Mar 312017
 

TNI-AU F-16A block 15 #TS-1608 from 3 sqn taxis out for another sortie during Exercise Pitch Black 16 on August 4th, 2016. [Photo by Cpl. David Gibbs]

Pekanbaru – Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin mengajukan penambahan persenjataan modern guna melengkapi pesawat-pesawat tempur yang saat ini beroperasi di Pangkalan Militer tersebut.

“Kalau dibilang ‘urgent’, kita butuh persenjataan yang lebih modern lagi. Kita sudah sekian lama tidak beli persenjataan seperti misil, rudal baru,” ujar Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin (RSN), Marsekal Pertama Henri Alfiandi di Pekanbaru, 30/3/2017.

Henri mengatakan, Skadron Udara 16 dan Skadron Udara 12 dengan masing-masing pesawat tempur F16 Fighting Falcon dan Hawk 100/200 membutuhkan persenjataan baru dan modern.

Menurut Danlanud, pesawat-pesawat tempur yang memperkuat wilayah Indonesia bagian barat tersebut terus mendapatkan perawatan dan peningkatan. Seperti pergantian sistem komputer dan avionik yang dilakukan secara berkala.

“Ibaratnya kita punya pesawat tapi persenjataan tidak mumpuni sementara pesawat kita sudah dirawat dengan baik,” ujarnya.

Danlanud mengatakan, pengajuan itu disampaikan kepada Komisi I DPR RI yang melakukan kunjungan kerja ke satu-satunya pangkalan udara militer tipe A di Pulau Sumatera, Lanud RSN.

“Tadi beliau (rombongan Komisi I) sampaikan (pengajuan) kita akan diupayakan,” tuturnya.

Danlanud mengatakan bahwa pengadaan persenjataan baru untuk pesawat tempur merupakan hal penting yang harus dipenuhi. Ia menilai, kekuatan TNI akan semakin disegani oleh negara luar apabila hal itu dapat dipenuhi.

Selain mengajukan penambahan senjata, Danlanud juga menyampaikan sejumlah masukan ke Komisi I DPR terkait kendala yang selama ini dihadapi Lanud RSN. Diantaranya adalah Skadron Teknik yang membutuhkan hanggar serta perpanjangan landasan pacu untuk memaksimalkan operasional F16.

“Komisi I setuju (dengan sejumlah pengajuan) dan bangga dengan Lanud dan TNI karena terus bekerja keras sedemikian rupa (dengan keterbatasan),” katanya.

Terdapat delapan anggota Komisi I DPR RI yang melakukan kunjungan kerja ke Lanud RSN hari ini. Diantaranya adalah Abdul Kharis Almasyhari, Yayat Y Biaro, Martin Hutabarat, Sjariffudin Hasan, Djoko Udjianto, Syarifudin, Jazuli Juwaini dan Bachtiar Aly.

Komisi I sempat melakukan rapat tertutup selama lebih dari dua jam dengan jajaran Lanud RSN yang langsung dihadiri Danlanud RSN Marsekal Pertama Henri Alfiandi.

Abdul Kharis Almasyhari mengatakan Komisi I telah memperoleh informasi akurat terkait Alutsista yang melengkapi Lanud RSN serta kendala-kendala yang selama ini dihadapi.

“Kami sudah dapat informasi akurat terkait Alutsista di Lanud RSN dan kita berharap ditingkatkan lagi sehingga keberadaan TNI AU disegani negara lain. Mudah-mudahan dalam pembahasan anggaran ke depan dapat direalisasikan,” katanya usai rapat tertutup.

Antara

  30 Responses to “Pangkalan Udara TNI Butuh Rudal Baru”

  1. Rudal yg bnyk sekaliii

  2. Biaya perlengkapan…

  3. Kabar pembelian AMRAAM kita gimana kelanjutannya ya?

  4. Ini cocok dngn misi visi Cintya@ nich RUDAL judulnya…

  5. disamping rudal modern/canggih untuk pespur, Indonesia sangat butuh rudal SAM untuk memanyungi pangkalan udara dan teritoral NKRI dari gangguan pespur/rudal musuh, apakah tidak terpikirkan oleh petinggi2 TNI, …………. ?????????????????????????????????????

    • Justru kebanyakan mikir bang..jadinya cuman dalam pembahasan dikaji diminati tertarik dan akan…entah akan dibeli..entah akan disetujui…khan proses alurnya jlimet kaya benang ruwet.xixixixixi…negara lain udah getok palu deal.. egh kita malah cuman mutar muter disitu situ aja.

  6. Nah ini saya setuju, saya dukung 100%

  7. ayo Dan….minta yang banyak lagi dan yang macem macem..
    jangan cuman pensil nya…tapi pesawat tempur nya…minta pesawat pem bom nya..minta pesawat intai nya…
    hihihihihi

  8. Nah..udah dari dulu dan kemarin permintaan akan kebutuhan ini , tapi belum juga terealisasi..salah dimana??

  9. rhan atau Rx dimodif jadi rudal udara ke udara. bisa gak tuh ilmuwannya.

  10. Rudalnya jgn tanggung2, yang paling canggih dan gahar!

  11. Rudal gue:” hard as rock man!” Kesaksian perawan2 yg pernah merasakan di saat malam sunyi senyap

  12. Sangat menyedihkan…Terjadi diindonesia negara yg kaya Tp pejabatnya tidak mengutamakan pertahanan dgn alat pertahanan yg banyak dan canggih..Hanya alakadarnya saja..

  13. Ayo Indonesia bikin rudal anti pesawat sekelas s400/500..Bikin rudal nuklir balistik MIRV 100 BATALION…PASTI TOP GOOD..GOOD..GOOOOOODDD…Domanini Domanini domanini

  14. Pesen s400, buk m3, Starstreak, skyshield yg banyak
    Duit sopo??

  15. disini mungkin beli rudal yg harganya mahal dan ada expired nya masih sayang sama duitnya…

  16. jawaban dari komisi 1 “…akan diupayakan…”….hihihi…jawabanny gak myakinkan..basa basi…

  17. Harusnya F16 di desain mampu membawa rudal dari Eropa maupun Rusia.. Harusnya gtu.. Supaya mampu menambah kekuatan.. Smoga IFX besok di desain sperti itu jga.. Biar IFX mampu bertahan selama 30th. Bahkan bakalan jadi pesawat tempur berbahaya..

  18. Beli rudal NASAMS dari Georgia.. Itu mampu memaksimalkan LANUD di Indonesia.. Beli sebanyak 58 baterai.. Di Timur 20,Barat 25,Tengah 13 .. Negara tetangga ato yg melanggar mungkin bakalan berpikir ulang klo kita bagi jumlah itu di beberapa wilayah kita

  19. I love Su 35
    NO TEJASS….
    I love Rudal Kripton
    SAY NO C705

  20. ya memang sangat perlu untuk main gertak kpal-kapal usa aus yg sering keluar masuk wilayah blank spot indonesia.

 Leave a Reply