalo portal tahun 2017 da jadi nanti yang lewat harus isi buku tamu dan jangan lupa bawa angpaunya ya… wkwkwkwkw…

  32.  

    nah ini baru enak baca komen komennya…siiip lanjutkan..jgn saking menghujat…

  33.  

    Tess

  34.  

    Mantaaf…..

  35.  

    Ooo seperti ituuuuu, belum dibangun tooo??.. sptnya janji2 diatas mau bangun pangkalan militer dan perpanjang lanud di ranai sdh diwacanakan dr awal2 tahun ini, tp knp ga dibangun2, rakyat ga minta wacana tetek bengek dr panglima, tp yg rakyat ingin panglima akan bicara stelah semua itu trlaksana dan sdh bs digunakan utk berbagai latihan militer di pulau2 trluar nkri, klo asal ngoceh semua org bisa pam,tp pelaksanaannya yg kebanyakan org ga bs penuhi, jd jgn beri janji2 dl kpd rakyat, klo sdh trbukti baru koar2 di media…itu saja!!! Camkan ituu!!,,,

  36.  

    1

  37.  

    Gampang. Tiongkok kita hujani balik dg rudal lapan dan rudal pindad. Btw ada yg pernah liat pindad produksi fotokopi c705 versi pindad. Kalo pengen tau silakan datang ke pabrik pindad divisi munisi di turen (malang-jatim). Hampir tiap hari rudal itu diujicoba di kawasan pantai malang selatan. Warga juga sering nonton, termasuk rudal shorad rbs versi pindad. C705 yang kemarin delay itu cuma publikasi negatif aja untuk meredam kekhawatiran negara kawasan.

  38.  

    Betul sekali. Indonesia-china tak pernah ada masalah serius. Cuma masalah perikanan aja..gak lebih.

  39.  

    Hmmmmmm…

  40.  

    Pak Panglima TNI, jangan lupa pertahanan Jawa wilayah selatan ompong pak….jika Australia nyerang…yang babak belur duluan adalah Jawa bagian selatan….Pertahanan laut dan darat perlu pak, jika ada serangan dadakan dari sekutu Australia.

 Leave a Reply