Pangkalan Militer Tanjung Datuk

72
266
Dokumen Pembangunan Suar oleh Malaysia di Tanjung Datuk, Kalbar
Dokumen Pembangunan Suar oleh Malaysia di Tanjung Datuk, Kalbar

TNI segera merealisasikan pangkalan militer baru di kawasan Tanjung Datu, Kalimantan Barat (Kalbar). Pangkalan tersebut ditargetkan bisa beroperasi pada 2015.

Keberadaan pangkalan itu dinilai strategis karena berkaitan dengan posisi Indonesia di Laut China Selatan.

Saat ini perencanaan pangkalan tersebut sudah siap dan pengerjaannya mulai dilakukan. Pangkalan itu sebenarnya adalah pengembangan dari pangkalan udara sederhana yang dimiliki TNI di kawasan tersebut. TNI hanya perlu memperluas dan penambahan lahan sudah disetujui Pemprov Kalbar.

Kapuspen TNI Mayjen Mochamad Fuad Basya menjelaskan, landasan udara di pangkalan itu saat ini hanya sepanjang 1.600 meter. “Nantinya akan kami tambah jadi 2.500 meter. Sehingga pesawat-pesawat besar bisa mendarat,” ujarnya kemarin (21/10).

Kemudian, barak tentara yang disiapkan untuk pasukan infanteri TNI-AD akan ditambah. Rencana awalnya, setidaknya satu divisi akan ditempatkan di Tanjung Datu.

Pangkalan tersebut merupakan pangkalan terintegrasi antara TNI-AD, AL, dan AU. Karena itu, di sana juga disiapkan sekaligus pangkalan AL, bukan lagi pos AL seperti yang ada saat ini.

“Kami harap awal 2015 anggaran untuk itu sudah bisa turun sehingga bisa segera beroperasi,” ucapnya.

Sebab, pemindahan pasukan membutuhkan perencanaan dan biaya yang tidak sedikit. Selain itu, Mabes TNI akan menambah jumlah kapal perang dan pesawat di landasan tersebut. Untuk kapal maupun pesawat, jumlahnya masih dibahas karena kebutuhan di kawasan lainnya juga cukup besar.

Pembangunan pangkalan militer itu awalnya merupakan respons atas tindakan Malaysia yang memasang tiang pancang mercusuar di grey area Tanjung Datu. Hal tersebut memantik reaksi pemerintah Indonesia maupun TNI. Akhirnya, dalam sebuah kesepakatan, Malaysia bersedia tidak melanjutkan pembangunan mercusuar itu.

Belakangan, rupanya Malaysia sudah membongkar tiang-tiang pancang tersebut. Pembongkaran dilakukan pada Jumat sore (17/10). Fuad menjelaskan, Malaysia meminta syarat tidak ada kapal TNI yang lewat saat pembongkaran berlangsung. Permintaan itu dipenuhi TNI-AL.

“Dengan pembongkaran itu, artinya Malaysia kembali menghormati kawasan tersebut sebagai grey area alias kawasan sengketa,” tambah Fuad.

Meski begitu, pembangunan pangkalan militer tetap dilanjutkan. Tujuannya pun menjadi lebih luas, yakni memastikan kekuatan Indonesia di kawasan Laut China Selatan, terutama perairan Natuna yang menjadi teritorial NKRI.(JPNN).

72 COMMENTS

  1. jangan puas dulu, paling tidak di Kalbar, Kalsel, Kaltim dan Kalut ditempatkan masing2 1 divisi, dan ditiap2 divisi harus ada beberapa batalyon mekanis, infanteri, artileri, kavaleri, oh iya ditiap2 divisi paling tdk ada 3-4 skuadron jet tempur, dan 6 skuadron heli angkut, 4 skuadron heli serang, 5 skuadron heli serbu, kekuatan tersebut di luar kekuatan yg ditempatkan disepanjang perbatasan langsung, jadi utk tiap 1-2 kilometer dibangun 1 pos dengan kekuatan 1 kompi yang dilengkapi dengan kendaraan lapis, baja, artileri, peluncur dan rudal anti tank, 1-2 unit helikopter yg dipersenjatai, 60 unit sepeda motor trail, radar, alat jammer, alat anti jammer, bunker, tank,

  2. Tanjung datu ga mau kecolongan tapi ada 10 desa diperbatasan wil Kaltim yang mau berpaling tadah ke Malaysia.Semoga pemerintah bukan hanya membangun pangkalan militer saja tapi juga cepat2 meresponds dengan pembangunan infrastruktur dan memberi kesejahteraan yang lbh baik untuk ekonomi rakyat di perbatasan.”Jangan sampai yang digendong berciciran yang diraih tak dapat”

    • Tambahan ane, Tanjung Datuk ada di Kab Sambas Prop Kali Barat. Ane pastikan nggak ada desa di wilayah Kabupaten Sambas yang mau memisahkan diri dari NKRI, ane berdomisili di sini. Jika opini orang per orang memang ada. Sekian

      • Imo, ini kebiasaan kebanyakan media saat ini untuk membesar-besarkan hal kecil dan mengecilkan hal-hal besar. Media-media konvensional sedang galau karena kini setiap orang memiliki kemandirian dalam mengakses berita. Hanya dengan menyajikan berita-berita bombastis atau menjadi “corong” mereka bisa survive.

        Terima kasih konfirmasi anda @Bung Hero.

  3. Indonesia harus segera mencontoh Vietnam yang serius membangun pertahanan udara dan lautnya, bahkan untuk pertahanan pantai mereka telah memasang S-300 versi pertahanan pantai, coba kalau seluruh selat yang penting bagi NKRI dipasangi sistem rudal sejenis ………………..

  4. ngepos 1 divisi dideket pagar malaysia itu mengerikan, sama rasanya kalo kita denger AS/Australia ngepos 1 divisi marinirnya di perbatasan atambua. Kira-kira efek deterennya seperti itu. Padahal Natuna cuma diisi kekuatan batalyon aja, syukur-syukur setingkat brigade. Dalam beberapa skenario jika INdonesia dikubu AS, maka pangkalan ini akan menguntungkan pengamanan Malaysia (jadi bemper kita buat Malaysia dan Singapura). Tapi Kalo skenarionya kita gabung China, berarti serawak dan sabah akan jadi provinsi Indonesia.

      • yang menarik untuk project indonesia di Serawak dan sabah adalah :
        1. suruh perusahaan swasta nasional melakukan investasi di berbagai sektor..
        2. disetiap perusahaan tersebut mewajibkan penggunaan bahasa indonesia bagi karyawanya.
        3. dirikan sekolah2 dasar dan lanjut pertama bagi keluarga karyawan.
        4. siapkan TKI2 untuk jadi aktivis2 buruh di perusahaan malysia atau asing lainya.
        5. pastinya kirim agen2 di pemerintahan serwak dan sabah..
        sementara saya kira cukup dengan langkah2 tersebut.

    • Pemerintah pasti memilih opsi yg pertama … karena adanya kekerabatan sesama ASEAN .. dan china tidak bisa berkompromi .. dengan garis sembilan putus2 memotong di perairan NATUNA , Indonesia harus mulai sadar siapa Musuh nya .. DAN SAMPAI SEKARANG CHINA TETAP TIDAK MENGHAPUS GARIS TERSEBUT DI PASPORT TANPA MEMBERI PENJELASAN … bahkan setelah panglima TNI BERKUNJUNG KE CHINA , dan menanyakan tentang garis tersebut .. panglima malah memerintahkan untuk memperkuat NATUNA .. siapa musuhnya ???? kita harus sadar

      • Kayaknya memang begitu, seperti orang main catur, panglima dapat kesempatan untuk melihat langkah musuh dari markasnya. Dan panglima melihat bahwa langkah china akan segera berubah jadi penguasaan wilayah secara fisik, dan itu artinya bentrokan fisik atau perang sudah pasti terjadi, walaupun china menyisakan masalah garis potong natuna untuk bagian akhir.

  5. sebenarnya ini termasuk pekerjaan yg terlambat,mengingat sipadan-ligitan sdh terlanjur lepas akibat dr kelengahan kita..msh byk titik yg sangat rawan di klaim negara lain..sisi luar sepanjang perbatasan laut sumatera-kalimantan,blm lg msh sering bergesernya patok batas darat pulau kalimantan..

  6. Perhatikan pula pembangunan dan kesejahteraan rakyat didaerah perbatasan, kalau masih lalai , bukan tidak mungkin malon berani memasukan propaganda dan hasutan2 yang di iming2i oleh kehidupan yang lebih baik, agar supaya rakyat di daerah perbatasan lebih pro ke malon dari pada ke RI………itu yang lebih berbahaya !!!

  7. dari artikel: “Karena kedua jenis pesawat tersebut sudah tua, sehingga kemudian pemerintah harus mencari negara produsen yang bisa menjual pesawatnya dengan segera. Amerika Serikat ternyata bisa memberikan 16 pesawat F-5 E/F Tiger II. Tetapi ini masih belum cukup untuk mengisi kekosongan skadron-skadron tempur Indonesia.”

    Gila TNI-AU jaman dulu, 1 skadud aja dianggap belum cukup, lha sekarang malah ketengan terus….

    • betul bung .. t50i beli satu skuadron .. kenapa sukhoi atau pespur lainnya belinya ketengan .. itu yg aneh .. kalo ghoib pun pespur tersebut udah ga se heboh f22 raptor f35 ataupun su35s bahkan pakfa .. apa bener2 kita beli ketengan itu yg bener2 aneh bin ajaib

  8. sudah saatnya barak2 dibuat diperbatasan2 strategis,dan sudah saatnya pula semua anggota tni ditempatkan digaris terdepan,bila perlu bangun perumahan2 tni dipulau2 supaya ramai.

    cuma pendapat
    maaf cucu lancang

  9. bung @kang beling, aku sich gak heran kalau mossad ada di indonesia..
    itu udah pasti hanya kita aja yang mungkin sebagai orang awam gak tau. yang mungkin lebih paham / tau adalah badan intelejen negara..
    toh sebenarnya juga banyak orang kita yang belajar ke sana, karena mereka salah 1 intelejen terbaik..
    bahkan konon, tentang DR Azhari yang waktu di malang itu infomasinya dari mossad. alurnya dari orang lapangan mereka yang ada di malang, trus ke jakarta – singapura langsung israel trus balik ke indonesia by india… ini katanya yah yang pasti kebenaran ?
    so mungkin masih ada lagi yang lain selain kisah operasi Alpha tsb diatas.
    thank’s & Tuhan memberkati

    mohon maaf kalau salah / gak bener, tolong dikoreksi

    salam
    Jack

  10. Gangguan kecil sudah datang dari Malaysia dan akan datang lagi gangguan yang lebih besar bahkan lebih dahsyat yaitu dari China, yaitu bilamana kita TERLENA dgn mengabaikan TITIK2 KRISIS diwilayah2 perbatasan laut sekitar perbatasan Kalimatan Barat-Timur dan perbatasan darat di Kalimantan sebelah Utara dengan Malaysia, dan juga ada beberapa wilayah laut dan pulau yg agak menjorok kedepan/keluar disekitar kepulauan Natuna sangat riskan dintervensi Malaysia serta China dikemudian hari bila kita lemah di sistem Hankam TNI maupun cara2 diplomasi!

LEAVE A REPLY