Agu 242016
 

Proyek pembangunan pangkalan militer Tiongkok di kawasan Afrika Timur telah dimulai dan dijadwalkan selesai pada tahun depan. Di atas lahan seluas 36,4 hektare itu akan dibangun sejumlah fasilitas, seperti pos angkatan laut yang dilengkapi dengan fitur toko senjata, sarana pemeliharaan kapal dan helikopter, dan gedung untuk menampung tentara marinir atau pasukan khusus Tiongkok.

Media asal Turki, World Bulletin, mengatakan bahwa pembangunan pangkalan militer di Afrika merupakan salah satu upaya Tiongkok untuk melindungi kepentingan politik dan investasinya di seluruh kawasan sub-Sahara Afrika.

Wall Street Journal menjelaskan bahwa Tiongkok telah menanam investasi dalam jumlah besar di Afrika Timur, terutama di Ethiopia yang kini tercatat sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.

Berdasarkan data terakhir, nilai saham yang diinvestasikan Tiongkok di Afrika menembus angka 30 miliar dolar AS pada tahun 2014. Sementara, lebih dari satu juta warga negara Tiongkok diperkirakan telah bermigrasi ke benua hitam itu selama beberapa tahun terakhir untuk mencari penghidupan ekonomi yang baru.

Menteri Luar Negeri Djibouti, Mahmoud Ali Youssouf, seperti dilansir dari Financial Times mengatakan bahwa ada kemungkinan pemerintah membuka pintu bagi kehadiran etnis Tiongkok dalam skala kecil di negaranya. Tiongkok memberi pinjaman kepada Djibouti dengan nilai satu miliar dolar AS untuk keperluan proyek-proyek infrastruktur di negara itu.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Djibouti, Tom Kelly, mengatakan bahwa keberadaan pangkalan militer Tiongkok dan Amerika Serikat di negara yang sama akan menjadi tantangan bagi kedua pihak. Amerika Serikat khawatir jika nantinya Tiongkok dapat mengembangkan pangkalan militernya untuk mengambil kontrol strategis atas jalur laut dari Afrika Timur menuju ke Eropa.

Amerika Serikat juga khawatir kehadiran Tiongkok di Afrika Timur dapat membuka peluang bagi intel-intel Tiongkok untuk memata-matai segala kegiatan yang ada di pangkalan militer Amerika Serikat, termasuk terkait rencana operasi antiteror yang sifatnya sangat rahasia.

Sumber: republika.co.id

Bagikan:
 Posted by on Agustus 24, 2016