Jun 292012
 

Destroyer China Berlatih di Laut China Selatan

Ibarat orang yang sedang kehausan di padang pasir, di siang hari yang terik. China terus mengencangkan cengkeramannya ke sumber-sumber minyak yang mereka klaim, maupun pasokan dari negara lain. Perekonomian China sedang meroket membutuhkan pasokan gas dan minyak yang berlimpah, untuk menggerakkan mega-industri mereka.

China dan Rusia mengerahkan kemampuannya untuk menjaga posisi Presiden Suriah, Bashar Assad, dari gangguan NATO dan AS, demi mengamankan pasokan minyak Suriah ke China. China pun menggelar kapal perang di sekitar Karang Scarborough, agar Filipina tidak coba-coba mengklaim pulau tersebut. Diperkirakan potensi gas alam di Karang Scarborough Laut China Selatan, sekitar 7.500 kilometer kubik atau 266 triliun kaki kubik.(see: http://jakartagreater.com/2012/05/karang-unarang-ambalat-hingga-scarborough ).

Selain Filipina, Vietnam adalah negara yang senyata-nyatanya merasakan tekanan itu. Vietnam, mulai memodernisasi kapal perang mereka (Gepard Class dan Sigma Class), serta mulai membangun pertahanan rudal yakhont di garis pantai, untuk melindungi pulau di Spratly yang bersengketa dengan China di Laut China Selatan.

Bukan hanya Filipina dan Vietnam yang merasa resah. Amerika Serikat pun merasakannya dan mulai menempatkan pasukan di Australia, untuk mengimbangi gerakan agresif China.

Bagaimana dengan Indonesia ?
Indonesia pun tidak aman. China mengklaim, seluruh laut China Selatan di Asia Tenggara, merupakan wilayah China dengan asalan bagian dari sejarah kerajaan Tiongkok.

Dan seperti yang diketahui, wilayah Natuna memiliki cadangan gas 14 juta barel dan gas bumi diperkirakan 1,3 milyar kubik. Jika tidak dijaga dengan baik Pulau Natuna ini, bisa saja diklaim negara lain.

Mabes TNI sendiri telah mengidentifikasi, bahwa laut Natuna menjadi bagian dari “hot spot”, selain Selat Malaka, Laut Sulawesi dan Laut Aru. Kesadaran itu mulai ditindaklanjuti dengan menggelar latihan Perang di Natuna yang melibatkan 1100 personil dengan 14 kapal perang.

Skenarionya ada dua. Pesawat asing menyusup ke Natuna serta menjatuhkan bom ke kapal Pangkalan TNI AL Mentigi, Tanjunguban. Skenario kedua, 7 kapal perang asing masuk ke Laut Natuna Kepulauan Riau dan terjadi pertempuran dengan beberapa kapal KRI. Pasukan Asing berhasil menguasai Pulau Mantang.

Menurut Panglima Komando Armada Kawasan Barat, Laksamana Muda Didit Ashaf, latihan terpadu ini untuk meningkatkan profesionalisme prajurit, sekaligus mengetahui kesiapan personil dan material, sehingga kekurangan dalam latihan dapat disempurnakan secara terencana.

Ancaman di Kepulauan Natuna terus meningkat. Dalam satu tahun terakhir, telah terjadi pergeseran “Hot Area” dari Selat Malaka, ke Perairan Laut China Selatan di Kepulauan Natuna. Kapal-kapal nelayan asing, kini berebut untuk menguras ikan di perairan Natuna. Lantamal IV/Tanjungpinang sudah beberapa kali menangkap nelayan Vietnam yang mencuri ikan di sana, yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

“Baru-baru ini ada sekitar 20 kapal ikan asing yang memasuki perairan Ranai, Natuna. Namun mereka berhasil kabur saat dikejar oleh KRI,” ungkap Komandan Lantamal IV/Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Darwanto.

Selain itu, pelanggaran hukum yang sering terjadi adalah: Human Trafficking, Perompakan di Laut dan Illegal Mining. Pencemaran dan perusakan ekosistem laut juga kerap terjadi.

Saat ini TNI AL TNI-AL mengoperasikan satu unit kapal perang untuk mencegah dan menangkap nelayan asing yang mencuri ikan di Natuna, Kepulauan Riau. Namun satu unit KRI belum mencukupi untuk mengawasi perairan Natuna yang sangat luas.

“Nelayan asing tampaknya memiliki mata-mata di perairan Natuna. Orang yang memberi informasi terkait kondisi keamanan yang dibutuhkan nelayan asing tersebut diduga warga negara Indonesia”, ujar Komandan Lantamal IV/Tanjungpinang.

Panglima Daerah Militer I/Bukit Barisan Mayjen Lodewijk Freidrich Paulus melihat Pulau Natuna semakin memiliki ancaman yang nyata. “Keberadaan pasukan di Natuna, sudah mendesak. Ini dilakukan demi menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI dari ancaman negara asing”, ujar Mayjen Lodewijk Freidrich.

Saat ini jumlah pasukan Angkatan Darat di Natuna, baru dua kompi (200 orang). Kodam Bukit Barisan berencana menambahnya menjadi satu batalyon secara bertahap.

Namun menurut mantan Danjen Kopassus itu, keberadaan Angkatan Darat saja, tidak cukup. “Kita perlu memperkuat kekuatan di Natuna, tidak hanya TNI AD saja, tetapi gabungan seluruh TNI,” ujar Pangdam Bukit Barisan.

Postur Pertahanan Angkatan Darat, memang mulai berubah dengan mendorong pasukan lebih mendekat ke perbatasan maupun ke pulau pulau terluar. Perubahan ini sudah cukup terasa di Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia. Namun bagaimana dengan Natuna ? KRI apa yang akan dikirim ke sana, untuk menjaga gerakan frigat dan destroyer China yang mulai gencar mengarungi Laut China Selatan ?. Indonesia perlu membangun Pangkalan Militer Natuna (JkGR).

  14 Responses to “Pangkalan Militer Natuna”

  1. Jumat, 29/6/2012/Reuters

    BEIJING–China telah menyiapkan patroli-patroli siap tempur di perairan sekitar sekelompok pulau yang disengketakan di Laut China Selatan. Tindakan ini merupakan eskalasi terbaru dalam ketegangan di wilayah yang berpotensi kaya sumber daya alam tersebut.
    Kementerian Pertahanan China, Kamis (28/6/2012), menyatakan, langkah itu diambil sebagai respons atas patroli udara Vietnam di atas Kepulauan Spratly Islands. Menurut jurubicara kementrian, Geng Yansheng, Beijing akan “tegas menentang setiap aksi militer yang provokatif”.
    “Untuk melindungi kedaulatan dan keamanan nasional, serta meningkatkan kepentingan pengembangan, militer China telah menyiapkan sistem patroli siap tempur yang normal di laut, di bawah kendali kami,” paparnya.
    “Militer China menyelesaikan dan membela kedaulatan teritorial, melindungi hak dan kepentingan maritim, dengan tegas dan teguh,” imbuh Geng, berdasarkan transkrip yang dipasang di situs kementerian, http://www.mod.gov.cn. Mengenai aksi militer Cina di perairan yang disengketakan itu, Geng tak memberikan rinciannya.

  2. natuna bangun saja peneboran minyak 600 triliun , akan diserang cina , amerika keluar peneboran natuna tidak bayar pajak
    apakah indonesia siap perang cina , negara cina pernah masuk wilayah cina

  3. Di Natuna memang ada blok Minyak yang sempat di-Eksplorasi oleh ExxonMobil Amerika dan saat itu tidak berhasil menemukan titik-nya. Kini dilakukan lagi eksplorasi dan tampaknya positif. Pertamina dan Total (Perancis) akan masuk, namun ExxonMobil juga minta ikut masuk karena dialah yang melakukan eksplorasi pertama. Komposisi sahamnya, kira-kira Pertamina selaku operator menguasai 35 persen, ExxonMovil 35 persen, dan Total serta PTTEP masing-masing 15 persen.

    Jadi Natuna secara tidak langsung sudah dijaga oleh AS dan Perancis.

    • Tahun 2000 sd 2001 blok Natuna (bungur besar) kira2 100NM timur laut, PT. Total(Perancis) sdh melakukan upaya eksplorasi samapi kedalaman 3000M, namun saat itu baru ditemukan kandungan minyak /gas bumi yang masih muda/ blm dapat di eksplorasi, namun jumlahnya luar biasa besar, ibarat gunung bukan mengerucut namun seperti bola/ menggelembung, dan baru bisa di eksplorasi kira2 25 tahun kemudian. Bisa kita hitung sejak 2000 sd 2025 dan saat ini 2013= 12 tahun lagi. Itulah cadangan kekayaan energi kita bangsa Indonesia. Semoga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat Indonesia.(pasal : 33 UUD 1945)

  4. Berapa Kebutuhan kapal perang untuk TNI AL pada MEF 2????
    Kecuali kebutuhan kapal selam yg sangat mendesak dan yg jelas juga TNI AL masih banyak membutuhkan kapal kelas KCR 40, KCR 60m, Korvet, light Fregat dan fregat.
    Dengan menyiasati kebutuhan anggaran klo lewat program pengadaan alutsista sudah ker cover pengadaan 8 kcr 40&60 dan terus diproduksi, 3 KS, 2 Kapal bantu, 1 Kapal tanker, 3 light fregat NR class, 2 fregat sigma class, 4 korvet kelas sigma, 4 LPD, 2 LST, dan retrofit berat untuk korvet kelas fatahillah yg sebelumnya kelas fregat Van speijk dan kelas Parchim.
    Apa yg dibutuhkan TNI AL untuk MEF 2 (MEF 3 digabung ke MEF 2) yg benar2 mempunya efek deterent di kawasan ini?????

    Asumsi klo anggaran mef 2&3 digabung maka sekitar ada dana 9 milyar dollar krn sudah keluar di mef 1 sekitar 6 milyar dollars (total anggaran mef 15 milyar dollars).
    Menurut jenderal Moeldoko untuk kedpan focus pada laut dan udara (TNI AL dan TNI AU).
    Asumsi 80% lebih dari 9 milyar dollars untuk TNI AL dan TNI AU maka tersedia sekitar 7,5 milyar dolars dan dibagi dua 3,75 milyars dollars.

    Untuk TNI AL apa yang sangat mendesak untuk diakusisi ???? Selain kapal selam sekelas improved
    kilo/lada yg sangat mendesak seperti yg dikemukakan oleh panglima TNI dlm raker dengan komisi pertahanan DPR RI.
    TNI AL apakah tetap melanjutkan konsep 3 armada menuju World Class Navy.

    1. Apakah kita terus mengadakan fregat sekelas fregat sigma class yg diproduksi oleh PT PAL??? (pengganti fregat van speijk mengingat umur KRI tsb dan untuk memproduksi fregat membutuhkan waktu sekitar 4 th ).

    2.Apakah kita sudah siap untuk mengoperasikan Destroyer ?????
    (Klo pengin jujur , untuk mengoperasikan kapal sekelas destroyer byk kesulitan yg dijumpai, kesulitan bukan soal SDM, tapi juga dukungan pemeliharaan & perawatan. Tapi juga biaya operassioanal yg sangat tinggi, belu juga masalah budaya organisasi untuk kapal sekelas destroyer)

    3. Kapal perang apa saja yg akan dinstall rudal Yakont selain KRI OWA???

    4. Apakah TNI AL terus mengadakan pesawat patroli CN 235 pma sampai 1 skuadron, dmn nanti menjadi mata dan telinga bagi KRI2 kita.Dan pesawat ini juga bagian dari SSAT sistem senjata terpadu mulai dari pesawat cn 235pma, heli aks (11 beli), kapal perang permukaan, dan kapal selam, marinir , serta pangkalan dimana juga membutuhkan suatu komunikasi dan datalink yg sama.

    • Maaf bung,, sepertinya pak menhan lebih menginginkan peralatan SAR bukan untuk peralatan perang. jadi pertanyaan sampeyan akan sangat mubazir jika d jawab semua. Hehe salam kenal

  5. sudah saatnya indonesia memiliki destroyer,jika biaya operasional yg mahal sudah jelas namanya saja kapal tempur kelas berat,jika ingin yg murah ya pakai getek atau sampan aja!dayung yo didayung!

    • Mungkin biaya operasional destroyer boros dikarenakan terlalu banyak nenggak BBM kali ya …
      Gimana kalo bahanbakar nya diubah pake tenaga nuklir kira” masih boros apa udah irit ?
      mudah” an irit ya … Cmiiw.
      Maaf pendapat org awam.

  6. Jka cina memaksakan mimpi nya maka mimpi buruk itu akan menimpa smua etnis cina d asia tenggara..Cina harus berpikir cermat

  7. “Nelayan asing tampaknya memiliki mata-mata di perairan Natuna….”
    kalau mata2 jelas ada, etnisnya juga jelas kan? mungkin ada bagusnya diinternir aja.. penduduk lokal disana di relokasi. mungkin saat ini momentum yg tepat untuk pemerintah melakukannya tanpa byk menimbulkan gejolak 🙂
    *hanya pendapat pribadi aja OMHO

 Leave a Reply